
Dengan turun menggunakan tali otomatis yang ditancap ke dinding dan langsung turun,tapi Ternyata Shaheer melihat sekilas tali Langsung laura tarik dan dia menuju ke jendela sambil melihat ke bawah dia melihat Laura berlalu pergi
"Siapa dia sebenarnya?."ucap Shaheer sing yang masih berdiri diatas balkon kamarnya
Dia langsung meminta seseorang untuk mengenali wajah .
"Tuan ada tamu lewat saluran telepon."
"Oke saya akan kesana."
Laura sudah sampai dimarkas dan menyerahkan flashdisk ke Mr Noah untuk segera di analisis,Dan benar saja isinya tidak main-main semua data transaksi.
"Kerja bagus Laura ,Mr Noah."
"Terimakasih Mr,."
"Sayang,, sambil memeluk Tanaka,Maaf aku sudah membuat kamu khawatir sayang love you."
"Love you more sayang ku ,."sambil menciumi Laura
Mr.noah dan beberapa rekan Laura sedang melihat dua sejoli itu.
"Mereka benar-benar saling mencintai ya bos." ,ucap teman Laura.
"Iya ,saya saja sampai kaget mereka sangat jauh berbeda profesi ,tapi cinta mengalahkan semuanya ."jawab Mr Noah
"Tadinya saya berfikir kalau Laura hanya di manfaatkan tuan Tanaka bos."
"Tidak , Tanaka tahu Laura mantan agen FBI saat mereka sudah menikah ,memang takdir itu susah di tebak bukan,." Jawab Mr Noah yang melihat Laura dan Tanaka masih berciuman.
Laura dan Tanaka pun bergegas pulang ke hotel,
Sedangkan Ditempat lain , di casino milik Shaheer sing.
"Siapa yang mau menemui ku."ucapnya kepada pelayan
Lalu saat itu ternyata sudah ada seorang pria,berdiri dari duduknya.
"Saya, tuan Shaheer sing."ucapnya
"Kamu kan, anak dari pak moto."
"Iya, saya David, anak pak moto."
"Untuk apa kamu kesini? ,Apa ini tentang bisnis?."
"Bukan , ini tentang wanita yang kamu temui kemarin dan hari ini."
"Jadi kamu tahu wanita itu?."
"Ya , wanita itu adalah mantan agen FBI no 1 yang di juluki kabut malam."
"Bukankah dia sudah mati?."
"Dia selamat walau sempat koma."
"Oh begitu, tapi pastinya kamu kesini dengan tujuan tertentu bukan."ucap Shaheer sing sinis saat melihat gelagat David
"Ya tentu saja ,setiap informasi tidak ada yang gratis, Bukan begitu."
"Baiklah aku mendengarkan."
"Aku hanya menginginkan wanita itu ,."
__ADS_1
"Kau menyukai wanita itu juga ternyata ya, tapi sepertinya aku tidak bisa,Karena aku juga menyukai nya."
"Oh begitu rupanya, jadi apa penawaran kita ini gagal."
"Informasi apa lagi yang kamu punya."
"Kalau kita tidak setuju dengan persyaratan tadi lupakan saja."
"Baiklah wanita itu milik mu jadi informasi apa yang kamu punya."
"Mereka menginap di sebuah hotel."
"Mereka maksud mu wanita itu?."
"Dia menginap dengan suaminya, Tanaka tatsumaki."
"Tanaka, Tanaka, Tanaka ,ucap Shaheer sing sambil mengingat dan membuka laptop,
oh jadi mereka menikah, beruntung sekali Tanaka ini.fikir Shaheer sing
"Bagaimana?,kamu bisa membalaskan dendam kamu kepadanya sekarang,aku mendapatkan Laura,kamu mendapatkan Tanaka untuk kamu bunuh
"Baiklah apa rencananya."
"Aku akan menelepon Tanaka, untuk bertemu dan kau menculik istrinya."
"Itu mudah."
"Tapi jangan kau sakiti dia."
"Oke,"ucap Shaheer sing
dasar pria bodoh aku hanya menginginkan wanita itu saja,fikir Shaheer sing dalam hati.
Tanaka yang sedang bersama Laura ,dia menerima pesan dari David ,lalu langsung berwajah gelap,Tanaka pamit keluar sebentar ,ada keperluan.
Tak lama kepergian Tanaka,Pintu kamar Laura terbuka kembali.
