Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
ulang tahun tanaka


__ADS_3

Pesta ulang tahun tuan Tanaka sudah tiba pesta diadakan dirumahnya,laura diundang tapi tidak tahu jalan kerumahnya.


Sebenarnya malas dan malu kalau aku beneran datang pasti di sana cuma ada orang kaya saja, tapi mau bagaimana Laura sudah janji mau datang.


"ih menyesal ,kenapa kemarin aku mengangguk saja ya, fikir laura


Lagi disesali kejadian bodohnya waktu itu ponsel Laura berbunyi, tulisannya Tuan mesum,Tulisan yang ada diponselnya,


"ih sejak kapan aku ganti nama dia menjadi ini ya hahahaha, fikir laura karena dia menjadi tertawa sendiri.


" halo."


"sayang kamu dimana?."


"dirumah."


"aku kesana sekarang ya, ini juga aku lagi dijalan kearah rumah kamu sayang."


" hah, untuk apa? Kenapa kesini?."


"aku mau klaim asuransi kekamu sayang."


"asuransi apa? aku tidak menjual asuransi."


"asuransi janji kamu keaku sayang."


" janji yang mana ya? Kapan pernah aku janji, Janji apaan?."


" tuhkan lupa, untung sekarang aku sudah mau sampai rumah kamu nih ya."


Tanaka menutup teleponnya.


Laura binggung sambil mencoba mengingat janji apa dia ketanaka, tak lama langsung terdengar suara mobil terparkir didepan rumah Laura.


dia lihat tanaka tengah turun dari mobil Lamborghini merah yang pernah Laura naikin dulu,Tanaka berjalan kearah pintu Sambil membawa bunga dan paper bag besar, Sebelum Tanaka mengetuk pintu,laura sudah lebih dulu membuka pintu.


"Hay sayang."ucap tanaka sambil mendaratkan bibirnya kebibir laura dan tangan kirinya memegang pinggangnya.


Ah,sial lagi-lagi dia ini.fikir Laura


" kenapa kesini?."


"tadi ditelepon sudah aku jelaskan sayang,aku tidak disuruh masuk?."


"tumben,biasanya juga main masuk saja, masuk sendiri tanpa disuruh."


Tanaka tersenyum dan langsung menyuruh laura memegang semua yang ada ditangannya,


Di dalam rumah


"ini buat apa?."ucap Laura sambil melihat-lihat isi paper bag itu


" kemarin aku berbelanja sedikit untuk kamu coba dilihat kamu suka tidak?."


"Yaampun beli apa lagi sih dia,aku tidak minta,Kok dibeliin?."


"mau beliin saja , mungkin kamu suka."


" kalo aku tidak suka?


" yakalau kamu tidak suka sekarang kita jalan, cari yang kamu suka sayang."


"hem, aw aw." Ucap Laura sambil tangannya menyentuh kepala.


"kenapa sayang, sakit lagi?."


" Tidak apa-apa beneran."


Tiba-tiba bibi mampir kerumah ,dia binggung dihalaman rumah laura ada mobil mewah terparkir.


" Ra, itu mobil siapa? Langsung melirik ke Tanaka ,


"eh ada tamu ternyata,Siapa Ra?."


"kenalin Tante ,aku Tanaka calon suaminya Laura ."


Hah apa yang barusan dia ucap awas ya,fikir Laura


"Hus bicara apa kamu, tidak kok bi, Dia ini bos aku!."


"oh jadi ini, bos yang kamu bilang suka maksa sama egois itu."


Laura langsung tertunduk seketika,


"aduh kenapasih bibi pake ngomong didepan dia, fikir laura


"oh jadi Laura suka curhat keTante tentang saya."


" iya waktu itu bibi melihat ada kalung berlian dikamarnya ,bibi takut kalau Laura habis membobol toko perhiasan gitu membuat criminal, eh ternyata dikasih katanya,bibi cuma tidak ingin Laura salah jalan saja nak Tanaka,Dia bilang katanya sudah menolak pemberian itu tapi bosnya memaksa malah selalu ingin membelikan apa saja yang dia tidak minta."


Laura hanya bisa menunduk saja karena bibi sudah membongkar semuanya.


" itu semua saya yang kasih Tante ,memang ya, ponakan Tante ini susah sekali dibujuknya bikin saya penasaran,Beda sama perempuan kebanyakan yang lain, lebih suka meminta."

__ADS_1


" Laura ini dari dulu sudah mandiri nak Tanaka,dia dari sekolah sampai kuliah tidak mau saya bantu bayar,maunya cuma dari hasil dia sendiri dan akhirnya dia dapat beasiswa kuliah diAmerika,Laura itu tidak mau menyusahkan orang lain."


"sayang kamu lulusan S1 kok pas melamar pekerjaan hanya melampirkan ijasah menengah atas saja."


"hem, biarin saja ya."(-_-)


"ya kalau kamu menggunakan ijasah yang lebih tinggi bisa bekerja dikantor tidak perlu dibar sayang."


