
Setelah bibir mereka selesai bersatu
"ngantuk!."
"Tidurlah sayangku."ucap tanaka sambil mengecup kening Laura mesra.
Laura langsung merubah posisi tubuhnya untuk tidur dan Tanaka tidur disampingnya sambil berpelukan,Pagi hari, Saat mau membuka mata laura merasa bibirnya sedang dilumat habis, ternyata Tanaka melakukannya lagi saat dia masih tertidur.
" Pagi sayang."
"Pagi juga, sekarang sudah jam berapa?."
" jam 6 pagi."
" kamu pulang jam berapa? Mau sarapan dulu tidak? Terus mau sarapan apa?."
"aku pulang jam delapan saja ,aku mau sarapan apa saja."
" oke." sambil acungkan jempol.
Laura mendengar Tanaka meminta dijemput supirnya.
tapi ,semalam dia bawa mobil,fikir laura
"ada mobil didepan kenapa minta dijemput?." Tanya Laura
"itu mobil yang didepan untuk kamu, jadi aku tinggal disini ok sayang,jangan membantah dan jangan bilang tidak mau ok."
"Tapi ,aku ."dengan nada menolak.
"hushushus , tidak ada tapi ok sayang."
Hem, seperti biasa, fikir laura
" ini sarapannya sudah matang ,mandi dulu sana aku sudah siapin air hangat,Baju kamu juga sudah disetrika."
"yaampun sayang, aku jadi makin cinta sama kamu."
" ih apaan sih,Kamu kalau dibar jangan panggil aku sayang."
"kenapa! apa ada yang tidak suka sama hubungan kita sayang."
"bukan karena tidak ada yang suka, tapi aku jadi tidak punya teman, tidak ada yang mau berteman sama aku karena kamu, Mereka takut,Minder gitu."
"terus aku tidak boleh panggil sayang sama tidak boleh cari-cari kamu terus selama dikantor gitu."
" iya."
" ok ,tapi ada syaratnya."
"apaa?."
" hhhhmmm ,setiap makan siang kita keluar bagaimana."
"aku kerja tiga waktu."sambil memutar bola matanya malas
"kalau kamu waktunya masuk siang kita makan malam, kalau masuk malam kita sarapan."
"aduhh kok jadi ribet ya,Kalau aku masakin aja bagaimana?."
"ok, masakan kamu aku suka."
"tapi janji ya, kalau sampai tidak ditepati awas saja."
"iya sayang."sambil mengecup bibirnya lagi.
Jam delapan Tanaka sudah pulang dijemput supirnya.
Waktunya tidur lagi ,fikir Laura
Hari ini Laura mendapat kerja dijam malam,sebelum berangkat ada chat masuk.
"sayang mobilnya dipakai ya, aku tidak kirim supir kesana love you."
Yah, terpaksa deh ,demi dia tidak memanggil aku sayang,Berangkat kerja pakai mobil dia,fikir laura
Tanaka sudah memasang kamera tersembunyi dimobil yang akan Laura bawa ketempat kerja, Laura tidak tahu kalau ternyata dia sedang menjadi tontonan Tanaka dikantornya,didalam mobil,yang sedang berjalan menuju kantor.
"aku tidak mau bawa mobil ini ,Tuhan tolong sadarkan dia, kalau aku tidak mau dikasih mobil."Sambil merengek muka sedih.
Tanaka yang melihat kelakuan laura hanya bisa tertawa diruang kerjanya
Lucu dan imut sekali,bikin tambah menggemaskan saja kamu sayang.fikir Tanaka
"aduh apa kata orang nanti disana, makin tidak ada yang mau jadi temen aku, nanti pada minder semua,ih nyebelin kalau bicara seenaknya sayang jangan membantah ,sayang kamu harus bawa mobil itu kerja,sayang, sayang ,sayang Yaampun, demi tidak dipanggil sayang saja sama dia ditempat kerja,Mau bawa mobil ini huh."
tak lama ponsel Laura berbunyi,dia mengobrol bersama temannya.
