
Laura bergegas mengambil kunci motor,menuju ketempat yang dimaksud,Sebelumnya laura sudah membuka koper yang berisi barang-barang lama saat dia bekerja diamerika, rompi anti peluru ,pistol, pisau semua yang bisa dia bawa,sesampainya dilokasi pertemuan.
Laura sudah tidak kaget ,ternyata yang menculik kakaknya adalah manajer yang dulu pernah dia selamatkan.
"lama tidak bertemu nona Laura, wanita kesayangan bos besar, tuan Tanaka."
"untuk apa kamu menculik kakak ku."
"aku sebenarnya tidak menargetkan kakak mu ,tapi kamu nona,Karena kau menghabiskan waktu terus dengan Tanaka jadi aku tidak bisa mendekatimu,Hanya saja kau sangat menyayanginya kakakmu yang idiot ini bukan?."
"apa mau mu?."dengan nada sinis.
"panggil ,tuan bosmu itu, untuk menyelamatkan mu dan kita impas."
"lepaskan dulu kakak ku, baru kita bernegosiasi."
Manager melepaskan kakak dan mendorong kearah Laura dan syukurlah kakak baik-baik saja.
"dan sekarang serahkan dirimu padaku."perintahnya.
Laura berbisik kekakaknya untuk pergi kemotor,lalu dia mendekati manager .
"sekarang hubungi Tanaka kesini sendirian, aku ingin membuat perhitungan dengannya."
Laura berpura-pura menghubungi tanaka, dengan cepat langsung menendang tangan manager yang memegang pistol ,lalu Laura menghajarnya.
sebenarnya Laura sadar kalau dia kalah jumlah dengan manager sampai-sampai laura membuat kakaknya berada dalam bahaya tapi saat manager ingin menembaknya.
Steven melindungi Laura dan menerima tembakan itu dengan badannya, manager beserta pengikutnya pergi meninggalkan Laura dan Steven yang berlumuran darah.
Laura panik , dia langsung menghubungi ambulance,Dengan cepat ambulance sampai , dan Laura juga Steven sudah harus dibawa ke IGD.
laura menyesal karena tidak bisa menolong Kakaknya sendiri, laura ditoilet, melepas rompi anti peluru dan menghilangkan bukti seragamnya, lalu dia kembali kedalam IGD.
"keluarga atas nama pasien Steven Anastasia."
"saya dok,adiknya pasien, nama saya Laura Anastasia."
"pasien terkena tiga tembakan yang satunya terkena dibagian yang fital, kami harus segera melakukan operasi, dengan biaya yang tidak sedikit.
"dok tolong, selamatkan nyawa kakak saya, soal uang nanti saya urus ."
"tapi harus diisi administrasinya dulu, baru kita operasi."
Kemana aku cari uang sebanyak itu Tuhan, Apa aku pinjam ke tuan Tanaka?,Fikir Laura
Tanaka hari itu tengah berendam dikolam air hangat pribadi miliknya dirumah,dia sedang memikirkan perkataan Laura kemarin,Suara ponsel berbunyi bertuliskan sayangku.
"halo sayang kenapa,tumben telepon aku."
"Hem tuan, aku menelepon untuk pinjam uang,Tapi pasti nanti aku ganti,bisa?."
Tanaka dengan wajah heran,
"Kamu butuh berapa?."
"aku butuh sekian xxxxx ada."
Tanaka tidak mau bertanya untuk apa uang itu karena dia mau berkomitmen percaya.
__ADS_1
"Aku transfer kemana?
"transfer kebank ini."
laura memakai nomor rekening pribadi salah satu suster supaya Tanaka tidak tahu kalau kakaknya masuk rumah sakit gara-gara manager sialan itu.
"sudah sayang,aku sudah transfer."
"oh iya sudah masuk."
suster berbisik keLaura dan Laura berbisik supaya secepatnya kakaknya bisa dioperasi.
"Makasih ya,Hem,kamu lagi apa!."
"aku lagi berendam dikolam ,Sayang uang tadi tidak perlu dikembalikan."
"tapi aku tidak bisa menerima begitu saja,aku tidak mau."
"Tidak apa sayang ,aku hanya mau kamu,aku tidak butuh uang itu."
"Hem,jemput aku ,dixxxxx aku mau kesana."
"mau kerumah,mau menemani aku berendam sayang."
" iya."
"tunggu supir jemput kamu ya sayang."
"Iya."
Laura menunggu dihalte bus diseberang jalan tidak jauh dari rumah sakit,sambil menunggu jemputan , laura bilang kesalah satu suster supaya mereka menjaga Steven,karena laura sudah memberikan mereka uang lebih,jadi mereka tidak masalah.
"Kak,kenapa kakak tidak bekerja menjadi model saja seperti aku."
"Kamu malu punya kakak hanya seorang pelayan."
