
Tanaka langsung menancapkan gas mobilnya,dia Ngebut di jalan dan yang ada hanya kepikiran istri nya.
Setibanya di rumah,Tanaka langsung memarkirkan mobilnya dengan sembarangan.
"Siang tuan ,."ucap bodyguard nya yang sedang berjaga di depan rumah
Tanaka hanya menganggukkan kepalanya, sambil masuk kedalam rumah,
"Ka , Laura masih di kamar?."ucap Tanaka saat bertemu dengan Mayko
"Iya ,coba kamu bujuk dia."
Tanaka sudah berada didepan pintu kamar.
"Sayang ku, buka pintu nya sayang ,aku sudah pulang, sayang ku ,cinta ku ,dunia ku istri ku tercinta , sayang ,zombie ku, buka pintunya dong sayang, aku mau lihat kamu, aduh, Kak ada kunci cadangan?."ucap Tanaka yang mulai merasa frustasi
"Tidak ada, kunci cuma ada satu ,cuma yang berada di dalam,."
bisa juga dia merayu Laura, fikir kak Mayko
Tanaka kemudian Mengambil ponsel didalam saku jas yang dia pakai.
"halo ,bawakan aku tukang kunci sekarang dengan cepat saya tunggu,"ucap Tanaka saat sedang menghubungi Ichiro.
"Sayang ,buka dong pintunya ,aku menyesal karena tidak mengerti apa mau kamu sayang, aku mohon sayang."
Saat Tanaka masih memohon-mohon didepan pintu kamar,salah satu bawahannya masuk kerumah dengan membawa seseorang.
"Ini tuan tukang kunci nya."
"Iya ,itu buatkan dengan cepat dan kalau sudah selesai jangan di buka pintu nya, nanti biar saya saja."
Tanaka tahu kalau Laura pasti masih dalam keadaan telanjang diatas tempat tidur.
Tak butuh waktu lama.
"Tuan ini sudah jadi."
"Ok terimakasih, uang jasa kamu biar anak buah saya yang urus."
"Iya tuan."
Tanaka Langsung bergegas membuka dan masuk ke dalam kamar, tidak lupa dia langsung menutup pintu dan mendekati istrinya.
"Dia menangis sampai tertidur pulas."ucap Tanaka sambil mengecup kening istrinya
Tanaka langsung membuka baju dan hanya menyisakan ****** *****,saat dia sudah berada diatas tempat tidur didekatkan nya wajah Laura dengan wajahnya sambil memeluk erat tubuh Laura,
"Maafkan aku ya sayang yang tidak mengerti sama maunya kamu , aku salah, kamu selalu mengerti aku tapi aku tidak,." Ucapnya sambil mengecup bibir istri nya lembut
"Hem,hah kamu kapan pulang?."ucap Laura yang terbangun akibat aktivitas Tanaka diwajahnya
"Baru saja."
"Kok bisa masuk?."
"Aku bikin kunci cadangan tadi."
Laura dengan memasang wajah kesal mau membalikkan badan, tapi dapat di tahan oleh Tanaka,
"Sayang ku, cinta ku, dunia ku, istri ku sayang, mau kemana?, Maaf ya ,kalau aku kurang mengerti kamu, sudah jangan nangis lagi ya sayang, Kamu mau apa kasih tahu dong ke suami kamu yang tidak bisa mengerti ini,."
"Tidak apa."ucap Laura dengan nada suara lirih
"Tidak apa tapi nangis, tidak mau makan ,aku kangen sama senyum kamu sayang."
"Aku mau jalan-jalan."
"Iya ok,mau kemana?."
__ADS_1
"Tidak tahu
Aduh ,mesti ngomong apa lagi nih, takut salah ngomong nanti malah tambah ngambek, fikir Tanaka
Laura yang merasa diabaikan pun , langsung berwajah gelap,sambil mengerucutkan bibirnya.
"Kok diem."ucap Laura dengan nada sinis
"Eh iya ,aku binggung harus ngomong apa?, kamu saja tidak tahu mau kemana sayang."
"Yasudah , terserah tidak jadi."
Tuh kan Aduhhh binggung, tidak tahu ah cium bibirnya saja,fikir Tanaka
Tanaka ******* ganas bibir Laura.
"Hem,begini saja ya sayang, kamu mandi dulu terus kita jalan cari makan di luar, terus kita ke mal bagaimana?."
