Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
kecewa


__ADS_3

Setelah sampai dikantor laura mulai bekerja, pekerjaan baru setengah selesai tapi sudah masuk jam makan siang, laura langsung memasak didapur bar,menyajikannya diatas piring,


dia membawa masakannya sendiri kekantor Tanaka saat sudah didepan kantor Tanaka,sekretaris terlihat kaget dengan wajah pucat,dia meminta Laura menunggu, tetapi laura curiga tidak mau menuruti kata-kata dari sekretaris itu,


laura memaksa masuk dan dilihatnya Tanaka sedang didekap dari belakang dan diraba-raba tubuhnya oleh wanita lain.


Laura hanya diam membalikan badannya untuk bergegas pergi,dia menitipkan makanan yang sudah dia bawa kesekertarisnya,tanpa fikir panjang Laura pergi kearah bandar.


keluar dari lobi gedung berjalan menuju halte terdekat untuk memberhentikan taksi laku mematikan ponsel ,tidak lama laura naik taksi.


tanaka melihatnya keluar lobby dari cctv dan langsung menghubungi keponselnya tapi nomor ponsel tidak aktif ,Tanaka yang kaget langsung berlari kedepan pintu dan melihat makanan yang Laura masak.


"tadi Laura kesini."


"iya tuan Tanaka ,saya diancam tidak boleh bersuara Sama nona."


"aduh, pasti salah paham dia,Siapkan mobil cepat, hubungi kantor taksi yang ditumpanginya dan lacak sudah sampai mana."ucap Tanaka dengan wajah cemas


"Baik tuan."


tanaka langsung bergegas pergi ke lobby gedung dan menaiki mobilnya.


Sayang kamu salah paham,fikir Tanaka


ponsel Tanaka langsung berbunyi, menerima panggilan telepon dari anak buahnya.


"Halo iya, oke,kalian semua kesana cegat dia,jangan sampai masuk bandara,jangan sampai terlambat."


"baik tuan."


Tanaka menyetir mobilnya sendiri dengan kecepatan tinggi supaya bisa menyusul laura.


Laura yang sadar sedang diikuti oleh bawahan Tanaka.


"pak, cepat pak, kita dikejar, pak cepat."


"Baik non,aduh kita dicegat non."


dengan mobil anak buah tanaka didepan menghadang taksi yang laura tumpangi


"aduh,males banget lihat dia."ucap Laura dengan wajah males.


Tanaka baru sampai dilokasi ,dengan cepat turun dari mobilnya dan berlari kearah taksi yang membawa Laura."


"dari pintu kanan,Ra ,aku bisa jelaskan, sayang."


Laura memandang Tanaka dengan wajah cemberut.


"Laura keluar dari pintu kiri,aku tidak mau mendengar penjelasan apapun,pergi sana."


"Ra,tunggu sayang."ucap tanaka sambil mau meraih tangan Laura tapi langsung dilepaskan oleh Laura.


"Tidak usah pegang, tidak usah perduli, tidak usah .....ah, Tanaka turunin aku."


Tanaka sudah tidak tahu harus bagaimana lagi, akhirnya dia mengejar dengan cepat, Laura langsung dibopong tanaka masuk kemobil,saat mau membuka pintu mobil,


Pintu itu sudah ditahan oleh anak buah tanaka dari luar,Tanaka langsung masuk kedalam mobil, menjalankan mobil dengan cepat Menuju kantor ,Tanaka melihat kearah wajah ngambek Laura.


"sayang aku jelasin dulu ya."


Laura hanya diam .

__ADS_1


"kamu marah,memang apa yang kamu lihat?."Masih tidak ada komentar dari Laura.


Tanaka Langsung menambah kecepatan mobilnya ,masuk keparkiran basemen kantor.


"Hey sayang kamu salah paham,Sayang."


dilihatnya air mata Laura jatuh kepipi.


"aku lihat semuanya,kamu jahat,sudah aku mau keamerika saja."


Tanaka langsung menarik tubuh Laura kepelukannya, untuk duduk diatas pangkuannya, berusaha untuk menciumnya ,,tapi ditahan oleh laura , tetap tidak bisa,tanaka masih bisa mencium bibir Laura


"apa yang sudah kamu lihat,sayang."


"tidak usah ditanya,aku males bicara sama kamu."


Tanaka langsung mengeluarkan kotak berisi cincin


"mau menikah dengan ku sayang."


