
Laura memasuki kerumunan orang yang sedang menyaksikan penyanderaan itu.
"cukup sis, aku wanita yang tadi mengangkat telepon dari ponsel tuan Tanaka,Urusanmu denganku bukan ,jadi tolong jangan sakiti anak itu ,dia tidak bersalah."
Tanaka mencoba menghentikan Laura karena terlalu berbahaya .
"Jangan sayang, bahaya, nanti kamu terluka ."
"Tidak apa, aku bisa mengatasi ini tuan."
Laura mendekati perlahan-lahan kearah wanita yang sedang dalam keadaan marah sambil memegang sebuah pedang.
"kenapa kamu merebut Tanaka dariku, Hah dasar wanita murahan."
"bukankah sudahku bilang ,kalau aku hanya seorang karyawan dan Tanaka adalah bos aku sis,Jadi tolong tenanglah, jangan seperti ini."ucap Laura membujuk.
"dasar penipu, lebih baik kita mati saja berdua."
"baiklah kalau itu mau kamu sis,Lepaskan anak itu dan tukar denganku."
"tidak Laura jangan lakukan itu sayang, Wanita itu sudah gila."ucap Tanaka
Wanita itu langsung tertegun sesaat mendengar Tanaka memanggil Laura dengan kata sayang.
"Oh, kamu memanggil wanita murahan ini dengan sebutan sayang, tanaka!"aku saja yang sudah kamu tiduri berkali-kali tidak pernah satu kalipun kamu memanggilku sayang, aku yang sudah menemani kamu selama 3 tahun!,dan kamu penipu, dasar wanita murahan ,aku tidak percaya."ucapnya sambil mengacungkan pedang kearah Laura.
"aku akan mendekatimu lebih dekat,lihatlah aku tidak membawa senjata bukan."ucap Laura masih membujuk
laura memberikan isyarat keanak yang menjadi Sandra itu kalimat merunduk dengan tangannya melambai kebawah ,dengan gerakan cepat ujung pedang itu dipegang dengan kencang oleh Laura,anak itu dari yang berdiri menjadi merunduk.
karena siwanita sudah dalam ketakutan dan kaget dengan apa yang dilakukan oleh Laura jadi kewaspadaannya melemah, Laura langsung menendang wajah wanita itu sampai dia terhempas kelantai dan melepas katana itu dari tangannya.
kini tinggal laura dan ujung katana yang masih ada digenggaman,darah mengalir ditangan Laura, anak buah tanaka sudah memegangi wanita itu untuk dibawa pergi entah kemana Laura tidak mengetahuinya yang terpenting anak itu selamat.
Ichiro dengan cepat mengambil katana yang ada ditangan Laura,lalu Laura digendong Tanaka kesebuah ruangan untuk diobati.
"sayang darah kamu."ucap Tanaka dengan wajah cemas.
"aku tidak apa tuan, cuma luka kecil."
"luka kecil bagaimana!,Cepat panggil dokter."Meminta kepelayannya.
Tidak lama kemudian dokter memeriksa tangan Laura ,dia bilang lukanya tidak terlalu dalam itu membuat laura tenang,tapi tanaka tidak begitu dari tadi dia menelepon anak buahnya untuk melakukan sesuatu kewanita itu karena sudah membuat keributan dan melukai kekasihnya.
"tuan ,Saya sudah selesai ,luka nyonya Laura tidak apa-apa, tidak terlalu dalam." Ucap dokter
"oh iya dokter ,terimakasih saya antar sampai pintu."
"Saya permisi ya ,Mari nyonya."
Laura hanya tersenyum kearah dokter yang sudah memeriksanya
"ini dimana?."
"kamar aku sayang,nanti kamu tidur disini ya."pinta Tanaka
"tapi aku mau pulang saja."
"kenapa mau pulang, kakak ada bibi yang jagain."
" kalau aku tidak pulang mereka pasti khawatir."
"iya nanti aku antar ya ,ini diminum dulu obatnya supaya tidak sakit lagi."
Laura meminum obat dan ada suara Ichiro dari balik pintu."
