Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
rencana


__ADS_3

Ponsel Laura berbunyi, chat dari Tanaka


"Kamu sudah mau pulang sayaaaang?."


"Kepo kamu, urus saja urusan kamu sendiri."


" Kok gitu, besok aku temenin ke senam hamil ya."


"Tidak usah ,aku sama pelayan saja."


"Hem."


Tidak di balas Laura.


"Kok aku tidak di tanya?."


"Tanya apa?."


"Itu tadi aku chat kamu, hem, kamu tanya dong kenapa?."


"Oh."


"Bales chat suami oh saja?."


"Terus apa dong."


"Apa kek gitu, sudah makan atau belum , sudah pulang belum, begitu."


"Lagi malas."


"Yasudah kalau tidak mau perhatian lagi sama aku, aku cari yang perhatian dari kamu nanti."


"Oh ,cari saja sana,."


"Kok kamu malah nantangin sih, bukannya cemburu."


"Sana cari yang lebih perhatian dari aku."


Pelayan melirik ke arah Laura yang sedang menangis dalam diam, air mata nya mengalir deras.


" Nyonya ,kita mau kemana lagi,."


"Kepantai."


"Baik nyonya."


Mobil pun di arahkan ke pantai, sesampainya di sana,


"Apa nyonya mau turun?."


"Tidak."


"Mau dibuka jendelanya?."


"Iya."


Dibukakan jendela, Laura hanya memandang ke arah laut.


"Jagan pulang sebelum aku minta."


"Baik nyonya."


Saat matahari mulai terbenam Laura sangat mengantuk sekali, dia tertidur.


Di rumah ,Tanaka sudah selesai main golf dan pulang sore, menunggu istrinya tidak pulang,


"Ichiro, kenapa Laura belum pulang juga?."


"Nyonya minta ke pantai tuan, dia minta jangan pulang dulu sebelum nyonya suruh , hem,sekarang nyonya masih tidur didalam mobil,dan emm apa tuan sedang marahan sama nyonya?."


"Hah , tidak."


"Tadi pelayan lihat nyonya sehabis melihat ponsel langsung menangis ."


"Hah, Tanaka langsung mengambil ponsel nya dan benar saja, yaampun kenapa aku tidak sadar chat seperti ini ke dia, apa karena tadi aku sedang marah terbawa emosi,kita susul istriku sekarang."


"Baik tuan,." Ichiro langsung chat ke pelayan Laura mereka ada di pantai mana.


Sesampainya Tanaka disana, memarkirkan mobilnya tepat dibelakang mobil Laura.


"Nyonya dimana?."tanya Tanaka.


"Masih didalam mobil tuan, tertidur."


"Kalian tunggu di sini."


"Baik tuan."


Tanaka masuk kemobil langsung menghampiri istrinya yang sedang tertidur.


"Sayang ,sambil meraih tubuh Laura , memeluknya erat, Maaf kan aku sayang , yang tadi dichat ,aku tidak bersungguh-sungguh."Langsung mencium bibir Laura sampai istri nya itu terbangun.

__ADS_1


"Hah, kamu sejak kapan di sini?."


"Baru sampai sayang ,aku khawatir kamu tidak pulang, sayang marah sama aku."


"Aku yang salah , sebagai istri tidak perduli dengan suaminya, maaf kalau menurut kamu aku tidak cemburu, aku cemburu setiap kamu melangkah pergi dari rumah aku takut kamu berpaling saat melihat wanita yang lebih cantik dari ku, aku cemburu dimanapun kamu berada tapi tidak ku tunjukkan semua kecemburuan itu karena aku takut kamu merasa kalau aku terlalu posesif terhadap kamu, aku tidak bertanya kamu sudah makan atau belum, kamu lagi dimana atau sama siapa, aku takut rasa cemburuku ini makin besar, jadi aku lebih memilih menumpahkan semua perhatian ku saat kamu dirumah,."sambil menyenderkan kepalanya di bahu Tanaka,sambil di peluk erat Tanaka.


"Sudah jangan bicara lagi, kita pulang ya."


"Iya."


"Ichiro, tolong setir mobil ini,suruh mereka membawa mobil yang di belakang."


"Siap tuan,."


Di jalan,, masih didalam mobil arah rumah.


"Besok aku antar senam hamil nya ya,."


"Tidak usah ,kamu kan ,masih ada kerjaan, aku sama pelayan saja,."


"Sayangnya mana?."


"Tidak usah sayang."


"Aku memaksa, besok aku antar, ."Diciumnya bibir manis istrinya.


Sesampainya dirumah, Laura dibopong Tanaka ke kamar,


"Sayang mau mandi langsung?."


"Iya kan tadi aku habis senam pasti bau ya,tapi sudah malam."


"Tidak bau kok sayang , aku lap saja tubuh kamu mau?."


"Aku mau mandi saja tapi tidak berendam."


"Oke yuk aku mandiin."


Selesai mandi,Laura melihat Tanaka beranjak pergi ke luar.


"Mau kemana sayang?."


"Ruang kerja sayang."


"Kerjanya disini saja, pintanya manja."


