
Laura dan nakamura pergi ke suatu ruangan.
"Nyonya Tanaka,tuan kenapa tidak ikut?."
"Dia sedang bersama Kenzo dan zizi ke Disneyland, merayakan hari ayah,tugas sekolah."
"Wah pasti mereka sedang bersenang-senang dong, tapi kenapa Ichiro ikut anda?."
"Ichiro itu orang kepercayaan Tanaka,jadi kalau saya pergi seperti sekarang ini, Ichiro ditugaskan untuk mengikuti kemanapun saya pergi."
"Hahahahaa,tuan Tanaka dari dulu tidak berubah, cemburuan masih sangat besar, oh ya silahkan diminum,saya lihat dari tadi anda tidak minum,apa minuman yang saya suguhkan kurang enak, nyonya."
"Tidak,bukan begitu,hanya saja saya sedang hamil 2 bulan."
"Wah, nambah lagi nih, bahagia banget pasti si Tanaka,tadi anda kenapa sangat emosi nyonya,memang apa yang dikatakan oleh orang tadi."
"Dia memberikan kartu namanya agar aku bisa menghubungi,lalu dia bilang mungkin kita bisa mengobrol saat tidak ada anjing piaraan saya,ya saya marah lah,mereka itu kan bekerja,bukan mengemis jadi jangan lah menyamakan orang dengan binatang."
"Iya,memang terkadang orang kalau merasa tinggi pasti merendahkan orang lain."
"saya saja sebenarnya tidak mau mereka terus mengikuti ku,tapi balik lagi, ini perintah dari tuan mereka,mereka bekerja ya pekerjaan nya melindungi saya,menjaga saya,mereka makan nasi saya juga makan nasi,ya jangan lah menghina seperti itu,kan sama saja dia menghina saya, kalau mereka dibilang anjing piaraan terus saya apa?."
Sedang asik mengobrol dengan nakamura, Laura mendapat telepon video call dari tanaka,
"Maaf,saya angkat telepon dulu ya."
"Iya silahkan."
Mengangkat teleponnya
"Halo, sayang ada apa?."
"Zizi sayang,dia ngambek sama aku."
"Terus."
"Hem, terus dia mengurung diri didalam toilet umum disini."
"Kenapa kok bisa ngambek sih, kamu juga papanya masa tidak bisa bujuk anaknya."
"Sudah aku coba sayang ku,tapi tidak mempan,malah semakin marah dia, kamu kesini ya aku binggung,,,
"Ih ngadepin Zizi saja kamu binggung, iya aku kesana."
"Cepet ya sayang ku, love you more."
"Love you to sayang."
Langsung menutup teleponnya,
"Hem, ada-ada saja, Tanaka yang ngakunya mafia kelas kakap saja tidak bisa menenangkan anak perempuan nya ngambek."
"Hahhahahahaa,lucu sekali keluarga kalian, Tanaka memang ya kalau sudah ketemu pawangnya langsung keok."
Laura hanya tersenyum sambil bergegas pergi dari casino menuju Disneyland untuk menemui Tanaka.
Dimobil arah Disneyland,Laura mencoba untuk menelepon putri nya tapi ponselnya tidak aktif,lalu mencoba menelepon ke ponsel Kenzo,
"Halo,mama."
"Halo sayang,adek zizi mana zo."
"Aku pisah sama papa dan Zizi ma, mama kenapa tidak telepon ke ponsel Zizi saja?."
"Mama sudah coba telepon tapi tidak aktif sayang."
"nanti aku kesana dulu cari papa sama adek ya ma."
"Iya sayang, teleponnya jangan dimatikan ya."
"Iya ma."
Kenzo langsung menuju papa dan Zizi
__ADS_1
"Papa,adek dimana?."
"Eh,Kenzo ,Zizi didalam toilet tidak mau keluar sayang,ngambek dia sama papa."
"Oh,tenang."
Kenzo langsung teriak dari pintu toilet,
"Adek zizi,dicari mama nih ,mama vc kamu pakai ponsel kak zo."
"Kasih ke pelayan kak."
"Iya."
Kenzo langsung memberikan ponselnya kepelayan Zizi yang sedari tadi menunggui Zizi didalam toilet.
"Sayang ,kak zi kenapa,kok wajahnya tidak terlihat."
"Mamaaaaa,papa jahat,papa sudah bikin Zizi mirip zombie."teriak Zizi sambil menangis tersedu,
"Sayang Zizi, dengerin mama , sekarang mama sudah mau sampai kesana,Zizi jangan menangis lagi ya sayang cantik nya mama."
