
Bibir mereka bertemu lagi ,laura mengulum bibir Tanaka membuatnya ketagihan,sampai bagian tubuh bawah mereka bersatu laura merasa nikmat yang luar biasa,sampai malu untuk mendesah.
"nikmat ya sayang,sudah tidak sakit lagikan,I love you, ah ,ah gerakin pinggul kamu sayang,diputar."
"gerakin kemana,ah hem,oh my God beb, Ah ,ah beb ah."
Tanaka memegang pinggul laura dan menggoyangkannya memutar.
"ah, ah, oh, nikmat sekali kamu sayang, Ini semua milik aku, Sebelum kamu puas aku tidak akan berhenti."sambil mempercepat gerakan menumbuknya.
" ah, oh my God ,ah ah ah ,beb beb beb ah ah sambil mencengkram erat punggung dan rambut Tanaka, Ah beb, ah oh my God ."laura mengejang merasakan nikmat yang luar biasa.
Tanaka yang menyaksikan kenikmatan yang laura rasakan terlihat tersenyum ,bibirnya mencumbui dada Laura,keringat mengalir dan menyatu bersama ditubuh laura dan tanaka.
"Ah, lemes aku sayang ,sudah ya."
"nanti sayang ,masih tanggung."
"tapi aku lemas, ah,ah."
tanaka langsung mempercepat gerakan menumbuknya lagi .
"Ah beb lemes ah."
Tanaka menutup mulut Laura dengan mulutnya
"Ah ,oh, oh ,ini sudah mau sayang ,ah ,ah ,ah, ah ,ah."Tanaka membiarkan semua cairan tubuhnya masuk kedalam tubuh Laura.
"nyebelin kamu."
"kok ngambek sih sayang, sudah dienakin juga."
"iya,tapikan lemes."dengan wajah malu dan merah
"maaf ya ,tadi aku belum keluar sayang,I love you."
"love you to."sambil mencium bibir Tanaka lembut.
"kamu puaskan sama hasil kerja aku sayang,tadi aku tidak berhenti sambil mempercepat gerakanku,karena aku tahu kamu suka,sampai mengejang tubuh kamu."
"apa sih,kamu ngomongnya fulgar, Dasar mesum."ucap Laura dengan wajah malu
"aku tidak mau sampai ada orang lain yang puasin kamu selain aku sayang."ucap Tanaka dengan wajah tersenyum penuh kebahagiaan
"jangan samakan aku sama kamu ya, yang punya wanita banyak."dengan wajah cemberut.
"hahahaha, tidak sayangku,cuma kamu wanita yang aku mau."
Sambil mengganti posisi terbaring dan berguling hingga Laura sekarang berada dibawah.
"awas ya kalau sampai aku lihat kamu sama wanita lain, tidak perlu fikir panjang ,aku sama kakak langsung berangkat keamerika." sambil mengelus rambut tanaka
"aku janji sayang,aku sangat mencintaimu, aku tidak akan melepas kamu."
"Hem,bangun beb,aku mau mandi dan cuci seprai."
"besok saja sayaaaang, kita disini dulu seharian ya."
"dasar mesum ,minggir ah,aku mau sekalian bersihin kamar kakak."
"iya ,aku bantu ngeribetin ya."
"nyebelin."
Tanaka hanya tertawa mendengar ucapan Laura, laura membersihkan kamar kak Steven dibantu Tanaka.
"aduh."Tanaka merintih sakit dengan suara yang sangat kecil.
__ADS_1
"kenapa?."
"Tidak apa-apa,lanjut saja bersih-bersihnya.
"Oh."
pasti dia pegal-pegal karena mungkin seumur hidup nya tidak pernah melakukan hal ini, fikir laura
Laura kefikiran untuk mengerjainya,sambil menepuk punggung Tanaka.
"aduh, sakit sayang."
"sakit,,, pegel ya bantuin aku."
"Tidaklah,apaan masa kerja beres-beres begini saja sampai pegel, tidaklah hayu dilanjut lagi."
"sudah kita istirahat sayang, jangan dipaksa, Aku buatin green tea sama camilan, terus nanti aku pijitin bagian yang sakit,ya."
"oke deh, untung aku punya kamu yang pengertian,sayang."
"Hem."
tadinya niat hati mau biarkan saja ,tapi hati ini tidak tega rasanya, fikir laura
Setelah itu, Laura berjalan dari dapur menghampiri Tanaka diruang tengah
"Ini minum sama camilannya."
