Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
mengejar sipembunuh


__ADS_3

Kepala polisi sangat binggung sampai-sampai dia tidak tahu mau bersikap malu tapi binggung,kok bisa-bisanya mafia punya istri seorang FBI,


"Hey, untuk apa kamu kesini?."tanya Laura ke pria tadi.


"Eh ,iya nyonya, ini informasi yang anda minta,sambil datang menghampiri Laura, dan dimobil sudah siap semua peralatan yang akan anda gunakan,."


"Oke, kita pergi,


Sayang aku pergi duluan ya , wanita itu,aku serahkan kepada kamu,.'


"Iya tentu saja ,aku akan memberikan pelajaran kepada nya."


Tanaka dan Laura langsung berciuman sebelum pergi.


"Aku sudah mirip ninja belum?,hahahahaa."


"Memang kamu punya jurus apa?."


"Jurus menaklukkan hati setiap laki+laki yang memandang ku, seperti yang Shaheer sing dulu, baru menatap ku lewat cctv saja sudah sangat intens mengejar ku,."


"Oh jadi begitu,."


"Hahhahahahahhaa , sudah Jagan cemburu, mereka hanya bisa menatap ku tapi tidak bisa mengambil hati ku, oke, dah sayang."


Tanaka hanya bisa tersenyum bahagia mendengarnya,


"Hayo Ichiro kita jalan,."ucap Tanaka


" Baik tuan."


Tanaka dan Laura berpisah untuk melakukan misi berbeda, Tanaka pergi keMacau menemui wanita koleganya itu, sedangkan Laura mencari Andrew sipembunuh yang berhasil kabur,


Didalam mobil ,Laura dan timnya.


"Kami sudah menemukan lokasi andrew nona,."


"Oke langsung menuju ke sana, siapkan perlengkapan ku."


"Baik,."


Sedangkan Didalan pesawat jet pribadi, Tanaka sudah bersekongkol dengan temannya yang punya casino di Macau.


"Pancing wanita itu, nanti ada imbalannya,." ucap Tanaka


"Aku akan pancing dia kemari, tapi aku minta informasi terbebas dari penggrebekan FBI."


"Oke kita sepakat,."


Sedangkan Laura ditempat lain,Laura sudah sampai didepan rumah kecil tiga lantai.


"Kita sudah sampai,."


"Oke siap,."


Laura dan timnya langsung mengepung tempat Andrew .


"Sudah tidak usah bersusah payah, aku menyerah, aku tidak mau berurusan dengan wanita seperti kamu,."jawab Andrew lemah,


"Kamu tidak bisa menipu ku,."jawab Laura.

__ADS_1


Andrew langsung lari ,Laura mengejar nya terdengar suara tembakan yang bersautan antara Laura dan Andrew.


"Kau bisa berlari tapi kau tidak bisa bersembunyi dari ku ,camkan itu ,." teriak laura.


"Ra ,kita kehilangan dia,."


"Cih, sial , geledah Lokasi tadi, jangan ada yang tertinggal,."


"Siap, laksanakan."


Laura Langsung menelepon Mr Noah.


"Halo, saya kehilangan jejak Andrew, maaf ."


"Ya baiklah, kerja kalian sudah bagus, mungkin memang keberuntungan masih berpihak kepada dia, terimakasih banyak atas kerja keras kalian,."


"Siap pak."


Andrew , kita pasti akan bertemu lagi dan akan ku pastikan kau tidak akan memiliki keberuntungan lagi.fikir Laura.


Laura kembali ketempat dimana mereka menggerebek Andrew,


"Nona laura , kemarilah,."


"Ya apa saja yang kalian temukan?."


"Banyak, semua bukti-bukti tentang para penyewa Andrew,."


"Bawa semua ke kantor dan bawa juga pembunuh yang sudah ditangkap , kalau sudah selesai bebaskan pembunuh itu karena aku sudah berjanji, sisanya saya serahkan kepada kalian dan kantor pusat."


"Siap nona,."


"Siap, biar salah satu dari kami yang antar nona,."


"Tidak usah, saya naik taksi saja, kalian bekerja saja dengan baik, Jagan ada yang terlewat sedikit pun."


"Siap laksanakan."


Laura kembali ke hotel dengan menggunakan taksi, waktu sudah menunjukan jam 4 pagi, pengejaran yang sia-sia, Laura merasa misinya kali ini tidak memuaskan.


Di tempat lain ,Tanaka sudah sampai diMacau, langsung memasuki mobil jemputan temannya,


"Tuan Tanaka sesampainya di Macau ,diminta untuk menelepon tuan saya, kata supir temannya."


