Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
Monalisa


__ADS_3

Sesampainya Tanaka diruangan spa ,mereka melihat ruangan itu sudah hancur dan berantakan karena perkelahian Laura dengan pembunuh bayaran itu.


Tanaka bergegas masuk kedalam dan Disudut ruangan tanaka melihat Laura sedang duduk bersender dimeja dengan nafas yang tidak teratur.


Sial, gumam Laura.


" sayang ,sambil menghampiri Laura,kamu tidak apa-apa?."Tanaka memeluknya erat.


" iya aku tidak apa-apa sayang , Tante moto bantuin sayang."


"Sudah kamu tenang saja sayang ku ,David sudah berada didekat mamanya."


Tanaka mencoba menenangkan Laura,


"Ah, syukur lah sayang."


Saat Laura bangun dibantu Tanaka ,mereka melihat David sedang menggoyangkan tubuh mamanya,Laura tahu kalau David pasti sangat khawatir dengan mamanya.


"Tante cuma pingsan David,aku sudah mengecek keadaan Tante dia hanya diberi obat bius."


Laura menjelaskan supaya David bisa lebih tenang dan tidak panik lagi.


"syukurlah kalau begitu, kamu juga tidak apa-apa kan Ra."


"Laura mengangguk,Bawa mama kamu kembali ke kamar sebentar lagi obat biusnya hilang.


" iya terimakasih ya, jawab David sambil mengangkat tubuh mamanya untuk dibawa ke kamar."


"Kamu beneran tidak apa-apa sayang?."


Tanaka sangat panik apalagi saat melihat seisi ruangan hancur berantakan.


"Iya aku tidak apa-apa sayang, Itu wanita yang mau membunuh Tante sayang,Aku bius dia pakai obat yang sama yang dia bawa , Sial kuat sekali wanita ini sampai aku kuwalahan melawannya."


"Iya sayang, nanti aku akan minta orang dari pak moto yang menyelesaikan ini semua."


Laura hanya menganggukan kepalanya dan dia kini sedang digendong Tanaka ke kamar untuk memakai baju .


Didalam kamar.


"hem, badan aku jadi tambah sakit sayang, ucap Laura."


"sini aku pijitin sayang."


"Tidak mau ah modus ."


"Hahaha."


Tak lama terdengar Suara ketukan pintu


tok tok tok,


Tanaka langsung berjalan menuju pintu kamarnya.


"ya ada apa?."tanya Tanaka sambil membuka pintu,


"permisi ,Pak moto minta nona Laura untuk keruangannya tuan."

__ADS_1


" Sepuluh menit lagi kami ke sana."


Kemudian Tanaka langsung menutup pintu kamarnya,lalu berjalan kearah Laura


"ada apa sayang?."tanya Laura.


" pak moto meminta kamu keruangannya, Mungkin untuk ketemu pembunuh bayaran itu."


"oh iya, sudah satu jam, pasti wanita itu sudah sadar sekarang, Hayu sayang kita kesana."


Tanaka agak binggung dengan tingkah istrinya,


Kenapa dia menjadi sangat antusias sekali. Fikir tanaka


Sesampainya mereka diruangan pak moto.


"Laura ,sayang,."Tante moto menangis sambil menghampiri dan memeluk tubuh laura


"Tante baik baik saja kan?."


" ih kamu, seharusnya Tante yang bertanya seperti itu Ra, kamu tidak apa-apa sayang ,apa ada yang luka?."Sambil meraba kepala dan tubuh laura


" iya aku tidak apa-apa, Tante mana wanita pembunuh tadi ,aku mau bertemu dengannya."


"ada diruang sebelah, sedang di interogasi sama suami dan anak Tante, Ra."


" ok makasih Tante,Laura dan Tanaka mau kesana dulu ya,hayu sayang."


Laura Dengan tetap menggandeng tangan tanaka sangat antusias untuk masuk ke ruangan yang Tante maksud tadi,di sana ada David dan pak moto beserta anak buahnya, sedangkan di tengah-tengah ada wanita itu ,dia sedang duduk disebuah kursi yang dikelilingi oleh para pengawal pak moto.


Laura melepaskan pegangan tangannya dari Tanaka dan bergegas melangkah kedepan wanita itu, sedangkan Tanaka langsung duduk disofa yang ada disana.


Dengan wajah sinis wanita itu menatap kearah laura


"heh tidak kusangka aku bisa bertemu dengan mu disini,sang kabut malam yang sudah mati bisa hidup kembali."


Semua orang di ruangan itu terkejut, karena dari tadi wanita pembunuh itu tidak mau berbicara satu patah kata pun, walaupun dia sudah lebih dulu dipukul dan ditampar.


Lalu Laura menimpali ucapan Monalisa.


"apa kau merindukanku?,Terakhir kita bertemu di Roma Italia bukan,Dan saat itu aku kalah dari mu."


