Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
Episode 14


__ADS_3

Syfia berdiri lalu menoleh,seketika ia pun terbelalak tak kalah terkejut dari dua orang yang baru saja meneriaki namanya.


"Kalian? Ngapain?" Sifya bertanya ia lupa bahwa Sean dan yang lainnya tinggal disatu gedung yang sama


"Eh harus kita yang tanya kenapa lo bisa dimari?" Sandy melipat tangannya didepan dadanya sambil menatap tajam Sifya


Bukannya takut akan tatapan tajam Sandy, Sifya malah langsung mendudukan bokongnya kembali ke sofa.


"Ceritanya panjang" sahut Sifya


Rey dan Sandy yang masih curiga dan bingung kehadiran Sifya di apartemen Sean pun saling melihat lalu menatap kedua orang yang mereka curigai bergantian sehingga membuat yang mereka tatap merasa canggung.


Bukk Bukk


"Lo berdua nggak usah mikir yang aneh-aneh. Duduk dulu biar gue jelasin" Sean memukul pelan kepala Sandy dan Rey bergantian karena ia yakin kedua sahabatnya ini berpikiran macam-macam ketika melihat ia dan Sifya berduaan di apartemennya.


"Aww, apaan sih lo. Kasar banget" keluh Sandy memegangi kepalanya padahal tidak sakit sama sekali


"Lebay lo. Sini gue gebuk beneran kepala lo sampai kepala lo sakit beneran" sinis Sean karena ia tahu Sandy hanya berpura-pura.


"Ogah gue. Yaudah cepetan jelasin sama kita berdua kenapa Sifya bisa di apartemen lo" kilah Sandy

__ADS_1


"Lo mending duduk dulu san, lo mau dengerin penjelasan Sean kan?" sambung Rey merasa jengah sandy selalu bertingkah berlebihan.


"kalau lo masih mau berdiri disitu, gue nggak akan jelasin apapun sama lo berdua" sahut Sean


Sifya melihat perdebatan ketiganya hanya geleng-geleng kepala. Ia juga merasa nyaman berada diantara ketiga laki-laki yang sedang berdebat dihadapannya ini sambil tersenyum sendiri


"Lo kenapa senyum-senyum begitu?" tanya Sean ketika ia melihat Sifya


"Bukan apa-apa. Gue cuma senang saja melihat kalian berdebat seperti ini" jawab Sifya


"Oh iya Regan dimana" tanya Sifya melihat Sandy dan Rey


"Ada di apartemennya. Kenapa kangen lo? Kan tadi siang lo ketemu di sekolah" sahut Sandy


"Jelas gue kangen karena dia nggak seberisik lo san" Sifya tergelak


Sean terkejut mendengar jawaban Sifya


"Berisik-berisik gini tapi banyak yang suka gue Fi. Lo pasti terheran-heran lihat deretan para gadis ngantri untuk gue pacarin" Sandy menyilangkan kedua kakinya dan menyilang kedua tangannya didepan dada


"Elehh, paling juga deretan para banci yang suka sama lo. Regan itu beda selain ganteng dia juga baik dan ramah" ucap Sifya dengan tenang

__ADS_1


Sifya terlihat telah mengenal jauh sosok Regan sehingga Sean merasa tidak suka karena hal itu.


"Dia baik sama orang tertentu saja fi, termasuk lo. Karena dia itu sebenarnya su..."


Sebelum Sandy melanjutkan kalimatnya, Rey terlebih dahulu menggebuk bahu sandy


Bukk


"duh.. apaan sih lo Rey? Sakit tau. Bekas gebukan Sean tadi saja belum hilang" keluh Sandy sambil mengusap-usap bahunya


"Mulai lagi lebay lo" dengus Rey


"Eh Sean, cepet ceritain kok bisa lo berdua bersama disini?" sambung Rey lagi seraya mengalihkan pembicaraan Sandy sebelumnya


"Biar dia saja yang cerita sama lo berdua. Gue sibuk" Sean berdiri dari duduknya segera berlalu masuk kedalam kamarnya. Entah mengapa tiba-tiba mood Sean buruk ketika mendengar Sifya mengagumi Regan.


"Hah?? Lo kesambet apa Sean??" teriak Rey karena Sean pergi begitu saja meninggalkan banyak pertanyaan dibenak mereka.


__ __ ___ __ ___ __ __ ___ __ _


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote 🙂


__ADS_2