Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
acara kedua bagian satu


__ADS_3

Setelah mandi lama mereka ,Tanaka dan Laura bersiap untuk pergi keacara utama pesta ulang tahun pernikahan pak moto malam ini.


Tanaka yang sudah berpakaian rapih berjalan mendekat kearah Laura.


"sayang ,gaun malam kamu yang mana?."ucap Tanaka sambil mengecup kening Laura


Laura pun tersenyum dan langsung menunjukkan jarinya kearah lemari yang sudah terbuka.


"warna merah itu sayang ,baju yang tidak ada lengannya."


Tanaka langsung melihat kearah gaun merah itu dengan tatapan mata tajam,saat sudah sampai didepan lemari dia mengambil baju itu dan langsung mengeceknya,bukannya takut ada benda mencurigakan tapi Tanaka takut kalau akan ada lubang besar dibelakang gaun itu,dia akan langsung merobeknya.


"hem bagus."Sambil memutar gaun .


"kenapa?,Takut aku pakai gaun malam yang punggungnya terbuka ya."


"iya kalau beneran langsung aku mau robek-robek dan menyuruh seseorang memanggil butik kesini."


Laura langsung berdiri dan melangkahkan kakinya mendekati tanaka, dengan sedikit tertawa.


"haha tidak lah sayang ,aku sangat mengerti perasaan suamiku yang mudah cemburu tidak mungkin aku pakai baju seperti itu."ucap Laura tersenyum


"Dengan mendekat Tanaka kearah Laura dan memeluk pinggangnya , mencium bibirnya,"makasih ya sayang sudah sangat mengerti perasaan suami mu ini."


Mereka pun berdiri berhadapan dengan mata yang saling menatap,mata Laura terjatuh kearah baju yang dikenakan oleh suaminya itu.


"sini sayang aku benerin dulu jas kamu sama kemajanya, love you sayang."


"love you more zombie ku,Aku duluan ya ada yang mau aku urus lebih dulu."


Tanaka mencium Laura singkat dipipi dan bibirnya,dia pun bergegas menuju kearah pintu kamar


" iya sayang nanti aku menyusul ,aku mau pesan tata rias rambut dulu."


"selalu waspada ya."


Laura hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti.


Setelah Tanaka pergi,laura mendatangkan penata rambut ke kamarnya , Laura mau rambutnya disanggul modern menggunakan beberapa hiasan kepala seperti sirkam yang bertahtakan berlian yang pernah Tanaka belikan untuk nya dan tusuk konde perak ,sudah selesai ,penata rias itu pergi.


Laura memakai gaun merah dengan bagian kaki terbuka dibagian samping sebelah kanan supaya dia mudah untuk menendang ,saat dilihat Tanaka tadi belahan di kaki yang hampir sampai paha itu tidak ada karena baru disobek dan dijahit sedikit.


Laura memakai perhiasan berlian satu set ,bibir merah ,menentang tas kecil merah berisikan pistol ,peluru tidak lupa, ponsel dan uang tunai.


I am ready,fikir Laura


Laura membungkus tubuh dengan jaket Tanaka ,dia berjalan sangat anggun kearah aula besar tempat acara dilangsungkan .

__ADS_1


Saat mau memasuki ruangan laura harus melalui beberapa pemeriksaan, pelayan sengaja memperbolehkan Laura masuk dengan membawa pistol dan pura-pura tidak melihatnya.


" silahkan masuk nyonya tanaka."


"thanks ,"ucap laura


Saat melewati pintu tempat diadakannya pesta laura berdiri sebentar dan mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Tanaka, dari jauh dia melihat Tanaka yang sedang berbicara dengan temannya sambil memegang minuman dan tertawa.


pelayan datang meminta jas yang dia pakaiannya untuk dititipkan,saat Laura melepaskan jaket yang menempel ditubuhnya itupun banyak dari sekian tamu undangan yang memandanginya ,karena kini laura berpenampilan agak berbeda dari sebelumnya.


Salah satu teman yang berada dekat dengan tanakapun menyenggol Tanaka, memberi isyarat kalau istrinya sudah datang ,Tanaka tidak percaya apa yang dilihatnya,


tadi belahan tinggi itu tidak ada.fikir Tanaka


Tanaka menatap kearah istrinya dengan sangat intens, melangkahkan kakinya mendekati Laura dengan langkah besar.


Saat sudah didepan Laura yang terlihat sangat memukau,Tanaka mengambil pinggang rampingnya dengan tangan kiri, lalu mendekatkan wajahnya untuk memberikan ciuman singkat didahinya.


" sayang ,tadi bukannya gaun malam ini tidak ada belahannya?,Kok sekarang ada." Ucapan Tanaka sangat lembut,dia tidak ingin membuat Laura merasa malu dengan pertanyaannya


" iya aku modif sedikit supaya bisa leluasa untuk menendang sayang , tidak apa-apa ya."


"kamu seksi banget sayang , kamu mau minum?"


