
Hari telah berganti, sebenarnya usia kandungan Laura sudah mendekati hari kelahiran anak ketiga nya,
"Sayang, sini aku bantu rapih kan kemeja sama jas kamu."
"Iya sayang,anak papa sehat terus ya,ucap Tanaka sambil mengelus perut Laura,kamu belum merasa mulas sayang?."
"Belum sayaaaang, jangan khawatir ya."
"Iya sayang ku,kamu tidak usah antar anak-anak sekolah sayang, nanti kamu kelelahan."
"Aku tidak apa-apa,kan nanti tidak turun dari mobil."
"Yasudah,kalian hati-hati ya."
"Iya,papa dari anak-anak ku sayang."
Tanaka dan Laura pun berciuman dengan mesra,
"Bibir kamu masih manis seperti saat dulu aku pertama kali mencium nya, sayaaaang."
"Gombal kamu, sayang."
"Bay, sayaaaang ku."
"Bay."
Setelah melepas kepergian suaminya bekerja, Laura kembali menemui Kenzo dan zizi,
"Hayo sudah siang,kita berangkat ke sekolah."
"Mama ikut kan ya ma."
"Iya,tapi mama nanti dimobil saja ya."
"Iya, tidak apa-apa, yang penting mama ikut,yey."
Mereka pun langsung masuk ke mobil,
Sesampainya di sekolah,
"Belajar yang rajin ya sayang nya mama, kak zo,kak Zizi."
"Iya,mama."jawab mereka serentak
Sudah 30 menit Laura menunggu di dalam mobil.
"Nyonya."teriak salah satu pelayan yang mendampingi Kenzo,
Langsung saja pelayan yang lain ikutan terkejut, ternyata Laura pingsan dimobil dengan keadaan pecah ketuban, mobil yang membawa Laura pergi menuju rumah sakit dengan didampingi para pelayan, salah satu dari mereka ada yang menelepon Ichiro.
"Halo,tuan Ichiro."
"Iya,ada apa?."
"Nyonya Laura pingsan dimobil dan air ketuban nya keluar tuan,kami sedang menuju rumah sakit."
"Iya, terimakasih."
Ichiro langsung masuk keruangan yang sedang ada meeting dan Tanaka ada didalamnya bersama beberapa orang,
Tok tok tok,
"Permisi,maaf saya ada perlu dengan tuan Tanaka."ucap Ichiro sambil menghampiri Tanaka lalu berbisik soal keadaan Laura
"Apa?,maaf semuanya saya harus pergi permisi."
Tanpa fikir panjang,Tanaka Langsung bergegas menuju ke rumah sakit yang sama, didalam mobil,
"Ichiro tolong telepon pelayan yang mengantar Laura kerumah sakit,saya mau lihat keadaannya."
"Baik tuan,."
__ADS_1
Saat Ichiro menelepon anak buahnya, ternyata laura sudah berada di ruang IGD, dan dokter meminta suami dari Laura cepat datang untuk menandatangani surat pernyataan, kalau Laura harus segera dioperasi,
Tanaka hanya bisa diam sambil berdoa didalam hatinya supaya istri dan anaknya yang masih didalam perut baik-baik saja,
Sesampainya dirumah sakit,Tanaka langsung mendatangi IGD.
"Siang dokter,saya Tanaka suami dari Laura, sekarang istri saya dimana?."
"Tenang dulu tuan Tanaka, istri anda baik-baik saja,cuma operasi Caesar harus segera dilakukan kalau tidak takut membahayakan untuk keselamatan Ibu dan bayi yang ada didalam kandungan."
"Baik dok, tolong selamatkan mereka berdua."
"Iya,kalau begitu saya permisi dulu."
Laura pun langsung dibawa masuk ke ruangan operasi,Tanaka tidak diperbolehkan untuk bisa menemani laura,
Tanaka mau menelepon kak Mayko,
"Halo."
"Halo kak,hari ini Laura operasi Caesar."
"Dirumah sakit mana Tanaka,biar Kakak kesana ya."
"Tidak usah ka,ehm Kakak kerumah ku saja untuk menemani Kenzo dan zizi, kasihan mereka takut mencari mamanya, terutama Zizi."
"Iya, kakak kesana sekarang,jaga Laura untuk kami ya Tanaka."
"Iya, pasti itu ka."
Tanaka hanya bisa menahan rasa sedihnya,
Sayang, maaf karena kali ini aku tidak bisa menemani kamu berjuang, fikir Tanaka
Tak lama terdengar suara tangisan bayi, suster datang ke arah Tanaka,
"Selamat ya tuan, baby-nya laki-laki."
Tanaka melihatnya penuh rasa haru,baby berjenis kelamin laki-laki, memiliki warna rambut hitam seperti Tanaka,
"Istri anda sudah melewati masa kritis nya, sekarang dia sedang di bawa ke ruang ICU."
