
Sambil menunjukkan surat Risen Laura, mereka saling menatap satu sama lain,
"Aku akan mengantarmu pulang ya, sayang."
"Jangan panggil aku sayang tuan."
"Kenapa, apa ada yang tidak suka? ,Apa ada yang marah, apa kamu sudah memiliki pacar,."
"Bukan."
"Lalu kenapa Ra?."
"Sudah ku katakan tuan , aku tidak bisa menerima cinta mu, aku hanya perempuan biasa ,tidak ada yang istimewa dari ku, jadi tolong lupakan aku, dan biarkan aku pergi,." sambil menatap kearah Tanaka,
Tanaka langsung mencium bibir Laura , "hayo kita kemobil ku sekarang,."sambil memegang tangan Laura,
Dibawanya Laura kedalam mobil ,didalam mobil Tanaka dan Laura berada di kursi belakang, sedangkan Ichiro yang menjadi supir untuk tuannya, tangan Tanaka tidak pernah dilepas dari menggenggam tangan Laura yang saat itu hanya diam ,
Sesampainya dirumah Laura,Tanaka melihat koper sudah siap untuk dibawa,Laura masuk ke kamarnya untuk mengambil handuk dan pakaian ganti untuk mandi,Tanaka hanya bisa memperhatikan nya,tak lama bibi Laura datang,
"Oh ,ada nak Tanaka,."
"Iya Bi ,maaf kalau kedatangan saya mengganggu,."
"Tidak nak Tanaka malah ada yang ingin bibi bicarakan, silahkan duduk."
"Iya, ."Tanaka sambil kembali duduk,
Bibi mengeluarkan semua barang yang pernah Tanaka kasih ke Laura,
"Ini bibi kembalikan semua barang yang sudah Tanaka kasihkan ke Laura, dia tidak mau semua ini, dia Risen dari pekerjaan itu semua bibi yang minta, dan kembali ke Amerika."
"Kenapa bibi mau memisahkan aku dengan laura?."
"Mungkin selama ini Tanaka tidak tahu, kan, kalau banyak orang yang merendahkan Laura disana, banyak juga wanita yang dekat dengan nak Tanaka mereka menghina keponakan saya ini."
"Saya tidak tahu bi ,Laura tidak pernah cerita,."sambil menatap Laura yang mendengar percakapan dari ruang tengah.
"Laura itu dari dulu memang bukan perempuan yang gampang curhat, dia selalu memendam sendiri derita yang dia alami, dari awal dia mendapatkan pekerjaan juga sebenarnya bibi sangat tidak setuju, tapi Laura memaksa jadi bibi mengizinkan."
"Jadi siapa yang sudah menghinanya bi,."
"Untuk itu nak Tanaka tidak perlu tahu, yang jelas bibi tidak suka dengan semua tuduhan mereka ke Laura, Laura sih biasa saja menghadapinya tapi bibi, tidak terima karena bibi tau Laura itu seperti apa sifatnya, kemarin ada orang yang datang kesini dan melempari rumah ini dengan telur busuk,."
"Siapa orang nya bi,."ucap Tanaka dengan wajah kaget dan marah.
"Nak Tanaka tidak perlu tahu, saat bibi cek ponsel Laura juga banyak chat dari orang yang tidak di kenal, menghinanya dengan sebutan yang sangat kotor dan tidak pantas, jadi saya minta dia mencari pekerjaan lain atau pindah ke Amerika, Laura lebih memilih pergi ke Amerika, dia bilang kalau masih di Jepang, nak tanaka pasti mencarinya,."
"Kalau Laura ke Amerika pun saya susul bi, saya sangat mencintai Laura, apapun akan saya lakukan untuk membuat dia bahagia, sambil melirik kearah Laura, jadi saya mohon jangan minta Laura untuk Risen dan batalkan penerbangannya,."pinta Tanaka.
"Hem ,."rasa ragu tersirat di wajah bibi
"Boleh saya bicara dengan Laura bi."
"Iya, boleh tapi jangan sampai memaksanya,."
"Iya Bi."
__ADS_1
Tanaka langsung menghampiri Laura diruang tengah, duduk disampingnya langsung memeluk Laura erat,
"Ra, jangan pergi , jangan tinggalkan aku,."pinta Tanaka
Entah mengapa hati Laura saat itu juga sangat berat untuk meninggalkan tanaka,
"Aku tidak akan ke Amerika,."ucap Laura.
