Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
drama perdebatan


__ADS_3

Laura kembali bekerja dan waktu sudah menunjukan pukul empat pagi dan waktunya laura untuk pulang,


Tanaka datang keruang karyawan bar dengan berpakaian seperti anak motor.


yaampun,tuan Tanaka,Hem,hanya penampilannya seperti tukang pukul,Tambah serem, fikir laura


"sayang, sudah waktunya pulangkan."


" iya, ini juga lagi siap-siap.


mereka turun kelobby kantor ,motor sudah ada didepan pintu lobby,anak buahnya tanaka menyerahkan kunci motor.


"Ini kuncinya tuan Tanaka.


Tanaka bersiap naik kemotor dan menyalakannya,laura bertukar helm baru dia naik dibelakang tanaka


"pegangan yang erat yasayang."


"iya ."


tanaka langsung melajukan motor dengan kecepatan tinggi ,Dan tiba-tiba pelan.


"ternyata lebih enak naik motor yasayang, bisa sambil dipeluk kamu."


"dasar mesum."


Setibanya dirumah,Laura langsung kearah kamarnya, dari belakang tanaka malah ikutan masuk.


"kamu mau ngapain ikutan masuk."


"mau istirahat juga."


"kamu istirahat disofa saja sana atau dikamar kak Steven."


Tanaka,dia tidak menghiraukan perkataan Laura,dia langsung tidur diranjangnya dan laura ingin membangunkan Tanaka menarik tangannya tapi tanaka sangat berat,


malah tubuh laura yang terjatuh kepelukan tanaka, langsung ******* bibir laura, mereka berciuman seakan tidak mau lepas,sampai ketukan dipintu membuat mereka tersadar.


Tok,tok,tok,tok


Laura langsung berdiri bergegas menuju pintu,Tanaka juga bangun sambil merubah posisi menjadi duduk dipinggir tempat tidur, Laura melihat Steven yang ada didepan pintu.


"kakak kenapa?."


"jam berapa kita mau potong rambutnya,Ra?."


"nanti siang ya ka ,Kalau sekarang belum buka dan masih gelap, Kakak tidur saja lagi nanti bangun saat sarapan."


"oke selamat bobo."


" iya kak."


Saat laura berbalik dan melihat kearah tempat tidur,Tanaka sudah tertidur pulas.


Hem,bagaimana ini,mana kasurnya kecil, fikir laura


Akhirnya laura tidur disamping tanaka masih muat, mereka tidur berpelukan,Tanaka terbangun terlebih dahulu dan meletakkan sebelah tangannya keleher laura untuk menjadi bantalan dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Laura,tanaka mencium laura lagi dan entah mimpi apa laura yang masih dalam keadaan tidur bisa membalas ciumannya dengan sangat liar.


"sayang bangun nanti aku hilang kendali."


"kamu kenapa?."


Tuhkan bener masih tidur,untung belom dibuka bajunya,fikir Tanaka


"kamu tidur mimpi apa?,Sayang."


"kok tahu kalau aku mimpi?."


"tadi kamu mengigau sayang."ucap Tanaka berbohong


"aku mimpi tenggelam dilaut saat kaki aku tiba-tiba keram,aku tidak bisa nafas,Jadi bibirku seperti ikan gitu."ucap Laura sambil menunjukkan gerakan mulut keTanaka


Sebenarnya Kaki yang didunia nyata ternyata sedang tertindih oleh kaki tanaka,Melihat itu Tanaka tidak habis fikir dia kira memang sedang bergairah ternyata malah mimpi tenggelam,


Nasib, padahal Tanaka merasa terangsang saat ciuman tadi dan hampir membuka bajunya.


"bangun sana,mandi terus buatin aku dan kakak sarapan."


"memang sudah jam berapa,nyawa aku belum kumpul."

__ADS_1


"yasudah tidur lagi nanti aku pesan saja makanannya delivery order restoran sekalian untuk bibi,Kamu mau sarapan apa sayang.