Tanaka memerintahkan Ichiro untuk mengikuti bayi nya dan Tanaka mau melihat Laura, sesampainya di ruangan ICU,Tanaka hanya bisa melihat Laura yang sedang berbaring dengan selang infus ditangannya,
"Sayang."ucap Tanaka dari balik kaca ruangan,
Tak lama pelayan mendatangi tanaka,
"Tuan, suster diruangan baby bertanya,itu bayinya boleh tidak kalau dikasih susu formula."
"Jangan,cari saja wanita yang masih menyusui anak laki-laki,minta ASI nya kita bayar,tanya kesuster juga."
"Baik tuan."
Tanaka tahu kalau Laura tidak ingin baby nya minum susu selain ASI eksklusif,
Ichiro menemui Tuan nya,
"Tuan, jangan seperti ini, percaya dengan nyonya kalau dia bisa melewati semua ini."
"Aku tidak pernah melihatnya selemah ini Ichiro,tadi pagi dia bilang tidak apa-apa,tapi sekarang,hah,."tak terasa air mata Tanaka jatuh di pipinya
Setelah lama menunggu, akhirnya Laura dipindahkan keruang perawatan,Tanaka langsung menemui istrinya yang masih memejamkan mata,
"Tuan Tanaka tidak perlu khawatir, nyonya kondisinya sudah stabil cuma belum sadar saja."ucap salah satu suster
"Hah iya, terimakasih."
"Oh iya , babynya juga sudah mendapatkan donor ASI."
"Iya,."
__ADS_1
Tanaka sudah tidak perduli, sekarang dia hanya ingin memandang dan menggenggam erat tangan Laura,
"Sayang,bangun dong,lihat aku sudah ada disini."
Tok tok tok, terdengar suara pintu diketuk,
"Masuk."
"Tuan, apa tuan membutuhkan sesuatu." ucap Ichiro
"Ya, tolong dekorasi ruangan ini dengan bunga dan balon yang banyak,supaya istri saya saat bangun langsung merasa bahagia,sama bawakan keperluan saya, untuk sementara saya akan disini menemani Laura sampai pulih."
"Baik tuan,saya akan siapkan semuanya."
Ichiro pun pergi meninggalkan Tanaka diruangan perawatan,
Hari sudah mulai sore, ruangan sudah didekor sebagus mungkin dengan dominasi warna biru,karena baby berjenis kelamin laki-laki,Tanaka sedang mandi didalam toilet yang ada diruangan perawatan,
Laura terbangun,dia melihat sekeliling ruangan,
"Cantiknya." ucap Laura sambil meraih bunga yang ada dimeja , dilihatnya ada ponsel milik Tanaka,
Laura langsung menghubungi Ichiro melalui pesan singkat untuk keruang perawatan, Ichiro bergegas menuju ke ruangan perawatan,
"Tuan,ada apa."ucap Ichiro dengan wajah khawatir karena Laura chat meminta dia untuk cepat datang kekamar perawatan,,,
Saat membuka pintu kamar dan langsung masuk, Ichiro melihat Laura sudah diposisi duduk diatas tempat tidur.
"Ichiro,dimana baby ku."
"Masih diruang baby nyonya."
"Tidak tertukar kan, Ichiro."
"Hem,iya nyonya."Ichiro merasa binggung, bagaimana tidak anak ketiga tuannya tidak mirip dengan kakak nya,
"Tolong minta suster untuk datang ke sini membawa baby nya,saya mau menyusui dia."
"Iya nyonya, baiklah."
Tanaka selesai mandi melihat Ichiro dan Laura berbicara,,,
"Loh,kok malah Ichiro sih sayaaaang, orang pertama yang melihat kamu bangun,yah."
"Memang kenapa sih,sama saja kan, sini sayaaaang aku mau peluk kamu."
"Tuan, nyonya kalau begitu saya permisi dulu."
"Iya tolong ya Ichiro."
Ichiro bergegas meninggalkan ruangan itu,
"Sayang,aku khawatir sekali sama kamu." ucap Tanaka
"Iya,aku tau Sayang ku."
"Kamu suruh Ichiro apa sayang?."
"Membawa baby kita kesini,aku mau beri ASI."
"Oh,aku masih mau peluk dan cium kamu, sayang."
"Tapi kan aku lagi libur bercintanya sayang, nanti kalau kamu pengen bagaimana?."
"Aku masih bisa menahannya kok sayaaaang ku istri ku sayang, jangan ragukan suamimu ini,aku hanya mau ciuman manis kamu."
"Ponsel aku mana sayaaaang,aku mau menelepon Zizi, pasti dia nanyain aku terus."
"Ini telepon pakai ponsel aku saja,ponsel sama barang bawaan kamu ada dirumah semua."
_________________________
__ADS_1
bersambung
(^∆^)