"Iya aku ambil laptop sama file nya dulu ya."


Tak lama Tanaka kembali dan bekerja diatas ranjang.


"Kamu mau kopi sayang."


"Tidak usah kamu istirahat saja ya,."


"Hem.",sambil menghela nafas panjang.


"Kenapa sayang."


"Tidak apa-apa,."


"Dari kata tidak apa-apa nya kamu itu pasti ada sesuatu kan, diletakan laptop ke meja langsung memeluk Laura erat,mau apa sayang,."


"Mau kamu sayang,." langsung berbalik mencium bibir Tanaka.


"Tapi kamu baru saja sembuh sayang,."


"Iya tapi hem, langsung dicegah karena Tanaka sudah lebih dulu mengemut bibir Laura ,mau miring saja sayaaaang kalau duduk aku masih lemas."


"Iya sayang ku, begini kan."


"Iya sayang, hem,Nikmat sekali."


"Anak papa nanti Jagan mesum juga ya seperti mama kalian."


"Ah apa sih sayaaaang, aku begini juga bawaan bayi."


"Iya deh iya."


Hari pun berganti ,


"Sayang, sudah siang ,yuk aku antar senam hamil,."ucap Tanaka


"Hem, aku mau mandi dulu, sayang."


"Iya sini aku temani, sayang."


"Aku bisa sendiri Sayang."


"Sudah ,aku temani aku takut kamu pingsan di kamar mandi."


Selesai mandi siap siap berangkat,

__ADS_1


Sesampainya di tempat senam hamil.


Wanita yang kemarin ,membicarakan Laura lagi, bersama suaminya ,


"Pa,lihat itu miss baru sampai juga, ih itu yang laki-laki siapanya pa, tampan dan berbadan kekar,."wanita itu melihat Tanaka tanpa berkedip.


"Hus ,itu suaminya yang punya gedung tempat aku kerja,."


"Hah suaminya?, berarti laki-laki itu tuan Tanaka, tampan, tajir tapi Miss malah menolak."


"Iya,."


Selesai,


"Halo Miss,."


"Hay, oh sayang kenalin ini teman satu kelas aku disenam hamil,sambil memperkenalkan suaminya,ini suamiku."


"Saya Tanaka,papa dari anak yang dikandungan istri saya,sambil mengelus elus perut Laura,salam kenal."


"Sayang, tidak perlu dikasih tahu juga mereka sudah tahu, maaf ya suami saya suka begitu, sambi tersenyum,yuk sayang, kami duluan."


"Iya miss,."


Didalam semua orang memandang ke arah Tanaka yang dari tadi tidak lepas menggandeng tangan Laura.


"Oh sekarang diantar suaminya ya nona,." tanya guru senam.


"Iya ,dia memaksa ikut."


"Hayo semua kita mulai senam dihari Minggu yang cerah ini,para suami memeluk istrinya dari belakang ,selagi istrinya latihan pernafasan oke,."


Tanaka memeluk tubuh Laura dari belakang,


aku jadi tidak konsentrasi senam kalau seperti ini.fikir laura


"Laura, apa ada masalah?,apa pelukan suaminya terlalu erat,."


"Bukan sis tapi aku hanya malu, lebih nyaman sendiri, ."dengan wajah memerah dan mata yang melihat sekeliling


"Sayang apaan sih, tuh yang lain saja tidak malu, lanjutkan saja istri saya baik-baik saja."


" Baik lah kalau begitu, kita lanjutkan."


Hadehh kalau begini terus aku tidak bisa, fikir Laura


"Ya cukup untuk hari ini kita ketemu lagi Minggu depan ya,."


"Ini sayang ,."ucap tanaka sambil menyodorkan botol minum,


"Makasih ya sayang,."masih di posisi yang sama duduk di lantai.


"Habis ini kita pergi makan ya,."


"Iya, memang urusan kamu sudah selesai?."


"Di ganti Ichiro yang pergi,." sambil menggendong tubuh Laura,


"Sayang, aku malu,."


"Kenapa mesti malu kita kan sudah suami istri, kalau kamu jalan nanti kecapean sayang."


Semua orang termasuk wanita itu menatap kearah mereka berdua, dengan tatapan iri.


Tanaka dan Laura sudah dimobil melanjutkan perjalanan,


"Mau ke restoran mana sayaaaang, ."ucap Tanaka


"Hem, sayang, saat usia kandungan ku 7 bulan mau diadakan dimana? ,Sekalian nanti dokter kirim 2 kado besar yang isinya jenis kelamin anak-anak kita,."


"Terserah kamu saja sayaaaang, aku ikut saja,."


"Kalau dirumah aku saja bagaimana? ."


"Memangnya kamu mau undang berapa orang? ,sayang."


"Kita-kita saja sayaaaang, keluarga inti saja,."


"Biasa sekali, sayang tidak ada istimewanya."


"Yasudah tidak jadi,." dengan wajah cemberut


"Nanti aku bikinin yang istimewa saja ya ok, Sayang."


"Terserah saja,."


______________________________


bersambung


(^∆^)

__ADS_1


__ADS_2