"mau makan dimsum."


"ok nanti kalau sudah sampai makanannya aku bangunin ya,sayang."


Laura hanya menganggukan kepalanya


Telah berapa lama menunggu akhirnya makanan yang dipesan datang juga,Tanaka keluar rumah untuk mengambil makanan pesanannya dan berjalan kerumah bibinya Laura yang tidak jauh dari rumah


"bi,eh bukan maaf saya hanya mau mengantar makanan untuk bibi dan keluarga."


"oh iya terimakasih,apa Laura sudah pulang."ucap sepupu laura


"oh sudah tadi sama saya."


"Oh yasudah terimakasih makanannya dan nanti disalamin kemama."


Tanaka lekas kembali kerumah laura dan membangunkan laura dari tidurnya.


"sayang bangun,itu dimsumnya sudah ada nanti keburu dingin."


"iya makasih."sambil menciumnya.


mereka makan bersama sambil mengobrol dan bercanda,hari sudah siang Tanaka mengingatkan laura untuk pergi kesalon,tanaka sudah menghubungi supirnya untuk kerumah laura dan tidak butuh lama untuk sampai .


seperti sudah tahu saja .


"sayang jemputannya sudah sampai,kita berangkat."


"Iya tunggu lagi pakai baju,Sabar."teriak laura dari dalam kamarnya


Sesampainya disalon kecantikan yang sangat besar.


"kok,kita kesini,kesalon yang biasa saja."


"sudah terlanjur kesini sayang,masa mau putar balik."


mereka turun dari mobil dan masuk kedalam salon,Sepertinya para karyawan salon itu sudah sangat kenal dengan Tanaka.


"selamat siang tuan Tanaka,hari ini anda mau perawatan apa?."


"baik tuan."


"eh tunggu,Sis kakak aku ini mau dipotong rambut saja."


"sayang, terus kamu maunya apa?."


"aku mau Hair spa saja."


"kok itu saja?."


" iya,kamu bawel banget.


Akhirnya laura dan Tanaka perawatan yang sama,duduk bersampingan sambil tangan Laura tidak pernah lepas dari genggaman tangan tanaka, Steven sedang asik dicukur dan dihair spa,laura hanya membaca majalah.


"sayang, setelah ini kita kemana?."


"pulang,makan lanjut tidur."


"kok gitu saja, tidak kemana-mana lagi?."


"Hem,mau kemini market,paling belanja bahan masakan."


"ok dari sini kita kesupermarket."


"minimarket saja juga ada."


"Tidak,pokoknya kita kesupermarket oke."


"Tuh sis lihat,ambekan ya orangnya,tidak bisa dibilang tidak,Apa maunya harus diturutin. Ucap Laura sambil mengobrol dengan pelanyan dan Mereka hanya tertawa.


Tanaka hanya asik main ponsel,


"biarin."ucap tanaka


Setelah selesai dari salon, mereka melanjutkan perjalanan kesupermarket, Steven yang paling antusias saat dimobil,Tanaka meminta kakak untuk mengambil semua yang dia mau.


kak Steven teriak kegirangan,Kata kakak, kalau sama laura tidak dibolehin atau uangnya tidak ada,Ih kak malu tahu yaampun,tapi bagaimana memang benar.

__ADS_1


Sesampainya supermarket kak Steven mengambil satu troli belanja sendiri,sedangkan Tanaka mendorongkan satu untuk Laura


"kak Steven, nanti kalau sudah selesai pilih barang yang kakak mau beli ketemu sama Ra dikasir ya."


"iya."Langsung melaju kesebuah rak.


"mau masak apa sayang?."


"kita kedaging dulu baru kesayur dan buah."


"siap nona Laura."ucap Tanaka sambil tersenyum menggoda.


Sudah semua barang yang mau dibeli sudah ada ditroli, itu juga pakai drama pilih-pilih yang tidak selesai-selesai sama Tanaka,apapun menjadi bahan perdebatan.


