Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
Tanaka marah


__ADS_3

"Yang kuat ya anak-anak papa di dalam, kuat seperti mama kamu ,yang sabar menghadapi keegoisan papa mu ini, ucap Tanaka."


"Hah , tidak salah dengar aku sayang,."ucap Laura dengan wajah bingungnya


"Hus diam ,aku sedang bicara sama anak-anak ,bukan sama kamu sayang."


Laura hanya bisa tertawa mendengar ucapan Tanaka.


Setelah selesai mengelus elus perut Laura dan menciumnya, wajah Tanaka pindah bersejajar dengan wajah Laura.


"Love you sayang, kalau aku salah langsung bilang ya ,supaya kamu tidak gampang sedih dan jangan nonton drama Korea dulu nanti malah tambah terbawa emosi,."


"Iya sayang, kok sekarang kamu yang jadi bawel sih,."


"Iya lah ,kan sekarang aku bukan hanya melindungi kamu ,tapi juga anak-anak kita yang masih diperut ini,."


"Besok, aku masih mau kerja sampai kehamilan 9 bulan."


"Tidak boleh."


"Tuh kan baru di bilang."


"Iya, tapi kalau merasa lelah atau apa langsung bilang ke aku ,oke."


"Iya sayang."


"Yasudah istirahat ya biar besok lebih segar."


"Cium sayang."ucap Laura dengan sedikit manja


"Hem, semenjak hamil jadi lebih modus kamu ya sekarang ,."ucap Tanaka sambil melahap bibir laura


"Tidak tahu sayang bawaan anak, tapi jangan sampai anak aku mirip kamu ya."


"Terus maunya mirip siapa ,kan itu anak aku, Papanya aku."


"Ya mirip aku saja, kalau mirip papa nya, kalau cowok nanti jadi playboy."


"Hahahahahahaha, walaupun Playboy tapi istrinya cuma kamu doang sayang."


Tiba-tiba suasana hati Laura berubah mendung.


"Oh jadi ketahuan ya ,sudah punya istri masih punya pacar, oh gitu kamu jahat ya sama aku,."ucap Laura sambil menangis tersedu-sedu


Tanaka yang melihat sang istri menangis pun langsung kebingungan.


"Sayang aku bercanda ,itu semua bohong,


Aduh salah lagi kan."


"Bodo ,aku males, tidak perduli, kamu jahat baget sama aku."ucap Laura sambil terus menangis


Tanaka Langsung memeluk Laura erat, "


"sayang sumpah demi kamu , tidak ada wanita lain sayang ,aku hanya bercanda,."


"Tapi buat aku itu bukan bercanda, kata-kata kamu barusan langsung nusuk ke hati aku tahu tidak, sakit."


"Iya,maaf ya sayang ku, aku hanya mencintaimu, sumpah sayang nih."ucap Tanaka sambil menunjukan jari kelingkingnya kearah laura


"Bodo ah, aku bete."


Saat mendengar ucapan dari mulut Laura Tanaka Langsung ******* habis bibir laura


"Lepasin,."ucap Laura


"Tidak mau sebelum kamu maafin aku."


"Bo,,,Hem."


Sebelum selesai bicara sudah dilumat duluan bibir Laura,

__ADS_1


"Ah ,Maaf ya sayang ku ,aku mohon."


"Iya, aku maafin."


Hadeh,lega nya hati ini,.fikir Tanaka


"makasih ya sayang ku ,percaya sama aku ya."


"Hem ,sambil mengangguk."


Hari telah berganti Tanaka dan Laura sudah sampai kantor,dan mereka berpisah di lift.


Lantai dua puluh, ruangan Tanaka.


"Pagi tuan ,."sambut Ichiro


"Apa agenda saya hari ini?."


"Ini tuan,."


"Yang agenda di atas jam 5 tolong di cansel semua ya."


"Baik tuan saya ke sekertaris dulu."


Setelah kepergian Ichiro.


"Tanaka mengambil ponsel nya, halo tolong pesankan bunga dan kirim ke meja istri saya ok."ucap Tanaka dan langsung mengakhiri panggilan teleponnya,


Tak lama kemudian, Ichiro pun kembali


"Ini tuan sudah dicancel, apa ada masalah tuan."


"Masalah sih tidak, hanya mengurangi kegiatan di luar ,karena saya harus mengawasi istri saya selama 24 jam."


"Loh , apa nyonya selingkuh tuan."


"Hahahahahahah bukan ,tapi hem Jagan bilang ke orang-orang ya."


