Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
pelaku penembakan


__ADS_3

Di Inggris,Tanaka dan Laura sudah sampai dan bersiap ke hotel yang sudah dipesan, setelah sampai dikamar hotel,


"Sayang,,,."ucap Tanaka sambil menciumi bibir Laura sampai ke lehernya,


"Aku mau telepon Zizi dulu sayaaaang,."


"Tapi aku mau kamu sekarang sayaaaang, ."


Tanaka terus menciumi Laura digendong dan direbahkannya Laura diatas tempat tidur.


"Sayang,aku mau telepon Zizi sebentar,,,."


Tanaka masih tidak menggubris perkataan laura, dia terus saja mencumbu mesra seluruh tubuh istri nya, sekarang Laura seperti sedang diperkosa,oleh suaminya sendiri


"sayang,."


"Hem."


"Aku mau keluar sayang,."


"Hem."


"Sudah sayaaaang,sudah sayang."


"Hem."


Laura sudah berkali-kali pelepasan kenikmatannya,tapi Tanaka belum mau melepasnya juga.


Semenjak Laura hamil lagi,Tanaka selalu bernafsu dan bertambah mesum,Laura sampai menangis,,,,, karena takut bayi yang ada diperutnya kenapa-kenapa, setelah selesai bercinta,Tanaka seperti baru tersadar


"Sayang,kenapa kok nangis."sambil mencium kening Laura


"Kamu gak ngerti,aku lagi hamil baru 6 Minggu jalan ,kenapa mesti seperti tadi bercintanya,sudah sana minggir."


"Sayang, maafkan aku ya,aku sangat bernafsu tadi,semenjak kamu hamil lagi, aku juga heran,dulu saat kamu hamil baby twins, kamu yang selalu minta tapi sekarang aku setiap malam seperti dianggurin sama kamu, sayang,."ucap Tanaka Sambil memeluk erat tubuh Laura


"Maaf ya sayang,aku memang merasa tidak ingin jadi aku binggung,bukannya aku bosan tapi memang hanya tidak ingin saja."


"Ehm, yasudah jangan nangis lagi dong, aku mau kamu bahagia sayang, yuk kita siap-siap nonton sepakbola."


"Iya,aku mau mandi dulu sayaaaang."sambil mencium bibir Tanaka


Selesai mandi Laura tidak lupa memakai rompi anti peluru didalam bajunya,demi keamanan bayi yang ada didalam kandungannya,


"Sudah siap sayang,."ucap Tanaka


"Iya, sayang, kamu pakai jas anti peluru kan." tangan Laura sambil meraba tubuh Tanaka,


"Iya aku pakai juga sayang, love you more ,."


Mereka pun berciuman,,,


Sesampainya di stadion sepakbola,Tanaka dan Laura membeli makanan dan minuman,


"Sayang,sudah boleh masuk itu."


"Iya hayu sayang."ucap Tanaka


Sesampainya didalam stadion sepakbola, Laura tidak sengaja berpapasan dan bertabrakan dengan seorang pria,

__ADS_1


"Hey,kalau jalan lihat-lihat." ucap Tanaka dengan wajah marah


"Sayang,bukan dia yang salah,tapi aku, maaf ya."


Pria itu hanya melihat tanpa berkedip seperti Sangat terkejut,


"Iya tidak apa-apa,saya juga salah maaf." ucap pria itu sambil berlalu,,,


Laura duduk di kursinya,,,,


"Yaampun,aku lupa, kan dari tadi mau telepon Zizi ,aduhh cantiknya mama lagi apa ya."sambil menelepon video call


"halo."


"Mamaaaaaaaaaaaa ,."teriak Zizi sambil menangis


"Sayang,Zizi anak mama yang cantik, jangan menangis dong sayang,maaf ya kalau mama ninggalin kalian, nanti mama Langsung buru-buru pulang deh ya,Zizi sama kak zo mau dibawakan apa, sayang?."


"Zizi, tidak mau apa-apa, Zizi cuma mau mama, cepet pulang."masih sambil menangis


"Coba mama mau lihat senyum Zizi dulu dong sayang,cup cup cup,jangan nangis terus nanti mama sedih nih."


"Iya,."sambil menahan tangis dan perlahan tersenyum,,,


"Nah gitu dong ,anak mama kan pintar, love you sayang."


"Love you to mama."


"Kak zo mana sayaaaang."


"Ada diruang tamu ,lagi main play station sama kak Dante."