"Ih tidak mau kerja dikantor nanti malah ketemu kamu terus aku tidak mau, Ih kalau dibayangin bisa gila aku."


Tanaka hanya tertawa mendengar ucapan Laura,


"yasudah Tante tinggal ya Ra ,tante titip Laura ya nak tanaka."


"iya Tante pasti itu, iyakan sayang?."


"apaan sih? Aku bisa jaga diri sendiri."


Setelah kepergian bibi.


"sayang hayu siap-siap?."


"mau kemana?."


"beli baju untuk kita buat dipesta nanti malam,kan kamu sudah janji mau datang."


" iya tapikan itu nanti malam ini masih pagi, tuh baru jam 7, aku masih ngantuk banget, sudah aku mau tidur lagi."


" loh terus aku dianggurin gitu, aku sudah disini masa kamu tidur."


"siapa suruh kesini!,Lagiankan kamu sudah belikan aku baju yang dulu itu waktu kita makan berdua."


" iya yang itu, tidak jadi ,aku mau beli yang pas sama kamu."


"trus ,Kamu tahu tidak kalau mal buka jam berapa?."


"memang buka jam berapa?."


Hadehhh cape deh serasa mal punya dia apa ya ,Sampai-sampai jam 7 sudah mau kemal, fikir laura


Laura memindahkan kasur lipat kedepan ruang tengah didepan televisi yang ada persis didepan kamarnya, dengan bantal dan gulingnya juga,Laura metutup pintu kamar dan langsung tidur lagi dikasur yang tadi laura keluarin dari kamar.


tanaka yang melihat laura mau tidur lagi ,dia langsung membuka kaus kaki dan setelan jas yang dia pakai ,mau ikutan rebahan.


"tuan kamu mau ngapain?."


" aku cuma mau ikutan rebahan."


"Tidak banyak kok sayang."


Laura membalikan badannya sampai tanaka dipunggunginya , tanaka asik rebahan sambil main ponselnya sambil tersenyum bahagia bisa berdekatan dengan wanita impiannya,entah mengapa saat Laura tidur posisi badannya sudah memutar berbalik badan kearah Tanaka,tanaka mengecup kening Laura dan memotret wajahnya yang cantik.


Hem,tidur saja cantik, ngambek apa lagi,fikir Tanaka


"sayang, aku cium ya hidungnya , terus kebibir kamu."sambil berbisik supaya laura tidak bangun.


Saat itu didalam hati tanaka merasa bahagia karena walau sedang tertidur ternyata Laura menyambut ciumannya dengan begitu mesra sehingga mereka berdua larut dalam berciuman,Tanaka melepaskan ciumannya supaya dia tidak lewat batas .


dia tidak mau kalau Laura sampai marah dan ngambek karena tanaka berniat menyentuh bagian dada Laura,untuk menghilangkan rasa inginnya dipeluknya erat tubuh Laura seakan tidak ingin dilepas sambil menenggelamkan wajahnya kepunggung Laura.


" hem,tuan, aku tidak bisa nafas."


"iya sayang,maaf ya." Menjawab dengan posisi yang sama,sambil merenggangkan pelukannya


"kamu mimpi buruk?."Laura bertanya dengan mata terpejam


" iya sayang."


tidak mau sampai membuat Laura terbangun.fikir tanaka


Dengan refleks tangan Laura langsung ke bahu dan rambut Tanaka diusapnya lembut.


"Hus, mimpi cuma bunga tidur, tidak usah Takut, Memangnya kamu mimpi apa?."


"mimpinya kamu pergi ninggalin aku sayang."


"memangnya aku kemana?."


"Tidak tahu, aku cari kemanapun kamu tidak ada dan tidak ada yang kasih tahu kamu kemana."


Laura membuka mata dan menatap wajah Tanaka,lalu mendengar Steven baru bangun tidur, Menengok kearah kakak.


"Kak sudah bangun, Mau sarapan apa?."


"apa saja."


"iya sebentar ya, Ra masak dulu,Hem, Tuan aku mau masak dulu ya."


Tanaka melepas pelukannya.


" iya sayang,Aku juga mau ya."


" iya nanti makan Sama-sama."

__ADS_1


Laura berjalan kearah dapur untuk memasak bahan yang sudah ada didalam kulkas,Walaupun masakan sederhana tapi terasa nikmat kalau dimakan bersama keluarga,


" kak tolong meja makannya disiapkan sama alat makannya tiga ya."


"sini aku saja yang bantu,kakak lagi diluar menyiram tanaman,kamu masak apa?,Sayang."ucap Tanaka dengan tangannya memeluk tubuh Laura dari belakang dengan wajah dibahunya


"tumisan saja,kenapa?."


"Tidak apa aku suka."


Tak butuh waktu lama Masakan Laura Sudah matang dan siap disantap, Tanaka terlihat sangat lahap makan ,seperti tidak makan berhari-hari,Sampai nasi nambah tiga mangkuk.