"Iya,ma zi tidak nangis lagi."ucap Zizi sambil menahan tangisnya
"Pintarnya anak mama,nih mama sudah sampai Sayang."
"Iya,jangan ditutup ya telepon nya ma."
"Iya sayang ku."
Sesampainya laura Disneyland langsung mencari keberadaan anaknya,
"Sebelah sana nyonya." ucap Ichiro
"Iya,hayo."
"Oh,itu tuan Tanaka, nyonya."
Laura yang melihat suaminya dari jauh langsung mendekati Tanaka,
"Dimana Zizi."
"Didalam toilet itu sayang."
"Kenzo tunggu disini ya sama papa,,ucap Laura."
"Iya ma."
Laura langsung masuk kedalam toilet,
"Sayang,Zizi."
"Mama."ucap Zizi sambil menangis tersedu,
Laura didalam hatinya menahan tertawa, bagaimana tidak saat melihat makeup Zizi yang kemarin minta di bikin wajah kucing manis,malah terlihat seperti zombie, kelopak mata hitam bulat,tiga garis di pipi kanan dan kiri, hidung nya di hitamkan juga
Hahahahaahha
Yaampun pantas dia ngambek ,fikir laura
Flash back,Tanaka dan anaknya Disneyland
Kenzo merasa bosan dan dia ingin pergi terpisah dari papa dan Zizi,
"Papa,zo mau kesana ya kan ada om ini kan yang temani zo,pa."
"Iya,kak zo terserah saja,papa temani zizi disini."ucap Tanaka yang memang niat hati mau menggoda putrinya
Kenzo langsung bergegas pergi,Tanaka sedang memperhatikan putrinya itu,
"Papa."ucap zizi
"Iya, sayaaaang."
__ADS_1
"Tolong makeup wajah Zizi ,aku mau jadi anak kucing pa."
Tanaka langsung binggung, bagaimana caranya ,tapi Tanaka tidak mau kalau dianggap tidak bisa oleh Zizi,
Tanaka langsung mencari referensi gambar anak kucing, setelah menemukan contoh gambar yang dimaksud,
"Iya,papa coba ya,ini sih gampang sayang."
Zizi hanya tersenyum bahagia
Setelah selesai di makeup Tanaka,
"Sudah selesai."
"Papa,coba aku mau lihat wajah aku pa, minta cermin."
"Tidak ada sayang."jawab Tanaka bohong
"Oh, tidak ada ya pa, zizi tambah cantik tidak pa."
"Cantik lah,anak siapa dulu dong."
Para pelayan Tanaka hanya bisa menahan tertawa melihat wajah Zizi setelah dimakeup Tanaka,
Setelah itu mereka berkeliling, banyak orang yang memandang kearah Zizi sambil menahan tertawa,
"Pa,Zizi mau ke toilet."
"Iya, sayaaaang,papa antar ya."
"Ih papa kan, cowok,Zizi tidak mau, lagi pula kan itu tempat cewek pa."
"Iya, haduuhhhhhh,,,kalian pastikan Zizi tidak melihat wajahnya dicermin."perintahnya ke pelayan
Didalam pasti ada cermin,fikir Tanaka
"Baik tuan."
Zizi dan pelayan masuk ke toilet,Zizi langsung kearah cermin.
"Nona muda silahkan masuk ke toilet."
"Aku tidak mau, minggir."
"Tapi,nona muda bilang tadi mau buang air."
"Aku mau lihat cermin dulu, apa mau aku adukan ke mama."
"Tapi,tuan besar melarang."
"Papa aku itu takut sama mama aku, jadi minggir,atau aku adukan ke mama."
Pelayan hanya pasrah.
"Aaaaaaaaaaa,." teriak Zizi dan langsung menangis tersedu
Tanaka yang menunggu diluar langsung panik dan berusaha menenangkan putri nya itu.
"Zizi sayaaaang,sini sama papa sayang."
"Aku mau mama aku, huhuhuhu, mama."
Flash back selesai
Laura hanya bisa menahan tertawa,
"Mama kok Zizi ditertawa kan, seperti orang-orang itu, huhuhuhu."ucap Zizi sambil menahan tangisnya
"Siapa yang berani menertawakan Zizi, nanti mama hajar orang nya ya, sayang,,, sis tolong ambilkan tas saya dipelayan lain."
"Baik nyonya."
_________________________
__ADS_1
bersambung
(^∆^)