Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
semangka


__ADS_3

Tanaka melihat Laura yang sedang bicara dengan bibi dari Mayko.


"Aku pamit pulang ya bi."


"Iya hati-hati ya,semoga selamat sampai tujuan."


"Iya, ini diterima ya bi sebagai tanda terima kasih."ucap Laura sambil memberikan setumpuk uang kepada bibi


"Tidak usah repot-repot."


"Tolong di ambil aku memaksa."


"Baiklah, terimakasih."


Tak lama Tanaka datang menghampiri kearah Laura dan juga bibi.


"Sayang,yu semua sudah siap, terimakasih sudah menerima istri saya disini bi,."ucap Tanaka


"Iya, istri mu ini wanita baik nak, tolong jaga dia untukku ya."


"Iya,sambil mengangguk,yuk sayang,sambil memegang tangan Laura,hati-hati sayang melangkah nya,."


"Iya ini juga sudah pelan-pelan,kamu jadi bawel ya."


"Hahhahahaha aku sangat rindu ocehan itu,usia kandungan kamu masih 4 bulan tapi terlihat seperti sudah 7bulan."


",Ih sok tahu kamu."


Merekapun naik kedalam mobil,Didalam mobil, tangan Tanaka tidak lepas menggandeng tangan laura


"Hahhahahahhaha kangen juga sama ngambek itu."


"Apa sih ah nyebelin."


"Hahahahha , sayang, sambil mengelus elus perut Laura,anak papa kuat ya sayang."


Setelah perjalanan panjang, akhirnya mereka tiba dirumah ,Sesampainya didepan rumah, dari jauh Laura sudah bisa melihat para pelayan dan anak buah Tanaka yang sedang berbaris untuk menyambut kepulangan Laura dan Tanaka.


"Selamat datang tuan dan nyonya,."ucap seluruh pelayan kompak yang sudah berbaris di depan pintu


Tanaka turun lebih dulu,


"Pegangan tangan ku sayang,."sambil memberikan tangan nya.


"Iya, sebentar sayang."


Para pelayan memperhatikan perut laura yang besar,


"Sayang, aku mau istirahat dulu ,di kamar bawah saja,pinta Laura."


"Loh kenapa, mau tidur pisah sayang?."ucap Tanaka dengan wajah murung


"Bukan, aku cape naik turun tangga."


"Ooooo,kirain kamu masih marah,butuh pelayan tidak sayang."


"Iya ,dua orang biar ada teman ngobrol."


"Yasudah kalau gitu aku ke ruang kerja saja, kalau ada apa-apa telepon ya."


"Iya sayang,."


"dikecupnya kening Laura, love you."


"Love you to."


Laura sudah berada didalam kamar bawah Tak lama, pelayan dua orang masuk


"Permisi nyonya,."


"Iya masuk, sini."


"Apa nyonya baik baik saja,."tanya pelayan 1


"Iya aku baik,."


"Usia berapa bulan kandungan nyonya .",tanya pelayan dua


"4bulan jalan, aku mau minta pijit kaki aku bisa,."


"Tentu nyonya,oh berarti saat nyonya pingsan itu nyonya sudah hamil 3 bulan ya?."


"Iya ,cuma memang sengaja belum kasih tahu semua orang."


"Syukur lah, bersyukur kemarin langsung dibawa ke rumah sakit kalau terlambat sedikit bisa bahaya."

__ADS_1


"Makasih ya sudah mengkhawatirkan saya."


"Nyonya sudah makan?."


"Aku mau semangka ada?."


"Aduh sepertinya belum musim semangka nyonya."


"Yahhh,."dengan nada kecewa.


"Sebentar saya laporan dulu."


"Tidak usah, aku minta ke suami saja."


Sambil mengambil ponsel, chat ke tanaka


"Sayang, mau semangka."


"Oke sayang, Ditunggu yah."


"Kamu yang beli ya yang bagus."


"Iya sayang ,nih aku sudah mau pergi cari semangka buat kamu."


Mengakhiri chatting.


"Coba kalian ngintip dipintu ,suami aku sudah jalan keluar belum?.", perintah Laura


Dilihatnya ke luar pintu.


"Sudah nyonya, tuan Tanaka sudah pergi."


"Hahahahahaha ,kalau benar sekarang belum musim semangka,coba mau cari kemana dia,hayo kita pergi saja,."sambil tersenyum senang.


