
Flash back, Tanaka tadi pagi
Dimobil Tanaka merasa ingin sekali makan sosis bakar yang dulu pernah dimakan istrinya saat mereka baru bertemu,
"Ichiro, tolong belikan saya sosis bakar yang ada di minimarket depan gedung."
"Baik tuan."
Saat Ichiro meminta anak buahnya membeli sosis bakar itu ternyata sudah tidak dijual, sampai Ichiro ke minimarket lain tetap tidak ada, sempat binggung akhirnya Ichiro melapor ke Tanaka kalau dia tidak bisa menemukan sosis bakar itu.
Tanaka murka dan marah-marah kesemua anak Buahnya termasuk Ichiro.
Ichiro sudah mau memberitahu Laura tapi Tanaka pesan supaya istrinya tidak boleh tahu
hanya nyonya Laura yang bisa meredam amarah tuan Tanaka.fikir Ichiro
Flash back selesai
"Dia marah hanya karena sosis bakar, Ichiro?."
"Iya nyonya,saya juga tidak mengerti."
"Baiklah biar aku yang urus,zo sama Zizi disini dulu ya sayang sama paman Ichiro ya,tolong jaga anakku ya Ichiro."
"Baik nyonya."
Kenzo dan zizi hanya menganggukan kepala mereka,
Laura masuk kedalam ruangan Tanaka dan langsung mengunci pintu,menghampiri Tanaka yang sedang duduk di kursinya yang menghadap ke tembok sambil bersender
"Sambil memutar kursi kearah pintu,Sudah saya bilang,jangan,eh sayang."
Laura menghampiri Tanaka dan langsung mencium bibirnya mesra,
"Kamu kenapa sayang."
"Tidak apa-apa sayang."
"Pegang perut aku sayang,kamu mau apa?."
"Sehat terus ya anak papa,."ucap Tanaka sambil mengusap perut Laura,
"Aku mau sosis bakar yang dulu pernah kamu makan sayaaaang, yang diminimarket."
"Iya nanti aku yang belikan ya, sayang."
"Iya, anak-anak dimana sayaaaang, cintaku."
"Ada sama Ichiro."
Laura berdiri dari duduknya
"Mau kemana sayang."ucap Tanaka sambil memegang tangan Laura
"Mau beli sosis, kenapa?,kamu mau ikut?."
"Iya,ikut sayang ku ,cinta ku ,dunia ku, istri ku."
Yaampun,benar kata Ichiro,Tanaka aneh seperti bukan suamiku saja,hahaha .fikir laura
Tanaka mengikuti Laura keluar ruangan
"Ichiro, tolong belikan semua yang saya tulis di kertas ini ya, saya tunggu di bar terimakasih."
"Baik nyonya."
"Mana putri papa yang cantik,Zizi sayang sini papa gendong,hup."
Mereka naik lift ke bar ,satu lantai di atas ruangan Tanaka, didalam lift
"Papa jangan marah-marah terus nanti cepat tua."ucap Zizi polos
"Hahahhahaahaa,tidak apa yang penting mama kalian cintanya hanya untuk papa." sambil melirik kearah Laura yang ada disampingnya,
Sesampainya di bar,
"Memang kita di bar mau apa sayang."
"Kamu tadi minta sosis bakar sayang."
"Loh,memang disini ada?."
Laura hanya tersenyum melihat Tanaka,
Ichiro kembali ke bar untuk membawa pesanan Laura,
__ADS_1
"Ini nyonya,pesanan anda."
"Iya, lengkap terimakasih ya."
"Tuan kalau sudah bertemu pawangnya langsung adem ya nyonya."
"Hahhaha,bisa saja kamu, memang tuan mu itu apa coba,sudah aku mau masak buat tuan mu itu."
"Saya boleh coba tidak nyonya."
"Semua orang disini boleh kok, untuk apa aku minta kamu beli sosis sebanyak ini."
Didapur bar,Laura mempersiapkan bumbu, meraciknya agar rasanya sangat nikmat, sedangkan pelayan yang lain membantu membakar sosisnya,
DiBar siang itu masih sepi hanya ada beberapa pengunjung,Tanaka dan anaknya diruangan karaoke yang besar.
"Papa,zi mau bernyanyi,tolong nyalain pa."
"Iya, sayang papa telepon pelayan nya dulu."
"Oke papa,kak zo mau karaoke juga."
Kenzo hanya menggelengkan kepalanya yang artinya tidak mau,Kenzo lebih memilih sibuk diponselnya,Zizi sibuk bernyanyi bersama Tanaka,
Tak lama Laura datang bersama pelayan yang membawa sosis bakar, beserta camilan lezat yang lain,semua orang yang ada di bar mencium bau enak dari sosis bakar,dan menjadi bahan rebutan di dapur,
"Mama,aku lagi nyanyi,."ucap Zizi sambil tersenyum bahagia
"Iya,nih mama bawakan sosis bakar nya."
Tanaka langsung makan dengan lahap,
"Zizi sama zo, tunggu ya sosisnya masih panas, mama tiup-tiup dulu supaya dingin ya."
"Papa juga mau dong ma ditiupkan."
"Ih,papa sirik saja."
"Biarin."
"Sudah ah,papa sama putrinya berdebat terus heran deh mama,ini lagi papa mengalah sedikit sih sama anaknya, yaampun,kak zo buka mulutnya sayang mama suapin."
