Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
pak moto


__ADS_3

Hati Tanaka langsung luluh dan tenang mendengar ucapan istrinya ,mereka saling berciuman.


"janji ya kalau ada yang lebih dari aku trus suka sama kamu, kamu tetap milih aku sayang."pinta Tanaka.


"haha,kenapa mikirnya begitu, memang dulu aku mau sama kamu karena kamu kaya? Aku memilihmu, karena aku sadar kalau hanya kamu yang bisa membuat ku bahagia ."


"makasih ya sayang love you sayang,aku lanjut kerja lagi ya."


Laura hanya mengangguk kan kepala.


Tanaka kembali keruangannya,


saat sudah waktunya pulang, Tanaka menunggu di bar sambil laura bersiap .


di dalam mobil ponsel laura bunyi.


"dari siapa sayang?tanya tanaka."


"Tidak tahu nih tidak ada namanya sayang."ucap Laura Sambil menunjukkan layar ponselnya


"kamu angkat, trus pakai pengeras suara sayang aku mau ikut dengar."pinta Tanaka.


"Iya, Sayang ku ,Halo."


" ini Laura kan."


" iya ini siapa ya?."


"saya pak moto."


"oh yaampun ,iya nanti nomer ponselnya aku simpan ya pak."


"besok, hadiah saya datang kerumah


kamu ya Ra,Itu ucapan terimakasih."ucap pak moto.


"aduh pak tidak perlu repot-repot aku tidak mau menerima apapun pak makasih banyak."


"yah ,tapi sudah tinggal Dateng aja tuh besok hadiahnya Ra,dengan nada kecewa."


"yasudah, besok kalau sudah sampai rumah ,hadiahnya aku kirim balik ke rumah pak moto ya,Bukannya bermaksud tidak sopan tapi aku beneran gak mau ,Melihat bapak bisa selamat dan sehat lagi juga sudah bagus,Sudah dulu ya pak, aku masih harus mengurus keperluan suami saya terimakasih sekali lagi pak, Maaf saya tutup telepon nya."


Tanaka tersenyum mendengar percakapan laura tadi sambil mengelus rambut nya.


" sayang aku laper,ucap Laura


"mau makan apa?."


" hem,mau steak aja."


"oke ,kita cari restoran steak yang enak, Nah iya di jalan xxx."


Mereka pun bergegas menuju sebuah restoran yang berada dijalan xxx.


Sesampainya disana mereka langsung memesan meja.


" pesan untuk 2 orang."


"Laura sambil memegangi tangan Tanaka, Sudah pesannya sayang?."


"iya sudah ."ucap Tanaka sambil melirik sekilas kearah banyak orang yang memandang istrinya.


Setelah mereka duduk di sebuah meja besar dengan empat kursi.


"silahkan mau pesan apa?."tanya pelayan


"sayang kamu mau pesan apa?."Laura bertanya ke tanaka


sedang asik pilih menu ternyata laura bertemu lagi sama pak moto.


"Yaampun sebuah kebetulan yang gak biasa,fikir Laura


Pak moto tidak sendiri tapi dia pergi kerestoran bersama istrinya.

__ADS_1


" nak Laura kita ketemu lagi."ucap pak moto


" iya pak moto ,siapa wanita cantik yang ada di samping bapak,?."


wanita bule yang sudah berumur,mungkin sama umur nya dengan pak moto.fikir laura


"bisa saja kamu ini istri saya ,Ma kenalin ini Laura dan suaminya Tanaka , Laura ini yang papa ceritakan."


"Iya pah ,terimakasih ya sudah menolong suami saya.


" iya sama sama,bapak sudah dapat meja?."


"belum nak Laura ,ini masih nunggu."


"mau makan satu meja sama saya dan suami?."


Wajah tanaka masih bisa menyembunyikan ketidak sukaannya.


" boleh ,kalau Tanaka tidak keberatan."


"oh tidak sama sekali ,silahkan,jawab Tanaka.


Mereka pun duduk di satu meja yang sama.


"Kalian sudah berapa lama menikah?."tanya istri pak moto.


"Iya Bu sahut ku,baru satu bulan lebih Bu.


"Ooooooo pengantin baru,


jadi pas waktu kamu nolongin saya itu kalian belum menikah?."tanya pak moto.


" belum."jawab Laura sambil tersenyum


"tapi kami menjalin hubungan cinta,Iya kan sayang."Sahut Tanaka sambil mencium punggung tangan Laura.


" iya sayang ku."


"yang penting untuk aku ,dia memberikan cinta dan tanggung jawabnya sebagai suami, Itu sudah cukup pak."


