
"Masih sakit tidak? ,sayang."
"Sudah mendingan, kata dokter pegal-pegal pada ibu hamil memang tidak bisa hilang sayang ,apalagi saat usia kehamilan bertambah."
"Yasudah ,habisin mochi nya."
"Kamu mau sayaaaang?, Nih aku suapin."
"Mana,ditangan kamu saja tidak ada."
"Ini di mulut aku sayang."
Laura semenjak hamil jadi lebih modus dan mesum dariku, apa anak-anak nurun aku banget?.fikir Tanaka.
Sambil makan , mencium bibir Tanaka dengan ganasnya,
"Sayang,."tanya Tanaka.
"Iya sayang ku kenapa."
"Aku mau **** mochi kamu yang di bawah."
"Iya gendong aku sayang, kaki aku lemes, mochi nya taruh di kulkas ,aku masih mau."
"Iya sayang ku."
Diangkatnya tubuh Laura untuk dibawa kedalam kamar , meletakan dia diatas tempat tidur, Tanaka mulai mengemut bagian bawah tubuh istrinya.
"Hem, sayang."
Emutan Tanaka membuat Laura mengejang
"Sayang,beb aku mau keluar sayang beb,." ucap Laura
Laura mengangkat kepala Tanaka dari bawah sana , menarik wajahnya keatas dan langsung mencium bibir Tanaka lembut.
"Masukin ya sayang,."pinta tanaka
"Iya sayang ku,kamu tiduran sayang, aku yang diatas."
Tanaka membantu Laura merubah posisi.
" begini sayang?."tanya tanaka
"Hem."Laura hanya menganggukkan kepalanya ,Laura yang sudah merasa kenikmatan tidak mendengar ucapan suaminya.
"Terus sayang , seperti ada yang mendorong dari dalam,anak papa kuat ya, mama sama papa lagi pengen,."sambil mengelus elus perut Laura.
"beb, ya tuhan,Hem." Laura merasakan pelepasannya.
Begitu pula dengan Tanaka yang langsung mencabut bagian bawahnya, mengeluarkan diatas paha istri nya.
"Aduh lemes banget sayang,kok jadi gelap semua,."
Laura pingsan
Tanaka langsung memakainya baju begitu juga dirinya,buru-buru di bawa ke rumah sakit, dengan wajah yang ketakutan setengah mati melihat istrinya tidak sadarkan diri.
"Sayang,kamu harus kuat sayang kita sudah mau ke rumah sakit,."dengan dada yang berdetak kencang.
Dirumah sakit, diruang perawatan
"Tuan Tanaka,istri anda tidak apa-apa? Hanya kelelahan sampai mengeluarkan flek sedikit, yang terpenting bayi anda sehat tuan."
"Syukur lah, terimakasih dok."
"Tinggal tunggu nyonya sadar saja,."
"Iya."
Tak berapa lama kemudian,
__ADS_1
"Sayang ,."ucap Laura dengan nada lirih
"Iya sayang, aku disini,."sambil menggenggam tangan istrinya.
"Kita dimana?."
"Rumah sakit sayang,kamu pingsan,aku khawatir."
"Tidak perlu khawatir, aku kan wanita kuat."
"Hem kamu ya, dokter bilang kamu keluar flek dan harus bed rest, tidak boleh beraktivitas dulu selama seminggu Sayang."
"Yahhhh bosen dong aku,dengan wajah sedih."
"Nanti aku siapin apapun buat kamu, supaya tidak merasa bosen ya."
"Hem iya, aku mau pulang sayaaaang,ya."
"Kamu belum boleh pulang sayaaaang."
"Aaaahhhaha, nyebelin banget sih dokter nya, aku bunuh juga tuh orang."
"Ih ngomong apa sih kamu, hahahahahaha."
"Tidak tahu, keluar sendiri dari Mulut aku, yah beneran ini sih bibit papanya banget, nak-nak mama kok tidak ada sih,."sambil mengelus perutnya.
"Hahahhahaah nanti mereka kalau sudah lahir akan langsung jadi bos kecil ya sayang, nanti aku ajarin beladiri pedang."
"Ih apa sih, kalau anak kita perempuan bagaimana,aku tidak mau."
" Mau perempuan atau laki-laki mereka harus tahu dari mana papa dan mamanya berasal untuk bekal masa depan mereka."
"Iya, tapi tidak masih kecil juga ini anak disuruh pegang senjata tajam, nanti kalau kena mereka bagaimana?."
