
Setelah sekitar kurang lebih 1 jam mereka berbaris di lapangan semua siswa segera bubar dari barisan menuju kelas begitu pun juga dengan para siswa baru kelas X yang telah mendapat kelasnya masing-masing sesuai jurusan mereka.
Sesuai yang telah diatur oleh Arya Dirgantara putri nya Sifya dan ketiga sahabatnya berada di kelas yang sama yaitu X PMIA 1. Begitupun dengan Sean dan ketiga sohibnya berada di kelas yang sama yaitu X PIS 1. Sifya dkk dan Sean dkk tidak berada dalam kelas yang sama karena jurusan yang mereka pilih memang berbeda.
_ _ _ _ _ _ __ _ _ _ _ _ _ _ _
3 HARI KEMUDIAN
Di pagi yang cerah ini, siswa-siswa sudah mulai berdatangan satu persatu memasuki gerbang sekolah. Setelah 3 berlalu masa orientasi siswa untuk para siswa baru pun telah usai. Pagi ini mereka akan memulai aktivitas belajar mereka. Banyak siswa yang mengendarai mobil untuk tiba di sekolah itu, banyak juga yang mengendarai motor sport, dan ada juga beberapa yang di antaranya di antar jemput oleh supir mereka masing-masing.
Sama hal nya dengan Sean dia juga mengendarai motor sport kesayangannya untuk tiba di sekolah. Bukan karena tidak memiliki mobil hanya saja Sean hanya ingin memakai motor kesayangannya karena sudah lama tidak ia gunakan selama ia di New York. Dan untuk ketiga sahabatnya mereka kadang mengendarai motor kadang juga mengendarai mobil sesuai mood mereka masing-masing.
Sementara si cantik Sifya Aurelia ia selalu diantar jemput oleh supir pribadinya. Lain hal dengan ketiga sahabatnya itu, mereka bertiga mengendarai 1 mobil untuk tiba di sekolah. Yah karena memang mereka tinggal dalam 1 gedung apartemen agar suruhan keluarga masing-masing lebih mudah untuk mengawasi mereka selama bersekolah di Kota M.
Sifya turun dari mobil dan berjalan memasuki gerbang sekolah sesaat kemudian ia bertemu dengan ketiga sahabatnya yang berjalan dari arah parkiran.
"Selamat pagi Sifya Aurelia sang primadona sekolah" sapa Resti niat menggoda sahabatnya Sifya
"Apaan sih lo Res, jangan ngaco deh lo masih pagi juga" ucap Sifya dengan raut wajah biasa saja yang tidak terpengaruh sama sekali godaan dari sahabatnya itu
"Resti bener Fi. Lo emang primadona sekolah ini. Gue yakin banget. Buktinya banyak tuh cowok-cowok bahkan abang kelas yang terus-terusan ngedeketin lo selama kita MOS kemarin" Sahut Ranti antusias
"Hah, gue gak ngerasa tuh." ucap Sifya seraya mengangkat bahu nya karena dia memang tidak merasa seperti primadona
"Lo berdua kayak gak tau sifat Sifya aja. Dia gak bakalan mau tahu soal begituan. Jadi mendingan kita masuk kelas yuk" ajak Chaca
Lalu mereka berempat berjalan di koridor sekolah menuju kelas mereka. Banyak siswa-siswi yang mengagumi kecantikan mereka khususnya Sifya yang memakai seragam pas di badan idealnya gak ketat dan gak longgar dengan rok sedikit diatas lutut. Sepatu kats warna putih dan ransel berukuran sedang berwarna pink serta rambut hitamnya yang ia biarkan terurai.
Wajar saja semua mata tertuju pada Sifya karena memang Sifya sangat cantik. Akan tetapi tidak semua yang melihatnya dengan tatapan suka, ada juga diantaranya beberapa siswi yang menatapnya iri.
Sementara di parkiran, empat orang cowok tampan baru saja tiba dengan kendaraan masing-masing padahal mereka tidak sedang janjian bahkan rumah mereka pun tidak ada yang searah. Siapa lagi kalau bukan Sean dan ketiga sohibnya. Mereka pun memarkirkan kendaraan lalu berjalan menuju kelas mereka.
"Wah tumben-tumbenan kita berempat barengan sampai" Ucap Reynal
"Iya nih. Serasa janjian" timpal Sandy
__ADS_1
Regan dan Sean hanya menghardikkan bahu mereka merespon perkataan Reynal dan Sandy
Kemudian Sean dan Regan berjalan beriringan di depan dan tepat dibelakang mereka ada Sandy dan Reynal juga berjalan beriringan. Mata siswi-siswi yang melihat cowok-cowok tampan itu pun terpana akan ketampanan mereka khususnya pada Sean karena selain tinnggi dan tampan mereka juga tahu kalau Sean adalah putra tunggal dari keluarga Adiguna yang tak lain juga putra dari pemilik dari sekolah mereka.
