Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
Episode 12


__ADS_3

Sepulang sekolah Sifya terlihat kebingungan karena ia baru ini lama dijemput oleh supir yang biasa menjemputnya. Sementara sahabat-sahabatnya telah pulang beberapa menit yang lalu karena memang Sifya bersikeras untuk tidak mereka antar.


Sekolah tampak mulai sepi, Sifya tiba-tiba mendapat telfon dari maminya bahwa ia tidak ada yang menjemput karena supir pribadinya pulang kampung istrinya sedang sakit. Sifya terpaksa naik mobil pengawalnya kemudian ia meraih ponselnya dan mengetikkan sesuatu disana. Ia tahu bahwa pengawalnya masih setia menunggunya diluar gerbang sekolah. Sebenarnya ia tidak suka kalau ia harus naik mobil pengawal karena akan tampak berlebihan kalau ada yang melihatnya dikawal oleh 2 pengawal yang berbadan besar.


Dari arah parkiran Sean dan yang lainnya melihat Sifya masih berdiri disamping pos security, kemudian Regan berniat untuk mengantar Sifya pulang lalu ia menghidupkan mesin mobilnya.


"Gue balik duluan" Regan segera berlalu dari hadapan mereka


"itu anak segitu niatnya mengejar cinta" ucap Rey


"Gue nggak yakin dia bisa menangin hati Sifya" sahut Sandy menyilangkan tangannya di depan dadanya sambil memperhatikan mobil Regan yang sudah berhenti tepat di depan Sifya.


"Cih, dari wajah gadis itu yang selalu tersenyum pada Regan mana mungkin menolak Regan" cengir Sean dalam hati


"Wajah lo kenapa Sean?"tanya Rey memperhatikan perubahan mimik wajah Sean


"Emang kenapa wajah gue? tanya Sean balik


"Gue lihat lo nyengir gini" Rey menarik ujung bibirnya


Sean hanya diam tidak menanggapinya ia hanya memperhatikan Regan dan Sifya


"Sifya.. belum ada yang jemput Fi? teriak Regan setelah menurunkan kaca mobilnya


Sifya menundukkan kepalanya melihat siapa pemilik mobil yang berhenti di depannya itu.


"Regan.." Sifya mengerutkan keningnya


"Lo belum ada yang jemput? tanya Regan kembali


"Em.. belum nih Re.. Kata mami supir gue ada urusan"


"Masuk fi, biar gue yang antar lo balik"


"Eh, nggak usah Re. Entar gue ngerepotin lo lagi" ucap Sifya

__ADS_1


"Lagian gue udah pesen taksi online" bohong Sifya


kemudian ia melihat mobil pengawalnya mendekat kemudian ia buru-buru akan masuk kedalam mobil sebelum pengawalnya keluar dan takur kalau Regan melihat mereka.


"itu taksi gue sudah datang Re. Gue duluan ya


. Bye" ucap Sifya berlari pelan langsung masuk sementara pengawalnya sudah membuka pintu mobil depan hendak keluar untuk membukakan pintu untuk nona Sifya.


"Ayo pak cepet jalan" begitu sifya mendudukan bokongnya


Regan terlihat bingung karena ia sempat melihat salah satu pengawal itu


"Kenapa Sifya berbohong ya?. Itu tidak seperti taksi online lebih tepatnya ia dijemput pakai mobil yang didalamnya ada pengawal?" bingung Regan ia kemudian melajukan mobilnya


Sean, Sandy dan Rey melihat Sifya menolak ajakan Regan dan lebih memilih naik mobil yang mereka pikir itu taksi online.


"Tepat seperti yang gue bilang. Sifya pasti menolak ajakan Regan" Sandy tersenyum lalu masuk ke mobilnya


"Gue kira bakal pulang bareng mereka" Rey juga memasuki mobilnya


Ia merasa sedikit ada kelegaan dalam hatinya karena tidak dipungkiri perasaannya tadi seperti tidak terima kalau Sifya akan diantar pulang oleh Regan. Kemudian ia juga menghidupkan mesin motornya dan berlalu meninggalkan sekolah.


Di perjalanan mobil yang dipakai pengawal Sifya pun berhenti tiba-tiba karena sedang dihadang oleh beberapa preman. Sifya merasa ketakutan dan ia menunduk supaya preman-preman tersebut tidak melihat ia berada didalam mobil sementara pengawalnya sudah keluar untuk menghadang para preman itu.


Pengawal itu terlihat kewalahan menghadapi preman yang tampak bukan preman jalanan biasa. Mereka tampak terlatih, kemungkinan mereka adalah suruhan seseorang untuk menculik Sifya. Sifya sudah berkeringat didalam mobil berharap ada orang yang menolong mereka.


