
Pulang bekerja Laura dan Tanaka kembali kerumah, laura meninggalkan Tanaka diruang tamu bersama Steven,menuju kamarnya karena ingin berbicara dengan Mayko.
"Mayko boleh kita ngobrol berdua?."
"iya nona."
"didalam kamar,Mayko sudah punya pacar atau laki-laki yang Mayko suka?."
"tidak ada nona."
"beneran,Soalnya aku mau memberikan kamu tawaran."
"iya nona saya sudah tahu, Saya juga sayang sama Steven."
"aaahha Mayko syukurlah."
Dari luar,Tanaka yang mendengar jeritan Laura dari dalam kamar langsung membuka pintu kamar.
"kenapa sayang, ada apa?."
"Sayang kita jadi nikahnya ,Mayko mau jadi istri kakak,aku senang banget."langsung berlari dan memeluk Tanaka
"iya sayang ku."sambil memeluk Laura erat
"Mayko hayu sekarang kita kerumah kamu, Untuk melamar kamu, lebih cepat lebih baik, Iyakan sayang."sambil menatap kearah Tanaka
Tanaka langsung menelepon toko berlian untuk memesan sepasang cincin, Dan dikirim kerumah laura
Laura merias mayko dengan baju yang dulu pernah diberikan Tanaka belum pernah dipakai masih baru,Ternyata pas ditubuhnya
Tok tok tok
suara pintu rumah diketuk,Cincin pesanan sudah sampai ,laura meminta Mayko yang pilih mau yang mana.
Laura juga bergegas pergi kearah rumah bibi.
Sesampainya didepan pintu rumah.
"bibi."panggil Laura.
"iya sayang, ada apa?."
"hayu bi,ikut kakak mau pergi melamar pacarnya."
"hah yang mana,aduh bibi harus apa ini kok tiba-tiba begini Ra."
"nanti aku ceritakan."
Setelah cerita panjang lebar.
"yasudah bibi mau siapkan hantaran dulu sama mobilnya."ucap bibi Sambil memanggil anaknya ,
"nak hayu siap-siap."
"Iya Bu."Jawab sepupu Laura.
Tanaka menghubungi anak buahnya untuk mengirim dua mobil lagi, dirumah Laura, bibi berkenalan dulu dengan Mayko.
"ini Mayko dan ini bibi aku dan Steven."ucap Laura
"saya Mayko Bu."
"terimakasih sudah mau menerima kekurangan Steven ya Mayko semoga diberi kelancaran."
Tiba-tiba Tanaka langsung menyambar.
"sama kami tidak sekalian didoakan."
"iya, kalian nih iri saja, sekarang Steven sama mayko dulu nanti baru kalian beda lagi."
"hahaha, iya Bi,maaf."
"sudah dipilih cincinnya?."tanya Laura kemayko
__ADS_1
"dia binggung mau yang mana?."ucap kak Steven
"sini aku yang pilih,Hem, yang ini saja bagus sudah ya hayu kita jalan."
"tunggu sayang mobil lain masih dijalan."
"kita tidak satu mobil?."
"aku sama kamu pake Lamborghini, Kakak sama mayko pake mercy dan bibi sama keluarga pakai yang Alphard,Untuk hantarannya pakai mobil bibi saja."
oke saja, supaya dia yang mengurus semuanya,dia yang punya uang hahahaha ,fikir laura
Akhirnya, mobil yang ditunggu datang dan mereka langsung berangkat.
tiba dirumah mayko, ternyata orang tuanya sedang dianiayanya sama lintah darat,langsung Tanaka menghajarnya dan Laura membantu menghajar anak Buahnya, akhirnya mereka mundur dan Tanaka memberikan kartu namanya.
"urusan kalian sekarang sama saya,bukan sama orang tua itu lagi."
Saat lintah darat itu melihat kartu nama Tanaka, Dia langsung ketakutan, Tidak disangka dia akan bertemu langsung dengan salah satu bos mafia.
"apa mungkin,ini tuan Tanaka yang memegang distrik,,,,."
"diam dan tidak usah bicara lagi ,sebaiknya kalian pergi."
"Ba ,ba, baik tuan ."
"kamu kenal mereka, sayang?."tanya laura penasaran.
"tidak mungkinlah sayang, aku saja baru pertama kali kesini."Jawab tanaka
"ibu sama bapak apa baik-baik saja."tanya Laura sambil berjalan kearah orang tua mayko.
