Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
Episode 8


__ADS_3

Di mall XX


Sifya dan ketiga sahabatnya telah tiba di salah satu mall terbesar di kota itu. Mereka mulai memasuki mall sambil sesekali mengobrol dan tertawa. Beberapa pengunjung mall juga sesekali memperhatikan tingkah anak ABG itu karena tawa cekikikan serta seragam sekolah yang mereka gunakan. Siapa yang tidak tahu akan hal itu, seragam yang mereka kenakan selain mahal dan bagus, seragam tersebut hanya boleh dipakai oleh anak dari keluarga kalangan tinggi dan kaya raya. Itu yang menjadi daya tarik mata siapapun yang melihat orang yang mengenakannya.


Mereka yang melihat keempat gadis itu sudah pasti tahu kalau ke empat gadis itu anak dari keluarga kaya.


Keempat gadis itu saat ini sedang menikmati makan siang di salah satu restoran yang ada di mall itu. Kemudian tiba-tiba di hampiri 3 orang pemuda yang memakai seragam yang sama dengan mereka.


"Hai cewek-cewek cantik boleh gabung nggak? tanya salah satu pria


Seketika mereka berempat menoleh ke sumber suara. Mereka awalnya terkejut dengan kedatangan pria-pria ini tetapi setelah mereka melihat seragam ketiga pria ini pun langsung mengganggukkan kepala mereka tanda setuju. Nggak ada salahnya mereka memperbolehkan ketiga pria itu ikut bergabung karena mereka satu sekolah walaupun tidak saling mengenal sebelumnya.


Ketiga pria itu tidak lain adalah Sandy, Rey dan Regan. Kebetulan mereka dari sekolah juga langsung menuju ke mall untuk belanja beberapa makanan ringan dan minuman untuk mengisi kulkas mereka masing-masing di apartemen.


Sebelum belanja mereka berniat untuk makan siang terlebih dahulu kemudian mereka bertiga berjalan memasuki restoran lalu Sandy tidak sengaja melihat empat orang gadis yang juga memakai seragam yang sama dengan mereka sedang berbincang sambil menunggu pesanan datang.


Sandy sedikit terkejut melihat wajah keempat gadis itu yang ternyata Sifya dan sahabatnya. Gadis yang mampu menarik perhatian seluruh siswa disekolah. Sandy sengaja berjalan kearah mereka untuk menghampiri keempat gadis cantik itu. Rey dan Regan belum menyadari hal itu mereka hanya mengikuti langkah kaki Sandy yang berjalan di depan mereka. Tiba-tiba sandy berbicara membuat mereka sedikit kaget.


"Hai cewek-cewek cantik boleh gabung nggak?" tanya salah satu pria itu dengan memberikan senyuman semanis mungkin kearah mereka


Regan seketika tertegun melihat salah satu wajah yang ia sangat ingin melihatnya sepulang sekolah tadi berada didepannya saat ini. Tidak salah ia tadi menuruti kedua sahabatnya untuk pergi ke mall ini yang awalnya ia tolak karena ia tidak tertarik jalan-jalan ke mall sekalipun hanya untuk membeli cemilan.Ternyata dia bertemu dengan gadisnya itu disini. Ia merasa sedikit gugup.


"Thanks ya ladies sudah ngijinin kita gabung. Kenalin gue Sandy dan ini sahabat gue Rey dan Regan" mengulurkan tangannya sambil meduduki kursi kosong disamping Resti. Sedangkan Rey dan Regan masih tetap berdiri karena mereka masih bergumul dengan pikiran masing-masing.


"Hmm, berhubung lo semua satu sekolahan sama kita boleh deh lo semua kenal kita berempat. Nama gue Resti" ucap Resti sedikit angkuh menyambut tangan Sandy


"Nih cewek angkuh banget" ucap sandy dalam hati


Sifya, Ranti dan Chaca mendengar ucapan Resti yang sedikit angkuh hanya bisa geleng-geleng kepala. Mereka tahu kalau Resti sebenarnya tidak angkuh hanya saja ia akan bertingkah seperti itu untuk menutup kegugupannya kalau ia bertemu dengan pria yang tampan dan menarik.