Tanaka yang mendengar itu langsung mencium bibir Laura lembut, bibi melihat adegan mesra itu ,dia sudah tahu apa jawaban Laura ke Tanaka, bibi kembali kerumahnya,."
Flash back selesai
Dia sangat senang di ajak ke karaoke murahan seperti itu, fikir Tanaka
"Maaf sudah membuat kamu tidak merasa bahagia bersamaku,Sayang kamu di mana aku rindu,."ucap Tanaka dengan nada suara lirih
Tanpa di sengaja Laura yang disembunyikan bibi merasakan Tanaka sangat dekat,
Didepan rumah tempat persembunyian, Laura sedang mengangkat jemuran baju karena sudah mau malam.
Sayang, apakah dia tahu kalau aku disini,fikir Laura.
Sampai Laura menghentikan aktivitasnya.
"Kenapa Ra?tanya Mayko."
"Tidak apa-apa kak."
"Hayu masuk sudah malam."
"Iya ka."
Laura masuk kedalam kamar dan menyentuh foto Tanaka yang sangat besar didalamnya.
"Sayang,aku rindu, tapi aku takut kamu masih marah sama aku, aku tidak bisa menerima sikap dingin itu."ucap Laura sampai air matanya berlinang
Tidak terasa laura sudah 1 bulan dipersembunyian nya, kandungan sudah memasuki 4bulan.
Tak lama Mayko memasuki kamar.
"Ra ,kamu rindu suami mu?."
"Iya ,ka sangat."
"Apa kamu sudah siap menghadapi keegoisan nya."
"Aku tidak tahu ka."
"Yasudah, tidur lah kamu butuh istirahat."
"Iya."ucap Laura sambil merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur lalu memeluk foto Tanak dibingkai kecil .
Tanaka yang masih di depan rumah Laura, tiba-tiba Ada yang mengetuk kaca mobil.
Tok tok tok.
"Eh, bibi, sambil membuka pintu mobil, bi maafkan saya bi."
__ADS_1
"Hayo kita kerumah bibi sekarang."
"Iya Bi."
Didalan rumah bibi.
"Apa Laura baik-baik saja?."ucap Tanaka
"Iya ,dia sehat ,begitupun dengan kandungan yang sudah memasuki 4 bulan."
"Sudah 4 bulan Bi,tidak terasa waktu berjalan cepat."
"Kenapa kamu kesini?."
"Hem itu."
"Kau merindukan istri mu?."
"Saya merasa tidak pantas untuk mengucapkan itu setelah apa yang saya perbuat bi."
"Laura juga sangat merindukan mu nak Tanaka dia tidur sambil memeluk foto kamu setiap malam."
"Benarkah itu bi,lalu apa dia sudah mau bertemu dengan ku?."
"Belum nak Tanaka,kamu harus lebih bersabar lagi."
"Sampai kapan dia menghukum ku seperti ini ,saya lebih baik mati dari pada dipenuhi rasa penyesalan yang mendalam seperti ini bi, tolong kasih tahu di mana Laura."
"Bibi tanya ke Mayko dulu ,dia yang sangat marah besar sama kamu dia yang sangat mengerti perasaan Laura,."sambil mengambil ponsel.
"Halo, Mayko."
"Iya Bi,ada apa?."
"Ini ,Tanaka sedang ada di rumah bibi."
"Dia pasti meminta bertemu Laura kan."
"Iya betul."
"Mana aku saja yang bicara bi."
Sambil memberikan ponsel ke Tanaka, ternyata Kak Steven datang dan langsung merebut ponsel bibi.
"Halo,Mayko, aku dan Tanaka akan kesana, kamu bersiap saja tapi jangan sampai Laura tahu,mobil akan berhenti di ujung jalan kamu tunggu aku di sana ya."
"Iya ,baik lah."ucap mayko diujung telepon,dia Tidak jadi marah karena yang bicara suaminya.
Setelah Steven menutup panggilan telepon.
"Hayo Tanaka kita berangkat."
"Iya kak."
______________________________
bersambung
__ADS_1
(^∆^)