"Bukan gitu kak,kakak itu kan lebih cantik dan tinggi dari ku dan dulu saat diamerika kita ikut les kesenian dan modelling bersama pasti kakak langsung naik daun."
"Hem,kalau memang semudah itu, menurut kamu memangnya aku tidak mau, kalau masih bekerja dijepang aku rasa itu tidak mungkin Tanaka pasti bisa menemukan aku di manapun aku bekerja, aku tidak mau nanti menyusahkan orang lain karena tingkat cemburu buta tanaka,kalau kembali keamerika bibi mici tidak membolehkan,huh ."
"Apa kakak menyukai tuan Tanaka itu."
"Bohong kalau aku bilang tidak menyukainya,dahulu aku pernah memberikan hati pada seorang pria tapi,,, sekarang hati itu sudah hancur ibarat kaca yang hancur dia memang bisa disatukan kembali tapi tetap akan memiliki pantulan yang berbeda,dan juga kita memiliki banyak perbedaan ,aku sangat ingin pergi hatiku masih belum bisa menerima walaupun kata orang kalau kita ingin melupakan yang dulu harus dengan orang yang baru ,aku masih trauma."
Yuki yang mendengar jawaban dari Laura hanya tertunduk lesu (-_-)
"Leonard sialan,eh maaf kak."
"Takdir ini sangat rumit untuk aku yang dulu pernah bekerja sebagai mata-mata di FBI, ya walaupun pekerjaan itu hanya iseng karena tetap yang nomor satu itu jadi bodyguard nyonya besar ,tapi Tanaka memiliki profil yang berseberangan dengan aku,dulu James sudah memperingati aku akan hal ini,kalau bisa menjauh darinya juga aku pasti akan menjauh tapi ini semakin aku menjauh Tanaka malah semakin mendekat malahan sekarang sudah seperti parasit yang maunya menempel terus.
"Apa kakak akan meninggalkan aku lagi?."
Yuki lebih menundukkan kepalanya lagi (-_-)
Laura hanya bisa menghela nafasnya.
"Yuki,mana calon adik ipar,kapan kamu akan memperkenalkan dirinya?."
"Ah ,kakak apa sih,tidak ada hanya yang ada pria menyebalkan tuh,nyebelin sama seperti tuan Tanaka."
__ADS_1
"Oh ya siapa dia?."
"Ah aku tidak mau membahas dia tidak penting."ucap Yuki dengan pipinya yang mengembung
"Hahahaha Yuki, Yuki kamu ini.", ucap Laura sambil mencubit pipinya.
Laura masih duduk termenung.
Mungkin Setelah pertemuan ini aku akan meninggalkannya,fikir Laura
Beberapa waktu kemudian akhirnya supir Tanaka datang dengan Ichiro juga didalam.
"selamat sore nona, maaf membuat anda menunggu."
" iya tidak apa-apa?."Di dalam mobil, "Hem,apa disana sudah ada baju untuk aku berendam?."
"kira-kira nona mau pakai apa?."
"bikini ada?."
"ada nona ,nanti kami siapkan."ucap Ichiro Sambil mengambil ponselnya,
"Halo siapkan bikini untuk nona Laura pakai, Ok makasih,,,
"Nona Laura, sudah saya konfirmasi kepelayan dikediaman tuan Tanaka untuk menyiapkan bikini untuk anda pakai,eee kalau boleh tahu anda dari mana?."
"dari rumah teman."
"oh ya."ucap Ichiro sambil memegang ponsel dan mengetik chatting keTanaka.
Tanaka yang sedang menikmati berendamnya melihat ponselnya ada chat dari Ichiro,lalu dia tersenyum senang
Isi chat :
"kami sedang dalam perjalanan kerumah dan nona Laura minta dipesankan bikini untuk berendam bersama tuan."
"hem, cepatlah sampai sayang,aku sudah tidak bisa membayangkannya lagi."Dengan wajah tersenyum bahagia sambil duduk menyender ditepi kolam
merekapun sampai dirumah Tanaka , laura bergegas masuk disuatu ruangan, laura diberi pilihan beberapa macam jenis dan warna bikininya.
"Ichiro,boleh minta tolong?."
"ye nona."
"Menurut kamu yang mana dari itu semua, yang Tanaka suka."ucap Laura Sambil menunjuk kearah bikini.
"yang itu nona."Ichiro menunjuk kebikini warna merah menyala yang talinya diikat keleher.
Laura langsung memakai bikini itu disebuah ruangan,lalu membalut tubuhnya dengan kimono mandi warna putih,digulung rambut pirangnya ,lalu dibentuk dan diganjal dengan sebuah sumpit.
"dimana tempat kolamnya."
"nona lurus saja nanti ada pintu besar masuk ,itu tempat kolam air panas private tuan."
"terimakasih banyak ."
______________________________________________
bersambung
__ADS_1
(^∆^)