"Baiklah, langsung mengambil ponsel, halo."


"Hai tuan Tanaka, wanita itu sudah siap di eksekusi, dia tidak tau kedatangan anda jadi nanti lewat pintu rahasia saja,."


"Baiklah terimakasih,."


"Sama-sama, kalau saya jadi kamu juga saya akan bertindak sama tuan Tanaka, mana ada laki-laki yang tega melihat darah dagingnya sendiri dilukai orang lain, saya mendukung anda."


"Iya, seharusnya dia menargetkan saya saja Jangan anak saya yang bahkan baru lahir kedunia tidak tahu apa-apa, wanita sialan."


"Yasudah saya tunggu."


Beberapa jam kemudian Tanaka dan Ichiro yang sambil membawa pedang sampai dicasino, Langsung di arahkan ke pintu rahasia untuk keruangan tempat wanita itu berada,


"Kenapa kamu, kok seperti tidak bahagia?." Tanya wanita itu.

__ADS_1


"Tanaka, dia baru saja memberikan kabar kalau istri dan anaknya meninggal,."


"Yaampun kasihan sekali Tanaka,hem aku akan kejepang besok untuk menghibur nya, bisa saja aku akan menggantikan posisi istrinya,."


dari belakang Ichiro langsung memegangi wanita itu,


"Hah, kenapa ini, lepaskan, hah Tanaka kenapa kamu ada disini, bukankah kamu sedang berduka atas meninggalnya istri dan anakmu,."tanya wanita itu.


"Hahahhahaha, aku hanya berbohong tadi,." jawab teman Tanaka pemilik casino.


"Sialan kamu ya, apa maksudnya kamu membohongi saya hah,."dengan wajah marah.


"Diam kamu wanita sialan, kamu sudah membuat aku kesal karena sudah mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh istri dan anakku,."Tanaka dengan nada membentak.


"Aku tidak melakukan itu sayang, tolong lepaskan aku,."dengan nada memohon.


"Bunuh saja wanita ini Tanaka, aku yang akan membuang jasadnya,."


Tanaka langsung mengeluarkan pedangnya, Ichiro memukul belakang tubuh wanita itu hingga membungkuk dan Tanaka langsung memenggal kepala nya, dengan hanya sekali tebasan,


"Tidak akan ku biarkan hidup , orang yang sudah membahayakan nyawa keluarga ku,." ucap Tanaka


"Hey, urus mayatnya, perintah ke pelayannya.


tuan Tanaka, saya sudah menyiapkan tempat untuk anda istirahat,."tanya temannya ke Tanaka.


"Tidak perlu, saya langsung pulang saja, kasihan istri dan anak-anak saya, terimakasih atas bantuannya."


"Iya dan selamat kamu sudah menjadi ayah sekarang,hem kapan ya saya menyusul, hahaha susah cari istri yang seperti istri kamu jaman sekarang,."


"Yasudah, saya kembali kejepang."


"Ya, salam untuk nyonya Tanaka, aku akan mengirimkan kado ke sana,."


"Sip."


Tanaka dan Ichiro langsung kembali kemobil menuju bandara, Tanaka mengambil ponsel mau menelepon Laura tapi tidak ada jawaban,


"Ichiro, tolong telepon pelayan,tanya apa nyonya sudah pulang?.'perintah ke Ichiro.


"Baik tuan, sambil menelepon pelayan,


Tuan kata pelayan, nyonya sudah pulang dan sedang tidur menemani anak-anak, nyonya tidak mau dibantu pelayan, paling hanya kalau anaknya bangun dan nyonya sedang dikamar mandi,."


"Hem, dia pasti sangat khawatir, memang ini kesalahan ku, beban Laura untuk menjadi istri seorang Tanaka memang sangat berat, sambil memikirkan istrinya."


Tanaka tiba di Jepang dihari berikutnya , langsung menuju kamar , dilihatnya Laura yang sedang duduk dipinggir jendela dengan baju long dress megar warna putih rambut tergerai indah sambil menikmati pemandangan kota, sambil menggendong bayi zo yang sedang menyusu,


"Sayang,."sambil menghampiri Laura.


"Eh, stop, Jagan mendekat, mandi dulu ganti pakaian, baru mendekat, kamu bau darah sayang,."ucap Laura Dengan wajah cemberut


"Yaampun, iya lupa aku sayang, oke aku bersih bersih dulu, ."Tanaka bergegas ke kamar mandi,


_______________________________


bersambung


(^∆^)

__ADS_1


__ADS_2