"Mau kemana nyonya,."ucap kedua pelayan itu dengan wajah binggung


"Sudah ikut saja tapi kalian jangan ada yang bawa ponsel ya ,atau ponsel nya aku sita."


Laura pergi bersama dua pelayan nya,menuju ke mobil,


Didalam mobil,


"Pak supir, kamu bawa ponsel?."ucap Laura


"Sini kemarikan, ponsel kamu aku sita."


"Iya nyonya,."sambil memberikan ponsel ke Laura


"Jalan pak,


tapi saat mobil ingin melewati pintu gerbang ada penjaga yang menghadang jalannya.


"Maaf, nyonya mau kemana?."


"Hanya jalan-jalan, jangan tanya lagi."


"Iya baik lah."


"Hem,kita mau kemana nyonya?."tanya supir.


"Kita ke toko mainan pinggir jalan."


"Oke nyonya."


Sesampainya di toko mainan.


"Silahkan mau beli apa?."


"Aku mau itu,itu,itu,itu,itu, tinggal tunjuk saja hahahhaah, tolong dibungkus sesuai jenis, kalau wanita pink,laki laki biru."


"Baik nyonya,."


Setelah Sudah selesai,


"Mau kemana lagi nyonya,."


"Kita ke rumah sakit xxxxx."


"Siap nyonya."


Laura melihat ponselnya, banyak chat dari Tanaka,


"Sayang kamu kemana?,


"Sayang lagi apa?,

__ADS_1


"Sayang tolong jawab chatting aku."


Sampai dia telepon lebih dari 10x tidak diangkat.


Tanaka yang sedang sibuk mencari semangka.


"Tuan,kita sudah keliling super market tapi tidak ada memang lagi belum musim semangka." Tanya Ichiro


"Aduh cari kemana lagi,masa cari semangka saja tidak ketemu, nanti saya ngomong apa ke laura."


"Baik tuan saya coba tanya ke semua kenalan kita,." Ichiro mencoba menenangkan tuannya.


Sayang, angkat dong telepon aku, fikir Tanaka yang sedari tadi memegang ponsel sambil menelpon Laura.


Tanaka yang panik, karena masih belum bisa menemukan buah semangka.


Laura sekarang sedang berada di rumah sakit.


"Siang dokter,."


"Hay, Laura kok baru kontrol."


"Iya dok kemarin aku keluar kota mau kedaerah pedesaan gitu."


"Oh yasudah,hayo rebahan kita lihat perkembangan janinnya."


"Iya,."Laura langsung berbaring.


"Bagus semua sesuai harapan, kamu ada keluhan?."


" Tidak ada dok, cuma saya mau dokter merahasiakan jenis kelamin bayi ku sampai waktu nya pengumuman ,aku minta dokter nanti kirimkan balon yang berisi jenis kelamin ya seperti yang di video sosial media."


"Oh iya ok, paling nanti pas sudah masuk 7bulan,itu pasti alasannya kenapa kamu tidak mengajak Tanaka ."


"Oke deh,iya dok suami saya itu selalu penasaran, yasudah aku pergi dulu dokter permisi."


Laura tidak langsung pulang tapi ke ruangan untuk anak-anak yang sedang dirawat sambil memberikan mereka mainan yang tadi dibelinya,


begitu selesai langsung berpamitan.


"Haduh lelahnya,sambil memegang perut."


"Nyonya tidak apa-apa?."


"Aku hanya lelah."ucap Laura sambil mengatur nafasnya


"Kita pulang saja ya nyonya, Takut tuan sudah pulang."


"Bilang saja kalian saya yang suruh,tenang."


Saat di jalan Laura melihat ada tempat untuk senam hamil.


"Itu tempat senam hamil ya?."


"Iya nyonya,."


"Putar balik aku mau kesana."


"Baik nyonya."


Sesampainya ditempat senam.


"Disini senam 2x seminggu,Ada yang Sabtu Minggu ada juga Rabu Kamis."


"Aku mau yang Rabu Kamis saja dan langsung ambil sampai aku mau lahiran."


"Usia kandungan berapa bulan mis."


"4 bulan,sis."


"Kok besar sekali ya saya kira sudah masuk 7 loh."


"Isinya 2 sis."


"Wah kembar, selamat ya,mau mulai hari ini atau besok."


"Aku mau coba dulu hari ini sis boleh."


"Iya tentu boleh."


_______________________________


bersambung ya


(^∆^)

__ADS_1


__ADS_2