"Sayang kamu sudah kembali,."Dengan hanya memakai baju kemeja bekas Tanaka dan celana Levis pendek.
Laura mengira kalau yang datang itu adalah suaminya.
"Iya sayang ,kau merindukanku,"suara asing.
Laura membalikkan tubuhnya dan yang dia lihat bukan suaminya melainkan Shaheer sing,dia sudah berada disekitar kamar Laura, menunggu dengan sabar ketika Tanaka keluar, sedangkan Shaheer sing langsung mengganjal pintu kamar menggunakan kaki bersepatunya.
"Kenapa kamu ada di sini?."
"Aku kesini ingin menjemput kamu sayang, Kau pasti merindukan orang yang sudah mengejar mu ini, yang kamarnya sudah kamu acak-acak bukan begitu."ucap Shaheer sing sambil berjalan mendekati Laura
"Aku tidak punya urusan dengan mu, Cepat pergi."ucap Laura dengan wajah tenang
"Baik lah aku akan pergi tapi aku tidak yakin kalau suamimu akan selamat."
"Apa yang akan kamu lakukan padanya."
"Tidak ada ,hanya kamu harus ikut dengan ku sayang."
"Baiklah kalau aku ikut dengan mu , kamu berjanji tidak akan menyentuh suamiku."
"Ok aku tidak pernah ingkar janji,Tapi aku mau mendekat dan memastikan kamu tidak akan melakukan perlawanan."
"Sepertinya kamu mau membius ku bukan?."
__ADS_1
"Tidak ,aku ingin kamu bersukarela saja tapi supaya suamimu aman kamu harus mencium ku dulu ."
"Tidak akan."
Shaheer sing perlahan mendekati Laura,
"Kamu ingin suami mu selamat bukan?, Turuti saja sebelum kita pergi,."Wajahnya mendekati wajah Laura yang takut Tanaka terluka.
Hem,,, Bibirnya mencium bibir Laura ,tapi Laura menolak dalam diam sambil melotot.
"Kamu memang benar-benar sangat mencintai Tanaka ya,Sungguh beruntung sekali dia."ucap Shaheer sing sambil menarik tangan laura keluar kamar dan membawaku pergi
Tanpa Shaheer sing sadari Laura membawa suntikan racun di saku celana,sambil menengok ke arah kamera tersembunyi didalam kamar sembari memberikan kode yang hanya di mengerti oleh FBI.
Shaheer sing membawa Laura keluar dari hotel dan langsung menuju casino miliknya.
Sesampainya mereka didalam casino milik Shaheer sing,Laura sangat terkejut melihat David sedang berada disana juga.
"David? Sedang apa kamu disini?." Sambil maju kearah David
"Ra, aku mau membawa mu pulang."
"Tidak usah berakting lagi dia yang menelepon Tanaka , supaya aku bisa menculik mu cantik , ."Jawab Shaheer sing
"Bohong dia Ra, kamu sekarang ikut sama aku ya pinta David."
"Laura tidak akan kemana-mana dia sekarang milikku ,sang kabut malam dari FBI,"ucap Shaheer sing Sambil mengambil tangan Laura untuk menariknya kebekang.
Laura yang mendengarkan percakapan mereka , sekarang punya sebuah ide, dia ingin memprovokasi mereka berdua.
"Iya David kenapa mesti kamu melakukan hal ini ."ucap Laura dengan nada suara manja,sambil berjalan mundur dan berbalik melihat ke arah Shaheer sing.
"Ra percaya sama aku,."Jawab David.
Laura Sambil memandang Shaheer sing yang masih memegang tangan kirinya
"Aku hanya butuh dia."kemudian Laura mencium bibir Shaheer sing mesra,
Lalu dia menyuntikkan racun yang tadi dibawanya ditancapkan tepat ke leher Shaheer sing.
Flash back
Saat Laura Di kantor pusat FBI
"Ra , ini suntikan racun kamu pasti sudah tahu harus berbuat apa."ucap Mr Noah
"Ya aku paham."
"Bila ada kesempatan kamu harus membunuhnya."
"Siap Mr."
Flash back selesai
"Yang dibutuhkan hanya membunuh mu tuan."ucap Laura sambil tersenyum ke Shaheer sing yang sudah berwajah suram.
Shaheer sing langsung mati seketika dan David langsung membawa laura pergi dengan para pengawal pribadi nya.
_______________________________
bersambung
(^∆^)
__ADS_1