"Istri saya hamil, 2 bulan,."ucap Tanaka dengan senyuman bahagia


"Wah selamat ya tuan, pantas saja nyonya yang biasanya tidak mau terlalu dekat dengan tuan ,2 bulan belakangan ini malah maunya nempel terus, ternyata bawaan bayi, hahahahahahaha."


"Iya, saya saja sampai sempat binggung dengan perubahan sikap dia itu, eh ternyata ada calon Tanaka junior di dalam tubuh istriku."


"Saya juga akan selalu bantu tuan untuk menjaga nyonya."


"Ya terimakasih ,Ichiro kamu memang dari dulu dapat saya andalkan."


"Tapi tuan ,tentang tuan David, saya dapat informasi kalau dia sudah bebas dari penjara."


"Hah siapa yang bisa membebaskan dia."


"Hem, nyonya Laura tuan."


"Apa kamu tidak salah informasi ini."


"Tidak tuan, saya sudah mengeceknya langsung dan benar saja nyonya lah yang mencabut tuntutan."


Tanaka merasa kesal ,tapi dia harus bertanya baik-baik ke istrinya, kenapa?, alasan apa ,dia mencabut tuntutan nya, Apa ada yang memaksanya atau bagaimana, itu semua terkumpul menjadi satu di kepalanya sekarang.


Ditempat lain Laura yang sedang diruang kerjanya,


Tok, tok, tok ,tok


"Masuk."


"Pagi Bu men,ada kiriman bunga dari tuan."


"Iya , makasih ya."


"Sama-sama Bu."

__ADS_1


"Bunga Lily putih yang cantik, dia jadi romantis sekali pagi-pagi sudah kirim bunga,."ucap Laura sambil tersenyum bahagia.


Tadinya Tanaka mau langsung bergegas ke ruangan Laura, tapi terhalang dengan meeting dengan beberapa koleganya termasuk pak moto.


Meeting itu di adakan di gedung kantor pak moto, sebenarnya Tanaka sangat tidak ingin datang karena informasi kalau David sudah bebas,tapi rapat ini tidak bisa di wakilkan.


"Kita mulai rapat ini,."pak moto memulai rapat .


Setelah rapat selama 1 jam itu selesai, Tanaka langsung berlalu dan tanpa sengaja dia berpapasan dengan David di lobby.


Tapi Tanaka bersikap seperti tidak melihatnya, langsung masuk mobil untuk kembali ke kantor nya.


Laura yang sedang bahagia karena perhatian dari suaminya, sekarang sedang memasak untuk Tanaka makan siang.


Setelah hidangan selesai,Laura meminta tolong kepada salah satu karyawan bar untuk pergi mengantarkan makanan itu ke suaminya.


"Hey, aku mau minta tolong ,bawakan makanan ini ke ruangan tuan Tanaka ya, Terimakasih ya."


"Oke ,Bu men."


Makanan sudah di kantor Tanaka.


"Permisi tuan, saya membawakan makanan dari istri anda."


Kini tanaka sedang duduk dikursi kebesarannya,dengan posisi membelakangi pintu dan hanya menghadap kearah tembok.


"Ya, taruh saja di meja .",dengan wajah yang membelakangi ,sambil duduk di kursi dan merokok


"Kalau begitu saya permisi tuan,."


Setelah kepergian pelayan.


"Kenapa tidak di makan tuan?."tanya Ichiro


"Aku sudah kenyang."


"Apa tuan jadi bertanya ke nyonya?."


"Tidak,."


"Apa anda yakin tuan."


"Hem, aku sedang kecewa."


"Nona Laura , kebaikan hatinya tidak bisa hilang tuan."


"Iya , tapi dia sama sekali tidak memahami perasaan ku, sudah Ichiro cukup, saya tidak mau membahas ini,."dengan nada marah


Laura tidak tahu kalau suaminya Sangat marah ,karena dia sudah melepaskan David dari tahanan.


Laura melihat ponsel nya,


"Kenapa dia tidak ,hem apa?


Laura memulai chat What's up


"Sayang sudah waktunya pulang,." tanya Laura.


"Kamu pulang sendiri di antar supir ,aku masih ada urusan."


"Iya kamu hati-hati ya."


Tanaka tidak membalas lagi ,,,,,


Laura pulang diantar supir,dia merenung didalam kamar, dia merasa Tanaka berubah sikap menjadi dingin kepadanya.


__________________________________


bersambung


(^∆^)

__ADS_1


__ADS_2