Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
hamil


__ADS_3

Sambil berlari kearah bar dari jauh tanaka sudah bisa melihat istrinya tidur di atas ketiga temannya.


"Laura pingsan kenapa?."


"Kami tidak tahu tuan, saat lagi mengobrol tiba-tiba pingsan."


Tanaka langsung menggendong Laura ke kamar hotel yang tepat berada 1 lantai di atas bar ,sambil menunggu Dokter datang dia hanya memegang tangan nya erat.


"Permisi tuan Tanaka, dokter sudah datang."


"Suruh dia masuk."


Dokter Langsung memeriksa keadaan Laura.


"Hem."


"Kenapa dok, istri saya."


"Ini hanya darah rendah tuan ,mungkin karena kurang makan."


"Hahahaha kurang makan dari mana?, Istri saya ini makan nya banyak dok."


"Oh kalau begitu coba periksa ke dokter kandungan, mungkin istri tuan sedang hamil."


Seketika Tanaka berhenti tertawa, tertegun sejenak.


"Hah."dengan wajah kaget tapi senang.


"Itu saja saran dari saya tuan permisi,Ini no telepon dokter kandungan referensi dari saya tuan."


"Iiiyyaa dok,."ucap Tanaka dengan nada suara sedikit gagap ,hatinya senang dan kaget


Laura Masih dalam posisi pingsan ,Tanaka menghubungi dokter kandungan,lalu tak lama dokter pun datang dan langsung memeriksa keadaan Laura.


"Kita tunggu sampai nyonya sadar saja tuan."


"Sayang, bangun,."sambil duduk di samping istri nya mencoba untuk membangunkan.


Laura pun yang mencium aroma tubuh suaminya pun langsung bangun,


"Hem,aku dimana sayaang?."


"Kamu dikamar hotel sayang, kamu pingsan dibar tadi."


"Hem iya ,lagi asik ngobrol tiba-tiba langsung gelap."


"Tuan , saya minta nyonya ,air seninya ditampung didalam wadah ini."ucap sang dokter sambil menyerahkan sebuah wadah kecil kearah tanaka


"Iya dokter, hayu sayang kita ke kamar mandi."


"Iya."


Di kamar mandi


"Kenapa dokter itu minta aku pipis sayang?."


"Kamu mau dites urine."


"Emangnya aku pakai narkoba apa?, Memang dia tidak tahu kalau aku ini seorang anggota FBI."


"Hahahhaha, nanti juga kamu tahu sayang, sambil mengecup kening istrinya."


Tanaka dan Laura pun kembali, dibaringkannya lagi Laura keatas tempat tidur sambil digenggam erat tangan Laura dan dokter mulai mengetes.


"Wah selamat ya tuan , nyonya Tanaka sudah hamil dua bulan."


"Hah aku hamil dokter ,beneran."


"Iya nyonya, selamat ya."


"Yaampun."ucap Laura sambil menangis senang


Tanaka langsung memeluk laura erat sambil mencium keningnya

__ADS_1


"akhirnya yang dinanti-nanti kan, ya sayang."


"Ini bukan mimpi kan, sayang?."


"Bukan nih,."ucap Tanaka sambil mencubit pipi Laura


"Aw sakit, kok kamu seperti tidak kaget saat dokter itu bilang kalau aku hamil?."


"Tadi dokter yang pertama sudah bilang, kemungkinan kamu hamil sayang , terus aku suruh deh dokter kandungan referensi dari dia untuk kesini."


"Ih kamu curang, pasti tadi aku masih pingsan kan?."


"Iya sayang, maaf ya,."


"Huh curang kamu."ucap Laura dengan wajah ngambek


"Ini saya tuliskan resep obat yang harus dibeli dan dikonsumsi ,lalu kapan nyonya mau USG ke rumah sakit?."


"Secepatnya dokter bila perlu sekarang saja." Jawab Laura


"Ok ,saya pamit dan saya tunggu dirumah sakit hari ini."


"Iya terimakasih dokter ."


"Aku mau kasih tahu Kaka bibi dan,,,."


"Ih apa sih sayang, nanti saja kasih tahunya,." bentak Laura


"Loh kenapa?."


"Iya nanti saja jangan banyak yang tahu cukup kita berdua dulu yang tahu aku baru hamil 2 bulan."


"Iya deh tapi mulai hari ini kamu harus menerima perlindungan dari aku ya apapun itu ."