"tuan ada yang mau bertemu dengan nona Laura."
"siapa?."
"pelayan dan anaknya yang tadi jadi Sandra,dia bilang mau minta maaf dan terimakasih."
"iya ini kami sudah mau keluar." Jawab Laura.
Laura lihat anak itu menunggunya diruang tamu besar yang pestanya sudah bubar, Tanaka menuju halaman depan rumah lebih dulu bersama Ichiro.
"siapa yang mau bertemu."
" maaf nona Laura , karena kami anda terluka maaf ,Maaf."
__ADS_1
"tidak perlu minta maaf ,aku tidak terluka tuh tangan ku baik-baik sajakan."ucap Laura sambil memperlihatkan tangan sebelah kanan padahal yang terluka tangan kiri."lihatkan, tapi aku panasaran anak kecil, ternyata kamu bisa mengerti bahasa tubuhku untuk menyuruh kamu merunduk."
"dia ini bisu nona, jadi dia mengerti dan menggunakan bahasa isyarat."
"Hem, yasudah, aku mau pulang ada yang ingin kamu bicarakan lagi?." Sambil tersenyum
" tidak nona terimakasih,Hati-hati dijalan."
Laura berjalan kembali keluar rumah menuju kehalaman, Tanaka sudah diluar sedang mengobrol dengan anak buahnya, tanaka melihat Laura dan langsung buru-buru menghampirinya.
" sayang, kamu sudah selesai."
"iya,tuan, aku jadi pulangkan?."
"iya itu mobilnya sudah didepan."
Mobil mercy hitam yang dimana Laura dan Tanaka berciuman,wajah Laura sempat menjadi merah karena malu saat mengingatnya.
Di dalam mobil.
"wanita tadi kemana?."
"ada sayang."
"dimana?."
" dibasemen."
"kalau aku minta kamu untuk melepaskan dia dan memaafkan kesalahannya bisa?." Sambil memandang tanaka
"Tidak bisa segampang itu sayang, dia sudah membuat pesta ulang tahun aku berantakan dan membuat kamu terluka."
"hhhhhmmmmmm ."Laura mengambil nafas dalam.
"kenapa sayang ,kamu tidak suka aku begini."
" bukan, aku kasihan sama dia ,bisakan dia dilepaskan."
Tanaka dengan wajahnya yang agak kesal, tapi itu kemauan laura yang tidak bisa ditolak, dia langsung menghubungi anak buahnya untuk melepaskan wanita tadi.
Tapi sebenarnya wanita itu sudah mendapatkan hukumannya yaitu menjadi bahan giliran oleh pelayan tanaka, Laura tidak tahu hal itu,Setelah selesai menelepon Tanaka langsung melihat kearah laura ,sambil tersenyum.
" iya makasih ya."
"nanti ,aku minta cium ya terus menginap dirumah kamu sayang."
"kenapa milih nginep dirumahku yang kecil."
"aku bosen dirumah, lagi pula inikan masih ulang tahunku, kamu tidak mau kasih aku hadiah yang spesial gitu."
"hadiah, oh ada nanti kalau sudah dirumah."
Langsung saja Tanaka menancapkan gas mobil supaya cepat sampai, karena hadiahnya menunggu dirumah Laura.
Sesampainya dirumah.
" kamu mau mandi duluan?."
" kenapa mandinya tidak langsung berdua saja."
" dasar mesum, Yasudah aku mandi duluan saja kalau begitu."
"yasudah, tapi pintunya jangan ditutup ya, Sayang."
"Tidak mau nanti ada zombi masuk."
Tanaka hanya tertawa mendengar ucapan Laura yang bilang kalau dia itu zombie,laura selesai mandi, masih mengerikan rambut dengan handuk, memakai setelan piyama ditubuhnya.
"itu aku sudah siapkan air hangatnya, handuknya sudah ada, nanti aku siapkan baju peninggalan papaku untuk sementara kamu pakai , tidak apakan."
" iya tidak apa sayang ."
"sini aku bukain jasnya mau dicuci."
