
Setibanya Tanaka dan Laura kembali dari Makau, mereka langsung pergi menuju kantor untuk bekerja dan membagi beberapa pernak-pernik buah tangan yang sudah mereka beli saat masih diMacau.
Banyak para karyawan kantor maupun bar bahkan pelayan kebersihan disana mendapatkan hadiah itu.
Hari itu,Tanaka kedatangan mitsuya dikantornya yang bermaksud untuk meminta penjelasan.
Laura yang mendengar kabar tersebut langsung bergegas menuju keruangan kerja suaminya itu dilantai dua puluh.
Setibanya dia disana , mitsuya sedang mengobrol dengan Tanaka yang wajahnya sudah sangat gelap.
Laura berjalan mendekati mereka dengan melewati banyaknya jumlah pengawal mitsuya dan Tanaka,karena adanya bentrok satu sama lain.
"Paman mitsuya,bisa kita bicarakan dengan baik-baik."ucap Laura sambil tersenyum
"Tentu saja,aku bukanlah orang tua yang kolot,tapi aku hanya meminta sesuatu yang seharusnya menjadi milikku,."ucap mitsuya tanpa melihat kearah laura
Laura sangat kesal tapi ekspresi wajahnya tidak berubah,
"Paman mitsuya memang adalah orang tua yang sangat patut untuk dihormati,jadi bagaimana kalau aku ingin menentukan nasibku sendiri."
Saat Laura berucap seperti itu,Tanaka langsung mengalihkan pandangannya kearah Laura,dia merasakan perasaan rumit sekarang,ini pertanda buruk.
"Baik,kamu mau bagaimana untuk ingin melakukan itu?."Sambil memalingkan wajahnya kearah Laura sekarang,
Masih dengan wajah datarnya,Laura
"Paman mitsuya terkenal dengan permainan pedang yang sangat hebat bukan begitu?."
"Tentu saja,bahkan Tanaka masih bukan apa-apa."ucap mitsuya dengan nada yang meninggikan dirinya sendiri
"Kalau begitu,aku akan menantang paman untuk beradu pedang melawan aku."
"Tidak, sayang."ucap Laura sambil berdiri dari duduknya dan menggandeng tangan Laura.
Sedangkan mitsuya tertawa lepas
"Hahahaha,mimpi apa aku semalam,hari ini aku ditantang oleh anak baru kemarin sore, Laura ,aku ini memang sudah tua tapi aku masih tidak diragukan dalam hal pedang, apa kamu mengerti."
"Air yang terlihat tenang belum tentu disana tidak ada bahaya,apa paman mitsuya mengerti."ucap Laura sinis
__ADS_1
Semua orang yang ada disana tidak percaya kalau Laura bersikap seperti itu terhadap mitsuya,
Dulu mitsuya terkenal dengan sifatnya yang tanpa ampun,dia sangat arogan dan berkuasa tapi tiba ada seorang wanita yang menarik perhatiannya,dia bernama re'iko ibu dari Laura,
Saat itu re'iko sedang memetik bunga disebuah taman,saat mitsuya melewati taman itu,dia melihat re'iko disana.
Lalu mereka berdua berkenalan,tapi re'iko tidak pernah mencintai mitsuya sebagai seorang kekasih melainkan hanya sebagai kakak untuknya ,karena dia tidak memiliki kakak laki-laki.
Mitsuya melihat re'iko dekat dengan ayah kandung Laura yang berstatus pelajar pindahan sementara dari Amerika.
Saat melihat kejadian itu ,hati mitsuya seakan-akan hancur ,dia menjegat jalan yang biasa dilalui oleh re'iko,saat pertemuan itu re'iko menatap mitsuya dengan tatapan bingung.
Mitsuya sudah berwajah gelap,dan dia langsung berucap kalau re'iko adalah seorang pelacur,dengan alasan saat dia sedang bersama dengan mitsuya tapi dia malah jalan dengan pria lain.
Re'iko yang mendengar ucapan mitsuya,dia menangis,dia tidak tahu alasan kenapa mitsuya tiba-tiba marah kepadanya, bukankah selama ini hubungan mereka baik-baik saja.
