
Selama pemulihan semenjak kasus penculikan dirinya oleh tersangka David, Laura di gantikan pekerjaan dikantornya dengan teman-teman nya, tentu dengan bayaran yang berbeda dan bisa 3 x lipat gajinya, karena Tanaka tahu istrinya pasti masih mau bekerja lagi.
Dan selama pemulihan itu juga kakak Mayko melahirkan bayi laki-laki yang sangat sehat, Laura sangat antusias sekali, hubungan antara Yuki dan Mitsuo pun kian harmonis.
Itu semua adalah berkat Mitsuo yang tidak mau menyerah dengan cintanya itu,saat Laura dan Tanaka pergi ke Amerika,Yuki hanya menginap sekitar satu Minggu dirumah Steven,setiap harinya juga Mitsuo selalu menemani kemanapun Yuki melangkah.
Dia ingin membuktikan kepada Laura kalau dia benar-benar sangat mencintai Yuki,adik angkanya itu, setelah mau satu Minggu, Mitsuo meminta Yuki untuk kembali tinggal ke apartemennya.
Dengan meminta sedikit bantuan dari kak Steven, akhirnya Yuki mau kembali ke apartemennya, setelah itu Yuki selalu pulang kesana dan menyempatkan untuk mengobrol dengan Laura melalui panggilan telepon.
Setelah dua hari kembali ke apartemen,Yuki sedang menyiapkan makanan,dia sedang memasak didapur ,tanpa disadarinya, tiba-tiba saja ada tangan besar dan kekar memeluk pinggangnya dari arah belakang.
"Mitsuo,kenapa kamu bisa masuk?."ucap Yuki sambil melirik kearah belakang
"Aku tahu kata sandi kunci apartemen kamu sayangku."
"Dari siapa?."
"Kamu tidak perlu tahu,dan jangan berfikir untuk mengganti kata sandinya, karena nanti akan aku hancurkan supaya pintu itu tidak memiliki kunci lagi, bagaimana."ucap mitsuo dengan nada bercanda dengan Yuki.
"Pemaksaan,sana pergi."
"Aku lapar sayang,kamu masak apa?."
"Kamu bisa melihatnya sendiri tidak perlu bertanya lagi,kan."ucap Yuki sambil mengerucutkan bibirnya.
Saat itu Mitsuo langsung memutar tubuh Yuki untuk menghadap kearahnya,lalu mencium rakus bibir Yuki.
"Besok kita makan malam bersama diatas kapal pesiar,oke."
Yuki hanya menggelengkan kepalanya.
"Kenapa, sayangku."ucap mitsuo sambil mengambil dagu Yuki dan mengarahkan kebibirnya untuk mencium dengan lembut.
"Aku masih ragu."
Saat mendengar ucapan dari mulut Yuki, Mitsuo langsung mengeluarkan sebuah berkas,dia meminta Yuki untuk menandatangani berkas itu,tapi Yuki menolaknya.
"Tanda tangani ini sayang,aku mau kamu tidak meragukan aku lagi."
"Apa isi berkas ini?."ucap Yuki dengan nada bingung.
"Sudah ,tanda tangan saja, nanti juga kamu akan tahu."
Setelah Mitsuo bisa meyakinkan Yuki untuk menandatangani surat itu, Mitsuo tersenyum senang,
Ternyata isi berkas yang Mitsuo minta Yuki untuk menandatanganinya itu adalah berkas seluruh aset milik Mitsuo yang dipindahkan atas nama Yuki, tentu saja Yuki tidak mengetahuinya karena pasti wanita itu akan langsung menolaknya.
Mitsuo belajar banyak dari Tanaka,karena Tanaka juga melakukan hal yang sama dengan sang istri, yaitu Laura.
Setelah itu Mitsuo membantu Yuki membawakan makanan itu keruang tamu untuk dimakan bersama sambil menonton televisi.
__ADS_1
Setelah selesai makan,
"Sayang."ucap mitsuo sambil mendekatkan dirinya kepada Yuki.
Yuki hanya diam sambil menatap kearah televisi,kemudian Mitsuo mengambil wajah cantik Yuki untuk bisa bertatap mata dengannya.
Mitsuo mencium bibirnya dengan lembut, Yuki pun membalasnya,itu membuat Mitsuo merasa bahagia,perlahan wanita ini mau menerimanya.
Mitsuo mengangkat tubuh Yuki keatas sofa, lalu mulai melucuti pakaian bawah Yuki, sedangkan Yuki yang sudah dikelilingi oleh kabut asmara pun hanya diam saja menikmati segala aktifitas yang dilakukan oleh Mitsuo.
