
Laura melirik kearah yuki.
"Yuki,kamu duduk didepan,"
Yuki terkejut dan langsung melihat kearah laura,dia hanya menggelengkan kepalanya sambil memajukan bibirnya.
"Kasihan itu dia nanti dikira supir kita."
Sedangkan mitsuo sangat senang saat mendengar ucapan Laura yang seperti sedang membela dirinya itu.
Yuki memasang wajah terpaksa,berjalan mendekati Mitsuo yang sudah membukakan pintu mobil untuknya, sedangkan Laura bergegas masuk kepintu belakang mobil.
Didalam mobil Yuki masih cemberut sambil memalingkan wajahnya kearah jendela sedangkan mitsuo terlihat mencuri-curi pandang kearah Yuki.
Laura hanya tersenyum kecil melihat kelakuan dua orang yang berada didepannya,sambil memainkan ponselnya.
"Yuki."
"Ah iya kak."ucap Yuki dengan sedikit terkejut
"Aku kira kamu tertidur."
"Tidak kak, bagaimana mau tidur kalau disamping Yuki sekarang ada pria hidung belang." Ucap Yuki tanpa melihat kearah Mitsuo
Sedangkan mitsuo yang sedang disindir itu hanya bisa menghela nafasnya.
"Oh, ternyata Mitsuo itu sama persis dong dengan Tanaka dulu ya."
"Ya bisa dibilang seperti itu kak,."
"Aku bisa merubah itu semua demi kamu Yuki."ucap mitsuo mencoba untuk membela dirinya sendiri
Yuki hanya mengekspresikan wajah jijik kearah Mitsuo.
"Kenapa?,Kak Tanaka saja bisa apa lagi aku."ucap mitsuo dengan percaya diri
"Aku tidak perduli,dan terus saja bermimpi sana,."ucap Yuki dengan nada sinis
Rasanya sekarang Mitsuo sangat ingin ******* bibir yang sudah berkata pedas itu,tapi dia tidak berani karena ada Laura.
"Yuki akan aku jodohkan dengan seseorang, jadi maaf saja ya Mitsuo."ucap Laura masih sambil melihat kearah ponselnya
Sedangkan saat mendengar ucapan dari mulut Laura, Mitsuo mulai gelisah dan melihat ekspresi wajah Laura dari cermin didalam mobil, dari wajahnya terlihat tidak ada kebohongan.
Sedangkan Yuki tahu kalau maksud dari ucapan Laura tadi hanya untuk mengetes mental Mitsuo,jadi dia juga ikut dalam drama ini.
"Papa dan mama juga sangat menantikan hari itu dan kakak, nanti bantu aku untuk mencari baju pengantin yang pantas aku kenakan oke."
__ADS_1
"Oke."
Peka sekali dia,hem.fikir Laura
Berbeda dengan Mitsuo yang sangat geram dengan apa yang dikatakan oleh Yuki dan Laura tadi.
Apa menikah, tidak bisa Yuki harus menjadi milikku,hanya dia wanita yang pantas aku nikahi.fikir Mitsuo
Yuki melirik sekilas kearah wajah tampan Mitsuo,wajah Mitsuo berubah gelap dan ada garis tiga besar didahinya.
Yuki berharap dengan hal ini bisa menjauhkan Mitsuo dari dirinya,dia tidak akan habis fikir kalau sampai memiliki pacar seperti Mitsuo itu, yang ada dia akan selalu merasa sakit hatinya melihat Mitsuo didekati oleh wanita lain.
Sesampainya mereka disalah satu stasiun televisi , Mitsuo langsung bergegas membukakan pintu mobil untuk Yuki, saat Yuki ingin turun, Mitsuo meminta Yuki untuk memegang tangannya.
Yuki menolak jabat tangan itu dan dia pergi bersama Laura untuk masuk kedalam gedung, Mitsuo terlihat sangat geram sambil mengepalkan tangannya itu.
Yuki melihat kearah belakang ternyata Mitsuo masih mengikuti mereka.
"Kak,pria itu masih mengikuti kita."
"Biarkan saja,."
Yuki hanya menganggukkan kepalanya.
Setibanya Yuki dan Laura dilantai tempat pemotretan itu Yuki bergegas pergi menuju ruangan riasnya untuk berganti pakaian, sedangkan Laura sedang sibuk melihat-lihat tempat kerja Yuki.
Mitsuo terlihat sedang mengobrol dengan beberapa orang yang mengenal dirinya.
