Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
mengingat kejadian dulu


__ADS_3

Keesokan harinya Laura pergi ke cafe yang ada dilobby hotel,


Didalam cafe,


"Sis,." ucap Laura untuk memanggil pelayan.


"Iya Miss mau pesan apa?."


"Aku mau pesan cappucino satu ya,sis."


"Oke Miss ditunggu,."


Baby twins sedang diasuh sama Tante dan kak Mayko dikamar ,hari ini Tanaka pergi ke tempat olahraga yang sudah ada dihotel, Laura ingin sekali minum kopi,jadi dia kesana sendirian.


Saat sedang menikmati cappucino yang dia pesan, ada laki-laki tampan berwajah bule juga mendekati Laura,."


"Hai,boleh saya duduk disini?."ucap sipria


"Oh, maaf tidak bisa, aku sedang ingin sendiri,."


"Hem begitu ya, baru kali ini saya ditolak duduk bersama seorang wanita, masih sambil duduk dimeja yang sama, kamu sudah menikah?."


"Iya, sudah."


"Tapi walaupun sudah menikah tidak apa kan ,kalau kita berkenalan,."ucap sipria


Dari jauh Laura melihat suaminya berjalan kearahnya yang baru selesai olahraga,bersama kedua pelayan yang sedang menggendong baby twins,."


"Tidak saya izinkan berkenalan dengan laki-laki manapun,."ucap Tanaka yang sambil menatap pelayan untuk memberikan baby twins ke Laura.


"Oh, baiklah kalau begitu, saya permisi dulu,." ucap sipria sambil berlalu meninggalkan meja,


Laura masih duduk Sambil mengarahkan tangannya kepelayan untuk menggendong bayi twins.


"Sini anak mama,kenapa?stok ASI-nya habis ya?."


"Bukan sayang,aku yang minta mereka Kesini,."Tanaka dengan wajah cemburu


"Kan tadi lagi diasuh sama Tante?."


__________________________________


Flash back


Tanaka selesai melakukan olahraga bersama Ichiro ingin kembali kedalam kamar tapi istri dan anaknya tidak ada, ponsel Laura masih berada diatas meja, Tanaka mengambil ponsel untuk menelepon kak Mayko.


"Halo, kak, ada Laura disana?."ucap Tanaka


"Laura tadi bilang mau ke kafe yang dilobby hotel, anak kalian sama aku dan Tante kan, kemarin tidak ketemu, kalian mengurung diri dikamar seharian jadi kangen nih sama mereka,mentang-mentang habis dikasih hadiah lingerie hitam seksi langsung tidak mau keluar, hahahahhahaa."


"Ya begitulah, tolong pelayan baby twins suruh datang ke kamar aku ka, bawa baby-nya juga ,aku mau menyusul laura dikafe."


"Yah,kan kami masih kangen tahu hem yasudah,." sambil menyerahkan baby twins kepelayan untuk diantar ke Tanaka,


Flash back selesai


________________________________________


"Iya,tapi untungnya aku langsung nyusul kamu,kalau terlambat sedikit sudah ada saja yang datang menggoda kamu seperti barusan,."Tanaka masih dengan wajah cemburu


"Kamu mau minum kopi juga sayang?."ucap Laura

__ADS_1


"Tidak usah."


Laura menggenggam tangan Tanaka erat,


"Sayang, kita jalan-jalan yuk, kamu mandi dulu aku tunggu disini sama mereka dan anak-anak kita."


"Baiklah, aku kekamar dulu ya sayang,."


Laura hanya tersenyum ketanaka.


Tak lama teman Laura yang bekerja dibar datang mendekat,


"Ra, kangen deh, yaampun baby twins lucu banget,."


"Eh kalian mau kemana?."ucap Laura


"Ih kita dari kemarin jalan-jalan Terus Ra, pakai bis pariwisata khusus kita semua, nih aku kasih lihat foto kami."


Laura fokus ke ponsel temannya,


"Ih jadi iri aku tuh, hari ini jadwalnya kemana?." Ucap laura


"Kita mau ke kebun buah Ra , nih aku ada brosur nya,."


"Wah mau ikut deh naik bis tapi pasti tidak boleh sama dia,."ucap Laura


"Iya ,tuan Tanaka tatapannya dari dulu tidak pernah berubah ya Ra dari kamu,tadi kami lihat ada Cowok ganteng deketin kamu terus ada tuan Tanaka, jadi kami nunggu tuan tanaka pergi saja baru berani,."


"Iya jadi ingat waktu itu."


Flash back


"Ra, tolong kemari,."ucap manager


"Ini ada tamu yang mau pesan bar kita, dia seorang pengusaha,tapi saat pestanya itu kamu harus ada di bar,."


"Tapi kan ,itu hari saya libur pak, dan itu baru ini aku dapat libur hari Minggu,."ucap Laura


"Iya saya tahu ,tapi tamu ini bisa-bisa akan membatalkan semua rencana pestanya,."