"ini saja sayang lebih bagus."


"itu sama,ini sama saja ,cuma itu yang kamu pegang lebih mahal, Kualitas sama saja."


"lebih mahal itu lebih bagus sayang."


"yang mahal belum tentu bagus."


"Sudah tinggal ambil saja tidak usah lihat harganya,aku nanti yang bayar semua."


"biarkan ,Supaya kamu belajar menghargai, barang mahal belum tentu bagus."


"iya, iya, iya, iya."


Lebih baik mengalah dari pada nanti dia ngambek,Belum pernah dalam hidup mau mengalah sama perempuan ,cuma sama Laura saja aku sangat tergila-gila sampai sampai takut kehilangannya, fikir Tanaka


Sebelum bertemu Laura ,Tanaka tidak pernah perduli perasaan atau hati seorang wanita, yang dia tahu dia bahagia, kalau sudah bosan tinggal cari yang lain,Tapi dengan Laura sangat berbeda,Laura bisa memanjakan, dia juga bisa meredam amarah Tanaka, Laura perempuan pertama yang tidak perduli, padahal Tanaka sudah mencurahkan isi hatinya kalau dia mencintai Laura, entah apa yang membuat Laura ragu dengan cinta yang Tanaka berikan, bahkan belum pernah dia berikan cinta yang sebesar dan sedalam ini kewanita manapun.


Sesampainya dikasir,Laura sangat kaget melihat barang belanjaan Steven satu troli penuh sampai menggunung.


"yaampun banyak banget,Ini untuk apa semuanya kak?."Sambil melihat kearah ditroli.


"Untuk aku,Ra , untuk dikamar."


Hem,sampai pusing sama kakak sendiri, fikir laura


"sudah tidak perlu diperdebatkan,kakak maju duluan nanti baru kita, sayang."


"oke."ucap Steven dengan hati senang dan kelakuan polosnya


Laura hanya melirik kearah Tanaka sebal.


"jangan terlalu memanjakan kak Steven,Aku tidak menyukainya."


"tapi aku suka,apalagi sama kamu sayang."


"ih apa sih,lagi ngomongin kakak malah jadi aku."


"salah terus,nanti dirumah kita ciuman lagi ya."


"dasar mesum."


"biarkan,mesumnya sama kamu saja sayang."


"pembohong,kemarin banyak perempuan gila yang ngejar kamu."


"kamu cemburu ya kalau banyak perempuan yang tergila-gila sama aku sayang, itu berarti hati kamu sudah jadi milikku dong."


Laura hanya terdiam dan malu sendiri,


yaampun kenapa jadi begini aku seperti memakan ludahku sendiri,entah mengapa setiap ada perempuan yang didekatnya dadaku terasa terbakar dan sesak nafas,padahal aku sadar,aku bukanlah wanita terbaik untuknya, fikir laura


Tanpa disadari air mata laura jatuh dan Tanaka melihatnya,langsung mengusap air mata dipipi laura sambil mengecup bibirnya


"aku hanya mencintaimu,aku hanya ingin kamu,aku hanya milikmu,dan kamu hanya milik aku,Sayang."


Tanpa aba-aba laura langsung membalas ciumannya dan entah kenapa hati ini sangat bahagia saat mendengarnya berkata seperti itu untuk meyakinkan Laura akan cintanya.


"Permisi, tuan,nona silahkan maju."ucap Kasir supermarket


Laura baru sadar kalau mereka sedang ada didepan kasir,sampai malu serasa dunia milik berdua,wajah Laura memerah bagaikan buah tomat,sisanya tinggal Tanaka yang berurusan dengan kasir, mereka pulang karena banyaknya belanjaan jadi Tanaka memakai taksi khusus untuk mengantar barang belanjaan.


______________________________________________


bersambung

__ADS_1


(^∆^)


__ADS_2