"Iya,."ucap Laura sambil mengangguk
Hah syukurlah dia mau dan tidak ngambek." Fikir Tanaka.
"mau digendong ke kamar mandi?."
"Tidak usah ,aku jalan sendiri saja."
Laura bergegas pergi menuju kearah kamar mandi, sedangkan Tanaka masih diatas tempat tidur Sambil menunggu istrinya selesai mandi.
Saat masih menunggu,tanaka melihat ponsel istrinya yang hancur, tapi masih berfungsi ,itu semua karena ulahnya sendiri.
Ganti lah ,nanti sambil jalan-jalan,fikir Tanaka
Laura sudah selesai dan kembali masuk kedalam kamar,
"Sudah selesai sayang,."ucap Tanaka yang sudah melihat Laura kembali ke kamar.
"Iya."
"Tidak usah."
"Kamu masih marah sama aku ,sayang."
"Tidak."
Tanaka sangat gemas melihat bibir cemberut itu,dia langsung menciumnya kembali
"Hem,manis sekali bibir kamu sayang,love you."
Ciuman itu lalu berpindah ke leher dan dada yang memang hanya memakai handuk sehabis mandi dan handuk itu jatuh kini hanya tubuh bugil istrinya.
"sayang ."ucap Laura dengan mata terpejam
Tanaka sangat bahagia mendengar kata sayang yang terucap, bersama ******* nikmat istrinya.
"Hem."
Tanaka langsung membuka ****** ***** nya dan slep,
"sayang,."ucap tanaka
"Hem."
"Nikmat sekali kamu sayang cintaku, mau apa dari aku tinggal bilang sayang,."
"Hem."
"Hem,nikmatnya sayang ku."
"Hem ,masih mau di cium , sayang."ucap Laura dengan nada suara memohon
__ADS_1
"Iya ,mau berapa lama juga, tidak masalah sayang."
"Love you more suami ku."
Selang beberapa menit kemudian mereka bersiap pergi untuk makan siang
"Sayang pakai supir saja ya,supaya kita duduk dibelakang berdua,aku mau sambil peluk kamu,."pinta Laura
"Iya sayang, aku telepon mobil lain dulu kalau begitu."
Laura hanya menganggukan kepalanya tanda setuju dan sangat antusias.
Sesampainya mobil lain dirumah, mereka pun pergi,Laura sangat manja sampai tidak mau melepaskan diri dari Tanaka.
Ada apa ya, tidak seperti biasanya.Fikir tanaka.
"Sayang kita makan di mana?."ucap Laura
"Terserah kamu sayang ku."
"Aku mau ayam yang ada kejunya."
"Iya sayang apapun yang mau kamu makan kita pesan ya."
Laura sangat merasa bahagia.
Saat sampai disebuah restoran, Laura memesan banyak sekali makanan dan di makan sampai habis.
"Hem, enak ayamnya."ucap Laura dengan mulut sambil mengunyah
Tumben habis banyak, fikir Tanaka
Tanaka sangat heran dengan sikap manja sang istri yang selama ini dia mengenal Laura itu sangat mandiri,bahkan untuk ikut pergi bersama Laura saja terkadang Tanaka harus memohon terlebih dahulu baru kemudian diajak.
"Sayang habis ini kita mau kemana?." Ucap laura Sambil menggelayut manja di lengan Tanaka
"Ke mal beli ponsel baru buat kamu."
"Ok hayu sayang kita pergi."
Biasanya paling tidak suka di temenin belanja, tapi ini aneh.fikir tanaka
Sekarang mereka sudah berada didalam sebuah mall besar disana.
"Sayang ,aku mau beli es krim itu,."ucap Laura
"Iya sayang ku."
"Sayang ,aku mau ponsel yang ini saja."
"Iya sayang."
"Sayang mau itu."
"Iya,."
tumben sekali dia mau di beliin ini itu, biasanya juga tidak mau, tidak usah, sampai harus maksa dia dulu tapi sekarang tidak. Fikir Tanaka
Sudah satu bulan terakhir ini Laura selalu mau di manjakan oleh Tanaka ,sampai kadang Tanaka tidak dibolehkan kerja ,kalau tidak mau langsung ngambek dan maunya Deket Tanaka terus.
"Sayang aku bosan mau kerja lagi."
"Iya sayang mulai besok ya."
"Iya deh."
___________________________________
bersambung
__ADS_1
(^∆^)