"Aku mau makan sendiri saja ma."ucap Kenzo
"Mama,marah."ucap Zizi yang mau menangis
"Mama tidak marah sama Zizi sayang,sini mama suapin mau,maaf kan mama ya." ucap Laura sambil memeluk dan mencium kening putrinya
Tanaka hanya diam sambil makan,dari pada komen nanti salah lagi.
"Pa, besok anak-anak mau menghabiskan waktu bersama kamu."
"Oh ya tumben Zizi mau ikut papa."
"Tugas dari guru lesnya, untuk hari ayah katanya,kirain mama cuma ada hari ibu saja."
"Oh bagus lah besok kita pergi."
"Perginya habis selesai sekolah, jadi kamu besok kalau mau kekantor dulu juga tidak apa-apa sayang."
"Oke kalau begitu besok papa tunggu dikantor,Zizi papa pangku ya ,papa mau dekat dengan mama duduknya."
"Tidak mau."
"Pa,sudah Zizi sini mama pangku,papa sini geser, kak zo nyanyi dong buat mama."
"Oke ma."
"Hah,dari tadi kak zo tidak mau bernyanyi sama zizi."
"Iya,kirain papa ,Kenzo tidak bisa bernyanyi."
Laura hanya diam sambil menikmati suara dan penampilan Kenzo yang keren abis,,,
"Yaampun,meleleh mama lihat Kenzo, kalau sudah besar jangan jadi playboy ya nak."
"Biarkan sayaaaang, masa anaknya Tanaka tatsumaki pacarnya cuma satu."
"Oh,jadi sekarang papa bangga ya dulu jadi playboy iya."
"Kan yang penting setelah bertemu kamu dan menikahi kamu aku sudah tidak playboy lagi sayang."sambil mencium bibir Laura
Setelah selesai makan dan bernyanyi.
"Pa,mama sama anak-anak mau kerumah tante moto,hanya berkunjung."
__ADS_1
"Iya, sayaaaang."
"Kamu kalau pingin apa-apa kasih tahu aku ya,kasihan kan pelayan kamu tuh tidak tahu apa-apa."
"Iya, sayang ku, cinta ku."
Tanaka mengantarkan anak dan istrinya sampai naik mobil ,
"Ichiro, kalau tuan butuh apa-apa terus kamu tidak bisa,kasih tahu saya ya."
"Siap nyonya."
"Bay papa,."ucap zo dan Zizi ke tanaka
Laura meminta supir untuk pergi ke rumah keluarga moto,sudah 5 tahun semenjak melahirkan zo dan Zizi dulu,Tante moto meminta Laura memanggil dia dengan sebutan mama.
Sesampainya laura dirumah keluarga moto, dari depan rumah sudah ada Tante moto menunggu kedatangan mereka.
"Nah,ini yang Nena tunggu dari tadi haduuuhhhh kangen berat,."ucap nya
"Hay ma,ucap Laura sambil memeluk erat tubuh Tante moto yang sekarang dipanggil mama,."
"Mama senang sekali kamu kesini Ra,hayu masuk."sambil tersenyum
"Iya ma."
"Nena,aku mau coklat."
"Iya sayang,Nena punya banyak coklat untuk Zizi."
"Yey."
Dari dalam rumah,pak moto berjalan menghampiri Kenzo,,
"Wah,si tampan kakek sudah datang,tos dulu dong
Kenzo menyambut tos dari tangan pak moto,
"Kalian mau menginap di sini kan Ra,."
"Aku sih mau cuma suamiku yang tidak memperbolehkan ma."
"Iya mama paham."
Mereka sambil duduk disofa,
"Nena, sebentar lagi Zizi punya adik loh."
"Hah, yang benar?,Ra."sambil melihat kearah Laura
"Iya,aku sedang hamil 6 Minggu ,ma,pa."
"Wah,asik kakek punya cucu lagi,Zizi senang pasti ya akan jadi kakak."
"Aku tidak mau punya adik cowok hem." teriak dengan wajah cemberut
"Loh,kok begitu sih sayaaaang,sini coba Nena mau tanya,kenapa tidak mau."sambil memeluk Zizi
"Nanti mama tidak sayang lagi sama Zizi,,, nena,,
Mama moto hanya memandang ke arah Laura takut salah ngomong ke Zizi,
"Biarkan saja ma,Zizi mirip Tanaka banget sifat nya."
"Iya Ra, cemburunya luar biasa,yaampun beda sekali dengan Kenzo,kalem, lembut mirip sekali sama kamu."
"Ih,Nena jahat,aku mirip mama bukan papa, Zizi kan cewek Nena."
"Iya, sayang,aduh cucu Nena kalau menangis terus nanti cantiknya hilang loh, oh iya Ra,kamu hamil ngidam apa?."
"Sepertinya yang mengidam itu Tanaka ma, tadi pagi dia ngamuk di kantor cuma Karena sosis bakar."
"Hah, yang benar haduuhhhhhh ,tapi sudah dapat sosisnya?."
"Sudah,aku masak tadi dikantornya,mau yang tinggal beli malah tidak ketemu."
"Kasihan nanti itu pelayannya, pasti diomelin trus sama tanaka, ucap papa moto
"Ichiro sudah aku kasih tahu kalau Tanaka butuh apa-apa tinggal hubungi aku saja."
_______________________
bersambung
(^∆^)
__ADS_1