
Setelah menempuh perjalanan panjang, tibalah mereka dirumah kediaman milik Yuki.
Penjaga membukakan pintu gerbang untuk mobil yang dikendarai oleh Mitsuo dan Yuki, setelah sampai di teras rumah, Mitsuo langsung bergegas turun dari mobil dan berlari kecil kearah pintu mobil sebelahnya.
Dia membukakan pintu mobil untuk Yuki, sambil tersenyum manis Mitsuo meminta uluran tangan Yuki, dan Yuki pun menyambut uluran tangan Mitsuo,
Dia sangat senang dan bahagia karena ini bukanlah mimpi.
Setelah itu Mitsuo masih mengandeng tangan Yuki, mereka melanjutkan langkahnya untuk pergi memasuki rumah.
Terlihat orang tua yuki sedang duduk disofa sambil menonton televisi.
"Pagi ma,pa."ucap Yuki dengan nada suara lemas
Orang tua Yuki sangat terkejut melihat Yuki, tidak biasanya dia pulang tanpa kabar,
"Yuki,sayang kamu kok tidak beri tahu mama kalau mau pulang nak?."ucap mama Yuki dengan nada cemas
Yuki selama ini memiliki hunian sendiri,dia jarang sekali pulang,tapi saat ingin pulang dia pasti akan menghubungi orang tuanya lebih dulu.
"Tante ,Yuki tidak beritahu tentang kedatangannya ini karena Yuki ingin mengenalkan saya ke orang tuanya, benar begitukan sayang,."ucap mitsuo sambil merangkul pundak Yuki.
Orang tua Yuki langsung tertegun sejenak saat melihat Mitsuo,
"Kamu Mitsuo bukan?,apa kamu yang sudah mengantar Yuki kesini?."ucap papanya yuki kearah Mitsuo.
"Iya ,om ,saya Mitsuo, sore ini saya akan melamar Yuki untuk menjadi istri saya."
Orang tua Yuki pun sangat kaget,
"Yuki,kamu hamil?."ucap mama Yuki dengan menatap tajam kearah putrinya itu.
Sedangkan Yuki yang mendengar ucapan dari mulut sang mama pun juga terkejut, Yuki menatap kearah orang tuanya sambil menggerakkan tangan yang mengartikan kata tidak.
"Yuki belum hamil om ,Tante,tapi nanti aku akan berusaha keras untuk bisa membuat Yuki hamil,jadi om dan Tante tenang saja."
Ucapan dari mulut Mitsuo itu,hanya membuat Yuki dan kedua orang tuanya terdiam membisu, bagaimana tidak, apa yang dimaksudkan oleh Mitsuo,kalau dia bisa memastikan Yuki sekarang tidak dalam keadaan hamil, berarti mereka sudah.
"Yukkiiiiii,,,,."teriak sang mama.
Mitsuo merasa kalau ucapannya tadi tidak salah,memang dia sudah menanam benih ditubuh Yuki tapi itu baru semalam,jadi kecil kemungkinannya kalau sekarang Yuki sudah hamil,
Astaga,pria bodoh ini.fikir Yuki
__ADS_1
"Iya,mama."ucap Yuki sambil menundukkan kepalanya
"Ikut mama sekarang."ucap sang mama dengan wajah yang memerah.
Sedangkan mitsuo dibawa oleh papanya Yuki untuk duduk disofa ruang tamu.
"Hahhhh,,,nak Mitsuo,apa maksud dari ucapan kamu tadi."ucap papanya yuki dengan nafas panjang.
"Iya om,saya akan melamar Yuki ,sore ini datang bersama papa saya,mungkin om juga sudah kenal."
Papanya yuki memang sudah kenal dengan mitsuya,siapa yang tidak kenal dengan pria luar biasa temperamennya itu.
"Apa kalian selama ini sudah bersama menjalin hubungan?."
"Iya ,sudah om,aku sangat mencintainya, kita saling mencintai jadi aku berharap om menyetujuinya.."
"Tunggu Yuki selesai dengan mamanya dulu, papa tidak bisa memutuskan hal yang menyangkut tentang masa depan Yuki ini."
Mitsuo hanya menganggukkan kepalanya.
Tak lama banyak sekali yang datang, orang dari tempat dekor untuk pesta,juga ada pelayan dari toko berlian langganan Mitsuo dan juga yang lainnya ,semua yang berhubungan dengan pesta pertunangan ini sudah pada datang.
Mitsuo sudah meminta semuanya untuk melakukan pekerjaannya masing-masing, Tapi dicegah oleh papanya yuki langsung untuk tidak merubah apapun dulu, tunggu keputusan dari Yuki.
