
Sesaat Yuki baru ingin duduk, Mitsuo menarik pinggang ramping Yuki untuk duduk diatas pangkuannya, Mitsuo menatap mata coklat milik Yuki.
"Kenapa kamu selalu menolak aku?, Apa yang kamu tidak suka dari diriku ini yang mungkin aku bisa merubahnya,dengan begitu ,pendirian kamu mungkin juga akan berubah."
Yuki sudah sangat malas dan lelah dengan pertanyaan seperti ini dari Mitsuo.
"Aku ingin turun lalu mandi dan pulang,hanya itu."
Mitsuo langsung menggendong tubuh Yuki dengan sangat erat, membawanya masuk kedalam kamar mandi, setelah sudah sampai didalam kamar mandi Mitsuo mencium bibir Yuki,dan dengan lembut menurunkannya didalam bak mandi.
"Kalau kamu butuh sesuatu,panggil aku saja oke,aku akan menunggu diluar."ucap mitsuo sambil mengusap-usap kepala Yuki dan mengecup puncak kepalanya.
Setelah itu Mitsuo bergegas pergi meninggalkan Yuki sendirian didalam kamar mandi,masih dalam keadaan bertelanjang dada dan hanya memakai handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya dia bergegas mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang untuk menyiapkan acara lamaran dikediaman keluarga Aoki.
Setelah selesai,Mitsuo berjalan kearah meja dan kursi yang ada dipinggir dekat jendela,dia mulai menyalakan rokok miliknya lalu menghisapnya sambil memandang kearah luar dengan senyuman manisnya.
Besok aku akan melamar dia juga,akhirnya.fikir Mitsuo
Sedangkan didalam kamar mandi,Yuki tengah meraba tubuh bagian bawahnya.
Dia tidak pernah mengira kalau hal yang sangat dia jaga itu akan diambil oleh pria seperti Mitsuo,
"Kenapa harus Mitsuo sih,apa tidak ada pria lain saja."ucap Yuki sambil menepuk air
Saat dia bergerak berlebih ,dia merasa sangat perih,dia tak sadar kalau sudah berteriak sangat keras, bahkan Mitsuo yang sedang duduk sambil menikmati rokoknya pun langsung bergegas pergi menuju kearah pintu kamar mandi.
"Sayang,ada apa?."ucap mitsuo sambil membuka pintu langsung berlari mendekat kearah Yuki yang sedang duduk berendam.
"Tidak ada,hanya perih disini."ucap Yuki dengan wajah yang sudah berubah merah
Mitsuo langsung mengambilkan satu handuk kimono untuk Yuki pakai, setelah handuknya dipakai, Mitsuo langsung menggendong tubuh Yuki.
"Maaf ya sayang,karena aku kamu seperti ini,tapi nanti juga tidak akan sakit lagi kok."
Yuki tidak menjawab ucapan Mitsuo,karena dia sudah sangat malu,Mitsuo yang mengetahui kalau sang pujaan hatinya ini sedang malu, dengan lembut Mitsuo membawa Yuki duduk dipangkuannya.
Diatas kursi yang tadi Mitsuo duduki saat sedang merokok.
"Sayang,aku tadi sudah menghubungi salah satu tempat penyewaan dekorasi,mereka akan datang besok kerumah kamu untuk mendekor acara lamaran kita, bagaimana menurut kamu?."ucap mitsuo sambil mengusap-usap punggung indah milik Yuki yang masih duduk diatas pangkuannya itu.
"Kenapa kamu melakukan ini semua kepadaku?."
__ADS_1
Saat mendengar ucapan dari mulut Yuki, Mitsuo langsung mendekatkan wajahnya kewajah Yuki dan menyatukan keningnya dengan kening Yuki.
"Aku sangat mencintaimu sayang,apa salahnya,aku tidak memiliki pasangan begitu juga dengan kamu,aku memendam rasa ini sudah lama,aku hanya tidak ingin berakhir seperti papa ku, yuki Aoki kamu wanita yang aku mau untuk menjadi ibu dari anak-anak Ku nanti."ucap mitsuo dengan mantab setelah itu baru mencium bibir manis Yuki.
Yuki hanya diam,Mitsuo masih memandang kearah wanita cantik yang ada didepannya itu.
"Apa yang masih kamu fikirkan sayang?." Ucap mitsuo sambil menyentuh wajah Yuki.
"Aku mau pulang."
"Besok kita pulangnya oke,aku antar kamu besok dan sorenya aku kembali lagi kerumah kamu untuk melamar,."
Yuki hanya cemberut sambil memajukan Bibirnya,ingin sekali Mitsuo menggigit bibir itu.
Yuki kembali digendong oleh Mitsuo kearah tempat tidur, Mitsuo membaringkan tubuh Yuki dan setelah itu baru dirinya,Yuki langsung tertidur pulas begitu pula dengan Mitsuo,mereka berdua terlelap dalam mimpi.
