Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
surat Risen


__ADS_3

Padahal dia sudah hamil 3bulan tapi temannya tidak tahu,sayang aku rindu.fikir Tanaka.


"Ya kamu boleh pergi."


"Baik tuan terimakasih."


Dari balik pintu.


"Tuan Tanaka ,sudah waktunya."


"Ya ,hayo Ichiro."


Mereka pergi ke sebuah gedung pertemuan,


Setidaknya ada 5 orang yang ada di pertemuan itu,2 diantaranya adalah wanita.


"Bagaimana bisnis kalian lancar,."ucap Tanaka


"Ya berkat anda tentunya tuan Tanaka."


"Bagaimana kabar istri anda tuan,."Tanya salah satu rekan Tanaka yang wanita


"Istri saya baik-baik saja."


"Oh sudah berapa lama ya anda menikah?."


"Satu bulan lagi tepat satu tahun pernikahan kami.


"Sudah lama juga ya, tapi sayang belum ada keturunan untuk melanjutkan bisnis tuan Tanaka yang banyak itu ya."


Tanaka hanya diam.


"Hay kamu sudah sangat tidak sopan ya, bertanya hal yang sangat sensitif seperti itu."bentak teman wanita yang lain


"Tidak bermaksud, cuma aku pernah bertemu mantan-mantan tuan Tanaka sudah pada punya anak padahal pernikahan mereka baru seumur jagung."


"Jadi maksud kamu, saya mandul begitu?"ucap Tanaka dengan wajah datar


"Bukan tuan Tanaka yang mandul tapi mungkin istri anda yang mandul begitu, mungkin tuan harus mendapatkan anak dari wanita lain."


"Oh begitu,apa ada wanita yang bisa memberikan ku anak?."


"Tentu ada tuan."


"Baiklah, bawa wanita itu ke kamar ku malam ini."


"Baik tuan."


Ichiro yang mendengar percakapan itu merasa aneh, saat pertemuan itu bubar.


"Tuan, benarkah apa yang tuan ucapkan tadi?."


"Kau lihat saja nanti dan persilahkan siapapun masuk."


" Baik tuan."


Didalam kamar hotel,saat tanaka Selesai mandi dan hanya terlilit handuk di bagian bawah tubuh nya ,Tanaka menyiapkan pedang di kamar, didepan pintu.


"Ada perlu apa nyonya kesini?."tanya Ichiro


"Aku mau menemani bos kamu,."kata wanita yang tadi.


"Bukankah nyonya bilang akan mengirimkan wanita."


"Iya, memang aku bukan wanita hah ,aku yang akan memberikan Tanaka anak."


"Tunggu, saya sampaikan ke tuan, Ichiro bergegas untuk menghubungi Tanaka melalui panggilan telepon,tak lama.


"Oh silahkan masuk, Nyonya."


"Seharusnya dari tadi, dasar pelayan tidak becus."


Didalam.


"Tuan Tanaka aku sudah datang."

__ADS_1


"Oh berdirilah di depan kasur."


"Baiklah sayang apapun yang kamu katakan."


Dari belakang Tanaka menyentuh wanita itu dengan lembut sampai dia mabuk kepayang, dan langsung menebas lehernya dengan pedang


Wanita itu langsung mati seketika.


"Heh, beraninya kamu bilang kalau istri ku mandul, dasar perempuan murahan."


Mengambil ponsel.


"Ichiro, tolong urus mayat ini."


"Baik tuan,."langsung masuk dan memberikan perintah ke yang lain nya.


Tanaka berganti baju dan pergi dari sana .


Satu bulan telah berlalu, Laura pergi meninggalkan Tanaka.


Tanaka yang sangat merindukan istrinya pergi melajukan mobil yang kearah rumah Laura dulu.


Sesampainya Tanaka Didepan rumah laura, masih didalam mobilnya.


"Aku sangat rindu sayang ,sudah satu bulan tidak melihat kamu."gumam Tanaka


Sekilas, melihat bayangan Laura saat di jemputannya dulu saat mereka masih berpacaran.


Flash back


" Pagi sayang,."ucap Tanaka sambil membawa buket bunga


"Love you sayang,."sambil mencium bibir Tanaka lembut.


"Yuk kita berangkat."


Didalam mobil.


"Kita hari ini mau kemana sayang."tanya tanaka


"Kita karaoke yuk."


"Iya memang kenapa?."


"Ya tidak apa-apa,aneh saja orang karaoke jam segini."


