
Disaat yang bersamaan manager memanggil laura untuk keruang kerjanya
"Ra, bisa tolong aku?."ucapmanager
"iya tolong apa,Pak?."
"penyanyi yang jadwalnya malam ini tidak bisa datang,dari yang saya dengar kamu bisa bernyanyi jadi boleh minta tolong satu lagu saja."
"iya, tapi aku pakai akustik saja."
"Iya Ra, mereka band mahal, bisa semua jenis musik apapun,makasih Ra."
Saat sudah masuk jam pertunjukan,
Diruanganya dilantai dua puluh Tanaka sedang menikmati makanan yang tadi dibawakan oleh Laura.
"Ichiro, siapa yang bernyanyi malam ini dibar?."
"manager belum mengabarkan saya, siapa pengganti penyanyi yang tidak bisa datang itu,Tuan."
"coba dipastikan lagi, jangan sampai setelah perasaan saya sedang bagus karena habis memakan bekal dari Laura,menjadi tidak baik karena manager yang tidak becus itu."ucapnya dengan mulut sedang mengunyah.
"iya tuan."
Ichiro Langsung menghubungi manajer bar.
"Siapa pengganti penyanyi yang tidak bisa datang?,,,Hah apa, kamu sudah gila beraninya kamu menggantinya dengan Laura."
Tanaka langsung melotot saat mendengar nama laura disebut sebagai pengganti penyanyi yang tidak bisa datang
"batalkan bodoh, kamu mau mati."ucap Ichiro
tapi,terlambat,Laura sekarang sudah diatas panggung dengan tepuk tangan yang sangat meriah karena hampir semua pengunjung bar menyukainya.
kemudian Laura bernyanyi ,saat tak berapa lama,Laura sudah bernyanyi dan Tanaka baru sampai dibar, dia melihat wanita yang dicintainya sedang dikagumi banyak laki-laki.
tanaka sangat marah dan cemburu,saat lagu pertama selesai para tamu dibar meminta Laura bernyanyi lagi dan akhirnya menyanyikan lagu bersama penonton sampai ada beberapa pria mau berjoget bersamanya diatas panggung.
Tanaka yang sudah tidak tahan melihat kekasihnya dikelilingi laki-laki lain,Tanaka langsung naik keatas panggung dan menghajar semua pria yang berani mendekati Laura dan dia langsung membawa Laura pergi dari atas panggung dan membawanya keruang VVIP room karaoke.
"apa yang kamu lakukan diatas
panggung?,aku sama sekali tidak menyukainya."
"aku hanya membantu manajer,dia bilang minta pertolongan aku dan aku menolongnya apa ada yang salah?."ucap Laura bingung
Tanaka mencoba meredam rasa cemburunya dengan memeluk Laura.
"tidak,bukan kamu yang salah sayang."
Tanaka langsung mencium bibir laura dengan lembut.
"Yasudah lanjutkan pekerjaan kamu,aku mau kembali keruanganku dan terimakasih bekalnya ya sayang."
"iya."
Tanaka kembali kekantornya dan laura kembali bekerja,berselang beberapa jam Laura tidak melihat manager,tiba-tiba ada yang memanggilnya dan bilang kalau ada yang mau bertemu dengannya.
Seorang perempuan membawa seorang anak, wanita itu meminta laura untuk menyelamatkan nyawa suaminya,simanager bar,ternyata Wanita itu bilang kalau suaminya sedang diruangan tuan Tanaka,mau dibunuh,laura langsung bergegas keruangan Tanaka.
laura takut terlambat sedangkan didalam ruangan tuan Tanaka sangat mencekam,dia meminta manager memotong tangannya sendiri langsung dihadapannya.
__ADS_1
"Hayo dong sempatkan,hayo."ucap Laura sambil berlari menuju lantai dibawah lewat tangga exit.
resepsionis menghalangi jalan,laura sambil menerobos masuk dan sekarang sudah berada didepan pintu ruangan Tanaka, sedangkan didalam ruangan suasana sudah sangat mencekam Pedang sudah ada diatas tangan manager,laura mengetuk pintu.
Tok ,tok, tok
"Tuan Tanaka,diluar ada nona Laura.sahut pelayannya yang lebih dulu mengintip keluar pintu
"untuk apa Laura kesini,jangan-jangan kamu sudah memberitahunya?."ucap tanaka dengan nada tinggi
"tidak,tidak tuan,saya bersumpah tidak memberitahu siapapun."ucap manager dengan wajah ketakutan.
Karena pintu belum juga terbuka,laura menggetok pintu dengan Lebih keras.