"Tidak mau, nanti aku stress, ibu hamil itu tidak boleh stress."


"Ih sok tahu kamu sayang."


"Yasudah hayu, kita jalan ke Rumah Sakit nanti dokter nya nunggu kelamaan."


Laura langsung berdiri dan jalan,tanaka langsung mengejar dan memegang tangannya erat.


"Tunggu aku dong sayang,."ucap Tanaka


Laura hanya melirik kearah Tanaka Sambil tersenyum menggoda ke arah suaminya.


Diperjalanan menuju rumah sakit, selalu terpancar rona wajah bahagia karena tidak menyangka keajaiban ini.


"Sayang Jagan ngambek terus ya, kamu kan lagi hamil sekarang."


"Iya,tapi Jagan dibikin ngambek terus sama kamu."


"Hahahaha, iya sayang."


Sesampainya mereka dirumah sakit."


"Silahkan masuk tuan dan nyonya Tanaka,


Nyonya langsung tiduran saja biar langsung diperiksa ya."


"Iya dokter, sambil membaringkan tubuhnya ke kasur."


"Ok kita mulai cek ya,."


Tanaka mulai fokus ke layar USG


"Lihat ya tuan, itu kantung dan bayinya ,wah ada dua ternyata bibit bayi kembar ini sih nyonya."


"Hah sungguh dokter ,."tanya Laura kaget


"Iya, ini ada dua terlihat jelas."


Tanaka hanya diam karena kaget dan bahagia melihat calon Tanaka junior,

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa,kok diam?."Tanya Laura


"Aku bahagia melihat calon Tanaka junior sayang."


"Hahaha, Tanaka junior apaan sih sayang , kamu jadi lebay banget."


"Iya lah kan itu anak aku , hasil dari kerja lembur kita tiap malam sayang ,berarti ini saat kita di Amerika ya."


"Hus sayang ,malu itu dokter dengar, maaf ya dokter."


"Iya tidak apa nyonya Tanaka ,tapi karena sekarang sudah isi ,sebisa mungkin dikurangi lembur malam nya ,sama makan teratur tidak boleh stress ya."


"Itu dia nih dokter yang buat aku stress terus." jawab Laura


"Aku tidak gitu kok sayang ku, cinta ku,"ucap tanaka sambil mau cium istrinya,tapi ditahan Laura


"Apaan sih, malu ih, dasar mesum, ini sudah kan dokter."


"Iya sudah selesai nanti setiap sebulan sekali kontrol ya atau saat obat nya habis."


"Iya dokter terimakasih ya,kami pulang dulu."


Dimobil


"Loh kok kita ke arah sini kan kantor arah sana?."


"Kita pulang ,kamu harus istirahat,."


"Terus kamu pergi gitu ninggalin aku?."


"Tidak lah sayang, aku mau elus perut kamu sampai pagi,."


"Ih tidak mau ah ,nanti perut aku jadi lecet."


"Hahahahahahaha, tidak lah sayang, kan, mau sambil manjain kamu,."


"Oh sekarang sudah mulai ngerti ya."


"Loh ,memang selama ini aku tidak mengerti apa?."


"Emang iya."


Hadehhh semenjak hamil moodnya berubah-ubah, harus lebih kalem lagi nih, gumam Tanaka didalam hati nya


Sesampainya dirumah kak Steven


"Ra kamu masih sakit?."Tanya kak Mayko


"Udah tidak kak ,cuma mau pulang cepat saja ,Dante sudah tidur kak?."


"Iya,Ra makan dulu Kakak sudah masak ,yuk Tanaka juga."


"Iya kak."


Kami makan sambil mengobrol


"Ini Kaka ambilkan soda buat kamu."


"Hem aku tidak minum soda dulu ka ,sama yang beralkohol juga, mau hidup sehat."


"Oooooo begitu, yasudah ini buat Tanaka saja semua ya."


"Iya biar aku saja yang habiskan,kak."


Laura dan tanaka tidak bilang tentang kehamilan ini,karena masih terlalu dini untuk semua orang tahu.


untungnya hamil ku tidak payah, fikir laura.


setelah selesai makan, mereka pun masuk ke dalam kamar dan tidur ,Tanaka sedang asik mengelus-elus perut Laura.


___________________________________


bersambung

__ADS_1


(^∆^)


__ADS_2