Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
donor darah


__ADS_3

Laura sampai di gedung kantor, saat turun dari mobil dilobby,Tanaka melihat istrinya dari cctv, sedang seperti mengukur sesuatu


Hem,kenapa dia tidak langsung naik, apa yang sedang dilakukannya,fikir Tanaka,


"Ichiro, saya mau ke lobby menemui istri saya, kamu disini saja."


"Baik tuan,."


Tanaka bergegas turun, menemui istrinya,


"Sayang, kamu sedang apa? ,bukannya langsung naik saja kekantor aku,."


"Aku lagi cari tempat untuk donor darah dilobby, hem bagusnya dimana ya supaya orang dari luar bisa lihat juga,."


"Itu nanti saja manager gedung yang atur sayang ku,aku sudah lapar,."


"Yasudah yuk sayang,."sambil menggandeng tangan Tanaka


Sesampainya di ruangan Tanaka,


"Yaampun,pak Kim,."ucap Laura


Laura melihat pak Kim yang sedang asik duduk bersama para wanita.


"Eh ada nyonya Laura, maaf wanita cantik ini semua suguhan dari suami anda, hahahahahahaha."


"Oh, begitu,."sambil melirik kearah Tanaka,


"Aku tidak sayang, cuma pak Kim saja,."ucap Tanaka,


"Pak Kim sudah makan siang?."ucap Laura


"Sudah dari tadi saya disuapi sama mereka,."ucap pak Kim sambil menunjuk ke arah para wanita itu,


"Oh yasudah kalau begitu saya mau meminjam suamiku dulu dia belum makan siang,pak Kim lanjutkan saja dengan mereka,."


"Oke, nyonya Tanaka,." ucap pak Kim


Laura memisahkan kotak bekal khusus untuk tanaka, sedangkan yang dibawa supir itu untuk karyawannya Tanaka,."


"Sini aku lepaskan dulu jas kamu,."ucap Laura sambil meraih jas di tubuh tanaka


"Makasih ya sayang ku,."


"Sayang, aku mau buka tempat untuk kegiatan donor darah dilobby,boleh?."sambil menyuapi Tanaka


"Pasti Boleh dong sayang, nanti aku minta manager gedung untuk bikin tempatnya supaya nyaman dan tidak menggangu kegiatan orang lain,kok kamu tiba-tiba mau adakan kegiatan seperti ini,."

__ADS_1


"Ini aku ada brosur nya sayang,tadi bertemu sama beberapa orang yang menyebarnya dilampu merah,."ucap Laura sambil memperlihatkan brosur nya.


"Oh, iya nanti biar Ichiro cek keasliannya dulu ya sayang, takutnya mereka penipu, nanti kalau sudah benar bukan penipuan langsung bikin tempat di lobby ya,."


"Iya, sayang ,."


Sambil menyuapi Tanaka,


"Sayang,coba telepon bibi ,aku kangen sama baby twins,."


"Iya bentar ya,."laura mengambil ponselnya yang ada didalam tas,


Mulai menelepon bibi, video call


"Halo,kenapa Ra?."


"Baby twins mana bi,ini papanya mereka Nyariin,."sambil menunjukkan wajah Tanaka.


"Ini ,halo papa ,aku mau tinggal dirumahnya nenek saja ya aku tidak mau pulang,lebih betah disini,banyak penggemarnya,."ucap bibi dengan suara seakan anak kecil.


"Hahhahaaha bibi,ada-ada saja, nanti mamanya yang tidak bisa tidur mikirin mereka terus,."ucap Laura yang sedari tadi tertawa bersama Tanaka.


"Biarin mama sama papa suruh bikin adik lagi saja ,ya baby twins aduhhhh gumus banget."


"Ih apa sih bibi,aku baru dua bulan yang lalu lahiran,masa sudah disuruh hamil lagi,memang perut aku ini apa coba,."


"Iya tuh rumah sebesar itu harus dihuni keluarga yang banyak.", ucap bibi


"Ih apa sih aku program KB,sudah ah aku mau pulang saja,."


"Bareng sayang pulangnya sama aku,."ucap Tanaka,


"Sudah dulu ya bi,dah,sambil menutup panggilan video call,kamu pulang jam berapa sayang,."


"Belum tahu kan, urusan dengan pak Kim belum selesai,dia masih di kelilingi oleh wanita,."