"Masukkan kembali pedang itu ke sarungnya."perintah Tanaka keanak buahnya
"Sudah tuan."
"Semua bubar ,tunggu diluar."
"Ye."seru anak buahnya sambil membungkuk memberikan hormat
Mereka keluar dan melihat laura sambil menyapa
"permisi nona."
Manager keluar dengan dipegangi dan keringat keluar banyak sekali dari wajahnya,ketakutan yang luar biasa Lalu Ichiro yang terakhir keluar.
"nona Laura selamat malam,tuan Tanaka sudah ...
Sebelum Ichiro selesai bicara,Laura sudah masuk duluan kedalam ruangan itu dalam diam,Lalu menutup pintunya,sambil membenarkan jasnya tanaka berdiri sambil berjalan dari tempat duduknya untuk menghampiri Laura.
"Hay sayang,ada perlu apa kesini?."
Mereka memeluk satu sama lain dan berciuman,diluar Ichiro memandang sinis kearah manager.
"kamu tahu, didalam nona Laura sedang mempertaruhkan hidupnya untuk menolongmu,dasar kalian semua selalu berlindung dibelakangnya."
"saya tidak mengerti tuan,Saya bersumpah."
"saya melihat istrimu datang,sambil menangis dan minta pertolongan kenona Laura,saya lihat kamu mengirimkan chat keistrimu,Dasar parasit sialan."
Manager berpura-pura merasa bersalah, tidak perduli apalagi takut Laura yang sedang dalam bahaya,didalam ruangan Tanaka,Mereka masih berciuman.
"tuan."
"aku tahu apa yang ingin kamu katakan,Tapi aku tidak semudah itu memaafkan kesalahannya."
"tapi tidak mesti seperti ini."
"lalu seperti apa?,Hem,,,aku berencana memecatnya."
"benarkah,bukan mau membunuhnya?."
"mana mungkin sayang memang wajahku ini mirip seorang pembunuh."
"syukurlah aku merasa lega ,dibawah ada seorang istri yang menangis takut suaminya dibunuh, Kalau aku diposisi wanita itu pasti aku akan melakukan hal yang sama dengannya."
"dia hanya akan dipecat sayang, percaya sama aku."
"iya aku percaya,yasudah aku kembali bekerja, mana tempat makannya, aku mau cuci."
__ADS_1
"ya ini masakan kamu sangat enak,makasih sayang."
"Iya ."
Sambil keluar ruangan diantar Tanaka sampai didepan pintu dan laura berlalu pergi,Ichiro melihat panggilan Tanaka keruangannya juga termasuk manager bar.
"Mulai hari ini dia dipecat besok akan ada penggantinya,Tolong diurus Ichiro."ucap Tanaka sambil pergi meninggalkan mereka berdua diruangan
"Ye tuan."
Tanaka pergi keruang karyawan dibar, dia melihat Laura sedang duduk bersandar tembok dilantai dengan kaki selonjoran dan mata terpejam dengan menggunakan headset ditelinga,tanaka kemudian mendekat dan menarik sebelah headset yang ada ditelinga Laura.
"Hem, lima belas menit lagi,masih mau merem."
Lalu Tanaka meletakkan kepalanya dipangkuan laura.
"aduh berat ini siapa sih?,,,,Loh ,kamu ngapain disini?."
"memang kenapa sayang, tidak boleh?."
"malu tahu dilihat orang , Bangun berat."
"nanti juga kalau sudah terbiasa tidak bilang berat."
"Hem,apaansih mesum."
Tanaka hanya tersenyum bahagia melihat wajah laura yang cemberut.
"dimana kunci motor?."
"untuk apa?."
"aku yang bawa motornya antar kamu pulang."
"tidak usahkan besok aku libur."
"iya sama,aku juga libur,Kenapa?takut terganggu liburnya atau mau libur sama orang lain?."
"iya,aku mau libur sama oranglain."
"siapa orangnya?." Dengan wajah marah dan cemburu.
"kenapa marah?."
"tadi kamu bilang mau libur bareng prialain, Siapa pria itu?."
"aku bilang orang lain, bukan prialain."
"Siapa?."dengan wajah setengah marah
"sama kakak dirumah,aku mau bawa dia kesalon, potong rambut."
"aku ikut ya, sayang."
"kalau aku bilang tidak boleh pasti kamu bakalan nyusul dan pura-pura kalau kebetulan ketemu gitukan."
"Itu kamu tahu,Mana kuncinya?."sambil tersenyum geli
"itu ditas, kamu bangunlah berat tahu."
Tanaka langsung bangun dan mengambil tas Laura.
__ADS_1
"ini kuncinya."
Tanaka mencium bibir laura lalu pergi.