"terimakasih ya sayang, Terus pijitin aku kapan?."
"iya aku ambil zaitun dulu dikamar."
"ok."
Setelah dari dalam kamar Laura duduk dibelakang tanaka.
"buka bajunya."
"dasar mesum,aku tidak jadi pijitin kamu."
"iya sayang ,aku bercanda maaf ya,Aku suka lihat kamu ngambek."Sambil menyambar tangan ku.
"nyebelin."Sambil memijit punggung Tanaka.
"Hem,enak sayang pijitan kamu,Pakai cinta dan kasih sayang ya, pijitnya."
"pakai rasa kesel karena kamu nyebelin."
Tanaka hanya tertawa mendengar ucapan Laura
"nanti kalau bibi tanyain kak Steven,Kamu bantuin aku ,bilang kalau kakak lagi diacara summer camp Ok, aku tidak mau menyusahkan bibi."
"iya sayang,mulai besok kamu jadi manager dibar ya, tidak boleh protes harus nurut sama aku,dan jangan bilang tidak mau."ucap Tanaka Sambil menikmati pijitan laura,
"kalau tidak bisa?."
"nanti aku ajarin sayang."
"kalau aku tetep tidak mau?."
Tanaka langsung memutar wajah dan tubuhnya , langsung menggigit bibir Laura.
"Ah."desah laura
"aku akan memberikan hukuman, kamu sama aku dikamar selama seminggu ya."
"Hah,iyadeh aku jadi Manager saja tidak apa-apa,dari pada menjadi tahanan rumah."
__ADS_1
"Hahahaha."
Tanaka tertawa sangat bebas Melihat wajah laura yang merasa ilfil ,harus dikamar satu Minggu bersama Tanaka
Tak lama Ichiro menghubungi Tanaka, melalui panggilan telepon
"halo ,tuan, kami sudah menemukannya."
"bagus,bawa kerumah,aku yang putuskan nasibnya."
"ya tuan."mengakhiri percakapan.
Tanaka membalikan badannya kearah Laura
"sayang kita kerumah sekarang ,manager sialan itu sudah ditemukan."
Laura yang sudah dendam,langsung mengiyakan dan bergegas mengikuti.
Sesampainya mereka dirumah Tanaka pamit untuk keruang kerjanya lebih dulu , sedangkan laura menunggu diruang tamu sambil berbicara dengan Ichiro.
"Ichiro san,apa kamu punya pistol."Tanya Laura
Ichiro terlihat dengan wajah binggung.
"Tentu saya punya nona,Ini."sambil memberikan pistolnya kepada laura.
Tak lama kemudian ,Tanaka datang dan duduk disebelah Laura.
"Sayang."ucapnya sambil memeluk dan mencium bibirnya singkat
Lalu tatapannya berubah gelap kearah Ichiro.
"Ichiro,bawa mereka kemari."
"baik tuan.
Tanaka yang melihat laura memegang pistol, seperti sudah tahu apa yang mau dia lakukan,dan tanaka tidak akan mencegahnya sama sekali.
tak butuh waktu lama Ichiro datang membawa mantan manager itu, beserta istri dan anaknya,Sedangkan laura masih merunduk sambil menghitung jumlah peluru.
langsung saja dia berdiri.
"biarkan mereka, kalian menyingkir lah."ucap Laura keanak buah tanaka sambil melihat wajah istri manager yang kemarin menangis didepannya saat ingin meminta pertolongan.
anak buah Tanaka yang sedari tadi memegang mereka ,sekarang menjauh .
Dor, dor dor .
terdengar suara tembakan dengan sangat cepat ,Laura menembak manager istri dan anaknya.
Semua orang yang ada disana pun hanya bisa tertegun melihat Laura membunuh tanpa ekspresi sama sekali.
"Ini Ichiro san, aku kembalikan ,terimakasih."
"Ya nona Laura ,sama-sama."dengan wajah yang masih tidak percaya, tangannya menerima pistol dari laura.
Beda dengan Tanaka yang wajahnya biasa saja.
"tolong diurus mayat mereka."
"Baik tuan."jawab serempak para pelayan tanaka.
"Sayang kita kerumah sakit lihat perkembangan kakak."ucap Tanaka menatap kearah laura
laura hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti Tanaka yang terus memegang tangannya.
______________________________________________
__ADS_1
bersambung
(^∆^)