
"Nyebelin banget sih, sis, sudah tidak usah di lanjut,aku mau pulang."
Saat mendengar ucapan dari mulut sang istri,tanaka jadi salah tingkah.
"Iya, iya ini ponsel nya aku kembalikan sayang,."
"aku bete,nyebelin."
Laura Sambil beranjak pergi,
"Sayang, malu itu diliatin,."ucap Tanaka sambil mencegah kepergian laura
"Kamu yang mulai,bisa tidak kalau diem gitu tidak ganggu mood aku,hah yaampun aku cuma mau tenang, aku cape berdebat terus."
"Yaudah sayang, aku minta maaf,
kalian semua keluar,."pinta tanaka ke trapis.
"Sudah berapa kali kamu seperti ini aku maafkan kamu,tapi kamu tidak pernah belajar dari kesalahan kamu, kenapa coba ambil ponsel aku?."
"Ya, aku itu sayang."
"Cemburu? Masih tidak bisa percaya sama aku kan, capek lah."
"Sayang,."ucap Tanaka sambil memeluk erat tubuh laura
Jantung Laura berdetak kencang karena amarah yang terpendam.
"Cape tahu tidak ,aku diginiin terus sama kamu."
Masih Tanpa ada Jawaban apapun dari Tanaka,malah semakin menenggelamkan wajahnya dipundak Laura.
"Seharusnya memang kamu tidak usah kesini dan tidak perlu tahu aku kemana seharian,."
Masih tanpa jawaban dari Tanaka.
"Aku lebih baik jalan sendiri atau ngajak pelayan seperti kemarin, aku senang aku nyaman, tidak mesti bertengkar seperti ini, tidak mesti melihat kamu cemburu setiap saat, capek tahu tidak."
Masih tetap tidak ada Jawaban,Tanaka masih memeluknya erat.
"Semua yang aku lakukan kamu tahu semua, tapi kenapa mesti masih seperti ini, aku capek, aku lelah sama kamu,lepasin." Dengan nada membentak
Tanaka hanya menggeleng kepala nya yang berada di pundak Laura,terasa basah pundaknya karena air mata Tanaka,
lemahnya hati ini.fikir Laura
"Tadi kamu dikantor rencananya mau apa sayang?."sambil mengelus rambut Tanaka lembut dan mengangkat kepalanya,menatap , mencium bibir Tanaka lembut.
"Mau meeting sayang,."
"Kamu kembali ke kantor ya, sayang ku."
Tanaka hanya menggeleng kepala nya.
"Aku temani kamu meeting ya sayang,Hem." sambil mencium bibir Tanaka,
"yuk kita ganti baju,Sini aku bantu pakai bajunya sayang,.'
Laura merapikan kancing kemeja dan jas suaminya, dirapihkan rambut suaminya.
"Love you suami ku sayang."
"Love you more istri ku sayang."
"Yuk kita berangkat sayang,tapi aku yang menyetir mobil nya ya sayang ku."
Tanaka hanya mengangguk.
Keluar dari spa Laura melajukan mobilnya ke sebuah gedung tempat Tanaka akan meeting.
Tanaka mengambil ponsel disaku celananya,
"Halo, Ichiro apa sudah mulai?."
"Belum tuan 10 menit lagi."
"Saya sedang menuju ke sana,."
"Oh, baik saya tunggu di lobby gedung tuan."
__ADS_1
"Ok, Tanaka mengakhiri telepon."
"Sayang parkir mobil di lobby,."ucap Tanaka
"Iya."
"Kok tidak pake sayang,."ucap Tanaka dengan wajah murung
"Iya sayang ku, suami ku tercinta."
Sesampainya di lobby,Laura keluar bersama Tanaka,Ichiro terlihat binggung karna Laura yang mengemudikan mobil.
"Ini kuncinya,yuk sayang,."sambil memberikan kunci ke Ichiro yang masih mematung.
Tanaka menggenggam erat tangan Laura, sesampainya di ruang meeting,
"Aku kedalam dulu ya sayang ku,." ucap Tanaka
"Iya aku menunggu disana diruang tunggu itu ya sayang,."
"Iya sayang,."sambil mencium bibir laura.
Diruang tunggu.
Laura hanya membaca berita koran dan majalah,bahkan ada majalah dewasa juga, resepsionis datang kearahnya
"Nyonya Tanaka,apa anda mau minum."
"Tidak terimakasih,." sambil tersenyum
"Tapi meeting ini akan lama jadi takut nya nanti anda haus,."
