
Tanaka hanya diam merenungi perkataan anaknya sambil berfikir untuk membawa hadiah untuk istrinya.
"Zizi tahu tidak apa yang mama suka."
"Hem,mama suka apa ya, nanti dulu ya Zizi ingat-ingat,mama suka coklat."
"Papa sudah tahu dari dulu, sayaaaang."
"Mama suka Doraemon pa."
"Papa juga sudah tahu."
"Ih papa kalau papa sudah tahu kenapa tanya Zizi,ih nyebelin."
"Hahahaha, mungkin ada hal baru yang mama kamu suka tapi papa tidak tahu sayang ku."
"Oh iya,dulu mama pernah cerita ke Zizi, kalau waktu kecil mama dibelikan music box dari nenek,tapi hilang dan mama sedih sekali."
"Oh ya,mama tidak pernah cerita ke papa, oke nanti di mall kita beli music box untuk mama."
"Untuk aku juga ya papa."
"Iya sayang ku cinta ku anak perempuan papa yang cantik."
Sesampainya mereka dimall,
"Zizi mau kemana dulu sayaaaang."
"Hem, kita kesalon dulu saja yuk pa."
"Hayuuuu kita kesalon."ucap Tanaka sambil menggandeng tangan zizi
Sesampainya mereka disalon,,,
"Selamat datang tuan , hari ini mau perawatan rambut seperti biasanya?."
"Iya, tolong ini juga untuk putri saya."
"Aduh, cantik sekali kamu, namanya siapa."
"Nama aku Zizi, om."
"Kok om sih,aduh panggil aku sis."
"Oke sis."
"Ih sudah cantik pintar lagi, rambutnya bagus sekali sih cantik, warna disalon mana ini,apa lagi pakai rambut palsu ya."
"Itu rambut asli anak saya."
"Kok beda ya sama papanya."
"Ibunya, orang Amerika Jepang, rambut nya pirang."
"Oh ikut mamanya ternyata."
"Ini sis mama aku,." ucap Zizi sambil memperlihatkan foto Laura diponselnya.
"Iya tuh, rambutnya sama."
"Aku mirip siapa sis,papa atau mama?."
"Aduh siapa ya,sis jadi binggung,kalau dari muka sih mirip,papa kayak nya deh."
Zizi langsung menengok kearah belakang,
"Ih aku ini mirip mama tahu bukan papa aku, huh nyebelin."
"Yah kan jadi ngambek deh sama sis, maaf ya cantik."
"Udah sis tidak usah pegang rambut aku, sana pergi."
"Aduhh tuan, ini bagaimana?."
"Zizi sayang, tidak boleh begitu sama sis, kasian."
"Bodo, aku kesel,aku mau pulang saja."
Aduh,nih anak bagaimana caranya agar baik lagi,masa aku harus telepon Laura, yang ada nanti, yang ini baikan,malah Laura yang ngambek,fikir Tanaka
__ADS_1
"Bete,Zizi mau telepon mama saja."
"Jangan dong sayang,ucap Tanaka sambil ingin menggambil ponsel Zizi,Mama kan lagi di massage, jangan diganggu."
"Mama itu tidak akan marah kalau Zizi yang telepon,mama marah kalau papa yang telepon."
Zizi mencoba menghubungi Laura melakukan panggilan video call,
"Hay, sayang nya mama,Zizi lagi apa nak?."
"Mama,masa tadi sis ini,sambil menunjukkan pelayan salon dari kamera belakang ponselnya, bilang kalau Zizi mirip papa,Zizi kan mirip sama mama ya kan ma."
"Sayang,Zizi itu mirip papa sama Mama, jadi sis itu tidak salah sayang,coba Minta maaf ke sis tadi nak, putri mama kan anak yang cantik dan pintar,ya sayang,harus hormat sama orang tua."
"Iya,ma,
Sis,maaf tadi Zizi sudah membentak sis."
"Iya, cantik ,sis juga minta maaf ya."
"Sudah ma,Zizi sudah minta maaf ke sis."
"Yasudah,coba mama mau ngomong sama sis itu nak sayang."
"Ini sis mama aku mau ngomong."
"Iya, nyonya."
"Sis,maaf ya Zizi memang anaknya seperti itu, sebenarnya dia itu hatinya baik cuma sifatnya itu yang mirip sekali dengan papanya jadi dia agak emosional,oh iya itu si Zizi habis di hair spa, tolong di kepang saja rambutnya di model terserah yang penting bagus ya, makasih,."
"Baiklah nyonya,ini cantik ponselnya."
"Mama,Zizi mau dikepang rambutnya."