"Halo,Karaoke dimana? ,Hah masa,halo ,eh kamu tahu oppa Korea menginap dihotel tempat kita bekerja dari siapa? Ahahha beneran, dilantai berapa?, Aaaaaaaaaaaaahhhhhh aku mau ketemu sama oppa ,mau minta peluk sama cium, oooooohhhh tenang nanti aku cari sampe dapet tuh, nomer kamar sioppa Korea, iya tenang nanti kalau udah ketemu kita samperin,iiiyyyaaa aku lagi dijalan mau kerja,naik mobil sewa, soalnya masuk malam,iya supaya aman aja, mobil apa ya mobil tua sih, iya ,ya mampunya sewa mobil tua saja, sebentar aku pakai pengeras suara saja ya."
__ADS_1
"eh Ra, kamu pacaran ya sama tuan Tanaka?."
"Ah, kata siapa?."jawab laura
"banyak tahu yang bilang, trus dia panggil kamu sayangkan."
" Tidak, kalian mungkin yang salah dengar dia panggil aku, Laura juga."
" Ih yang bener."
"iya lihat saja nanti ,dia tidak mungkin panggil sayang."
"iya, iya, iya,Ra temen pacar aku yang kemarin lihat kamu saat kita sehabis pulang kerja."
"Iya kenapa?."
" Dia katanya terpana gitu Ra liat kamu."
"Oh."
"kok oh doang sih."
"terus apa."
"ya dia suka sama kamu Ra ,anak orang kaya."
"Aku B saja maaf."
"Ra, Ra, kamu tuh cantik, bule, baik hati masa mau jomblo terus."
"biarkan saja tidak apakan hidup ini aku yang jalanin bukan kamu."
"iya sih aku cuman kasih saran saja, dibar juga banyak tamu yang nanyain kamu terus Ra sampe pusing aku."
"Nanti kalau ada yang nanyain aku, bilang saja kalau aku lagi dibawah tanah."
"Lagi apa dibawah tanah."
"tidur."
"mati dong."
"hahahahah."
"ini aku serius tanya, banyak banget tahu, itu pelayan yang bule mana , tidak ada tuh yang nanyain aku."
"yah Ra mereka belum tentu mau, Hahahhaa."
"hhahahhaah dasar ***** ,Baru ditawarin laki-laki langsung mau semua."
"Ih biarkan jadi ***** enak dipake dapet duit untuk perawatan ,lah kamu ciuman saja belom pernah."
"hahhahaha kalau cuma ciuman saja pernahlah."
"Hahahaha kirain itu bibir masih perawan saja dari lahir."
Tanaka yang sedari tadi melihat Laura dari kamera tersembunyi hanya tersenyum bahagia, mengingat setiap ciuman dari Laura, ternyata dia baru tahu kalau dia laki-laki pertama yang mencium bibir Laura.
"Nih aku sudah mau sampai, nanti kita lanjut lagi ya, ngobrolnya."
"iya ,cari tuh kamar sioppa Korea."
"Iya tenang,aku cari,aaahh lagi ngebayangin dipeluk sama oppa."
" Dah ya ra."
"Dah"
Langsung Laura menutup teleponnya.
"Aduh ,minta info kamar oppa kesiapa ya,Jangan sampai ketahuan dia nih,bisa gawat cuma mau minta peluk saja pasti tidak boleh, tidak,kamu tidak boleh dipeluk sama Cowoklain,Ya dipeluk saja tidak ada salahnya,oppa tunggu aku,Yey."ucap Laura sangat bahagia didalam mobil
Sedangkan dilantai dua puluh Wajah cemburu Tanaka tidak terbendung
"cari tahu dikamar mana oppa itu menginap dan bawa dia kesini."
Saat baru masuk kebasemen parkiran mobil, laura disambut oleh semua orang yang bekerja untuk gedung ini entah dilift,dilobby dan ditoilet sekalipun.
"kenapa ya?."fikir laura
Laura mau ketempat kerja, tapi lebih dulu dia kelantai duapuluh dua, mau cari petunjuk tentang kamar oppa Korea itu menginap, sesampainya Laura dilantai yang dituju,dia langsung berjalan kearah resepsionis hotel.
"halo sis, hhhhmmmm aku mau tanya boleh tidak?."