Sean yang kebetulan lewat dari jalan yang dilalui Sifya pun melihat kejadian itu. Ia memperhatikan mobil itu dan mengingat bahwa itu adalah mobil yang dinaiki Sifya beberapa menit lalu yang ia pikir adalah taksi online. Seketika ia berlari menghampiri mobil itu dan mengetuk kaca mobil Sifya.


Sifya makin ketakutan ia tidak berani melihat siapa yang mengetuk kaca mobilnya. Sean dari luar berteriak.


"Sifyaa buka pintunya!!" Sean terus menggedor-gedor kaca mobil itu


Sifya mendengar suara yang tidak asing ditelinganya kemudian mengangkat sedikit kepalanya dan melihat Sean sedang melihatnya dengan tatapan khawatir. Ia buru-buru membuka pintu mobilnya, Sean pun langsung menarik tangan Sifya dan berlari menjauh dari tempat itu.


"Kita harus pergi cepat pergi dari sini Fi" Sean dan Sifya berlari menuju motor Sean.

__ADS_1


Sean menghidupkan motornya dan menyuruh Sifya berpegangan kuat padanya. Sean melajukan motornya dengan kecepatan tinggi dan Sifya memeluk erat pinggang Sean dari belakang.


"Sial.. Itu gadis yang kita incar sudah ada yang bawa pergi" teriak salah satu preman itu


"Kejarrr" teriak preman lainnya


Sementara pengawal Sifya langsung masuk lagi ke mobil untuk menghadang para preman itu jangan sampai mereka dapat mengejar Sean dan Sifya. Mereka juga sudah langsung melaporkan kejadian ini pada atasan mereka yang tak lain adalah papi Sifya.


Sedangkan di kantor Dirgantara, Arya yang mendapat laporan bahwa ada seseorang yang berniat menculik putrinya seketika emosi dan menyuruh asistennya melacak ponsel Sifya sekarang dan mengerahkan semua pengawalnya segera menuju kesana. Untung saja mereka bisa cepat melacak ponsel Sifya.


Arya yang sedang kedatangan klien sekaligus sahabatnya tampak gusar dan wajahnya menahan emosi.


"Wajah kamu kenapa Ar" tanya Simon pada Arya merasa heran setelah mendapat telfon dari seseorang


Ya sahabat sekaligus kliennya itu adalah Simon Adiguna. Simon memang sengaja datang ke kantor Dirgantara untuk bertemu langsung membicarakan bisnis mereka.


"Ada seseorang berniat menculik putriku Sifya" ujar Arya


"Beraninya orang itu mau menculik calon menantuku. Kamu tenang saja Ar, aku nggak akan membiarkan orang itu menyentuh calon menantuku sedikitpun" geram Simon ikutan emosi mendengar itu. Kemudian ia menghubungi suruhannya agar segera bergabung ikut membantu suruhan Arya.


"Jadi Sifya keadaannya gimana Ar?" tanya Simon


"Mereka bilang ada seorang pemuda yang membawa Sifya kabur dari tempat mereka dihadang. Aku nggak tahu pemuda itu siapa. Dia menggunakan motor dan membawa Sifya cepat menjauh dari tempat itu. Semoga pemuda itu orang baik. Dan mereka selamat dari kejaran para preman bren***k itu" ucap Arya menahan emosi


Tiba-tiba ponsel Simon berdering lalu mengangkatnya. Setelah itu ia menghampiri sahabatnya.


"Sepertinya pemuda yang kamu maksud adalah Sean putra ku Ar. Barusan aku mendapat telfon bahwasanya Sean sedang dikejar beberapa mobil dan ia membonceng seorang gadis" ucap Simon merasa lega kalau yang membawa Sifya adalah putranya


"Untung saja. Aku berharap mereka baik-baik saja" Arya menghela nafas lega


"Tenang saja. Mereka pasti baik-baik saja. Aku percaya sama Sean, dia pasti bisa menghindar dari tikus-tikus kecil itu dan suruhan kita akan segera membereskannya" Simon percaya kalau Sean pasti tidak akan tertangkap oleh para preman karena ia tahu kemampuan Sean membawa motor.


Sementara Sean dan Sifya telah tiba di basemen Apartemen Sean. Ia sengaja membawa Sifya kesana karena ia tidak tahu harus membawa Sifya kemana. Sifya masih memeluk kencang pinggang Sean padahal mesin motor telah mati dan Sifya tidak menyadarinya.


"Kita sudah aman sekarang" Sean menoleh kebelakang melihat Sifya masih membenamkan wajahnya di punggung Sean

__ADS_1


__ADS_2