
MC itu masih kaget dengan perkataan dari Laura.
"Dengan demikian saat dia dinyatakan bebas ada beberapa masalah didunia bisnis dari yang bersangkutan apa anda sudah tahu nyonya."
"Tentu saja, tapi aku tidak perduli,itu akibat sudah menyinggung saudaraku."
"Apa nyonya tidak takut dengan orang yang akan balas dendam mungkin."
"Tidak."
(-_-)MC hanya bisa diam, sedangkan Tanaka sudah tertawa kecil melihat kelakuan istrinya,
"Kalau boleh tahu, bagaimana anda melakukannya nyonya."
"Mudah saja,aku hanya mengirimkan sebuah flashdisk kesalah satu perusahaan yang juga memiliki beberapa masalah dengan yang sudah menjebak saudaraku itu, dan boom hancur sudah."ucap Laura sambil memperagakan tangan yang terangkat keatas."
Tak berselang lama Yuki tiba disana,dia langsung bergegas mendekati Laura yang sedang duduk didepan banyak orang lalu memeluknya erat.
Semua orang yang ada didalam ruangan itu langsung menatap dengan tatapan tidak percaya,
"Maaf nona Yuki ,apa kamu kenal dengan nyonya tanaka."
"Aku ini adiknya kenapa aku harus tidak kenal?."
(-_-),,,MC langsung diam tertegun.
"Yuki,apa kamu kenal dengan wanita itu." Ucap Laura sambil menunjuk wanita tadi
"Tidak."ucap Yuki dengan mantab
Laura berjalan menuju wanita itu dan siwanita tiba-tiba ingin pergi tapi pengawal Tanaka termasuk Ichiro cepat untuk menahannya.
"Jadi kamu mau lari,banyak saksi mata disini dan kamu mau lari dari tanggung jawab."
Siwanita melihat kearah suaminya yang sekarang sudah tidak perduli lagi olehnya.
"Lepaskan dia."ucap Laura dan wanita itu terlepas ,dengan cepat Laura menampar wajah wanita itu yang membuat siwanita langsung jatuh dan pingsan.
Baru satu kali tamparan langsung pingsan lemah.fikir Laura
Sekarang semuanya berubah,
"Apa aku sudah boleh kembali duduk dimeja sama dengan suamiku?."
"Tentu saja nyonya tanaka."
"Terimakasih."
Tak lama pesta pun berakhir dengan Laura yang menjadi bahan pergibahan mereka semua.
Tanggal yang tertera diundangan pesta ulang tahun pernikahan mewah pak moto dan istrinya sudah menghitung hari ,para tamu undangan di minta datang dua hari sebelum acara di mulai.
"sayang,aku mau ke mal sama ka Mayko boleh ya,pinta laura.
"berdua aja? Aku tidak diajak sayang?
"iya acara perempuan saja."
"iya , Tapi nanti gantian manjain aku ya sayang," tersenyum menggoda Laura.
"huh mesumnya, tidak hilang-hilang, nanti kalau punya anak sendiri yang ada tidak boleh nyusu kali malah papanya aja terus."
"hahahhahaa, gak lah sayang ,yaudah aku jalan duluan ke kantor ya."
" iya, aku mau jemput ka Mayko dulu trus baru ke mal baru aku ke kantor."
" gak usah ke kantor seharian saja di mal biar lebih lama jalan-jalannya ,kan gak setiap hari ini kamu ketemu ponakan kan."
"makasih ya sayang kamu tahu aja."
Sambil mencium bibir Tanaka.
Satu jam kemudian Laura bersiap berangkat ke rumah kakak.
"pak supir hayu ,aku sudah siap berangkat," perintah Laura.
"iya nona."
__ADS_1
Di mobil ,Tanaka menelepon ,
" sayang ,kamu sudah dijalan?."
" ini lagi di mobil mau kearah rumah kakak dulu, Sayang."
"oh ,yasudah nanti kalau sudah mau jalan ke mal, telepon aku ya sayang."
"iya.'
Sesampainya dirumah kakak , Semuanya sudah pada siap jalan jalan."
" kamu gak telepon Tanaka,Ra?."tanya kakak
"ih iya aku sampai lupa, menelepon Tanaka,
"Halo sayang."
"iya sayang."
"ini sudah mau jalan ke mal dari rumah kakak sayang."