Ketika ke empat orang itu melewati beberapa kelas siswi-siswi akan berhamburan keluar melihat mereka dan berteriak histeris kearah mereka.
Sifya dan ketiga temannya yang kebetulan hampir sampai pintu kelas mereka spontan menoleh ke belakang melihat karena mendengar keributan karena jeritan histeris dari para siswi.
"Eh, kok pada histeris gitu?" tanya Ranti
"Tau tuh, ada apaan yak? tanya Resti juga
Sifya dan Chaca hanya saling bertatapan bingung sesaat kemudian menoleh kearah belakang.
Kemudian terdengar teriakan beberapa siswi.
"Wah, mereka sangat tampan"
"Aku pengen jadi pacar dari salah satu mereka"
"Beruntung banget yang masuk X Pis 1"
"Yah jadi pengen mendadak pindah nih ke Pis 1 biar bisa pandangin mereka terus menerus"
Begitulah suara teriakan para siswi yang histeris melihat melihat keempat pria itu. Dan masih banyak lagi teriakan-teriakan mereka yang bahkan agak berlebihan.
"Siapa sih penasaran gue" kata Resti setelah mendengar beberapa omongan siswi-siswi tadi
"Gue juga penasaran. Kayak gimana sih bentuk mereka?" tanya Ranti kemudian
"Bentuk? emang lo kira mereka apaan Ran?" sahut chaca
"Kita masuk aja yuk. Gak penting juga" ajak Sifya pada sahabat-sahabatnya yang mendadak kepo sama orang lain
"Bentar Fi. Gue penasaran. Eh lihat guys mereka kayaknya lewat sini deh." ucap Resti antusias
__ADS_1
"wah iya bener girls" sahut Ranti gak kalah antusias dari Resti
Chaca dan Sifya hanya menggelengkan kepala mereka melihat ke kepoan sahabat mereka itu.
Benar saja Sean dkk memang menuju kearah mereka karena memang menuju kelas X Pis 1 harus melewati kelas X PMIA 1 kalau datang dari arah parkiran.
"Iya bener mereka memang sangat tampan" ucap Ranti spontan dan perkataannya itu terdengar oleh empat orang itu karena memang mereka sudah mendekat ke arah Sifya dkk
Sifya yang melihat itu pun langsung mengenal wajah salah satu pria itu.
"Oh.. ternyata si Pria aneh itu. Gue bilang juga apa pasti gak guna" ucap Sifya tiba-tiba kemudian langsung masuk kelas tanpa ia sadari ucapannya barusan terdengar oleh keempat pria itu.
Mendengar itu ketiga sahabatnya melihat Sifya dengan wajah penuh tanda tanya kemudian menatap empat pria itu lagi
Disaat yang bersamaan tadi sekitar jarak 10 meter dari arah Sifya dan sahabatnya, ternyata empat pria tampan itu juga sedang menatap empat gadis cantik yang sedang berdiri melihat ke arah mereka.
"Bukannya itu gadis yang kemaren nabrak lo bro" senggol Regan pelan ke lengan Sean
Sean mengangguk kemudian mengalihkan pandangannya kearah lain karena tatapan Sifya dan Sean bertemu sepersekian detik.
Sean dkk terus berjalan lalu mendengar ucapan salah satu dari empat gadis itu mengatakan mereka sangat tampan. Kemudian mereka tersenyum kecil mendengarnya kecuali Sean yang memasang wajah datarnya. Akan tetapi setelah mendengar ucapan sifya yang mengatakan "pria aneh" seketika mereka mengernyitkan dahinya karena merasa bingung di katai aneh oleh gadis cantik itu. Termasuk juga Sean, dia tiba-tiba mengehentikan langkahnya.
Sean menatap tajam Sifya yang membelakanginya kemudian berkata,
"HEI LO Cewek ransel pink, kemari Lo" ucap Sean setengah berteriak sambil menatap tajam gadis yang ia panggil itu
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __
Bersambung
Halo readers jangan lupa like dan komen ya 🙂
Dukung terus dengan cara berikan rate dan vote untuk author yang masih pemula ini 😃
Boleh berikan kritik dan saran yang membangun supaya karya ini semakin menarik untuk dibaca 🙂🙂
__ADS_1
Terimakasih 😊😊