"Kalau begitu, Aku mau air dalam kemasan saja,."
"Baiklah nyonya saya akan ambilkan."
Wanita itu kembali lagi dan membawakan air kemasan, setelah selesai dia sedang menelepon seseorang sambil melirik kearah Laura.
Tak lama ada seorang wanita cantik datang ke arah Laura,
"Halo , nyonya Tanaka,."
"Iya, anda siapa?."
"Apa anda ada perlu?,sama saya?."
"Hanya berkenalan saja, kamu lagi hamil ya,aduh selamat ya."
"Iya terimakasih, tapi maaf saya lagi mau sendiri ,lagi malas mengobrol,bawaan bayi."
"Oh begitu, baiklah saya permisi dulu,."
sombong sekali dia dasar wanita murahan,fikirnya
Laura tahu kalau dia terkenal dikalangan atas dengan sebutan wanita murahan karena gosip yang beredar kalau dia menikahi Tanaka karena uang bukan cinta, tapi dia tidak perduli.
Setelah menunggu lama Tanaka selesai meeting.
Tanaka menghampiri istrinya diruang tunggu.
"Sayang, aku sudah selesai."
"Oh sudah, mau meeting di mana lagi?, sayang."
"Iya masih ada beberapa tempat lagi,kamu dari tadi disini tidak ada yang menemani?."
"Tidak ada, memang lagi mau sendiri Sayang."
"Oh yuk kita berangkat sayaaaang,."
Hati senang, tapi Kasihan liat dia begini hem,.fikir Tanaka
"Iya ,."Laura berdiri dibantu Tanaka sambil memegang perut nya.
"Mobil aku yang bawa ya, sayang."
Laura hanya mengangguk,
Didalam mobil Tanaka melihat istrinya tidak bisa diam seperti menahan sakit.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang?."ucap Tanaka
"Tidak apa sayang ku,kamu fokus ke jalan saja ya,."
Diberhentikan mobil di pinggir jalan.
"Kamu sakit sayang."
"Cuma pegal sayang."
"Yang mana sakitnya sayang, dengan wajah bersalah."
"Punggung ke bawah sayang,."
"Kebelakangin sayang kursinya,sini aku bantu,."sambil merubah posisi kursi.
"Hem ,."ucap sambil menganggukkan kepalanya dan mengusap perut.
"Seharusnya memang kamu tidak usah ikut ya sayang."
Laura hanya diam, sambil melihat ponsel , tidak ingin berdebat dengan Tanaka,Lalu memejamkan mata, sambil mengelus elus perut nya.
Tanaka melajukan mobilnya ke rumah.
Sesampainya di rumah.
"Sayang,kita sudah sampai rumah."
"Hem kenapa kita pulang sayaaaang?."
"Iya, kita pulang nanti aku pesan spa massage kerumah ya."
"Iya sayang."
Dirumah menunggu orang dari spa massage datang.
"Kamu tidak pergi, Katanya masih ada meeting sayang?."
"Aku mau disini sama kamu sayang, meeting nya bisa ditunda."
"Hem."
"Kenapa?, tidak mau aku disini sayaaaang." Sambil memeluk erat istrinya.
"Aku lapar sayang,."
"Mau makan apa, sayang ku, cinta ku?."
"Hem,."Laura sambil berfikir
Semoga mintanya tidak aneh-aneh,fikir Tanaka
" Aku mau makan mochi kacang merah sayang."
Huh syukurlah, banyak yang jual,.fikir Tanaka.
"Iya sayang,."ucap Tanaka
"Tapi kamu sendiri yang beli ya."
"Loh kan ada pelay,,,,."Belom berhenti ngomong Tanaka melihat wajah Laura ngambek.
Wajah Tanaka langsung berubah pucat.
"Iya, iya sayang ku, cinta ku ,aku pergi dulu beli mochi nya ya sayang, love you sayang."
"Love you to,."masih dengan wajah ngambek.
Haduh untung masih terselamatkan,,fikir Tanaka
Laura melakukan spa massage diruangan air panas pribadi dirumah, Tanaka sedang membeli mochi kacang merah yang banyak untuk istrinya.
Sesampainya dirumah, Laura sudah berendam di kolam, kegiatan pijat nya sudah selesai,Tanaka membuka baju ikutan berendam.
"Sayang, ini mochi nya,."sambil mendekat kearah Laura
"Terimakasih ya sayang ku,."mencium Tanaka baru makan mochi.
______________________________
__ADS_1
bersambung
(^∆^)