"Gue Sifya, yang disebelah aku ini Ranti dan yang itu Chaca. Itu temennya nggak disuruh duduk?" ucap Sifya sambil mengulurkan tangannya dan mengenalkan satu persatu sahabatnya


"Lo berdua ngapain masih berdiri? Duduk sini." membuat kedua orang itu tersadar


"Oh iya. Terimakasih" Ucap Rey kemudian

__ADS_1


"Lo yang tadi nyapa gue disekolah kan??" tanya Sifya setelah ia melihat wajah Regan dan ia ingat dengan wajah pria itu kemudian semua mata tertuju pada Regan


Regan yang mendapat pertanyaan itu pun makin gugup


"i-ya. Kenalin gue Regan" jawabnya dan Sifya pun mengaggukkan kepalanya


Sandy dan Rey melihat kegugupan Regan mengernyitkan dahinya karena tidak biasanya Regan gugup dihadapan siapapun termasuk dihadapan para gadis.


Untung saja seorang pelayang datang membawa pesanan Sifya dan sahabatnya.


"Pesanan kita sudah ready. Lo semua mending pesen untuk kalian deh" ucap Sifya sambil tersenyum


"Iya nih kita mau makan nggak enak kalau makan duluan" sambung Ranti


"Kalau mau makan duluan silahkan saja kita nggak apa-apa kok iya kan San Re?" Sahut Rey sambil menoleh pada kedua sahabatnya


"Iya nggak apa-apa" jawab Sandy cepat


"Nggak apa-apa kita nunggu pesenan kalian saja dulu biar enak makannya bareng-bareng." sahut Chaca


"Btw kalian dari kelas X PMIA 1 kan?" tanya Sandy setelah selesai memesan makanannya


"Iya, kok lo tahu?" tanya Ranti


"Siapa sih yang nggak tahu, kalian itu salah satu gadis populer di sekolah" Sambung Rey


"Oh iya? Kita nggak merasa populer kok" sahut Resti


"Kalian itu selalu diperbincangkan kebanyakan siswa mau itu di kelas, di kantin, di parkiran setiap melihat kalian pasti semua pada ngobrolin kalian" jelas Sandy panjang lebar


"Udah biasa kita mah di gosipin begitu. Kita sih biasa aja nggak terlalu nanggepin banget." ujar Ranti


Sandy dan Rey manggut-manggut mendengar ucapan Ranti


Tiba-tiba Chaca ingat sesuatu.

__ADS_1


"Bukannya kalian juga populer ya? Kalian kan yang tadi pagi dikerumuni cewek-cewek di koridor sekolah tadi pagi?" selidik Chaca


"Em, gimana cara bilangnya ya" Rey menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal


"Yang pasti sih karena kita Ganteng dan kaya" ucap Sandy


"Widih sombong banget lo" sahut Resti kesal


"Gue bicara kenyataan bukan sombong" ketus Sandy


Resti hanya mendenguskan bibirnya. Mereka berdua tampak tidak bisa akur.


"Berarti lo berdua temennya mahluk aneh itu?" tanya Sifya


"Maksud lo Sean?" tanya Sandy balik


"Gue nggak tau namanya. Kalian kok bisa temenan sama orang kayak gitu sih?


"Bentar-bentar gue sampai sekarang masih bingung kenapa lo selalu sebut dia aneh?" tanya Sandy


"Gue nggak sengaja nabrak dia karena gue jalan buru-buru gitu. Terus gue minta maaf. Dia cuma menatap gue dengan tatapan tajam, setelah itu pergi gitu aja tanpa ngomong apa-apa. Nyebelin banget gak sih itu orang? Gue udah jelas-jelas minta maaf eh malah ditinggal gitu aja. Aneh kan?" jelas Sifya panjang lebar dengan raut wajah kesal karena teringat tatapan Sean saat itu


Sandy dan Rey seketika tertawa terbahak-bahak.


"Dia emang aneh tapi sebenernya dia orang baik dan lembut."


"What? lembut lo bilang? Tadi pagi dia ngancam gue kalo lo ingat" kesal Sifya


Regan memperhatikan raut wajah Sifya yang kesal, membuat ia kesal juga ketika mengingat ancaman Sean tadi pagi terhadap Sifya. Ia menarik nafas lalu menghembuskannya kasar hingga Rey dan Sifya yang kebetulan mendengar dengusan nafas kasar Regan pun mengernyitkan dahi mereka.


_ __ __ _ __ _ __ __ __ _ __ __ __ _ __ _ __ _


Mohon maaf kalau banyak typo guys.


Jangan lupa dukungannya ya teman2 🙂🙂

__ADS_1


__ADS_2