Mitsuo mengarahkan wajahnya kearah tiram milik Yuki di bawah sana,dia lalu menghisap habis tiram berwarna merah muda itu dengan lahap sampai kedalam,membuat sipemilik menggeliat dan tak lama Yuki mengejang hebat karena permainan liar dari Mitsuo itu.
Mitsuo kembali keatas dan menatap wajah cantik Yuki yang sudah kacau dibuatnya.
"Sebut nama ku sayang."
"Mitsuo."
Saat Mitsuo mendengar ucapan dari mulut Yuki,dia langsung menghajar tubuh Yuki tanpa berhenti sedetikpun,terus menumbuknya sampai Yuki kelelahan dan mengejang hebat.
"Nikmat sayangku?."
"Iya."
"Aku sangat mencintaimu Yuki."
"Aku juga."
"Benarkah sayang."
Keesokan harinya Yuki melakukan pekerjaannya dengan baik,sore harinya Yuki dijemput Mitsuo untuk makan malam bersama diatas kapal pesiar,saat yuki masuk kedalam mobil, Mitsuo meminta Yuki untuk menutup mata.
"Kenapa mesti ditutup matanya?."ucap Yuki dengan suara lembut
"Percaya sama aku oke?."
Yuki hanya menggelengkan kepalanya tanda setuju,lalu Mitsuo menuntun jalan Yuki supaya tidak tersandung,saat tudah diatas kapal pesiar, Mitsuo membuka penutup mata yang masih dipakai Yuki.
Saat penutup mata itu dibuka,banyak sura orang yang mengucapkan selamat kepadanya,lalu dengan masih menyesuaikan matanya sendiri Yuki melihat Mitsuo yang bersujud disampingnya.
"Yuki Aoki,mau kah kamu menerima aku untuk menjadi suami mu?."
Yuki masih tidak mengerti, yang dia tahu kalau mereka disini akan melakukan makan malam,tapi ternyata, seluruh keluarganya dan keluarga Mitsuo ada disini.
Yuki bingung,dia senang tapi tidak tahan mengeluarkan air matanya,itu membuat Mitsuo merasa khawatir,kenapa sang pujaan hatinya itu malah menangis.
Mitsuo langsung bangun dari sujudnya lalu mendekati Yuki.
"Ada apa sayang,apa kamu tidak suka dengan kejutan yang aku buat ini?."
Yuki langsung menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Tidak bukan seperti itu,aku suka."
"Dan jawabannya?."
"Ya,aku mau?."ucap Yuki sambil menganggukkan kepalanya
Mereka pun langsung berciuman sambil di lihat oleh kedua orang tua Yuki dan juga mitsuya yang turut hadir, setelah itu Mitsuo langsung meminta Yuki untuk menghubungi Laura melalui panggilan video call.
Laura dan Tanaka juga ikut bahagia, akhirnya hati Yuki luluh juga.
Setelah itu, Pesta pernikahan mereka pun dibuat mewah,banyak orang datang dari kalangan pejabat dan pengusaha juga ada dari rekan artis.
Laura juga sempat menghadiri Pesta pernikahan mewah itu, walaupun masih dalam masa pemulihan penculikan itu,
Tanaka memandangi wajah Laura sambil berdansa.
"Sayang,dulu kita tidak menggelar pernikahan seperti ini,apa kamu mau aku buatkan seperti ini juga sayangku."
"Tidak perlu sayang,lagi pula pesta seperti ini bukan gaya ku."ucap Laura yang langsung mencium bibir Tanaka.
Sekarang Mitsuo dan Yuki sudah bahagia, sedangkan Steven dan Mayko sudah memiliki kesibukan baru sebagai orang tua.
setelah selesai dengan pemulihannya, esoknya Laura siap-siap berangkat kerja, Tanaka yang sudah lebih dulu dan lebih pagi pergi kerja, jadi Laura di antar supir pribadi.
Sesampainya di bar Laura beraktivitas seperti biasa mengerjakan tugas dan mengontrol bar.
"Bu men kamu sudah pulih?.
"Iya."
"Syukur lah ,kami khawatir saat mendengar kamu sakit sampai 1 bulan."
"Makasih ya sudah mau khawatir ke aku."
"Eh, kamu mau kita traktir karaoke pulang kerja mau tidak, sebagai ucapan sembuh kamu Ra."
"Iya sudah lama sekali ya, aku akan bernyanyi lagu K-Pop dan Hem."
Laura tiba-tiba pingsan, tapi untungnya badan Laura masih bisa di tahan temannya.
"Cepat panggil tuan tanaka."
Salah satu Pelayan berlari dari tangga exit ke bawah, satu lantai.
"Aku ingin bertemu dengan tuan Tanaka."
"Iya ada apa?."
"Laura tuan, dia pingsan di bar."
________________________________
__ADS_1
bersambung
(^∆^)