"oh ,ok ,aku menyusul ya."
" iya hati-hati dijalan ya sayang."
"iya kamu juga ya sayang,"
Tanaka langsung Bergegas pergi meninggalkan kantor nya.
" eh tunggu, kok jadi ngajak dia sih kakak."
" aku yang ajak Ra, dia wa tadi nanya kakak ikut gak? Trus kakak jawab ikut , Trus dia bilang kok aku gak diajak,Ya mana kakak tahu."
"Hem iya deh,Ribet kalo ngajak dia kak, itu sebabnya aku tidak ajak."
Sesampainya di mal.
" mau turun di loby nyonya."supir bertanya.
"terimakasih nyonya."
Telepon dari tanaka.
"sayang kamu di mana? Aku sudah sampai nih, lagi di depan loby."
"lagi di salon sayang di lantai tiga
"ok aku kesana."
Mengobrol dengan Mayko,disalon.
"ka rambut aku cat warna pink bagus gak?."
"bagus Ra ."
" sis aku mau warna pink depannya aja ya ."
"Oke nona."
"sayang,"
Tanaka sampai sambil melambai tangan dari pintu kaca dan langsung masuk ke dalam salon.
"sayang aku mau cat warna pink."
"ada-ada saja kamu masa warna pink memangnya kamu artis?."tanya tanaka
" iya kan aku mau nyanyi di acara ulang tahun pernikahannya pak moto sayang."
"aku gak izinin, jawab Tanaka sinis."
" tuh kan ribet kalo ngajak dia"wajah cemberut.
"sayang tolong ,aku juga mau hair spa."
" sis ini suami aku mau hair spa."
__ADS_1
Oke nona...
"Ra ,Aku mau jalan-jalan dulu ya,ucap kak Mayko."
"eh iya ka ,nanti kita janjian di loby ya,Kan pak supir ikut aku belanja."
" ok, dah."
Berpisah sibuk memilih belanjaan.
"sini nyonya saya saja yang bawa."
" gak apa pak, aku masih mampu bawa ini, bapak perlu apa lagi buat anak dan istri? Oh ya kalau gak salah anak bapak mau sekolah kan,kita beli perlengkapan sekolah ya."
" baju ini saja sudah cukup nyonya."
"sudah gak apa-apa, turuti saja apa kata istri saya,"
"iya tuan Tanaka."
Ke toko stelan jas.
" sayang aku mau beli jas."
"buat apa? Kamu kan harusnya beli gaun malam." jawab Tanaka
"itu mah aku sudah beli sayang ,tapi aku belum punya jas,"
"Pelayan sis,Aku mau jas wanita setelan warna pink ya."
" buat apa,Pingin tahu aja."
" kan tadi aku bilang buat nyanyi di acara ultahnya pak moto, Kalau aku nyanyi pakai gaun malam nanti kamu marah."
"oh kalau pakaiannya tertutup sih gak apa-apa, Iya bagus itu."
" huh."
Laura dan Tanaka pulang ,berpisah di lobi, kakak diantar supir dan Laura ikut mobil Tanaka.
Hari yang di tunggu-tunggu tiba, Kapal sudah berada di Jepang rencananya perjalanan akan ke Macau dan balik lagi ke Jepang, Kami jalan pagi-pagi sekali dan ya aku gak bawa baju banyak nanti beli di sana saja.
Dimobil,
"sayang kita seperti mau pergi bulan madu saja ya,tanya Laura."
"iya sayang ku,nanti kita bikin anak setiap hari di kapal pesiar."
"hahaha dasar mesum kamu, Ini nanti mobilnya dititipkan dipelabuhan sayang?."
"masuk ke kapal lah sayang."
Oh ,sambil melihat sekeliling
memang kapalnya sebesar mana? . Fikir Laura
Saat sampai di tempat tujuan melihat kapal pesiar yang besar dan mewah.
yaampun ,kapalnya besar baget,fikir Laura
"Kamar kita di lantai berapa ya sayang?."
"memang kamu maunya di sebelah mana, sayang?."
"memang bisa pilih kamar nya?."
" kamu chat saja pak moto minta kamar yang paling bagus."
" gak ah malas," dengan wajah datar."
Tanaka hanya tersenyum melihat istrinya.
______________________________________________
bersambung
(^∆^)
__ADS_1