
Beberapa menit sebelumnya ..
Sean baru saja tiba di parkiran sekolah dengan motor sport merah miliknya. Disana ketiga sahabatnya juga terlihat telah tiba di parkiran sedang mengobrol sembari menunggu Sean. Begitu melihat motor sport merah itu ketiganya langsung menoleh kearahnya. Benar saja orang yang ditunggu telah tiba.
Kemudian mereka menghampiri Sean.
"Wow, motor lo keren banget Se. Lo juga makin ganteng kalau pakai motor itu. Gue yakin ntar cewek-cewek pada nemplok sama lo. Ah, besok gue juga ke sekolah pakai motor aja lah biar keren kayak lo." ucap Sandy cengengesan tiba-tiba sambil berjalan mendekati Sean yang baru saja melepas helmnya.
"Gak usah kampungan lo San. Jelas motor Sean keren secara dia kan anak pemilik sekolahan ini. Lagian ya San mau Sean pakai mobil ataupun motor kadar kegantengan dia gak bakal berkurang sedikitpun udah ganteng dia mah dari orok. Kayak baru kenal Sean kemarin lo" timpal Reynal kemudian
"Haish, terserah lo kodok" ucap Sandy kesal
"Dasar onta" balas Reynal
"Aduh lo berdua masih pagi udah ribut aja. Gue malah mengira Sean bakal bawa mobil sportnya ke sekolah" ucap Regan kemudian untuk menengahi kedua sahabatnya itu
"Gue lagi pengen aja, udah lama gak pakai motor" sahut Sean
"Yaudah kuy lah kita masuk dulu " ajak Sandy
Mereka berjalan menuju halaman sekolah karena mereka belum ada kelas karena masih siswa baru. Mereka berjalan beriringan sambil sesekali mengobrol. Tiba-tiba seseorang menabrak punggung Sean hingga sedikit terdorong ke depan. Kemudian ia menoleh ke belakang, benar saja ia baru di tabrak oleh seorang gadis. Sean mengernyitkan dahi nya setelah melihat wajah gadis yang menabraknya.
__ADS_1
"Kamu?" ucap gadis itu
"Eh, Maaf lagi-lagi saya tidak sengaja menabrak kamu" tambahnya lagi dengan raut wajah bingung bisa-bisanya ia menabrak tubuh orang yang sama waktu itu pagi ini.
Sean hanya melongos pergi begitu saja setelah mendengar kata maaf dari mulut gadis itu
Ketiga sahabat Sean hanya melihat ke arah gadis itu lalu segera berjalan lagi menyusul Sean. Perhatian para siswi-siswi di sekolah itu pun tertuju pada empat pria tampan yang sedang berjalan menuju lapangan. Banyak siswi yang mulai berbisik-bisik mengenai mereka.
Sementara Sifya yang di tinggal tanpa mendapat respon dari pria itu pun kemudian merasa kesal karena diacuhkan begitu saja.
"Dasar pria aneh" kesal Sifya sambil merapikan rambutnya kemudian dia pun berjalan menuju lapangan sambil perhatiannya lurus ke depan jangan sampai ia menabrak tubuh orang asing lagi.
Ranti_ "Hei, kok lo lama sih nyampek nya Fi?
Resti _"Tau nih dari tadi ditungguin juga"
Chaca_ "Jangan bilang seorang Sifya Aurelia Dirgantara ke sekolahnya naik sepeda"
Sifya_ "Ada-ada aja lo cha, ya kali gue sebebas itu.
Maaf ya girls udah buat kalian nunggu lama. Gue tadi bangun kesiangan. Mami gue kayaknya lagi jahilin gue deh"
__ADS_1
"Resti _ "Hahaha, makanya punya alarm tu di pakek. Jangan cuma jadi pajangan doang"
"Iya deh iya Resti Angraini cantik" sahut Sifya tersenyum manis dengan wajah imutnya
Ternyata tidak jauh dari mereka ada beberapa pasang mata yang memperhatikan mereka.
"Gila, tu cewek cantik banget bro apalagi tadi pas ia lagi senyum" ucap Sandy yang dari tadi memang memperhatikan Sifya dan teman-temannya.
"Iya cantik banget. Teman-temannya juga cantik-cantik" tambah Reynal
"Bukannya itu gadis yang tadi menabrak Sean?" tanya Regan sambil menunjuk ke arah Sifya
"Eh iya bener tuh. Lo kenal sama tu cewek Se?" tanya Reynal ke Sean
"Nggak" jawab Sean datar setelah melihat Sifya sebentar lalu beralih ke arah lain
"Kayaknya mereka juga siswa baru deh" ucap Sandy
"Mungkin" sahut Regan
Bukan hanya mereka saja yang memperhatikan Sifya dan ketiga sahabatnya, banyak juga siswa-siswa yang lain terutama cowok-cowok melihat kearah 4 gadis cantik itu dan mengagumi kecantikan mereka.
__ADS_1