
Karena merasa memakai ransel pink, Sifya menoleh ke sumber suara.
"Hah, lo ngomong sama gue? tunjuk Sifya pada dirinya
"Kemari lo" ucap Sean dingin
Refleks Sifya mendekat ke arah Sean
"Sekali gue denger lo bilang gue aneh lagi, lo bakal tau akibatnya" ancam Sean menatap tajam Sifya
"Gue gak ber ..."
Sebelum Sifya menyelesaikan ucapan nya Sean langsung menyela ucapannya
"Minggir lo" sinis Sean
"Gak tau tata krama lo ya seenaknya nyela omongan orang, Kalau gue nggak mau minggir mau apa lo? tantang Sifya
"Lo nantang gue?"
"Iya, mau apa lo?"
"Lo berani ama gue?"
"Jelas berani. Kenapa juga gue harus takut sama lo?"
Sean hanya menarik nafas dan menghembuskannya kuat. Sepertinya ini hanya percakapan yang tidak ada gunanya sama sekali.
"Lo ingat baik-baik ucapan gue tadi" Sean menatap tajam Sifya.
Tak mau kalah dari tatapan tajam Sean, Sifya juga menatap tajam Sean. Mereka saling menatap tajam entah apa yang ada dalam pikiran mereka berdua. Sementara para sahabat mereka dan anak-anak yang lain hanya melihat dan menyaksikan sepasang anak manusia yang sedang perang pikiran dengan ekspresi yang berbeda-beda. Tiba-tiba bel berbunyi pertanda jam pelajaran pertama segera dimulai seraya menengahi perang pikiran antara Sifya dan Sean. Mau tidak mau mereka harus menyudahi perang itu lalu bubar menuju kelas masing-masing.
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Setelah beberapa jam berlalu, bel istirahat pun berbunyi siswa-siswi berhamburan keluar menuju kantin. Sama halnya dengan Sifya dkk, mereka dengan penuh semangat berjalan menuju kantin. Banyak pasang mata yang tengah menatap kedatangan para gadis cantik ini.
__ADS_1
"Fi lo kenal dimana cowok yang tadi pagi?" tanya Chaca pada Sifya
"Hah, cowok mana ca?" bingung Sifya
"Itu yang tadi pagi lo bilang cowok-cowok aneh" jelas Resti
"Oh. Gue nggak kenal sama sekali" jawab Sifya malas karena memang dia malas bahas cowok aneh yang udah dua kali ia tabrak tanpa sengaja.
"Loh kok bisa lo sebut aneh?" tanya Ranti kemudian
"Gak sengaja ketemu sih, gak usah dibahas deh gak penting. Mending kita pesen makanan udah laper nih" ucap Sifya sambil tersenyum
Melihat Sifya mata cowok-cowok sekitar kantin menatapnya terpesona akan kecantikan yang dimiliki Sifya termasuk juga dengan empat pasang mata yang melihatnya ikut terpesona.
"Wih, beneran cantik tu cewek." ucap Sandy
"Apalagi pas dia lagi senyum manis banget bro" sahut Reynal
"Menarik" ucap Regan sambil tersenyum penuh arti
"Wah, kalau Regan sudah tertarik sama itu cewek, gue yakin banget kalau itu cewek juga tipenya Sean" Ucap Sandy dan seketika Regan dan Sean menatapnya horor.
"Bukan tipe gue" ucap Sean datar
"hmm" sahut Reynal sambil mengangguk-anggukkan kepalanya
"Tapi kok gue agak ragu ya" ucap Sandy lagi
"Terserah lo semua. Gue mau ke toilet dulu" ucap Sean datar
Kemudian mereka pun melanjutkan makannya. Sean berjalan agak cepat menuju toilet sambil menggerutu
"Hhh, Dia bener-bener bukan tipe gue banget" cengir Sean
tiba-tiba ia menabrak seseorang..
__ADS_1
Brugg
"Aw, kepala gue" ucap seorang gadis
"Eh, Sorry. Lo nggak apa-apakan?" ucap Sean merasa bersalah karena memang ia tidak fokus melihat jalannya karena sedang memikirkan sesuatu
"aduh, kepala gue agak pusing deh nabrak dada lo yang keras itu" ucap gadis itu tersenyum licik
"apa perlu gue bawa lo ke uks?" tanya Sean
"Nggak usah. Ntar juga sembuh sendiri." jawab gadis itu pura-purasa merasa sedikit pusing
"Kenalin gue Nadia, kelas gue x pis 2 sebelahan ama kelas lo" ucap Nadia tersenyum
"Lo tau gue?" tanya Sean
"Yups, siapa yang nggak kenal sama lo di sekolahan ini Sean Arnoldi Adiguna" ucap Nadia sambil ingin menyentuh tangan Sean. Seketika Sean memundurkan langkahnya.
"Oh. Gue buru-buru" ucap Sean datar lalu pergi meninggalkan gadis itu.
Beberapa saat sebelumnya, Nadia yang baru keluar dari toilet melihat Sean dari kejauhan menuju toilet. Sean yang merupakan anak dari pengusaha nomor 1 di Indonesia yang sekaligus pemilik sekolah menjadi target utama seorang Nadia Wijaya. Dia bukan hanya tergila-gila dengan ketampanan Sean juga tergila-gila dengan harta dan kemewahan milik Sean. Kemudian dia tersenyum licik seperti sedang merencanakan sesuatu agar ia bisa berkenalan dengan Sean agar terlihat seperti tidak disengaja.
Melihat sean meninggalkannya begitu saja Nadia tersenyum penuh arti.
"Lo milik gue Sean. Lo tunggu aja aksi gue selanjutnya. Gak boleh ada yang bisa milikin lo selain gue" guman Nadia
Sementara di kantin anak-anak sudah terlihat meninggalkan kantin satu persatu karena bel baru saja berbunyi. Begitu juga dengan Sifya dan ketiga sahabatnya perlahan meninggalkan kantin sambil sesekali mengobrol.
_ _ _ __ __ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Maaf ya teman2 kalau kalimatnya banyak typo. Soalnya aku ngetiknya pakai HP.
Jangan lupa like dan komen ya teman2 🙂🙂
Kalau kalian suka berikan author rate 5 dan vote sebanyak-banyaknya. Ini masih pemula nih guys dan ini karya aku yang pertama. Mohon dukungannya ya teman-teman semua 🙂
__ADS_1