"enaknya masakan kamu sayang."


" iya dulu sampai-sampai bekal aku dicuri."


"awalnya cuma mau jahil sedikit aku berfikir kamu kalau diajak makan menolak terus, ya aku suruh saja mereka ambil bekal kamu sayang, terus dibawa kekantor dan aku buka ternyata kok wangi banget ya enak kayaknya , terus aku cobainkan eh enak banget jadi ketagihan setiap hari aku suruh mereka ambil bekal kamu Dan yang paling aku suka masakannya beda-beda tidak bikin bosen gitu."


" iya kamu yang kenyang, aku yang kelaparan."Sambil menatapnya sinis.


"iya aku salah."ucap Tanaka sambil tersenyum


Sesudah selesai makan dan membereskan semua Laura mengambil ponsel,duduk disofa ,Temannya chat, mereka sambil berbalas chatting, Laura tertawa-tawa,Tanaka memandang kearah laura sinis sambil merampas ponsel laura dan menukar dengan ponselnya.


" loh ponsel aku, tuan ini apaan sih?."


"itu tukeran sama ponsel aku, sepertinya ponsel kamu lebih seru ,aku lagi bosen sama ponsel itu."


Bilang saja kalau dia mau tahu dengan siapa aku chatting aneh, fikir laura


Baru sebentar ditangan Laura, ponsel Tanaka ada yang telepon.


"tuan ini ada panggilan masuk?."


" siapa ?."


"nama cewek."


" angkat saja bilang aku tidak ada."Sambil menatap ponsel Laura yang dia sita


Panggilan telepon itu laura angkat memakai pengeras suara dan langsung terdengar suara seorang wanita.


"sayang aku kangen kamu, sayang ketemu yu kita jalan-jalan kemana gitu ,kamu kok sekarang cuek banget sih sayang.


Dari jauh Tanaka hanya memandang expresi wajah Laura, ternyata dia ingin melihat kalau Laura akan cemburu atau tidak.


"tuan Tanaka sedang tidak ada sis."


Dengan santainya Laura menjawab panggilan telepon itu.


"loh kok suara cewek, kamu siapa, hah jawab selingkuhan pacarku ya."


" bukan sis, aku hanya karyawannya."


"manamungkin karyawan berani megang ponsel bosnya."


" aku disuruh sis sama bos ,dia sendiri yang memberikan ponselnya."


"mau menipu saya ya, aku saja yang sudah tiga tahun bersama bos kamu, tidak boleh lihat, apalagi sampai pegang ponselnya,Kamu siapanya!,Halo Hey, cewek sialan, penipu, dasar ****** kamu ya,beraninya merebut Tanaka dariku."


Saat mendengar itu Tanaka langsung menghampiri Laura dan mengambil ponsel dari tangannya yang sedari tadi dipegang,Dengan wajah malas Laura ingin berlalu dari sofa, tapi tangan tanaka langsung menahan badan Laura supaya tetap diposisi yang sama duduk disofa, sambil masih berbicara ditelepon dan sambil menatap wajah laura.


"halo."ucap Tanaka


" sayang kamu dari mana saja aku kangen,sayang sama kamu,aku rindu kamu sayang, kapan aku boleh kekantor kamu."


"jangan menghubungi aku lagi."Sambil memandang mata Laura.


" kamu kenapasih sayang ,hari inikan ulang tahun kamu, aku sudah menyiapkan hadiah mewah untuk kamu sayang."


" jangan berani datang kepestaku kalau tidak diundang, karena aku tidak memandang mau wanita atau pria yang mengacau,Mengerti." Dengan nada membentak kewanita ditelepon.


telepon itu ditutup, Tanaka langsung mencium bibir Laura,laura hanya bisa memejamkan matanya.Sesaat ciuman itu lepas.


" apa kamu merasakan cemburu kepadaku sayang."


" cemburu hanya untuk wanita lemah dan aku bukan wanita lemah."


Tanaka kembali menciumi bibir Laura dengan sangat menggila seperti ingin ******* bibirnya sampai habis, lalu dia berhenti.


" kamu mau kerumahku sayang."


" aku datang dari sini saja,tidak apa-apa kan?."


Tanaka yang mendengar ucapan Laura sambil menganggukkan kepalanya.


"nanti tunggu anak buahku yang menjemput kamu ya, sayang, kalau ada apa-apa hubungi aku oke sayang,aku mau kekantor dulu,nantiku kirim baju kesini untuk kamu pakai,Love you sayang."


" iya, hati-hati dijalan."sambil Melepas kepergiannya


Akhirnya tanaka pulang, tapi kenapa rasanya sakit dan sesak nafas ini saat wanita ditelepon tadi berkata seperti itu.


" Kenapa? Apa aku mulai menyukai tuan Tanaka, ah tidak mungkin, tidak mungkin kan,aku termakan oleh permainanku sendiri." Laura binggung dengan tingkahnya

__ADS_1


__ADS_2