"iya terimakasih,hayu masuk nona."jawab orang tua Mayko
Laura meminta bibi sebagai wakil dari keluarga.
"saya datang kesini mau niat melamar Mayko menjadi istri dari keponakan saya yang bernama Steven Anastasia, Apa anda menerima?."tanya bibi ke orang tua Mayko
"kalau saya terserah anaknya saja nyonya." Jawab orang tua Mayko
Sontak semua orang disana pada menatap kearah Laura.
"sayang jangan potong pembicaraan."Bisik Tanaka
"tapi aku terlalu bahagia sayang."sambil tersenyum menggoda.
Bibi hanya tertawa melihat kelakuan laura.
akhirnya Steven dan Mayko bertukar cincin, mereka semua yang berada disana pun bersukacita.
Satu Minggu kemudian.
hari besar itu tiba, laura yang menemani Steven berjalan keatas panggung.
sedangkan Mayko berjalan bersama ayahnya, Sudah selesai janji suci , mereka berfoto bersama dan Laura berdansa dengan Steven.
"Kakak bahagia?."Tanya Laura.
"iya terimakasih sudah membuat kakak bahagia sebahagianya ,kakak juga sangat beruntung punya adik secantik dan sebaik kamu Laura."
lalu mereka berdua berpelukan,Tanaka meraih tangan laura.
"kakak ipar, boleh aku pinjam adik kesayangannya."
"iya silahkan."Jawab kakak.
"kenapa,cemburu aku berdansa dengan kakak ku sendiri?."tanya laura
"tidaklah sayang,aku cuma mau berdansa dengan kamu."Tanaka menjawabnya.
"love you sayang."Laura Langsung menciumnya
"love you to,sayang ku."
__ADS_1
Sesaat Laura dan Tanaka ,Yuki baru saja datang,
"Kakak." Ucap Yuki dari jauh sambil melambaikan tangannya.
"Yuki,kesini."ucap Laura sambil melambaikan tangannya juga.
"Hem, bukankah itu Yuki Aoki,model papan atas itu sayang."
"Iya,kamu benar."
"Lalu kenapa dia memanggil kamu kakak."
"Oh,dia adik angkat aku, sayang, ceritanya panjang jadi nanti saja ya."
Tanaka hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti.
Dari jauh Laura melihat Yuki yang semakin mendekatinya.
"Hay kak."ucap kikiyo sambil memeluk dan mencium pipi Laura.
"Kamu baru datang."
"Iya,maaf pekerjaan aku banyak sekali, heh ada tuan Tanaka."ucap Yuki sambil memberikan hormat kepada Tanaka.
"Sayang,kenapa kamu bisa kenal dengan wanita sombong ini."
"Lebih baik di cap sombong dari pada di cap wanita murahan."
"Hahahaha,punya nyali juga kamu ya bisa membalas perkataan aku,dulu kamu hanya diam saja."
"Iyalah, sekarang sudah ada kakak aku ,aku tidak takut."
"Hay,Laura akan menjadi istriku,dia akan lebih membelaku tentunya."
"Kakak,pacarnya jahat aku tidak suka."
Yuki langsung bersandiwara melangkah kebelakang punggung Laura untuk minta perlindungan.
"Tanaka , jangan seperti itu dengan adikku."
Ucap Laura sambil mencubit tangan tanaka lembut,Tanaka tahu kalau Laura hanya bercanda dengannya.
"Baiklah kali ini kamu menang tapi tidak lain kali."
Saat acara sudah selesai
Steven dan Mayko serta keluarga Mayko menginap dihotel bintang lima.
Laura pulang kerumah Tanaka, karena Tanaka mau Laura tinggal bersama sambil menunggu satu Minggu pernikahan mereka.
Laura tidak ingin pernikahan mewah,hanya ingin keluarga inti saja yang hadir, sebenarnya Laura hanya menghindar dari hal yang tidak diinginkan, takut ada salah seorang teman Tanaka yang mengenali dirinya
Apalagi identitasnya masih belum diketahui Tanaka,jadi dari pada Tanaka tahu dari orang lain,lebih baik seperti ini lebih dulu.
Setibanya dirumah tanaka, didalam kamar.
"sayang."panggil laura manja ke tanaka
"kenapa?."
"aku malu mau ngomongnya."dengan wajah memerah
"kenapa mesti malu sayang."
"iya, malu."
"yasudah besok saja kalau gitu."
"maunya sekarang,Peka sedikit kenapa sih."
______________________________________________
bersambung
__ADS_1
(^∆^)