"Hah,kamu bercanda,,, bohong aku merasa ragu."


"aku tidak bercanda sayang,kamu mau ya menikah dengan ku."


"terus,tadi yang dikantor."


"itu orang suruhan,dia diminta melayani ku oleh orang yang menyuruhnya,tapi aku tolak sayang.


" tapi tadi dia sudah,,,,."


sebelum selesai bicara Tanaka langsung mencium bibir Laura


"dia sempat meraba dan membuka kancing kerah kemeja ku, tapi Langsung aku tolak, Kamu malah melihat saat itu sajakan."


langsung dilumat lagi bibir Laura oleh Tanaka.


"aku hanya mencintaimu sayang tidak ada yang lain,mau ya menikah dengan ku.


"Iya aku mau menikah dengan mu."dengan tangis bahagia


"makasih sayang, i love you."


"tapi ,aku mau kak Steven yang lebih duluan menikah."


"tenang ,nanti kita nikahkan kakak sama mayko."


"memang Mayko mau?."


"mau tenang saja,Sini aku pakaikan cincinnya dan pakaikan juga cincinku."


"Hem,apa ini mimpi."Sambil melihat kearah cincin.


"tidak sayang,tadinya aku sudah siapkan, mau melamar kamu dengan romantis ,tapi sudah keburu ngambek duluan tidak jadi deh."mencium bibirnya lagi,


"seperti ini juga aku sudah bahagia."


"besok kita kerumah Mayko untuk bisa menikahkan kakak ,setelah kakak nikah baru kita yang nikah , Begitukan?."


"memang sudah ditanya Maykonya mau apa tidak sama kakak ku."


"orang tua Mayko punya hutang kelintah darat,aku sudah bilang akan melunasi hutang itu tapi syaratnya Mayko mau menikah dengan kakak dan orang tuanya setuju."

__ADS_1


"iya kalau gitu aku juga mau ketemu sama keluarganya Mayko, sayang."


"iya nanti sore sehabis pulang kerja ya."


"i love you sayang."sambil mencium mesra bibirnya


" love you more,sayang ku, cinta ku ,hidup ku."


"Kamu gombal,hahaha,cium lagi sayang."


"Jadi sekarang kamu yang mesum ya,hahaha."


"Ih apaan sih."sambil memukul pelan dada Tanaka.


Waktu sudah berlalu, Laura sudah berada dikantor sedang merapikan file .


"Bu men, ini ditaruh mana?."


"oh, disini saja,makasih ya."


Temannya tak sengaja melihat cincin yang melingkar dijari manis Laura


"eh tunggu,kamu sudah,ah, Laura selamat ya Ra,Siapa yang sudah memberikan cincin itu,Siapa kasih tahu?."


"kasih tahu tidak ya,,,." Sambil memutar mata.


"jangan-jangan, ya ampun, jadi selama ini beneran Ra , yang kami semua fikirkan."


"iya, sudah sana kembali bekerja."


"Hem, iya deh, yang hatinya lagi berbunga-bunga."


" hus."Dengan wajah memerah karena malu.


Tak butuh waktu lama semua karyawan bar berdatangan untuk memberikan ucapan selamat diruangan laura .


"Bu men selamat ya."


" yaampun, iya terimakasih ya."


"aku tidak nyangka Ra ,selamat ya ,semoga kalian bahagia selalu."


"iya terimakasih ya kalian semua, Sudah pada kembali kerja sana ,duh ini ruangan jadi tidak berasa AC nya.."


Setelah selesai memberikan ucapan selamat, Merekapun pergi,


dikantor ruangan Tanaka.


"dibar semua karyawan memberikan selamat kepada nona Laura, apa tuan?."


"iya,aku sudah melamarnya tadi dimobil."


"yah, tidak jadi dong berarti surprisenya."


"ya dari pada dia ngambek dan salah paham melihat wanita tadi sedang meraba-raba tubuh ku."


"ya lebih bagus sih, untung masih bisa dikejar belum sampai bandara."


"iya Laura sudah berpesan kalau dia lihat saya sedang bersama wanita lain, Langsung keamerika tidak mau balik lagi,hem,,,lain kali kalau ada yang seperti itu lagi kekamu dulu Ichiro ,aku tidak mau sampai Laura salah paham lagi."


"Baik tuan Tanaka."

__ADS_1


______________________________________________bersambung


(^∆^)


__ADS_2