Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
pilihan hati


__ADS_3

Melihat wajah ngambek Laura,Tanaka hanya tertawa meledek kearah laura, Laura berjalan kearah kamar mandi,


Sambil memegang ponselnya Tanaka berteriak.


"sayang,pintu kamar mandinya jangan dikunci ya."


"iya."


Mendengar jawaban dari Laura, Tanaka langsung membuang sembarang ponselnya menyusul kedalam kamar mandi langsung mencium bibir Laura.


"masih sakit sayang."


"sudah tidak sakit."


" sekali lagi ya sayang."


" mandi dulu sayang."


"Nanti saja sayang."


Langsung saja Tanaka memasukkan kembali tubuh bagian bawahnya ketubuh bagian bawah Laura dalam posisi berdiri dibawah shower yang menyala.


sentuhan dan gerakan Tanaka, membuat Laura hanya bisa diam sambil menikmati setiap sentuhan itu ,setelah sekian lama akhirnya mereka melepaskan kenikmatan secara bersamaan.


" Love you sayang .


"Love you too.


Setelah itu ,baru memandikan satu sama lain .


sudah selesai mandi Laura melihat noda merah diatas kasur,Tanaka mengikutinya dari belakang.


" tuan, kok ada darah diseprei,apa aku lagi datang bulan,ah tapi sepertinya baru kemarin aku selesai."


"itukan semalam kamu kesakitan terus keluar itu sayang."hanya tersenyum melihat tingkah laura


Hah,Astaga.fikir laura


"aku bawa pulang ya."laura langsung buru-buru melipat seprai


"sudah nanti juga ada yang bersihin."


"malu,aku bawa pulang saja,aku pinjam kemeja putih satu sama gesper."


"untuk apa."


"untuk aku pakai,aku tidak membawa baju ganti."


"tunggu disini ,aku pesankan baju saja."


"tidak usah,aku buru-buru sayang."


"mau kemana?."


"Hem,pulang cuci sprei."


Tanaka dengan tatapannya yang tidak percaya.


"tunggu dikamar, jangan keluar sebelum aku suruh ,nanti aku bawakan baju,sayang."


Laura hanya melihat punggung Tanaka keluar dari kamar,Tanaka tidak mau mendengar protes dari laura,ternyata Ichiro chat kalau sudah menemukan orang pemilik nomor rekening bank,tanaka langsung menemui orang itu yang sudah dibawa diruang tamunya, dilantai satu rumahnya.


Sesampainya diruang tamu sudah ada Ichiro dan seorang wanita disana ditemani dengan beberapa pengawal,Tanaka duduk disofa,pelayan menuangkan wine untuk nya.


"kamu tahu kenapa saya mencari mu?."


"tidak tuan,apa ada perlu dengan saya." Ucap wanita itu yang ternyata suster yang kemarin bertransaksi dengan laura


"semalam ,apa ada seorang wanita bule menemui kamu?."


"oh iya, nona Laura Anastasia namanya,

__ADS_1


kakaknya Steven Anastasia adalah pasien dirumah sakit tempat saya bekerja."


"hah pasien?." Dengan suara kaget.


Kenapa Laura tidak membicarakan tentang hal ini, fikir Tanaka


" Iyya ,nona itu datang menggunakan ambulance dengan kakaknya yang terkena luka tembak sebanyak tiga tembakan,Karena Kritis kondisi pasien harus segera dioperasi ,nona itu membayar dengan cara mentransfer uang kerekening saya."


Tanaka dan Ichiro begitu terkejut.


kenapa bisa, apa yang sebenarnya telah terjadi, fikir Tanaka


"apa dia tidak bicara apapun lagi tentang apa atau bagaimana Pasien bisa terluka."


"tidak ada lagi tuan, hanya itu yang saya tahu."


"baiklah kamu boleh pergi,aku akan mencari tahu sendiri."


jawaban satu-satunya cuma bertanya kepadanya, fikir Tanaka


Saat Laura sedang memikirkan kakaknya Tanaka masuk kedalam kamar.


"dimana bajunya?." Ucapnya sambil berdiri dari duduknya


"lagi disiapkan,sekalian sarapan pagi, sayang."


"oh,oke."ucapnya kembali duduk.


sudah mau pergi kerumah sakit melihat kakak,fikir laura


"sayang,apa ada yang ingin kamu kasih tahu ke aku?."ucap Tanaka sambil duduk disamping Laura memeluk dan mencium keningnya


"kasih tahu apa?."sambil melihat wajah tanaka


"jangan sampai aku tahu dari orang lain,


Sayang, kenapa kakak bisa ada dirumah sakit."