Mitsuo langsung diam dan duduk kembali,
Tanaka sudah tahu kalau Laura akan mengamuk hari ini.
Laura sudah berwajah gelap, sekarang dia terlihat seperti ingin membunuh seseorang, sesampainya Laura didalam rumah,matanya langsung tertuju pada seorang pria yang sedang duduk sambil mengobrol dengan papanya yuki.
Mitsuo brengsek.fikir Laura
Mitsuo yang melihat wajah gelap Laura pun langsung kalang kabut, sedangkan Laura langsung mengejar dan menendangnya, Laura memukuli Mitsuo tanpa ampun, sedangkan mitsuo sudah mencoba untuk melawan ,tapi Laura lebih cepat dan lincah dalam setiap serangan.
Mitsuo sangat kualahan melawan wanita seperti Laura,Tanaka hanya sedang menerima panggilan video call dari mitsuya yang ingin melihat anaknya dihajar.
Mitsuya sama sekali tidak marah,malah dia sangat senang,dia sangat bangga melihat Laura seperti melihat dirinya dikala masih muda dulu,gerakan menyerang Laura tanpa ampun bahkan selalu tepat sasaran, luar biasa,itu yang ada didalam fikirannya saat ini.
Tanaka hanya tersenyum melihat kelakuan dua orang itu,ya siapa lagi kalau bukan istrinya yang sedang membantai seorang pria yang dibilang salah satu samurai tertangguh,tapi malah kalah sama seorang wanita.
Sedangkan Ichiro ingin memperingati ke tuannya itu ,takut jika Laura membunuh Mitsuo.
Setelah Laura merasa cukup menghajar Mitsuo yang sudah tidak kuat untuk berdiri.
__ADS_1
"Brengsek kamu ya Mitsuo,aku bisa saja membunuh kamu sekarang,disini."ucap Laura sambil menetralkan deru nafas dan jantungnya.
Laura menendang Mitsuo lalu pergi kearah kamar Yuki, tidak lupa dia juga memberikan hormat kepada papa Yuki yang sudah sangat mengenalnya, sedangkan mitsuo hanya bisa meringis menahan rasa sakit diseluruh tubuhnya.
Laura bergegas pergi sampai berlari kearah kamar Yuki yang berada dilantai dua, sesampainya dia disana,dia mengetuk pintu dan dari dalam kamar pintu perlahan terbuka.
Terlihat mamanya Yuki yang membukakan pintu kamar,dia meminta Laura untuk masuk sedangkan mamanya Yuki pergi keluar,karena Yuki tidak mau membuka mulutnya untuk berbicara dengan sang mama.
Laura masuk dan Yuki langsung berlari kecil kearah Laura ,dia langsung memeluk kakaknya itu.
"Maafkan kakak mu ini ya Yuki,aku sudah gagal dalam menjaga diri kamu."ucap Laura lirih sambil memeluk tubuh adiknya itu
Yuki menggelengkan kepalanya,
"Apa saja yang sudah dia lakukan kepadamu?."
"Dia sudah mengambil apa yang sudah aku jaga selama ini,."ucap Yuki sambil menahan tangisnya
"Brengsek Mitsuo,apa perlu aku membunuhnya?
Yuki hanya menggelengkan kepalanya.
"Apa kamu menyukai Mitsuo,apa setelah kejadian ini kamu mau bersamanya?."ucap Laura sambil melihat kearah wajah Yuki
"Aku tidak suka dan tidak mau bersama Mitsuo,dia pria yang keras,aku takut."
"Tenang saja selama ada kakak,dia tidak akan berani untuk mendekati kamu."ucap Laura sambil tersenyum
"Iya,Hem,apa kakak tadi dibawah melihat Mitsuo?."
"Ya tentu saja dan bahkan sekarang dia sudah kakak buat meringis kesakitan."ucap Laura dengan senyuman sinis
"Kakak memang yang terbaik,semalam aku tidak bisa melawannya,aku takut, reputasi Mitsuo tidak bisa dianggap remeh dan tenaganya kuat sekali membuat aku tidak bisa bergerak,ponselku juga tidak tahu kemana dan Hem dia juga membius aku saat dimobil kak."
"Iya kakak mengerti,kalau dia tidak membius kamu juga pasti akan memberontak, sekarang kakak mau kepastian dari kamu, kamu ingin bersama Mitsuo atau tidak."
"Aku sebenarnya tidak mau tapi, nanti akan ada rumor dan gosip tentang aku dan Mitsuo ,dan."
"Tenang saja mereka tidak akan berani,kakak akan menghilangkan semua berita yang kamu alami semalam."
Yuki hanya menganggukkan kepalanya.
__________________________________
__ADS_1
bersambung
(^∆^)