Laura sedang menerima panggilan telepon dari tanaka,dia menanyakan tentang kapan Laura akan pulang dan dia akan menjemputnya.
Sedangkan Yuki sudah bersiap untuk menjalani pemotretan, awalnya sang manajer Yuki sangat cemas karena kepergian sang artis yang tidak tahu kemana.
Yuki melakukan pemotretan dengan sangat baik,bahkan membuat Mitsuo tidak bisa berpaling untuk melihat kearahnya.
Saat ini salah seorang penanggung jawab sedang kebingungan , karena Yuki masih tetap tidak setuju dengan partner kerjanya untuk sama-sama melakukan foto shoot.
Tapi saat sang penanggung jawab itu melihat interaksi antara Yuki dan Laura, dia berinisiatif untuk mengajak Laura ikut menjadi model dan dibayar dengan tinggi.
Dia meminta Laura untuk berpose bersama dengan Yuki dengan menggunakan setelan jas ,Laura tentu saja menolak karena dia dulu memang sekolah kursus modeling dan artis tapi bukan untuk bekerja menjadi model,
Dia hanya ingin mengasah kemampuannya untuk bisa berakting saat bersama targetnya dulu.
Berbeda dengan Yuki yang terlihat sangat antusias,matanya berbinar terang kala memohon kepada Laura untuk menerima tawaran itu,dengan alasan dia tidak pernah mau berfoto dengan orang lain.
Apa lagi itu harus laki-laki.
Akhirnya Laura mengiyakan ajakan Yuki lalu berganti pakaian,rambut Laura yang pirang hanya diikat kuncir kuda,riasan natural .
__ADS_1
Laura terlihat seperti wanita yang memiliki sisi maskulin saat memakai setelan jas itu, si penanggung jawab foto shoot saja sampai terpana kepada Laura,dia cantik tapi juga bisa tampan dalam satu wajah.
Sesaat setelah selesai pemotretan Yuki dan Laura bersama menuju ruang ganti, Mitsuo sangat cemburu dan otaknya masih dipenuhi dengan ucapan-ucapan Laura saat didalam mobil tadi.
Setelah selesai berganti pakaian,saat keluar ruangan ternyata sudah ada Tanaka sedang mengobrol bersama Mitsuo.
Tanaka yang melihat sang istri dari jauh langsung menatap kearah Laura.
Laura hanya berjalan sambil tersenyum kearah suaminya.
"Sayang,."ucap Laura sambil memeluk tubuh Tanaka dan Tanaka mengecup lembut dahi laura
"Kamu sudah siap sayang?."
Laura hanya menganggukkan kepalanya
Sedangkan Yuki ingin ikut bersama Laura tapi ditahan oleh Tanaka,
Yuki diminta untuk ikut bersama Mitsuo, Tanaka tidak mau diganggu kali ini.
Yuki memasang wajah memelas kearah Laura tapi kali ini tidak bisa memilih dan dia hanya bisa mengikuti instruksi Tanaka.
Mitsuo sangat senang mungkin ini waktunya untuk dirinya lebih dekat dengan Yuki dan tentu saja dia tidak akan pernah melewati kesempatan emas ini.
Yuki dengan perasaan terpaksa mengikuti Mitsuo,
Mitsuo pun berjalan beriringan dengan Yuki dengan mengambil tangan Yuki untuk dia genggam erat.
Saking eratnya,Yuki sampai tidak bisa melepaskan genggaman tangan Mitsuo saat ini.
"Lepasin."ucap Yuki dengan sedikit cemberut,karena dia tidak mau terlihat konyol didepan orang lain,dia sangat menjaga nama baiknya,apa lagi dia seorang model papan atas.
"Tidak,harus patuh,semua orang sedang melihat kita."ucap mitsuo dengan percaya diri karena tidak perlu menunggu besok, hari ini pun akan ada berita tentang mereka berdua.
Yuki tidak mau itu terjadi tapi genggaman tangan Mitsuo kencang sekali,dia tidak mau ada sekandal tentang dirinya dan Mitsuo.
Setelah sampai didalam mobil,Yuki duduk dengan tenang,dan dia hanya mengambil ponsel dari tas yang ada dipangkuannya sekarang.
Mitsuo hatinya sangat berbunga-bunga walaupun tadi dia sempat sedikit geram.
Yuki masih sibuk dengan ponselnya,tiba dijalanan sepi, Mitsuo memberhentikan mobilnya lalu membungkam mulut dan hidung Yuki sebelum dia menyadarinya.
_________________________________
bersambung
(^∆^)
__ADS_1