"Kalau malam nanti banyak orang, terus kamu cemburu kalau aku banyak yang lihat, jadi ya jam segini saja masih sepi."


"Oh, oke hayu."


Tanaka sangat senang saat mendengar jawaban dari Laura


Di tempat karaoke.


"Mau pesan berapa jam tuan."


"Saya mau yang lama."


"Ada yang 5jam tuan."


"Oke yang itu saja."


Mereka pun masuk keruangan karaoke.


"Kamu sering kesini sayang?."


"Iya sama temenku itu yang di bar."


"Karaoke apaan, ini sih tidak ada apa-apanya dibandingkan tempat milik ku."


"Ya jangan di bandingkan sama punya kamu lah, udah ah aku mau nyanyi."


"Sini aku yang pilih lagu,."


"Ih aku saja."

__ADS_1


"Tidak, aku saja ,nanti yang ada lagu K-Pop semua."


"Hahahhahaa ketahuan,."


Mereka pun bernyanyi sambil makan dan minum, sampai suara habis kebanyakan bertengkar nya dari pada nyanyi nya,


"Love you sayang,."ucap Tanaka sambil mencium bibir laura


Sekarang Tanaka beralih keIngatan di hari yang berbeda, saat Laura belum ada 1 bulan bekerja ditempatnya,


Setiap masuk sif 3 Laura selalu menyempatkan diri untuk bernyanyi, jam tepat menunjukkan pukul 4 pagi dini hari.


"Oke, supaya semua temanku semangat untuk menjalani aktivitas, aku akan membawakan sebuah lagu,."


Laura pun bernyanyi dengan riang ,


Setelah matahari mulai terbit ,siang harinya anak buah Tanaka melapor kalau tadi pagi Laura bernyanyi di bar untuk menyemangati temannya,


Hem, hari ini aku akan menemaninya sampai pulang kerja,fikir Tanaka


karena kemarin tidak bisa ,Tanaka sedang ada di luar kota.


Laura tidak tahu kalau Tanaka ada di kantor besoknya, ternyata ini hari dimana Laura menuliskan surat Risen, dia tahu jadwal Tanaka hari ini dia ke kota xxxx dan akan kembali besok,


Saat Sif tiga masuk,Laura pergi keruangan manager untuk meletakan surat Risen nya diatas meja ,dan semua itu diketahui oleh salah satu anak buah Tanaka,dia pun langsung melaporkannya kepada sang bos.


"Tuan, nona Laura menaruh surat Risen ke meja manager ,."ucap anak buahnya.


"Kenapa dia mau Risen."


"Saya tidak tahu tuan."


Di bar.


"Hah nikmatnya hidup ini kalau tidak ada dia Tuhan, tidak ada yang mengganggu aku bekerja,."


Saat sudah waktunya pulang, Laura bersiap bernyanyi seperti biasa dia lakukan saat sudah mendekati jam pulang , saat sedang lagi asik bernyanyi lagu tentang cinta,


ternyata Tanaka tiba-tiba sudah ada dibelakangnya, sambil masih memegang mic ,Laura menghindari Tanaka hingga akhirnya dia kabur berlari menuju arah lift.


Dia melihat kebelakang ternyata Tanaka mengejar nya,


Sesampainya Laura didepan lift,dia langsung memencet tombol lift berkali-kali.


"Hayo dong cepat kebuka, ah lama,."ucap Laura,


pintu lif tidak terbuka juga, akhirnya Laura berlari lewat tangga exit, turun sambil dikejar Tanaka, dan berhasil dijegat


"Mau lari kemana lagi kamu,."ucap Tanaka yang menjegat Laura di tangga exit,


Sedangkan Ichiro berada didepan pintu tangga exit supaya tidak ada yang mengganggu bosnya itu.


"Aku cuma mau pulang, minggir."


"Mau terus menghindar dari ku , Ra."


"Iya, sana pergi ,,,,,


Tanaka langsung meraih pinggang ramping Laura lalu mencium bibirnya.


"Kenapa kamu selalu menghindar dari ku Ra, apa kurangnya aku sama kamu."


"Besok aku akan pergi ke Amerika,."


"Tidak boleh, kamu harus disini sama aku selamanya, kalau mau ke Amerika juga sama aku."


"Minggir tuan, tolong."


"Aku akan mengantarmu pulang, oke."


"Aku pulang sendiri saja,."


"Kalau begitu, aku tidak mengizinkan kamu pulang, apalagi setelah kamu menaruh surat Risen ini,."


_______________________________

__ADS_1


bersambung


(^∆^)


__ADS_2