"Makan siang kamu kan sudah selesai sayang,hayu, pulang sekarang saja nanti anak kita diambil bibi,."


Laura langsung bergegas pergi,saat didepan pintu ruangan, ternyata pak Kim sudah tidak dikelilingi oleh wanita cantik malah hanya ada dia dan moon,


"Loh,pak Kim ,kemana wanita cantik yang tadi menemani anda ,."ucap Tanaka


"Papa,dia mau membunuh aku pa.",ucap moon,


Pak Kim langsung menampar pipi anaknya itu,didepan semua orang,


"Sudah papa bilang,diam kamu,dengan nada membentak,cepat minta maaf ke nyonya Laura,kalau tidak mulai hari ini detik ini kamu tidak saya anggap anak,."

__ADS_1


"Tapi pa,."sambil melirik kearah Laura,


Laura langsung menghampiri moon, membawanya duduk di sofa, mengambil air putih,


"Kenapa ini,pak Kim, apa yang sebenarnya terjadi?."Laura melirik pak Kim dan Tanaka dengan tatapan binggung,


"Maaf, nyonya Laura kalau anak saya sudah bertindak keterlaluan ,saya pastikan dia tidak akan berani mengulang kembali kesalahannya ini,."ucap tuan kim


"Iya ,tapi apapun masalah nya,saya juga tidak terlalu mengerti apa yang sedang kalian permasalahkan,kamu sebagai orang tua,ayah dari moon anak kandung kamu sendiri,tidak perlu sampai melakukan kekerasan seperti itu,dia ini wanita loh pak, nanti kalau dia sudah menikah ,pak Kim rela melihat anak bapak ditampar seperti itu oleh suaminya, hukum karma itu berlaku pak, apa yang pak Kim tabur,anak pak Kim lah yang akan menuai,."


"Sepertinya pertemuan kita sampai disini dulu ya tuan Tanaka, maaf sudah membuat keributan ,."


"Iya tuan Kim silahkan,bawa juga anak Anda itu,."ucap Tanaka


Pak Kim langsung menyeret keluar moon dari ruangan tanaka,Laura masih merasa binggung sebenarnya apa yang terjadi,


"Hem, sayang,apa yang terjadi ya antara mereka?."ucap Laura


"Mana aku tahu Sayang, ."ucap Tanaka yang terpaksa berbohong,


Dimobil ,


"Aku jadi merasa kasihan sayang, dengan anaknya pak Kim itu,."


"Kenapa kamu bisa kasihan sama dia? Bukannya dia yang membuat kamu cemburu sayang,." ucap Tanaka sambil mencium pipi Laura,


"Ya kan dia perempuan sayang,kamu juga ya ,awas saja sebandel apapun nanti anak kita terutama Dede zizi kalau sudah besar terus dapet sifat kamu yang bandel, terus kamu menampar dia seperti yang di lakukan sama pak Kim,aku tidak akan diam saja,ya ,anak itu cerminan orang tuanya, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, paham maksud aku,."


"Loh kok jadi aku sih yang kena, sayang."


"Iya kan kamu dulu playboy,coba nanti kalau Zizi dapet pacar seperti kamu yang dulu Aduhhh aku tidak bisa membayangkannya sayang."


"Ya kalau begitu, tinggal aku bunuh lah pacarnya,enak saja berani sekali mau menyakiti anak perempuan Tanaka tatsumaki,."


Ichiro yang duduk disamping supir hanya tertawa mendengar obrolan tuannya,


"Ichiro, kamu ya senang sekali kalau nyonya sedang memarahi saya,tugas yang saya kasih sudah dilaksanakan.",ucap Tanaka


"Hahahaha,ehm sudah tuan ,itu yang dibrosur benar semua ,mereka yang menyebar brosur itu juga tinggal di sana, sepertinya memang sedang ada kendala dana di panti sosial itu, sampai-sampai kabarnya mau diusir,."


"Aduh Kasihan ya, hem."ucap Laura


Tanaka hanya tidak habis fikir, istri nya selalu kasihan sama orang lain, terlalu baik, itu sebabnya Tanaka selalu mengsleksi apa saja yang mau dikerjakan oleh Laura,.


_________________________


bersambung

__ADS_1


(^∆^)


__ADS_2