"Sayang."panggil Tanaka sambil memeluk tubuh Laura lebih erat dan tangannya meraih wajah Laura.


Laura hanya menangis sejadi-jadinya dipelukan Tanaka


"aku gagal menjaga kak Steven dari bahaya, Sekarang dia lagi kritis dirumah sakit ,aku mau buru-buru kesana."tangis Laura pecah dipelukannya.


"Hey sayang,siapa yang sudah membuat kakak dan kamu seperti ini?."


"itu menjadi urusanku,kamu tidak perlu ikut campur,tidak apa-apakan."Pinta laura


"urusan kamu itu juga urusanku,cerita sama aku, siapa yang sudah membuat kamu dan kakak terluka."ucap Tanaka sambil mengangkat wajah Laura


Laura hanya mengambil ponselnya dan memberikan ponsel itu untuk dilihat oleh Tanaka,Dia melihat semua isi chat mantan Manager diponsel laura, Dengan wajah gelap dan sangat kesal.


Kurang ajar.fikir Tanaka


tok, tok, tok


"Masuk,,,


"tuan ini baju pesanan nona dan sarapan sudah siap."


"Ya,sambil menerima baju dan memberikan keLaura untuk dipakai,


" sayang,kakak akan baik-baik saja aku yang akan memastikannya, Percaya sama aku ya."


Laura hanya menganggukkan kepalanya dan Tanaka menciumnya,Mereka siap untuk turun dan sarapan,Ichiro datang untuk menerima instruksi dari Tanaka.


Tanaka dan Laura sedang sarapan dimeja makan, Ichiro datang untuk memberikan laporan


"saya sudah menemukan dimana persembunyian dia tuan."


"bagus ,bawa dia hidup-hidup kehadapanku."

__ADS_1


"baik tuan,Permisi nona."


"sudah selesai sayang, Kita sekarang kerumah sakit lihat perkembangan kakak."


" iya."


Laura dan Tanaka pergi menuju rumah sakit tempat Steven dirawat,Sesampainya dirumah sakit ternyata Steven sudah berada didalam ruang perawatan.


Laura langsung masuk dan menggenggam erat tangan Steven.


syukurlah,hati dan fikiran ku sudah mulai bisa tenang, fikir laura


tak berapa lama ada dua orang perawat laki-laki dan suster datang, mereka ingin memindahkan tempat tidur Steven.


Laura protes.


"Loh sus,Kakak saya mau dibawa kemana?."


"mau pindah keruangan VIP nona."


"Tapi."dengan wajah binggung


Tanaka datang lalu merangkul pinggang rampingnya.


"biarkan sayang ,Mereka hanya mau memindahkan keruangan yang lebih bagus."ucapnya sambil tersenyum


"Tidak perlu,disini juga sudah bagus."


"sudah nurut saja ya,sayang ku,Laura Anastasia."


"Hem."


Kalau tanaka sudah berkata ,Laura tidak bisa berdebat lagi.


Setelah pindah kekamar VIP


"terimakasih banyak ya suster."


"iya sama-sama nona."


Para perawat itu pun meninggalkan ruangan .


"sama suster saja sama aku tidak?."ucap Tanaka sambil melangkah mendekati Laura


"makasih ya sayang."sambil mengecup bibir tanaka,dan langsung dibalas ciumannya


"kita pulang ya kamu butuh istirahat sayang."


"tapi aku masih mau disini jagain kakak."


"sudah aku suruh pelayan yang mengurus kakak disini ,kita pulang ,besok kesini lagi oke."


Laura hanya patuh ,Tanaka benar dia butuh istirahat.


Sesampainya dirumah,


tanaka langsung mencium bibir Laura, ******* bibirnya, menggendong sambil masuk kekamar dikuncinya pintu kamar.


tanaka membuka baju laura , laura juga membuka baju Tanaka,lalu menggendong laura lagi kearah tempat tidur,


mereka sedang diposisi duduk, laura berada diatas dan Tanaka dibawah, mereka saling dimabuk cinta.


"nikmat sekali kamu sayang."ucap Tanaka sambil mencumbu mesra Laura.


"tadi bilangnya mau istirahat sayang."


"iya habis ini ya,aku mau kamu sayang."


______________________________________________


bersambung

__ADS_1


(^∆^)


__ADS_2