
Tanaka kesal sampai membanting ponselnya, Tanaka beranjak pergi untuk mengejar laura.
dijalan Dan Ichiro mengikutinya,Saat laura sedang asik menyetir tiba-tiba ada mobil menghadang jalannya,ada orang yang mengetuk kaca mobil menyuruhnya keluar , orang itu Tanaka,laura keluar dari mobil lalu tanaka langsung memeluk dan mencium bibirnya.
Tanaka berbisik meminta Laura untuk pindah kemobilnya,mobil ini Ichiro yang bawa,laura melihat wajah Tanaka dan hanya menganggukkan kepalanya, kalau tidak pasti ada seseorang yang dalam keadaan bahaya,laura dan Tanaka masuk dimobil yang sama.
Tanaka langsung menancap gas mobilnya tanpa tahu arah tujuannya, laura binggung tidak tahu harus memulai pembicaraan mereka dari mana.
"kamu lapar sayang?." Tanaka bertanya
" iya."
"mau makan apa."
"mau makan seafood kaki lima dipinggir pantai."
" oke."
Merekapun sampai ditempat makan itu hanya dalam hitungan menit,Karena dia melajukan mobilnya sangat cepat.
"tunggu disini,aku yang buka pintu." Pinta tanaka
Mereka ingin memesan makanan.
"kamu mau pesan yang mana?."tanya Laura
"apapun yang kamu pesan aku makan sayang."
Akhirnya pesanan mereka tiba.
"silahkan dinikmati."ucap Pelayan
" iya terimakasih Ya."ucap Laura yang Sambil tersenyum kearah pelayan.
Sambil mengupas seafood
"kamu kenapa?."Tanya Laura
"Tidak apa-apa."dijawabnya ketus
Mengobrol Sambil menyuapi Tanaka.
"kamu marah kalau aku tidak mau pakai mobil dari kamu?."
" gak."
Sambil terus menyuapinya.
"terus, kenapa dong?."
"Hem,aku lagi pusing."
"yasudah nanti aku pijitin mau."
"Sambil mengangguk,loh ,makanannya mana sayang?." Tanaka binggung.
"habis,sedari tadi aku suapin kekamu."ucap Laura
Tanaka baru sadar kalau dari tadi seafood yang diatas meja habis sama dia sendiri.
"terus kamu tidak makan?."
"aku makan dirumah,Kita lanjut ngobrolnya dimobil saja."
"iya ."ucapTanaka Dengan wajah bete
Sesaat didalam mobil yang belum menyala, ada keheningan.
"tadi bilangnya mau ngobrol dimobil tapi malah diam?."ucap tanaka.
"iya kamu kenapa?."
"aku cemburu."
"sama siapa?."
"sama kamu sudah jelas-jelas didepan mata aku,kamu minta dipeluk sama dicium orang Korea itu."
"tapi aku tidak melakukan itu ,kamu yang pinta,terus aku malah cium kamu didepan dia sioppa Korea.
__ADS_1
Tanaka agak tertegun sejenak lalu mencari alasan lain.
"Hem,aku kesel kamu tolak pemberianku."
"semua pemberian kamu aku terima,kalung,baju."
" mobil kamu tidak mau."
" aku capek bawa mobil,aku mulai besok pulang pergi kerja naik motor ya, tidak apa-apa ya."
"Tidak boleh, besok kerja harus dijemput supir."
"kalau aku tidak mau."
"terus saja menolak." Dengan nada kesal
"bukannya menolak, tapi aku kurang nyaman bawa mobil ,apa lagi sekarang semua pegawai kamu panggil aku nona,itu perintah kamukan?."
"iya itu aku yang menyuruh mereka supaya mereka menghormati kamu sayang."
Hem,tidak akan pernah selesai ini berdebat,fikir laura
"kenapa?."ucap Tanaka
Laura berpindah duduknya dari disamping tanaka menjadi diatas pangkuannya,tanaka langsung ******* bibir Laura sampai kerongga mulut dengan liarnya begitupun dengan laura
"Ah ,sayang."ucap Tanaka.
"mulai besok aku Pulang pergi bekerja pakai motor ya ,tuan."
"tidak boleh,sayang."
Laura menciumnya lagi,Lebih liar dari yang tadi,laura bertanya lagi
"boleh ya aku naik motor."
" iya sayangku."
sambil dlumat lagi bibirnya.
"Ah ,sayang."
"Aku mau menginap dirumah kamu lagi, terus makan masakan kamu ya."
"aku masih masuk malam,Kamu nanti pulang terus nanti malam aku bawakan makanan masakan aku ya."
"iya deh,Sayang."Sambil menciumi laura
Diperjalanan pulang tangan Laura dipeganginnya Sampai rumah.