"Mana coba mama mau lihat sayang,Zizi itu lagi dikamar nenek."


"Hah,iya sini dek, halo mama."


"Zo lagi apa sayang."


"Zo lagi main play station ma, sama kak Dante,mama kapan pulang,."


"Paling besok mama sudah pulang sayaaaang,kak zo sudah mengerjakan tugas sekolah belum,dek zi juga tuh."


"Sudah mama,adek juga sudah,mama sudah makan,papa dimana ma."


"Kirain tidak ada yang kangen nanyain papa." ucap Tanaka,


"Hus,papa nih kalau bicara suka begitu, mereka pasti kangen dan sayang juga lah sama kamu, papa sama Mama sudah makan sayaaaang, yasudah mama tutup telepon nya ya, besok kalau mama sudah dipesawat, nanti zo dan zi jemput mama dibandara ya sayang,."


"Iya,mama, bay."


"Bay,sayang."


Laura mengakhiri telepon,dan langsung fokus ke pertandingan sepakbola, Tanaka yang sedari tadi memegang pinggul Laura,sambil menikmati pertandingan,


Ichiro duduk tidak jauh dari Tanaka dan Laura, dia memperingatkan tuannya, lewat alat komunikasi handphone,


"Tuan, ada pria mencurigakan, dia sedari tadi melihat nyonya Laura sambil memegang selembar kertas,itu selembar foto."


"Apa dia mengincar istri ku."

__ADS_1


"Incarannya sepertinya bukan nyonya tapi orang lain,saya tidak tau siapa yang dia incar."


"Baiklah,lebih aman kita tidak usah ikut campur urusan dia, yang terpenting istriku aman sampai kembali lagi ke Jepang."


"Siap Tuan,."


Tanaka langsung melihat kearah Laura dan menyuapinya makanan,Laura hanya tersenyum bahagia,tak lama teriakan gol bergema didalam stadion,


Setelah selesai menonton,Laura bergegas untuk berdiri dibantu Tanaka ,tiba-tiba


Sssssssttttttttt ,dor


ada yang menembak kerah laura, tapi sebelumnya Tanaka sudah mendapat instruksi dari Ichiro ,kalau ada yang sedang menargetkan nyonya Laura, menggunakan senjata api yang memakai peredam suara,


Tanaka langsung melindungi Laura dengan tubuhnya dan peluru itu mendarat di punggung sebelah kanan Tanaka, Laura kaget,,,


Ichiro buru-buru meminta anak buahnya mengejar orang tadi,dia langsung mengamankan tuan dan nyonya nya,keluar stadion sepakbola dan menaiki mobil,


"Sayang."ucap Laura dengan nada khawatir


"Aku tidak apa-apa sayaaaang,,, yang penting kamu tidak terluka."


Sesampainya di hotel, dibawanya Tanaka kekamar dan melihat luka tembak suaminya itu,


"Hem, syukurlah berkat jas anti peluru ini tidak ada luka Sayang."


"Iya kan tadi aku sudah bilang,kalau aku tidak apa-apa."sambil mencium bibir Laura yang sedang khawatir.


"Kenapa ya,padahal aku sudah tidak menghiraukan mereka,tapi mereka masih saja."


"Maksud kamu apa sayang?."


"Pria yang tidak sengaja aku tabrak tadi dia seorang pembunuh bayaran, ada juga tiga blok dari tempat duduk kita, banyak wajah yang tidak asing datang kesini."


Laura saat itu menggunakan teropong untuk membantunya melihat pertandingan,


"Kenapa kamu tidak beritahu aku sayang."


"Aku hanya ingin menonton sepakbola dengan damai sayang,hanya itu, dan mereka masih mengenaliku, padahal Aku sedang tidak dalam penyamaran,apa aku operasi plastik saja ya sayang,wajah ku ini."


"Tidak usah Sayang."


Tak lama Ichiro menelepon Tanaka."


"Tuan,kami berhasil menangkap orang itu."


"Iya,bawa kekamar kalian , nanti saya kesana."


"Baik tuan."


"Sayang, nanti aku ikut ya."


"Jangan,aku mau kamu dikamar saja sayaaaang,sambil mengecup kening Laura, jangan kemana-mana,kalau ada yang mau masuk ke kamar ini jangan dibuka, telepon aku oke sayaaaang."


"Iya,kamu hati-hati ya sayang ,love you."


"Love you more istri ku sayang."


______________________________

__ADS_1


bersambung


(^∆^)


__ADS_2