"kamu perhatian banget ya, sayang."
"perhatian apa?."
"ini bantu aku lepasin jas ,siapin aku baju untuk aku pakai , siapkan air hangat untuk aku mandi."
__ADS_1
"kalau disini sudah menjadi kebiasaan memperhatikan yang ada dirumah,barang-barang kamu yang mana saja, dikumpulkan supaya tidak tercecer, besok lupa lagi nanti kalau mau pulang."ucap Laura sambil melepaskan jas Tanaka
"jadi aku boleh menginap disini?."
"iya ini hadiah ulangtahun kamu."Sambil tersenyum menggoda.
"Asik berarti nanti tidurnya peluk kamu dong,sayang."
"ih siapa bilang! kamu tidur sama kakak,berdua dikamar Bukan sama aku."
"yah kok gitu sih, aku maunya sama kamu,sayang."
"yasudah kalau tidak mau sama kakak, Kamu tidur dikamar aku,Sendiri ."
"loh, terus kamu tidurnya dimana?."
"disini depan televisi sambil nonton drama Korea."
"yasudah kalau begitu aku mau disini juga,Yang penting tidurnya sama kamu."
"nawar terus ih dari tadi ,air dikamar mandi nanti keburu dingin."
"iya ini aku mau mandi tapi aku tidurnya sama kamu ya sayang, diruang tamu juga tidak apa."
" iya nanti disini sama aku ,sana mandi."
"Iya sayang."
Laura melihat tato yang ada diseluruh tubuh tanaka terlihat jelas, dari punggung, kepundak dan kedadanya.
ya ampun baru tahu kalau dia punya tato sebanyak itu,udah rambutnya lurus panjang hampir sebahu ,fikir laura
Tak berselanglama tanaka selesai mandi
" sayang, bajunya dimana?."
"dikamar aku, masuk saja,diatas kasur."
Tanaka masuk kedalam kamar Laura dan dilihatnya kamar itu sangat rapih dan wangi walaupun kecil.
Sudah selesai memakai baju,tanaka keluar dari kamar Laura
" Ra, kamu dimana,sayang."
"dihalaman belakang."
Terdengar suara air mancur dan pohon bambu yang tertiup angin malam.
"kamu disini butuh bantuan tidak sayang,tadi tangan kamu sedang terluka."
"Tidak perlu, ini sudah selesai, aku mau pesan pizza, aku tidak masak, kamu mau makan apa?, Tangan aku tidak apa-apa obat yang kamu kasih cepat bekerja ,jadi kena air juga tidak perih."
"pizzanya aku saja yang pesan."
"iya tapi aku yang pilih rasanya."
mereka kembali keruang tamu yang sudah ada kasur lipat
"ini sayang mau pesan rasa apa?."
"yang ada irisan dagingnya apa namanya,oh yang itu ,sama tuna,Minumnya tea saja."ucap Laura sambil menunjuk kearah ponsel tanaka
"oke aku pesenin buat bibi juga."
Sambil menunggu pizza datang sambil nonton drama Korea ,Tanaka sibuk sama ponselnya, Laura sibuk sama drama sampai menangis, Tanaka melihat Laura aneh, bisa menangis cuma karena nonton drama Korea,Terdengar suara pintu
Tok tok tok tok delivery
pizzanya datang, tanaka bergegas pergi keluar untuk mengambil pizza, setelah itu mereka langsung melanjutkan nonton drama Korea,Saat itu ada adegan ciumannya ,Tanaka langsung berhenti memegang ponsel.
"enak itu, kita juga yu sayang."ucap tanaka sambil mendekatkan wajahnya kewajah laura
Laura membalikan pandangannya,Tanaka Langsung menciumnya mesra, mereka larut dalam ciuman itu dimana rasa dihati bahagia sekali,sepertinya cinta untuk Tanaka sudah mulai tumbuh dihati laura,tapi laura binggung harus bersikap seperti apa yang penting.
tanaka jangan sampai tahu isi hatiku sekarang,fikir laura
______________________________________________
bersambung
__ADS_1
(^∆^)