"sambil tersenyum sinis, Ku kira kau masih menjadi agen FBI, tapi tidak ku sangka kau menikah dengan seorang mafia,Monalisa beralih menatap kearah Tanaka, Tanaka tatsumaki ,Apa kau sudah mengkhianati FBI yang sudah membesarkan nama mu."


"Laura tersenyum kecil ,aku dan Tanaka bertemu saat aku masih kehilangan ingatan ,saat kami tahu kalau ada perbedaan besar di antara kami , Aku tidak pernah melarangnya melakukan apapun yang dia mau, begitu pun juga dia,Bukan begitu sayang ,"ucap Laura sambil melihat ke arah Tanaka,dan dia hanya menganggukan kepalanya.


"Jadi, kami tidak ada masalah dengan itu ,


Monalisa sekarang nasib mu ada pada ku , kemudian Laura menyentuh pistol yang sudah di tangan menarik pelatuk pistol dan mengarahkannya kewajah monalisa,


"Kau hanya harus menjawab satu pertanyaan ku, Siapa yang sudah meminta mu membunuh nyonya moto?."


Monalisa hanya melotot dan bilang


" tidak akan aku ,....


dor ,suara peluru yang tembus di kepala nya,menyela ucapannya Seketika itu Monalisa mati.

__ADS_1


Laura mengedarkan pandangannya kesegala arah.


"Hem,sekeras apapun kalian menyiksanya, dia tidak akan membuka mulutnya jadi bernegosiasi dengan nya tidak akan ada hasilnya,"Laura mengambil ponsel dan ingin menelepon seseorang ,


" Halo Mr. Noah , iya Monalisa sudah ku bunuh , Oke bay,"


Laura langsung mengakhiri percakapannya dengan seseorang dipanggilan telepon.


Kini Laura bergegas pergi kearah pak moto yang masih ada diruangan yang sama.


Pak moto sudah tidak kaget dengan apa yang sudah dilakukan oleh Laura.


" Pak moto aku boleh minta tolong urus mayatnya?."


" tentu saja."


"hem, apa Monalisa membawa barang."


"dia hanya membawa ini , David menunjukan sebuah kantong ke arah Laura."


"boleh aku melihatnya ? David,Terimakasih." Laura mengambil kantong dari tangan David,


"Oh, hem ,hanya ini,Eh ada lipstik ,."sambil membongkar lipstik dan ada cip memori , Laura menyerahkan cip memori itu ke pak moto,


"Ini pak."


Wajah pak moto tampak terkejut dengan penemuan Laura.


" ini memori apa nak Laura?."


" itu cip berisi semua data pribadi kantor bapak yang di curi oleh Monalisa ,dia disuruh salah satu kolega bapak dan akan menggunakan isi dari cip itu untuk menjatuhkan perusahaan pak moto, bapak sama Tante juga sedang di ancam bukan?, Maka dari itu Tante selalu di kamar tidak dibolehkan keluar."


Pak moto kaget dan bertanya.


"hebat kamu luar biasa, kamu tahu dari mana?."


"Aku mendapat kabar dari mantan atasan ku ,kalau Monalisa sedang menyamar didalam sebuah kapal pesiar mewah yang sedang menyelenggarakan pesta ulang tahun pernikahan, pemilik kapal pesiar ini, Dan Monalisa sedang mengincar salah satu dari anggota keluarga yang sedang mengadakan pesta, Tadinya aku tidak menghiraukan ,aku menolak karena aku ingin hidup normal seperti wanita biasa, seorang istri seperti wanita kebanyakan, Tapi tidak ku sangka Monalisa malah menunjukkan langsung dirinya ke saya, Terkadang hidup ini lucu, Hahhahaaa kalau tadi ,dia tidak menargetkan Tante pasti aku sudah tidak perduli."


" terimakasih ya ,saya jadi tertolong sampai sampai bapak tidak tahu harus membalas semua ini sama kamu nak Laura."


"tadi aku kan sudah minta tolong ke pak moto untuk membersihkan mayat nya, itu saja sudah cukup pak."


Saat mendengar semua ucapan Laura,Tante moto langsung bergegas menghampiri Laura dan kembali memeluknya.


"makasih banyak ya sayang ,Tante tidak tahu lagi mesti ngomong apa ke kamu,Sudah membuat kamu ikut dalam bahaya."


"Tidak apa-apa kok Tante ,melihat Tante masih bisa tersenyum ,itu sudah bagus kok, Udah Tante jangan nangis trus,Udah diem ya cup cup cup."


" ih kamu nih ,Tante lagi nangis sedih malah di ledek."


"hahahhaahahaha, Aduh badan aku masih pegel pegel, bukannya rileks malah ketemu si Mona lagi, Tambah hancur,Mana dia susah banget lagi buat di jatuhkan."


" ya sudah kita ke spa lagi saja yuk,Tante juga masih pegel habis di bius sama si Mona, Hahhahaahaha."


Laura dan Tante moto Sama-sama tertawa dan mereka pergi ke spa bersama.


______________________________________________

__ADS_1


bersambung


(^∆^)


__ADS_2