"Iya sayang,."sambil mencium bibir Laura.
"Ponsel aku dimana Sayang."
"Halo, aunty ada yang kangen nih."
"Iya ponakan ku yang ganteng, aunty juga kangen berat,sama Dante."
"sayang sini, memanggil Tanaka , nih ada oom juga,."
"halo,."sapa Tanaka.
"Loh kok kamu kayak lagi di rumah sakit Ra."
"Iya aku pingsan semalam,kelelahan saja."
"Kak Mayko langsung panik dan berlari menuju rumah bibi ,Ra kirim alamat rumah sakit nya ya aku mau kesana, ."Langsung dimatikan.
"Kak Mayko mau kesini sayang, kamu sudah makan?."ucap Laura
"Belum sayang, aku pesan bento saja ya."
"Aku mau bakmi saja sayaaaang, terus pesankan juga buat suster dan dokter yang bertugas."
"Iya, 100 porsi cukup?."
"Iya kita 10 saja, sisanya buat mereka, terus minta pelayan bawain mochi aku ya."
"Iya nyonya ku."
"Makasih ya papa dari anak-anak ku."
Hahahahahahaha mereka pun tertawa bersama.
Tanaka sibuk mengurusi semua kemauan Laura, pelayan datang membawa mochi , bakmie pun juga datang, Laura makan dengan lahap bersama Tanaka, tak lupa sisa pesanan bakmie nya di bagikan ke suster yang sedang berjaga.
Tok tok tok tok tok
__ADS_1
"Masuk kak ,tidak di kunci."
"Aduh Laura kamu bikin kakak khawatir, Sambil menaruh buah dan rantang susun di meja,Pasti ulah kamu ya Tanaka."
Tanaka yang masih disebelah Laura langsung kaget.
"Hah ,kok aku lagi yang kena?."ucap Tanaka
"Bukan kak, Tanaka tidak salah, ini salah ku , semalam memperkosa zombie ku ini eh malah pingsan sesudahnya,
hahahhahaahhaha,."dengan wajah malu.
"Memang kamu tidak di kasih tahu kalau tidak boleh terlalu sering berhubungan **** saat hamil Ra."
"Tahu kak, cuma semalam tidak bisa ditahan, hahahahaha iya sayang,." mencium bibir Tanaka lembut
"Terus kamu pasti tidak boleh bergerak kan harus ditempat tidur saja, berapa lama."
"1 Minggu kak,."
" Ya Bagus lah, kalau sampai 1 bulan berarti kandungan kamu lagi dalam bahaya."
"Iya kakak ku sayang,itu aku ada bakmi dimakan,bibi tidak jadi ikut."
" Tidak jadi ,dia takut pingsan melihat kamu seperti ini,."
"Hem,kasihan bibi ya sayang, dia pasti sangat khawatir,."Ucap Laura
"Iya sayang.",ucap Tanaka
"Yasudah kakak pamit ya, Tanaka jaga Laura ya,."
"Iya kak."
"Makasih ya sudah jenguk aku,sini peluk aunty dulu Dante , sayaaaang."
Steven dan Mayko pun kembali pulang.
"Nanti kalau kamu sudah bisa pulang kerumah ,aku punya hadiah ulang tahun pernikahan."ucap tanaka
"Oh ya ,hem, pulang sekarang saja sayaaaang."
"Sabar ya sayang."
"Iya deh ,demi kado ulang tahun pernikahan kita sayang,Kamu tidak kekantor sayang,."
"Kan kamu lagi dirawat ,masa aku kekantor,."
"Tidak apa nanti suruh pelayan kesini saja buat temani aku, kamu kekantor."
"Yasudah aku berangkat kerja dulu ya, nanti malam aku yang temani kamu disini, berangkat kerja dari sini."
"Iya sayang hati-hati ya love you."
Tanaka beranjak pergi, tak lama pelayan dari rumah datang bawa bunga dan aroma terapi untuk Laura merasa nyaman,
"Apa nyonya masih membutuhkan hal lain."
"Tidak ada,Kalian istirahat saja dulu ."
"Iya nyonya."
Mengambil ponsel , Laura ingin menghubungi Ichiro
"Tolong bawakan aku tas yang dikamar, tas yang terakhir aku pakai."
"Iya nyonya,."jawab Ichiro.
________________________________
bersambung
__ADS_1
(^∆^)