"aku tidak turun ya sayang,aku mau ada meeting jam sepuluh."ucap Tanaka
"Tapi ini sudah jam sebelas,kamu tidak kesiangan." Sambil melihat jam yang ada didalam mobil.
"iya tidak apa-apa,love you jangan lupa ya makan malamku."Diciumnya bibir Laura
" iya."
Tanaka pergi dan tinggal laura yang lelah tingkat atas sudah mengantuk sekali sampai rumah bukannya mandi malah tidur dan tidak ada yang membangunkan,Malam harinya.
"Ra, Ra, Ra, kamu tidur seperti orang mati saja." Terdengar suara bibi
"iya Bi, ada apa?."ucap Laura sambil menahan kantuk
"itu motornya sudah datang."
"Dimana bi."Laura Langsung berlari keluar rumah ,"Wow bagus banget sumpah."
motor gede,cat hitam dengan kilatan merah persis motor yang suka aku pakai saat diamerika dulu cuma beda merk.
"Makasih ya,bibiku sayang,nanti aku cicil ya." Sambil memeluk kegirangan
"Tidak usah, itu motor bibi belikan karena dari curhat kamu,Semoga kamu bahagia dan tetap jaga prinsip kamu, ya sayang."
"makasih banyak bi,Kalau begitu Ra mau langsung jalan kerja."
"Eh, tidak mandi dulu?."
"Iya, ya, hahhahahaha, saking bahagianya."
__ADS_1
Laura langsung bergegas memasak bekal untuk Tanaka dan juga untuknya,Mandi siap-siap dan jalan dengan sepatu buts hitam, celana Levis biru robek robek atasan kaus putih dan jaket kulit hitam,helm full face dan sarung tangan hitam, Motornya melaju menggetarkan jalanan.
Sebelum berangkat tadi Tanaka teleponnya,tanaka mau kalau laura turun dilobby gedung,nanti biarkan anak buahnya yang membawa keparkiran, Laura hanya mengiyakannya saja nanti bekalnya juga mau dititipkan.
Mungkin akibat suara motor Laura,jadi semua orang memandang kearahnya, Tanaka melihat kedatangan Laura dari cctv, Melihatnya berhenti sambil membuka helm dan tersenyum keorang suruhan tanaka.
"Malam nona Laura." Pelayan Tanaka.
" Malam juga,ini aku titip keanda."
"Iya saya diperintahkan tuan Tanaka."
"Oh iya,ini aku mau titip ini untuk dia bisa?."
"Iya nona."
"Ini kunci motornya, untuk helmnya aku bawa ketempat kerja saja tidak apakan."
" Iya tidak apa."
"Terimakasih ya."
"Iya nona Laura ."
"Saya masuk kedalam duluan."
semua orang dilobby memandangi laura yang berpakaian seperti geng motor.
Ini lah aku yang sebenarnya,haha bercanda,fikir laura
Tanaka yang sejak tadi Melihatnya dari Cctv sampai tidak percaya dengan penampilan Laura malam ini.
Setiap hari aku dibuat jatuh cinta olehnya,fikir Tanaka.
Saat sampai ditempat kerja,teman-teman Laura menghampiri
"Ra, maafin kita bertiga ya, kami salah sama kamu tapi itu semua karena kami disuruh sama tuan tanaka ,Ra,dia mau kamu memakai fasilitas yang dia kasih."
"apa lagi yang dia suruh kekalian."
"Tidak ada lagi ,yakan."
"iya tidak ada."
"iya sumpah tidak ada ra,demi tuhan."
"kenapa kalian mengikuti perintahnya?."
"Kami diancam akan dipecat,kita bertiga,karena katauan mengambil,Hem jawab dong."
"kamu saja."
"ih, kamu saja."
"apa yang kalian curi?."
"kita ambil narkoba dari meja manager terus kita pakai bertiga ternyata itu punya tuan Tanaka, Ra." langsung mereka menutup mulut dengan kedua tangan karena sudah keceplosan.
"narkoba?."Dengan nada kaget
"maaf banget Ra ."
"iya Ra ."
" Iya aku Maafkan."
"makasih ya Ra sudah memaafkan kami ,tapi Ra, jangan sampai tuan Tanaka tau soal ini, kami takut."
"itu urusan kalian, aku tidak mau ikut campur."
Hem,apa mereka tidak pernah berfikir kalau semua ini jebakan yang memang sudah diatur oleh Tanaka supaya dia bisa mengancam mereka bertiga,fikir Laura
Laura merasa sedikit bersalah karena Tanaka sudah mulai memanfaatkan hubungan pertemanan yang mereka jalin ditempat kerja.
______________________________________________
bersambung
(^∆^)
__ADS_1