Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
tidak mau kalah


__ADS_3

Mendengar itu Tanaka hanya tertawa .


"memang kamu masih perawan,Jaman sekarang masih ada bule yang masih murni perawan."


"iyalah, Walaupun aku bule tapi aku menjunjung tinggi kehormatanku,akan aku perjuangkan walau nyawa taruhannya."


Tanaka hanya menatap kearah Laura seperti tidak percaya kalau ada yang berani mengancamnya seperti ini langsung dihadapannya.


"ok, aku tidak akan meminta itu aku masih punya pilihan lain."


"janji?."Sambil menjulurkan jari kelingkingnya


"iya janji."sambil menjulurkan jari kelingkingnya juga dan menempel.


"ok, hayo kita mulai permainannya, Tapi singkirkan dulu mereka yang ada dibelakang aku nanti ada kecurangan."


Tanaka meminta seluruh anak buahnya pergi kecuali Ichiro sebagai bandar.


Laura sangat berbeda,tidak ada yang berani seperti ini padaku, apalagi dia seorang wanita, fikir Tanaka


"hayo."


Permainan itu sangat menegangkan dan akhirnya


"oke buka,kamu punya kartu berapa?."


"kamu dulu Tuan."


"kartu aku flush."Sambil menunjukkan kartu dimeja Dengan wajah pede.


Laura mengintip kartunya, baru melirik kearah Ichiro.


"Ichiro san boleh bertanya?."sambil menaruh kartu di dada.


"silahkan nona."


"kartu flush dengan straight,Menangan yang mana?."


"ya flushlah sayang ,berarti aku menang, Kamu kalah ."


Tanaka menjawab pertanyaan yang laura tujukan bukan untuknya.


"ih aku belum selesai bertanya tau."


"hahhahahahhaha, iya lanjutkan."


"Ichiro san,kalau dengan full house menangan yang mana?."


"ya tentu yang full house ,nona Laura."


"aaaaaaaaaaaa full house." Sambil laura taruh kartunya di meja .


Tanaka hanya melongo tidak percaya kalau laura yang menang,dia tidak terima dan minta permainan diulang.


"enak saja, kalau kamu yang menang juga tidak akan mau diulangkan."dengan nada perotes


"yasudah satu permintaan apa,cepat?."dengan wajah kesal


"akhirnya ,aku mau selama setahun aku tidak ketemu kamu,mau itu berpapasan atau hal yang disengaja,supaya aku bisa bekerja dengan tenang tanpa diganggu kamu

__ADS_1


Tanaka langsung membulatkan matanya saat mendengar permintaan Laura.


"Tidak bisa harus yang lain barang atau apa gitu tiket liburan,Terserah.


"Tadi bilangnya apa saja ,ya aku cuma mau tidak ketemu kamu,cukup."


"oke tapi cuma satu jam."


"ih tidak bisa,aku minta satu tahun,tuan."


"tidak, satu hari saja, Sudah sana kembali bekerja."


"Tidak bisa,berarti kamu sudah mengingkari janji."


"minta apa saja sih tidak apa, mobil ,rumah, apartemen, aku bisa tapi kalau tidak ketemu kamu, tidak bisa."


"Ichiro san, tolong dong masa punya bos curang."


"kalau tidak satu tahun bisa nona,Misalnya satu bulan."


"Ichiro apa-apaan kamu,Pokoknya tidak bisa!."Bentak tanaka


"oke deal, satu bulan jangan ketemu aku dan mencariku mungkin itu cukup,Dah aku mau kembali bekerja bay ,bay."


"Ichiro kenapa kamu malah setuju."Tanaka dengan wajah frustasi


"Satu bulan itu bukan waktu yang lama tuan pasti cepat berlalu."


"Tapi saya tidak bisa, satu jam saja tidak melihat Laura kepala saya sudah mau pecah rasanya apalagi satu bulan,Kamu mau saya mati karena kangen sama wanita idaman saya."


"Ya mau bagaimana lagi tuan, nona Laura dia bukan wanita yang suka dengan kemewahan."


Esok harinya laura senang sekali bisa terbebas dari kejaran Tanaka selama satu bulan,Saat tiba ditempat kerja dengan perasaan senang laura melangkah,Setelah sedang bekerja beberapa jam Ichiro datang menemuinya


"nona bisa kita bicara sebentar?."


"iya tentu Ichiro san,Ada apa?."


"apa anda tidak bisa merubah permintaannya nona?."


"tidak bisa,karena bos kamu itu selalu menggangguku."