"Aku tidak perduli, aku sudah punya acara sendiri,."


"Yasudah kalau begitu kamu akan berurusan dengan tuan Tanaka."


"Iya adukan saja sana, lagian seperti tidak ada pelayan lain saja, heran huh,


Tak lama berita itu sampai ke tangan Ichiro, dan langsung memberitahu tuannya,


"Di bar sedang ada masalah tuan,."


"Masalah terus ,manager tidak becus, apa lagi sekarang, masa aku juga yang harus turun tangan, untuk apa aku menggaji manager itu,."


"Masalahnya, ada yang memesan tempat untuk ulang tahun tapi , orang yang ulang tahun meminta hem, nona Laura hadir, tapi dijadwal nona Laura jatahnya libur tuan ,nona tidak mau karena itu hari Minggu dan jarang dia mendapat libur hari Minggu tuan,jadi nona menolak,."


"Memangnya Laura libur Minggu mau kemana?."


"Mana saya tahu tuan, coba tuan tanya sendiri,."


Hem apa dia mau bertemu pria lain,apa aku harus menggagalkan rencana Laura pergi dengan laki-laki lain ,fikir Tanaka cemburu.


"Panggil Laura kesini, aku yang akan bicara padanya,." ucap Tanaka

__ADS_1


Tak lama Laura datang ke ruangan Tanaka.


"Iya,tuan memanggil saya?."


"Kamu harus masuk besok,."


"Tapi tuan aku,."


"Ada acara?,kamu mau kemana?,apa acara itu sangat penting untuk kamu,."


"Iya, tentu sangat penting,."


"Laki-laki mana yang mau kamu temui, kamu bilang tidak mau berpacaran, tapi sekarang kamu malah mau ,,,,."


"Maksud tuan apa?."ucap Laura


"Minggu kamu libur mau kemana?."dengan wajah cemburu,


"Aku akan bertemu orang yang sangat aku cintai, kenapa ada masalah?, Lagi pula kamu itu cuma bos aku, bukan suamiku, kemanapun aku pergi itu urusan ku tuan ,"sambil berbalik sambil mau meninggalkan tanaka tapi langkah Laura di tahan,


"Siapa laki-laki itu katakan, aku akan membunuhnya karena sudah berani mencintai kamu lebih dariku Ra, siapa dia katakan,."


"Minggir dan menjauh dari ku tuan, kamu mau aku besok tetap bekerja kan, oke aku akan bekerja tapi ingat satuhal, ini terakhir kalinya kamu mendengar suaraku, aku benci,."ucap Laura dengan suara lantang,


Laura meninggalkan Tanaka karena Laura tidak habis fikir ,kenapa Tanaka sangat cemburu dia kan ,bukan siapa-siapa,dia hanya bos ditempat Laura bekerja, walaupun Tanaka sangat intens mengejar Laura tapi seharusnya dia tidak bersikap seperti ini,


Besoknya jam 7malam, Laura masuk kerja Tanaka mengirimkan supir kerumah Laura tapi Laura menolak sambil terus jalan menuju halte bus,


Supir melaporkan ketuannya,Tanaka


"Halo tuan, nona Laura tidak mau naik kemobil ,dia malah berlalu saja menuju halte bus,saya sudah memintanya tapi dia tidak bicara satu katapun tuan."


"Yasudah ikuti bus itu dan kasih tahu saya sudah sampai mana,dan mau ke halte mana,."


"Baik tuan,ini bus sudah mau menuju halte xxxxx,."


Tanaka buru-buru menuju halte bus bersama Ichiro dengan menggunakan mobil


"Itu dia busnya Ichiro cepat kejar,."


"Baik tuan,."


Setelah sampai di halte bus Tanaka turun dari mobil , langsung masuk ke bus yang membawa Laura, mendekati Laura berdiri dekat pintu depan,


"Ra, kok naik bus, aku sudah kirim mobil kerumah kamu,."ucap Tanaka


Laura hanya diam saja,


Tanaka semakin mepet berdiri disebelah Laura, sambil menggenggam tangan Laura,


"Ra, halte berikutnya kita turun ya,."


Laura masih diam dan tangannya menolak ajakan Tanaka, akhirnya mereka di bus sampai halte terakhir,Laura turun berjalan sambil menggandeng tangan Tanaka yang sedari tadi memegang erat tangannya,


"Ra, bicara dong sayang,."


Tiba-tiba Laura mengambil pisau dari tasnya mau menebas tangannya sendiri supaya bisa terlepas dari genggaman tangan Tanaka, refleks tangan Tanaka langsung mengambil pisau itu, Ichiro membawa mobil disebelah mereka,Tanaka mengajak Laura masuk ke mobil,


______________________________


bersambung

__ADS_1


(^∆^)


__ADS_2