Mereka melihat Laura,para resepsionis itu merasa kaget dan langsung sangat sopan kepadanya,Tapi lebih kearah canggung.
"oh iya ,nona ,ada yang bisa kami bantu?."
" iya aku butuh bantuan kalian ,tapi jangan panggil nona, panggil Laura itu namaku dan jangan gugup gitu juga seperti sedang melihat hantu saja,Aku mau tanya apa oppa Korea itu beneran menginap dihotel ini."
__ADS_1
"hhhhmmmm, ada cuma sudah cek out dari tadi pagi."
"Yah, hhhhmmmm."
dengan wajah penuh kecewa laura menuruni lantai menggunakan tangga exit untuk ketempat kerjanya,tak lama Laura langsung dikerubutin teman-temannya
"Mana Ra,sudah dapat."
"Dia sudah cek out tadi pagi ."
Mereka langsung menangis tersedu berempat,
Selang beberapa jam bekerja, ada anak buah Tanaka memanggil Laura.
"Nona Laura."
"eh, iya ada apa?."
"Saya diminta untuk membawa anda keruangan tuan Tanaka sekarang."
" hah, untuk apa?."
"Saya kurang tahu nona."
"iya ."ucap Laura dengan wajah binggung
Sesampainya didepan pintu ruangan Tanaka, Laura dipersilahkan masuk.
"halo aku dipanggil?."
"Ra, sini masuk, Sayang."Jawab tanaka
Laura melihatnya ,oppa Korea itu sedang duduk didepan Tanaka.
"oh my God ."tiba-tiba Laura seperti kehabisan nafas,bahagia saat melihat sang idola"aaa ,oppa, mau peluk ,mau cium, mau foto, sama mau kamu juga aahhahhahahahaha."
"eehhhmmmm, lupa sama yang disini."ucap Tanaka dengan wajah bete
"Boleh foto tapi jangan deket-deket, tidak boleh peluk, tidak boleh cium,nanti aku saja yang peluk dan cium kamu."
"dasar nyebelin,huh, oppaaaaaa aku kira kamu sudah cek out tadi pagi?."Sambil memandang dan meletakkan kedua tangan menggenggam dibawah dagu,supaya terlihat manis didepannya.
"aku masih disini, cek outnya besok."ucap oppa Korea
"kok, tapi tadi kata resepsionis."Seketika laura melirik kearah Tanaka dengan tajam dan sinis,"
seakan tanaka tahu apa yang sedang Laura fikirkan.
" iya ,aku yang menyuruh mereka bilang kalau sudah cek out."Dengan wajah kesal.
" huh nyebelin,oppa minta foto bareng boleh?
"iya boleh banget."sambil tersenyum.
"aaaaaaaa ,beneran oppa ,sini sambil aku pegang tangan..."
"eh tidak usah pegang, tidak ada peluk dan tidak ada cium ok."ucap Tanaka dengan nada marah
Laura dengan wajah ngambek dan jutek kearah Tanaka , jadinya Laura dan oppa Korea berfoto berjarak ,
" aduh yaampun ,boleh pegang pipinya."
"Tidak boleh."jawab Tanaka.
" ih apasih dari tadi tidak boleh trus ,lalu buat apa aku ketemu oppa Korea ini kalau tidak aku cemek-cemek.
Anak buah tanaka yang ada didalam ruangan itu hanya bisa tersenyum kecil
Melihat tingkah bosnya.
"sudah sana kembali kerja."Seru tanaka
"Ih bikin bete saja nih orang,huh."
"nona Laura, Yang membawa oppa Korea ini kesini itu tuan Tanaka karena dia tidak ingin melihat nona sedih pas turun dari resepsionis hotel."Seru Ichiro
"Ooooo begitu!,benarkah Ichiro san."
"Iya nona."
Hhhhhmmmmmm ,aku sudah salah menilai dia, fikir laura sambil melirik kearah Tanaka
Laura langsung mendekati Tanaka sambil memegang pipinya sendiri yang sedari tadi merah merona karena oppa Korea,saat sudah berada didepan Tanaka, laura berjinjit dan langsung mencium bibir Tanaka saat dirangkul tangannya dipundak tanaka.
______________________________________________
bersambung
(^∆^)
__ADS_1