
Ruang tamu yang tadinya tersekat oleh rak buku, sekarang sangat luas dan menyatu dengan ruang keluarga,bibi menunjuk putrinya untuk menjadi pembawa acara malam itu,karena dari pihak keluarga Laura ingin lamaran yang sederhana saja,
"Selamat malam dan selamat datang untuk keluar dari pihak laki-laki yang bernama Tanaka tatsumaki, datang dengan membawa sebuah harapan untuk bisa dipersatukan oleh pihak keluarga perempuan yang bernama princess Laura Anastasia, untuk kejenjang yang lebih serius lagi yaitu pernikahan dan menjadi suami dan istri,maka dari itu saya persilahkan wakil dari pihak keluarga laki-laki untuk meminta izin terlebih dahulu ke wakil keluarga dari pihak perempuan, silahkan,."
"Terimakasih atas kebaikan dari keluarga pihak keluarga perempuan, karena sudah menerima dan menyambut kedatangan kami,saya Ichiro selaku dari pihak laki-laki, saya mewakili tuan saya yang bernama Tanaka tatsumaki untuk berharap, bisa meminang wanita impiannya yang bernama princess Laura Anastasia untuk kejenjang yang lebih serius lagi,." Ichiro langsung memberikan hormat ke pihak keluarga perempuan,
"Baiklah, silahkan untuk pihak perempuan,siapa yang mewakili kak Steven mungkin,."yang langsung memberikan mic ke Steven
"Terimakasih atas kunjungan dari pihak keluarga laki-laki yang bernama Tanaka tatsumaki,semua orang yang berniatan baik datang kesini saya terima,apa lagi niat itu untuk memperjelas hubungan antara adik kandung saya princess Laura Anastasia dengan Tanaka tatsumaki,tapi semua keputusan diterima atau tidaknya itu semua dari Laura,bukan dari saya,jadi saya hanya bisa menerima niat baik dari Tanaka tatsumaki saja begitu,."
"Baiklah dengan begitu, silahkan wakil pihak laki-laki memberikan sebuah hantarannya ke wakil pihak keluarga perempuan,sebagai simbol atau tanda kalau kedua keluarga sudah setuju,."setelah penyerahan .
"Oke, sekarang saya ingin bertanya ke laki-laki yang mau melamar sang pujaan hatinya nih,tau tidak ciri-ciri calonnya,takut salah rumah,."
Hahhahahahaa,semua orang yang disana tertawa,
"Wanita ini cantik, orang Amerika Jepang, rambut pirang, baik hati, suka ngambek,." ucap Tanaka,
"Oke, kalau begitu ,Saya konfirmasi dulu ya ke wanitanya langsung nih,Laura benar tidak semua yang disebutkan oleh Tanaka,."teriaknya,
"Bohong ka,aku tidak suka ngambek,."teriak Laura
Tanaka wajahnya sudah malu dan tegang,saat Laura berkata seperti itu,
"Tuh, nah, nah, yasudah sekarang keluar deh ini calonnya sudah mau melihat banget sepertinya,."
"Iya ka,."ucap Laura
Keluar lah tiga perempuan dari dalam kamar Laura,memakai baju yang sama dan memakai tudung dikepala mereka agar wajahnya tidak terlihat,
"Waduh,ada tiga wanita nih yang keluar dari kamar, silahkan berdiri di sini, coba dilihat yang mana Laura,."
"Tidak ada dari mereka,."ucap Tanaka tegas
"Coba, kenapa kok bisa pasti banget gitu jawaban nya, kalau salah nanti disuruh pulang loh sama kak Steven."
"Waduh,boleh dideketin dulu tidak?."ucap Tanaka
"Boleh, tapi tidak boleh di pegang,."
Tanaka Langsung berdiri,menghampiri ketiga wanita yang memakai tudung dikepala mereka,dia fokus memperhatikan dari ujung rambut sampai ujung kaki,
"Sudah, jawaban saya tetap ,dari mereka bertiga tidak ada Laura,."ucap Tanaka pasti,
"Oke ,buka tudung kalian ladies,."
Saat ketiga wanita itu membuka penutup kepala secara bersamaan,benar, Laura tidak ada dari mereka bertiga,
"Ternyata benar ya jawabnya, tidak jadi diusir,."
__ADS_1
Tanaka Langsung tersenyum bahagia,
"Yasudah, tidak perlu menunggu lama, Ra, sini ,."
Laura keluar dari arah dapur,berjalan dengan ditemani oleh kak Mayko, untuk bertemu dengan Tanaka diruang tengah, dengan tampilan menggunakan dres dengan sentuhan ala Jepang, warna pink seperti warna bunga sakura,
Saat sampai dan duduk disamping kak Steven,Laura hanya tertunduk malu,
"Tanaka,benar ini wanita yang kamu maksud,."