"aku mau ,"Sambil menggandeng tangan Tanaka.


Acara pun segera dimulai dimulai.


MC memulai acara,pak moto dan nyonya moto memberikan kata sambutan diatas panggung, lalu munculah gambar perjalanan pernikahan mereka sampai sekarang disebuah layar besar dan diakhiri dengan pemotongan kue ulang tahun pernikahan mereka yang sangat tinggi , untuk acara kali ini panitia membuat sebuah kuis ,voting pasangan paling romantis.


Laura sangat antusias, walaupun Tanaka tidak seromantis itu,tapi dia merasa bahwa dirinya adalah wanita yang romantis.


" sayang kita ikutan yuk,"ucap Laura


"Kamu yakin sayang?."ucap tanaka dengan nada tidak sefrekuensi oleh Laura.


Laura menonjok pelan dada bidang suaminya


"Iya, kan aku istri yang romantis,aku akan kesana untuk meminta nomor antrian."


Laura berdiri dan langsung menuju tempat pengambilan nomor,Tanaka ingin menghentikannya tapi tidak sempat dan saat dia berfikir ulang, mungkin ini adalah sebuah keberuntungan.


Coba kalau tadi dia berhasil menghentikan Laura dan kalau nanti ngambek, mungkin hal yang lebih buruk adalah nanti malam mereka tidak akan melakukan kegiatan membelit,mungkin bisa lebih buruk Laura akan meminta Hiatus beberapa waktu.


Tak lama kemudian, dari jauh Tanaka melihat Laura mendekat dengan wajah murung.


"Kita dapat antrian no terakhir."ucapnya dengan sedikit memajukan bibirnya."

__ADS_1


Tanaka langsung meraih tangannya untuk meminta Laura duduk dan bersender dibahunya,lalu mencium singkat bibir manyun itu.


Setelah menunggu lama akhirnya nama mereka dipanggil.


"oke untuk pasangan terakhir kita nih ya, kita panggil tuan Tanaka dan nyonya Laura."


Laura dan Tanaka berjalan dengan iringan tepuk tangan yang sangat meriah, berjalan dari meja kedepan mic.


" selamat malam semuanya,"ucap Laura


"Malam,,,,," seru suara tamu undangan.


"Senang sekali rasanya ,bisa hadir diacara yang super megah ini ,terimakasih kepak moto dan istrinya, karena sudah mengundang kami berdua yang tidak ada apa-apanya ini,karena disebelah saya sekarang sedang ditemani oleh pria gagah dan berwibawa gitu ,"Sambil tersenyum menggoda ke Tanaka.


Tanaka sejenak tertegun,saat melihat senyuman manis Laura dia pun berbicara.


"iya sayangku."ucap Tanaka


,Cie cie cie cie." seru penonton


Penonton semua yang mengenal Tanaka sangat antusias, bagaimana tidak playboy yang dulunya sangat disegani kini sudah beristri,apa lagi Tanaka terlihat sangat mencintai istrinya itu.


Saat suara riuh penonton menghening, Laura kembali membuka suaranya.


"ada satu momen sama suami ,pas masih belum ada ikatan ,baru Deket lah ya,Dia datang kerumah ku untuk berangkat kerja bareng ,di jalan aku mengajaknya makan jajanan yang ada di pinggir jalan ,Saat kami makan di sana ,banyak orang yang memperhatikan , terus aku bilang ke dia, aneh kali ya ,mobil Lamborghini, orangnya rapih dengan setelan jas, tapi makannya tusukan pinggir jalan, Terus suamiku bilang apa sayang."ucapan Laura berhenti dan dia langsung menatap Tanaka.


Tanaka menimpali ucapan Laura.


" Biarin saja orang mau mikir apa yang penting makanannya enak, terus kamu senang istriku."


Penonton tertawa mendengar ucapan Tanaka,


Sepertinya istrinya lebih mendominasi, mungkin itu yang ada difikirkan para tamu undangan yang hadir.


"Terus saat sudah mau bayar, aku bilang ke dia,kamu tidak usah bayar ,disini hanya menerima uang tunai, terus kata dia ,aku juga punya uang tunai kok,


Terus aku bilang, udah tidak usah aku saja yang bayar, uang Kamu tidak laku disini,lalu dia kaget, Ah masa sih,uang aku Yen sayang bukan dolar, masih Maksa tuh ngeluarin uang , terus dikasih kepenjualnya,


eh penjualannya bilang ,maaf uangnya kebesaran tuan terus dikembalikanlah uang itu ke suami saya,hah kok bisa kebesaran dari mana kan ini sudah dicetak dari sananya,Aku senyum aja kan itu nahan ketawa."ucap Laura dengan sedikit tertawa geli


Tanaka hanya menarik senyumnya tipis sambil mengingat kejadian dulu.


Penonton tertawa sangat puas.


__________________________________________


bersambung

__ADS_1


(^∆^)


__ADS_2