Lalu mitsuya memberikan rahasia yang selama ini dia pendam untuk re'iko, setelah re'iko tahu tentang rahasia itu,dia hanya bisa kaget sambil menutup mulutnya yang sedang terbuka karena terkejut.
Mungkinkah,selama ini mitsuya menganggap hubungan antara dia dan aku adalah sepasang kekasih?.fikir re'iko
Re'iko sedari awal tidak pernah berfikir kearah sana karena perbedaan ekonomi mereka yang sangat jauh, mitsuya adalah seorang tuan muda, sedangkan re'iko hanya seorang wanita biasa yang masih duduk di bangku universitas.
Re'iko tanpa mengabari mitsuya dia terbang ke Amerika, setelah menggelar pernikahan sederhana di Jepang untuk memulai hidup baru bersama orang yang dia cintai,
Mitsuya patah hati,dia bahkan sampai tidak mau memberikan hatinya pada wanita manapun,hanya dengan nafsu saja dia bermain dengan wanita,
Sekarang setelah sekian lama, re'iko yang sangat dia cintai,sudah kembali dengan wujud yang berbeda,wajah , bahkan bibirnya, sangat mirip dengan re'iko nya, tapi saat melihat warna rambut dan tatapan mata itu mengingatkan dia dengan pria yang pernah menjadi saingannya dalam hal cinta.
Masih diruangan Tanaka.
Mitsuya lalu berdiri dan berhadapan dengan Laura.
"Wajah dan senyuman mu sangat mirip dengan re'iko ku,tapi rambut dan mata itu mengingatkan aku kepadanya,pria yang sudah mencuri re'iko dari ku."
"Jangan terlalu banyak bicara paman, langsung jawab saja,iya atau tidak."
"Baik,baik aku akan menerima tantangan mu,dan asal kamu tahu,bahkan ayahmu itu dulu pernah aku kalahkan,kalau bukan karena re'iko melindungi pria sialan itu dengan tubuhnya pasti dia sudah mati."
Laura dengan masih dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"Oke,hari ini diatap,dua jam kedepan kita akan berduel,."
"Kalau aku kalah,kamu bisa menentukan nasibmu,tapi kalau kamu kalah,,, bersiaplah untuk menandatangani surat perceraian dengan Tanaka."
"Setuju."
Tanaka ingin melarang tapi sudah terlambat, mitsuya pergi meninggalkan ruangan itu dengan senyum tipisnya,dia meminta bawahannya untuk memesan kamar untuk dia beristirahat sebelum duel berlangsung.
Kemudian diruangan Tanaka,Laura duduk disofa dan Tanaka tepat disampingnya dengan wajah marah.
"Kenapa kamu menyetujuinya, sayang."
Laura menatap kearah Tanaka dan langsung memeluk sambil mencium bibirnya
"Kamu percaya aku kan, sayang."
"Ya tentu saja tapi aku,kamu,,,akh ."
Tanaka sudah tidak bisa berfikir lagi tentang hal ini.
Dia mau marah tapi bingung harus marah kesiapa?.
Laura hanya menenangkan hati dan fikirkan Tanaka,dia mengirimkan pesan ke sang kakak untuk segera membawakan baju kimono yukata dan pedang warisan dari sang kakek, Steven juga memakai baju yang sama tapi untuk pria.
Steven bergegas pergi menggunakan taksi, dia sudah harus pergi dan sampai tepat waktu.
Tanaka masih bingung,karena sampai saat ini Steven masih menyembunyikan kemampuannya didepan Tanaka.
sesampainya Steven didepan gedung,dia langsung bergegas menuju kearah resepsionis untuk menukar tanda pengenal dengan visitor.
dia melangkah kembali menuju lift dan pergi munuju lantai dua puluh.
saat dia berada didalam lift,ternyata ada beberapa anak buah dari mitsuya yang selalu memperhatikan dirinya, Steven tidak perduli dengan tatapan mata itu dan lebih milih berlalu pergi untuk cepat bertemu dengan sang adik.
____________________________________
bersambung
(^∆^)
__ADS_1