"Iya,benar sekali,.'sambil terus menatap Laura takjub,
"Laura,kamu kok nunduk saja kenapa? ,Apa bukan Tanaka laki-laki yang kamu tunggu?."
"Bukan itu ka,cuma dari tadi dia memandangi ku, Hem,aku jadi malu,."
"Jangan malu dong sayang,." ucap Tanaka
"Aduhhhh ,belum dilanjut sudah didulukan saja, hahahaha,Tanaka coba duduknya agak mendekat kearah Laura,."ucap MC acara
Tanaka langsung sigap mendekat kearah Laura,
"Silahkan untuk mengutarakan maksud dan tujuan datang ke sini,Laura ditatap dong itu calonnya,."
Laura hanya bisa menahan malu dan senyum bahagia terpancar,mencoba menatap Tanaka yang sudah ada didepannya,
"Saat pertama kamu meminta aku untuk selalu bersamamu,aku berkata iya, dan untuk kedua kalinya kamu meminta aku untuk menikah dengan kamu,aku mau menikah dengan kamu,." ucap Laura
"Yes, makasih ya sayang,."ucap Tanaka sambil mau memeluk dan mencium Laura,
tapi langsung dihalangi oleh bibi,
"Eh, nanti dulu,main mau cium saja kamu, belum tukeran cincin,."ucap bibi
"Iya bi, maaf ,hahhahahaha."
Laura dan Tanaka bertukar cincin,Tanaka memakai cincin mendiang ayahnya Laura, sedangkan Laura memakai cincin mendiang ibu kandungnya Tanaka,
Acara pun selesai,Tanaka dan Laura sangat menikmati kebahagiaan,
Flash back selesai,
Hari sudah berganti,Laura bersiap mau kerumah sakit untuk periksa kandungan ditemani Tanaka dan anak kembar mereka,
Didalam mobil, Zizi yang dipangku Tanaka,
"Ma,kita mau lihat adiknya aku?,iya?."
"Iya, sayang, nanti Zizi harus bisa menjadi kakak yang baik ya sayang,tidak boleh cemburu sama adiknya,."ucap Laura
__ADS_1
"Iya mama ku sayang,."
Sesampainya di rumah sakit,
"Halo,wah sikembar sudah besar ya,tampan dan cantik, hem seperti mama papanya nih,."ucap dokter kandungan yang dulu saat hamil baby twins,
"Sayang,beri hormat ke Bu dokter,." ucap Tanaka
Kenzo dan kenzizi langsung membungkuk memberikan hormat,
"Iya nih dokter,sudah masuk sekolah taman kanak-kanak,."ucap Laura
"Wah,tidak terasa ya,Laura, hem hayo silahkan masuk keruangan saya,." ucap dokter sambil membuka pintu ruangannya dan menyuruh mereka masuk,
Didalam ruangan pemeriksaan,
"Silahkan Ra, tiduran,."
"Iya dok,."ucap Laura sambil kearah tempat tidur pasien,
"Mama,aku mau ikut,papa turunin aku,aku mau sama mama disitu pa,." ucap Zizi yang sedari tadi digendong Tanaka saat masuk ke ruangan periksa,
"Tidak boleh Zizi sayang,mama lagi mau diperiksa itu perutnya sama dokter,mau lihat adiknya Zizi,."ucap Tanaka mencoba menenangkan anak perempuan nya,
"Oke, sudah siap semua,lihat kearah monitor lcd televisi yang diatas,tuh sudah terlihat, kehamilan kedua ini hanya satu tuan dan nyonya Tanaka, yang penting sehat ya,ini sudah masuk usia 6 Minggu, berarti belum ada dua bulan ya,."ucap dokter
Tanaka hanya bisa terdiam dan tersenyum bahagia,
"Oke,sudah selesai, hasilnya bagus, selamat ya Zizi sekarang sudah jadi kakak nih,."ucap dokter
"Zizi tidak mau punya adik,papa turunin,mama zi mau sama mama,."sambil menangis tersedu minta turun dari gendongan Tanaka,
"Pa,turunin,sini Zizi sama mama sayaaaang,."
"Gendong ma,."sambil menangis tersedu
"Iya sayang, sini mama gendong,."
"Zizi,mama nanti cape itu , jangan minta gendong dulu kasian adik Zizi yang ada diperut,."ucap tanaka
"Mama,,,."sambil menangis dipelukan Laura bersender di pundaknya,
"Tidak apa-apa pa,kan Zizi tidak berat,yuk kita pulang sayaaaang, terimakasih ya dokter,."ucap Laura sambil berjalan keluar menuju lobby rumah sakit,
_____________________________
bersambung
(^∆^)
__ADS_1