"Iya sayang ku, sudah ya mama mau masak dulu dikantor papa untuk Zizi sama papa juga ya sayang."
"Iya mama ku sayang, love you ma."
"Love you more putri mama yang cantik,bay."
"Bay,yes mama masak makanan,aduh jadi lapar pingin buru-buru makan masakan mama."
"Loh,kok pulang sih,kan kita mau cari hadiah dulu untuk mama ,ya sayang."
"Oh iya pa,Zizi jadi lupa karena masakan mama lebih dari segalanya."
Benar-benar mirip dengan aku,fikir Tanaka yang mengingat dulu sangat menyukai masakan Laura,
Setelah selesai dari salon, mereka langsung ketoko mainan, mencari music box , tapi tidak ada yang sesuai keinginan Tanaka dan Zizi karena selera mereka sama.
Lalu mampir ketoko buku untuk membeli titipan Kenzo, setelah keliling mall,ada satu toko yang menjual music box yang Tanaka cari tapi hanya ada satu,Tanaka binggung antara untuk Laura atau Zizi music box ini,
"Yah,cuma ada satu sayang."
"Yah,papa, hem, untuk mama saja pa,Zizi mau mainan lain saja."
"Oh iya,boleh ini untuk mama sayaaaang."
"Iya,papa."
Zizi membeli mainan lain,membeli buku mewarnai dengan cat air,
"Yey,aku nanti mau melukis sama mama."
"Sama papa tidak mau."
"Memangnya papa bisa melukis?."
"Bisa dong cuma tinggal kasih warna digambar yang sudah ada sih gampang."
Zizi masih dengan tatapan tidak percaya dengan papanya,
Sesampainya di gedung kantor,
"Mama,zizi beli ini."
"Wah,Zizi mau belajar melukis sayang?."
"Iya ma,ini buku pesanan kak zo."sambil memberikan buku ke Kenzo
__ADS_1
"Makasih ya adik ku sayang."
"Iya, sama-sama."
Tanaka menghampiri istrinya,,,
"Sayang,aku ada hadiah untuk kamu."
"Apa sayang?."
Tanaka langsung memberikan paper bag berisi music box,saat Laura buka dia sangat terkejut,
"Wah, cantiknya papa beli dimana?."
"Dimall tadi pas jalan-jalan,kamu suka sayang."
"Iya suka, makasih ya sayang ku."sambil mencium bibir Tanaka
"Love you more istri ku sayang."
"Tadinya Zizi juga mau ma,tapi cuma ada satu."
"Oh,Zizi juga mau sayaaaang."
"Iya,ma."
"Yasudah ini buat Zizi saja kalau begitu,ya."
"Hem."
"Kenapa sayang."
"Nanti mama tidak punya."
"Kan nanti mama bisa kekamar Zizi untuk lihat music box ini sayang ku,sini sayaaaang mama mau cium,Zizi belum makan kan sayang."
"Iya ma ,Zizi mau makan, suapin ya ma."
"Iya, sayang,buka mulutnya,enak?."
"Enaknya masakan mama,zi mau daging nya yang banyak ya ma."
"Iya putri mama yang cantik."
Laura melirik kearah Tanaka yang sedari tadi diam membisu.
"Papa, sayang,sini mau makan juga tidak."
"Mau banget lah sayang,dari tadi aku nunggu ditawari kamu."
"Papa kenapa nunggu, memangnya papa tidak bisa makan kalau tidak di suapin mama,." ucap Zizi sambil mulutnya mengunyah makanan,
"Zizi sayang,kalau makan tidak boleh ngomong nanti keselek,ya."
"Iya,ma."
"Papa,kalau tidak ada mama ya makan sendiri,tapi karena ada mama jadi maunya disuapin."
"Ih papa manja,sudah tua juga, gantian dong sekarang Zizi saja yang manja ke mama,ya ma."
"Iya Zizi sayang."ucap Laura sambil melirik kearah Tanaka
"Biarin saja,ya ma,papa juga masih mau disuapin mama, sambil mencium bibir Laura."
"Ih papa tidak boleh cium mama aku terus, ma ,Zizi saja yang cium mama ya."
"Iya sayang."Laura bergantian mencium setiap inci wajah Zizi.
"Papa juga mau ma."ucap Tanaka meledek Zizi,,
"Tidak boleh."
tangan Zizi sampai-sampai memegang wajah Laura supaya tidak mencium Tanaka seperti menciumnya tadi, pelayan yang melihat kejadian itu cuma bisa tertawa kecil,
______________
bersambung
(^∆^)
__ADS_1