
Setelah berada didalam mobil,Laura duduk dengan kepala menyender kursi, sambil mengeluarkan ******* nafas panjang.
"Hemmm."
"kenapa sayang."sambil mengelus rambut Laura.
"ada ya orang seperti itu ,aku sudah baik sama dia tapi malah dibalas seperti ini."
"namanya juga manusia tidak tahu terimakasih, sayang."
Saat masih dalam perjalanan, mobil mereka melewati sebuah gerobak jajanan
"sayang,didepan nanti ada jajanan bakso tusukan,ada yang dari daging ikan,ayam,dan sapi aku mau beli."
"oke aku belum pernah makan, Jadi mau coba."
Sesampainya didepan gerobak jajanan, Tanaka memperlambat jalan mobil dan menepi,lalu mereka makan dengan lahap, Tanaka mendapatkan banyak suapan dari Laura,dia hanya membuka mulutnya lebar-lebar tanpa ada protes.
" sayang ,kita dilihatin tahu makan tusukan pinggir jalan ,mobilnya Lamborghini."
"biarkan saja."sambil tersenyum menggoda kearah Laura
"sudah kenyang,aku saja yang bayar,disini tidak menerima debit."
"hahahhaa kamu ya ,memang menurutmu, aku tidak punya uang tunai."
" hahahaha ,sudah tidak usah dibahas uang kamu tidak laku disini sayang."
"Oh ya."ucap Tanaka dengan wajah binggung
setelah selesai makan,Mereka kembali kemobil menuju Rumah sakit.
didalam kamar pasien.
"Kakak sudah sadar syukurlah."ucap Laura yang langsung melangkahkan kakinya menuju tempat tidur
"kamu tidak kenapa-kenapakan Ra."ucap Steven sambil melihat kondisi laura
"harusnya Ra yang tanya begitu ke kakak,
Aku sudah gagal menjaga kakak."ucapnya lirih
" tidak Ra, jangan menyalahkan diri kamu, memang sudah seharusnya seorang kakak menjaga adiknya bukan."
Steven saat itu berfikir dia harus menyelamatkan Laura karena dulu dia sudah merasa gagal menjadi seorang kakak saat Laura kecelakaan dan koma ,dia hanya tidak mau hal itu terulang lagi walaupun dia melihat Laura sudah memakai rompi anti peluru,tapi bayang-bayang sang adik koma, dia tidak mau adiknya terluka walaupun hanya segores luka.
Seketika laura menangis dan memeluk Kakaknya,
bisa-bisanya dia dengan keterbatasannya, masih mau melindungi aku, fikir laura
Tanaka yang melihat keduanya berpelukan pun juga Langsung memeluk mereka berdua,Sambil meneteskan air mata.
Laura merasakan ada air menetes dipundaknya.
"ih kamu nangis...
"siapa yang nangis."Sambil menyeka matanya.
Tanaka sebenarnya terharu dengan hubungan kakak beradik ini.
"hey teman adik, Tolong jaga adik ku ya, aku melihat kamu sangat mencintai Laura."
" iya pasti itu kakak ipar."Sambil tersenyum kearah laura
Laura langsung menyikut perut Tanaka dengan lembut,Tanaka hanya pura-pura kesakitan setelahnya
Tak lama Ponsel Tanaka berbunyi ,dia menerima telepon didekat jendela,Laura hanya memperhatikan Tanaka dari jauh sambil mengupas apel untuk Steven.
Setelah menerima telepon,Tanaka menghampiri Laura.
"sayang aku harus kekantor."
__ADS_1
"iya ,aku masih mau disini sama kakak."
"yasudah ,nanti kalau urusanku selesai, aku jemput ya sayang, Jangan pergi, tunggu aku jemput ya."ucap Tanaka sambil mencium kening dan bibir laura
" iya ."
setelah tanaka pergi,sisa Steven dan laura diruangan.
"Sepertinya kamu sudah memutuskan."
"Iya ka."ucap Laura agak malu
"Semoga kamu bahagia Ra."
"Iya ka."
"Is,kamu ini ditanya jawabnya iya saja."
"Terus kakak mau aku jawab apa."ucap Laura sambil mengerucutkan bibirnya
Steven langsung mendekatkan jarinya untuk menjentik dahi laura .
"Aw, sakit kak."
"Aku ini kak kamu,mana yang tidak kakak ketahui tentang kamu,Hem."
"Tadinya aku mau menjauh dan pergi dari hidupnya tapi aku ,hem,itu tidak jadi."
"Kamu sudah melihat kesungguhan hatinya bukan?."
"Iya kak,sudah ah jangan buat aku malu."
Steven tersenyum kecil melihat adiknya salah tingkah.