"hari gini masih ada wanita yang mengharapkan cinta pada seorang laki-laki apa lagi laki-laki seperti Tanaka ini yang wanitanya di mana-mana, Hahhahahahhaha.."tawa pak moto langsung pecah dan bahkan istrinya dengan cepat menyuruh suaminya itu untuk tidak terlalu berlebihan seperti itu.


Laura menjawab dengan tenang.


"Iya itu memang benar ,saya sering bertemu dengan beberapa dari mereka ,sambil memegang tangan tanaka,"tapi saat dia bilang kalau hanya aku wanita di hidupnya, Aku percaya, karena kalau mau memulai hubungan yang sehat itu harus di mulai dari rasa saling percaya."Laura langsung mencium mesra bibir Tanaka, itu akan meredakan emosi Tanaka yang sejak tadi mendengar kata-kata provokasi dari pak moto.


Tak lama pelayan datang membawa makanan yang sudah dipesan.


"silahkan di makan, Tuan dan nyonya." ucap pelayan.


Laura langsung makan tanpa menghiraukan pak moto yang sedari tadi seakan menekan suaminya.


Tak lama kemudian.


"sudah selesai sayang."tanya Tanaka


" iya sudah kenyang."


" tidak usah di bayar nak Laura ,Biar bapak saja."


" tidak usah pak saya dan suami sudah bayar duluan,jadi kami permisi duluan ya."


Mereka pun berpamitan dengan pak moto dan istri ,Di dalam mobil


"pinter ya istri aku ngelesnya.


"habis dari tadi pak moto seakan ingin sekali menonjol kan keburukan kamu, Aku tidak menyukainya."


Tanaka tersenyum bahagia melihat istrinya mendukungnya.


Keesokan harinya.


Saat Laura bangun tidur matahari sudah muncul tanaka sudah pergi ada urusan.

__ADS_1


Saat baru mau joging ada yang mengirimkan Lamborghini ke rumah dan si kurir mencari Laura.


"nyonya Laura ada kiriman mobil untuk anda.


" dari siapa?


Sambil melangkah keluar dengan hanya memakai celana pendek Levis dan sport bra, Dengan rambut di kuncir kuda.


"ini ada suratnya non."


"tunggu pak jangan di turunkan dulu."


ini mobil dari pak moto dan aku harus menerima nya .fikir Laura


"Pak kurir tolong ini mobil di kirim ke kantor pak moto saja karena saya sudah ketemu orang nya langsung semalam dan saya sudah bilang tidak mau,Makasih ya."


"tapi nyonya ini tidak bisa di kembalikan nanti saya bisa dipecat."


"ya ampun tuhan,Yasudah turun kan,Tolong isikan bensin dan kamu bawa mobil sendiri aku bawa ini kita pulangin langsung."


" siap nyonya."


" pinjam jas kamu,Ih sumpah ya nyebelin banget."


Laura dan satu pelayan bergegas ke kantor pak moto, Laura yang membawa Lamborghini pemberian dari nya.


masih damllam posisi menyetir mobil menuju alamat kantor pak moto,Ponsel Laura bunyi.


"halo sayang."


"kamu mau pulangin mobil sayang?."tanya Tanaka.


"iya sayang ini lagi di jalan ke kantor pak moto."


Tanaka cemas dan takut jika Laura bertemu David anak pak moto, Laura akan berpaling dari nya, bagaimana tidak David hampir sama seperti Laura ,memiliki tampang bule cuma beda negara saja David bule Prancis.


" hem hati-hati ya , jangan main mata dengan laki-laki lain, Ok sayang."


" iya sayang."


Setelah menutup panggilan telepon dari tanaka,Laura kembali fokus dengan tujuannya,Sesampainya dia dilobby kantor pak moto,Laura bergegas kearah meja resepsionis.


"pagi, Pak moto kantor nya di lantai berapa?


"pak moto belum sampai kantor miss."


"lalu aku harus menunggu sampai jam berapa?."


"Tidak perlu menunggu."


Ada suara yang datang dari arah belakangnya, Laura membalikan badannya kearah asal suara tadi.


"perkenalkan, aku David anak pak moto.


" Laura ,salam kenal. Sambil menjabat tangannya.


David menatap laura, sampai lupa melepaskan jabat tangan kita.


" Ehm, maaf tangan saya."Ucap laura


"oh iya maaf." ucap David.


"Langsung saja aku mau kembalikan hadiah dari pak moto,Maaf aku tidak bisa menerimanya, tolong sampaikan ke orang tua kamu ya, ini kunci dan berkasnya ok, sudah itu saja terimakasih."


"Hayo kita pulang."ucap Laura kepelayan yang ikut bersamanya.


" Iya nona, pelayan."


______________________________________________


bersambung


(^∆^)

__ADS_1


__ADS_2