Keesokan harinya Yuki terbangun, ternyata Mitsuo lebih dahulu bangun dan bahkan sudah berpakaian rapih.
Mitsuo sedang menerima panggilan telepon dari rekannya didekat jendela balkon,Yuki ingin beranjak pergi kearah kamar mandi, dia membersihkan diri dengan cepat.
Setelah selesai dan keluar dari kamar mandi, dia melihat Mitsuo masih dipinggir jendela tapi ada beberapa hidangan hotel untuk mereka sarapan,saat Yuki melihat kearah tempat tidur,dia melihat ada sebuah kotak.
Yuki mendekati kotak itu.
Yuki lalu mengeluarkan baju yang ada didalam kotak,
"Putar badan."ucap Yuki dengan nada memerintah kepada mitsuo.
"Untuk apa sayang,bukankah aku sudah melihat semuanya semalam."ucap mitsuo dengan nada menggoda.
Yuki langsung cemberut,
"Mau berbalik atau aku tidak akan mau memakai baju ini."
Mendengar Yuki berkata seperti itu,Mitsuo langsung membalikan badannya kearah lain, membelakangi Yuki yang akan memakai baju.
Sesaat kemudian,
"Sudah belum?."
"Belum, resletingnya macet,ini baju baru atau bekas sih,baju rusak dibeli."
__ADS_1
Mitsuo yang mendengar ucapan Yuki pun langsung membalikan badannya kearah Yuki, sepertinya Yuki sedang kesusahan dengan resleting itu.
Mitsuo mendekat dan membantu Yuki menariknya, setelah tertutup Mitsuo langsung mencium punggung dan membalikan tubuh Yuki untuk menghadap kearahnya, setelah sudah saling bertemu tatap satu sama lain, Mitsuo langsung ******* bibirnya.
"Kita sarapan dulu sayang,baru aku antar pulang ya."
Yuki hanya diam, Mitsuo tidak mempermasalahkannya,diamnya Yuki itu pertanda kalau Yuki berkata iya,itu yang membuat dia senang dan lebih baik begitu dari pada Yuki menolaknya.
Selagi makan,Yuki teringat dengan ponselnya,dia meminta ponsel miliknya ke Mitsuo,tapi Mitsuo beralasan kalau ponsel dan tas Yuki ketinggalan didalam mobil.
Setelah selesai sarapan, Mitsuo langsung mengenggam tangan Yuki,mereka berjalan beriringan melewati lorong hotel,saat sudah dilobby hotel,siapa yang tidak kenal dengan Yuki,apa lagi tangannya sedang digandeng oleh pemilik hotel.
Astaga, apakah itu Yuki Aoki,dia baru saja keluar dari hotel bersama dengan pengusaha muda mitsuo.fikir mereka semua yang melihat Yuki dan Mitsuo
Yuki sudah tidak bersemangat untuk menghindari para penggosip itu, yang ada difikirannya sekarang adalah dia sudah mau pulang saja.
Sesampainya mereka dilobby,sudah ada beberapa anak buah Mitsuo dan sebuah mobil,Mitsuo langsung membukakan pintu mobil untuk Yuki, setelah mereka berdua naik kemobil, Mitsuo langsung bergegas menjalankan mobil untuk pergi menuju rumah Yuki.
Sepanjang perjalanan Yuki hanya diam sambil menatap layar ponselnya.
Mitsuo hanya meliriknya, sangat ingin tahu apa yang sedang Yuki lihat dilayar ponsel,
"Sayang,apa ada masalah."ucap mitsuo lembut sambil meraih tangan Yuki untuk dia genggam.
Yuki masih diam dan hanya menggelengkan kepalanya.
Mitsuo merasa seperti kehilangan Yuki yang dia kenal selama ini,wajahnya tidak menunjukan keceriaan bahkan aura kesombongannya pun sirna,apa dia sudah sangat menyakiti hati wanita pujaannya ini, itu yang ada didalam fikirannya
"Sayang, maafkan aku,aku akan melakukan apapun yang kamu mau,aku akan menggelar konferensi pers dan bilang kalau aku sangat mencintaimu dan aku yang memaksa kamu untuk menikah dengan aku, bagaimana?."
,,,,,,,(-_-)masih tetap tidak ada tanggapan dari Yuki.
Yuki sangat tidak mudah percaya dengan ucapan dari mulut seorang pria, apalagi pria seperti Mitsuo,astaga.
"Bila perlu,kita akan mengadakan pesta pernikahan tujuh hari tujuh malam,dengan mengundang seluruh wartawan yang ada di negara ini, bagaimana."
Yuki masih tidak perduli.
Mitsuo yang melihat wajah Yuki,dia pun merasa menyesal karena sudah melakukan hal semalam,tapi hanya itu yang ada di otaknya semalam,dia tidak mau pria lain memiliki yukinya,jadi bagaimana pun caranya dia harus bisa menjadi pemilik mutlak seorang Yuki Aoki.
___________________________________________
__ADS_1
bersambung
(^∆^)