Setelah mengobrol dengan kakaknya laura pergi keruangan perawat.
"suster aku mau tanya, pasien atas nama Steven kapan boleh pulang?."
"paling juga besok sudah boleh pulang, nyonya Tanaka."
Hem kok dia panggil aku nyonya Tanaka,ih pasti dia yang suruh, tapi bersyukur luka kakak sudah cepat sembuh.fikir Laura
Hari sudah berganti malam,Tanaka datang dengan sebuah buket bunga ditangannya dia langsung menuju ruang perawatan Steven,Laura sedang meminum secangkir cappuccino sambil berselancar disosial medianya.
"Hay, sayang."ucap Tanaka dengan langkah besar mendekati Laura
"Hay,"
Laura mengarahkan pendangannya kearah Tanaka,bibir mereka bersatu singkat.
"Hayu,kita pulang tapi pulangnya kerumah aku ya sayang."
"Kenapa mesti kerumah kamu?."
"Kamu nanti sendirian dirumah,aku khawatir sayang,takut kamu diculik."
"Pembohong besar,siapa juga yang mau culik aku,rugi tahu makan aku banyak."
"Hahahaha, pokoknya kita pulang kerumah aku."
Setelah sampai dikediaman Tanaka, setelah masuk kerumahnya dan membersihkan diri Laura menemui Tanaka yang sedang berada diruang kerjanya,laura datang dengan membawa kue dan teh.
Didalam ruangan tersebut.
"masih kerja,sayang."ucap Laura
"iya sayang, belum selesai."sambil menarik pinggul laura dan mendudukan laura dipangkuannya,
tanaka menyandarkan kepalanya didada laura,lalu Laura mengangkat kepala tanaka dan menciumnya mesra, sambil mencuil krim dikue yang tadi dibawa, menaruh cream itu dihidung tanaka.
tanaka langsung membuka baju laura, menaruh cream itu diujung dadanya, yang langsung membuat Laura mendesah, sambil menikmati emutan dari mulut Tanaka
__ADS_1
" ah, sayang, ah."
Emutannya berpindah dari kiri kekanan,membuat Laura semakin memejamkan mata.
"Ah,ah, ah ,beb."
Lalu dibuka baju tanaka,lalu tanaka melucuti ****** ***** laura sambil menciumi lehernya.
"Ah ,ah ,oh my beb ,ah ah."
Tanaka berdiri sambil menggendongnya, sembari membuka celananya,tanaka duduk kembali sambil membenamkan miliknya yang sudah kaku kemilik laura.
"Ah."merekapun mendesah bersamaan
Tanaka mempercepat gerakan menumbuknya.
"Beb,ah,beb,oh,my beb fu* ,ah, ah
"nikmat sayang, love you, cinta ku."
"ya, ah ah love you to beby, Oh my God ,ah ."laura mendesah sambil mengejang kenikmatan.
"nanti lagi ya sayang dikamar, ah ah akkhh Fu* ah ah ,huh uh,nikmatnya sayang."ucap Tanaka sambil menciumi laura dan memasukkan cairan ketubuhnya
Sambil mencium,lidahnya dan lidah laura bercinta didalam,masih diposisi yang sama saat bercinta.
"besok lagi kerjanya sayang,sekarang sudah malam."ucap Laura
"iya sayang, Besok juga kamu mesti menekuni pekerjaan barukan."
"iya sayang."
Esok harinya Tanaka dan Laura bersiap pergi kekantor setelah mampir kerumah sakit ,saat sudah sampai didalam ruangan ternyata Steven tidak sendirian.
"kak, sudah makan?."
"sudah tadi disuapin sama dia."
"terimakasih ya sudah menjaga dan merawat Kak Steven, Mayko chan."
"iya nona,sama-sama."
Laura duduk sofa ,dia meminta mayko duduk bersebelahan dengannya.
"Mayko sudah berkeluarga?."
"belum nona."
"kalau pacar?."
"belum juga nona."
"kalau sama kakak aku ,kamu suka tidak?."ucap Laura sambil melihat Mayko malu-malu.
Tanaka pun langsung ikutan.
"kak, menurut kamu mayko cantik tidak?." Tanya tanaka
"iya cantik."
"jodohkan saja sayang ,kakak sama mayko.." Usulan Tanaka.
"hus, jangan maksa gitu ah ,kasian mayko, dia masih bisa dapat yang lebih dari kakak aku."Sambil tersenyum ke arah Mayko.
"Oh ya Mayko save no aku ya ,nanti sore kakak sudah boleh pulang.."
" iya nona ."
"Makasih ya Mayko ."
______________________________________________
__ADS_1
bersambung
(^∆^)