"apa nona tidak kasihan ketuan karena dia sekarang keadaannya sedang sakit?."


"hah kok bisa,Kemarin masih sehat saja,tapi aku tidak perduli janji adalah janji."


"Nona Laura, sebenarnya apa yang sudah kamu lakukan kepada tuan Tanaka?


"Apa maksud dari perkataan kamu barusan Ichiro?."


"Tuan Tanaka yang sekarang berbeda tidak seperti tuan Tanaka yang saya kenal, itu semua karena semenjak nona Laura datang dikehidupannya."


"Jadi, maksud kamu, Tanaka berubah karena saya begitu."


"Iya,nona ,semenjak nona bertemu dengan tuan."


"Coba aku fikirkan lagi, bukankah dulu kamu yang memberikan aku informasi tentang pekerjaan aku yang sekarang."


Ichiro tertegun sejenak,benar memang dia yang merekomendasikan Laura bekerja disini.

__ADS_1


"Kenapa,apa jawaban aku salah, asal kamu tahu Ichiro kalau aku mau melukai Tanaka itu adalah hal yang sangat mudah, dia selalu menempel padaku, memakan apapun yang aku berikan, dari awal bertemu pun aku sudah bisa membunuhnya kalau aku mau."


"Apa ada yang memerintahkan nona untuk mendekati tuan Tanaka."


"Sepertinya kamu sangat waspada terhadap aku ya."


"Maaf nona kalau saya lancang, karena saya fikir anda tidak sama dengan wanita yang biasanya tuan dekati, tujuan nona berbeda,kalau wanita biasa yang mendekati tuan tujuannya hanya satu harta,tapi nona Laura berbeda itu kenapa saya harus merasa waspada kepada anda,nona."


"Tanpa aku beritahu,kamu seharusnya sudah tahu kalau aku selalu menolak tuan Tanaka,kan."


"Ya,tentu saja nona."


"Jadi menurut kamu apa tujuan ku?,aku ingin tahu seberapa besar insting dari seorang ahli beladiri dan bodyguard paling disegani yang sedang ada didepan ku ini." Ucap Laura sambil tangannya memegang dagu


"Hanya tujuan yang lebih mengerikan."


"Hem,aku hanya ingin membuat dia tersesat seperti masuk kedalam hutan yang gelap saja,aku tidak pernah melukai orang yang berbuat baik kepada aku, sebenarnya orang yang merasa dirugikan disini adalah aku Ichiro."


"Kenapa,anda berfikir seperti itu."


"Hem,semenjak aku bertemu dan mengenal bos kamu itu,aku selalu mendapatkan masalah, tak lama baru kemarin aku dihadang oleh beberapa orang, mereka ingin membawa aku, kamu tahu alasan kenapa mereka ingin membawa aku ikut."


"Hah,Apa nona terluka."ucap Ichiro dengan nada kaget


"Apa kamu fikir mereka bisa melukai aku dengan mudah."


"Ya, walaupun hanya mendengar dari cerita tuan Tanaka,saat nona mengalahkan dua orang pengawal pribadi sekaligus, mereka bukanlah apa-apa."


"Ya,tentu saja."


"Baiklah kalau begitu,maaf sudah membuat nona Laura merasa tidak nyaman."


"Hem, pergilah."


Mulai saat itu Ichiro meminta beberapa pengawal bayangan untuk menjaga Laura di manapun,Tanaka juga sudah mengetahuinya.


Satu Minggu berlalu dan setiap hari juga


Ichiro selalu datang menemui laura untuk merubah permintaan,dia bilang tuan Tanaka keadaannya bertambah parah.


Hem,kasihan juga mendengarnya,kalau dia sampai mati bagaimana?,aduh nanti yang ada aku datang keacara pemakamannya dengan perasaan bersalah, fikir laura


Hari berikutnya Laura libur,dia siap-siap untuk berbelanja,saat masih berbelanja laura menelepon Ichiro,Yang ternyata sedang berada dirumahnya untuk menemuinya.


"halo Ichiro,aku mau menjenguk tuan Tanaka,bisa minta alamat rumahnya."


"nona ,Saya sedang ada dirumah nona, tapi anda tidak ada,Nona sekarang dimana biar saya jemput."


"tidak perlu,aku naik taksi saja."


"oke saya tunggu kedatangan nona dirumah tuan,saya kirim alamatnya."


"iya terimakasih."


______________________________________________


bersambung


(^∆^)

__ADS_1


__ADS_2