Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
Episode 10


__ADS_3

Di pagi hari yang mendung terlihat beberapa siswa telah sampai di sekolah. Hari ini tidak sedikit siswa memakai jaket untuk menghangatkan tubuh mereka karena cuaca tampak begitu dingin.


Seorang gadis baru saja turun dari mobil setelah ia sampai di gerbang sekolah diantar oleh seorang supir pribadi yang selalu setia terhadapnya. Sifya berjalan perlahan dengan memasukkan kedua tangannya ke saku jaket putih miliknya.


Kemudian beberapa pria meneriaki namanya ia pun menoleh. Tampak disana Sandy dan Rey sedang menuju kearahnya. Sifya berhenti sejenak lalu ia pun tersenyum karena yang meneriaki namanya adalah para laki-laki yang baru ia kenal kemarin di mall saat bersama teman-temannya.


"Sifyaa" teriak Sandy dan Rey


Mereka yang baru saja sampai di sekolah dan memarkirkan mobil mereka tidak sengaja melihat Sifya berjalan sendiri. Mereka pun langsung memanggil namanya dan berlari pelan menghampiri Sifya sesaat mereka melihat gadis itu tersenyum menyambut teriakan mereka.


"Hei, pagi" sapa Sifya lembut


"Pagi cantik" sahut Rey dan Sandy


"Seger banget mata gue pagi-pagi udah lihat gadis paling cantik depan mata gue" goda Sandy


"Bisa aja lo San. Gombalan lo basi tau" ucap Sifya


"Lah, gue nggak gombal fi.. Lo beneran cantik." ucap Sandy


"Fi, kemarin seru nggak bareng Regan?" tanya Rey


"em, seru. Kenapa emang Rey?"


"Nggak Fi cuma gue penasaran aja soalnya Regan kan orangnya dingin. ya sebelas duabelas sama Sean" jawab Rey


"Awalnya sih gue juga mengira dia cowok dingin dan datar banget. Tapi Regan lumayan hangat kok" ucap Sifya


Tiba-tiba Regan menghampiri mereka bertiga


"Kalian lagi gibahin gue" ucap Regan menepuk bahu Rey dan Sandy sambil menatap tajam kedua sahabatnya itu.


Sifya, Rey dan Sandy pun langsung menoleh kebelakang bersamaan.


"Eh, Lo sejak kapan dibelakang kita?


"Sejak lo sebut-sebut nama gue" ucap Regan


Ternyata tadi setelah Rey dan Sandy baru beberapa detik bersama dengan Sifya, mobil Regan terlihat memasuki area parkir dan ia ridak sengaja melihat 3 orang yang ia kenal sedang berjalan beriringan kemudian ia pun memarkir mobilnya dan segera ia turun dan menyusul keriganya.


"Sejak kapan mulut lo berdua jadi ember gitu?" tanya Regan


"woi, kita nggak ada gibahin lo ya. Nggak ada faedah sama sekali gibahin lo sepagi ini" sahut Sandy


Regan mendenguskan bibirnya mendengar ucapan Sandy.


"Pagi Fi" sapa Regan dengan penuh senyuman

__ADS_1


"Pagi Re" senyum Sifya


"Seneng banget lo ya Re ketemu Sifya" sindir Rey karena baru kali ini Regan mau menyapa dengan senyuman


"Apaan sih lo" balas Regan seraya menggeser tubuh Rey sedikit kencang agar Regan bersebelahan dengan Sifya


"Duh, biasa aja dong" keluh Rey


Lalu mereka pun saling mengobrol dan tertawa seraya menyusuri koridor sekolah menuju kelas mereka.


Dari kejauhan tampak Sean turun dari motor sportnya dan membuka helmnya. Dia memperhatikan mobil para sahabatnya sudah terparkir rapi disana. Kemudian pandangannya tertuju pada empat orang yang mana tiga diantaranya adalah sahabatnya. Sean memicingkan matanya penasaran siapa gerangan seorang gadis berjaket putih yang bersama ketiga sahabatnya. Keempat orang itu pun berlalu semakin jauh dari pandangan Sean hingga ia tidak bisa melihat wajah gadis itu.


Beberapa jam kemudian terdengar bel istrahat berbunyi para siswa pun dengan semangat keluar dari kelas.


"Lo kemarin diantar sama Regan ya Fi?" tanya Chaca menggeser kursinya dekat ke Sifya


"Nggak. Kenapa?"


"Oh. Gue kirain lo diantar sama dia" ucap Chaca merasa lega


"Regan ganteng ya Fi" ucapnya lagi


"Em, lumayan. kenapa emang, kamu suka?" canda Sifya


Chaca terlihat malu-malu mendapat pertanyaan itu.


"Masa sih? Siapa Cha?" tanya Resti penasaran


"Siapa pria beruntung yang disukai Chaca kita Fi? sambung Ranti


"Em, Regan" ucap Sifya


"Hah??" kaget Resti dan Ranti


"Kok bisa?" tanya Ranti lagi


"Pertanyaan lo Ran nggak perlu dijawab kali. Bisa lah Cinta itu datangnya tiba-tiba tanpa lo sadari" ucap Resti


"huh, kayak punya pengalaman aja lo fi soal cinta" ucap Ranti


Kemudian perhatian mereka pun beralih pada Chaca. Chaca yang mendapat tatapan dari sahabat-sahabatnya itu pun hanya mengangguk malu-malu


Sifya dan sahabatnya tiba di kantin dan mulai memperhatikan kursi telah terisi penuh dan hanya 1 meja terlihat longgar kira-kira bisa untuk mereka tempati. Meja yang ditempati oleh empat pria tampan. Ranti melihat itupun langsung segera mengajak yang lain untuk duduk disana.


"Heii, boleh gabung nggak?" tanya Ranti


Sontak para pemuda itu menoleh

__ADS_1


"Boleh banget dong. Mari duduk" ucap Rey tersenyum


mempersilahkan gadis-gadis itu duduk.


"Geser lo" ucap Resti ketus pada Sandy


"Noh, masih ada yang kosong" tunjuk Sandy sebelah Sean


"Nggak ah ngeri gue" ucap Resti sambil bergidik


Sifya tampak ragu karena ia melihat ada seseorang yang beberapa kali ini bikin moodnya buruk. Regan melihat Sifya yang ragu untuk duduk pun meraih tangan gadis itu untuk duduk disebelahnya. Sifya menyadari kalau Chaca menyukai Regan menepis tangan Regan lembut lalu ia meraih lengan Chaca untuk duduk di sebelah Regan dan Sifya terpaksa duduk disebelah Sean tanpa melihat orang itu.


Terlihat raut muka Sean terkejut kedatangan para gadis itu khususnya pada salah satu dari gadis yang sekarang berada disamping kirinya. Awalnya ia hanya memainkan ponsel miliknya dan menggunakan headset ditelinga lalu ia tiba-tiba mencium aroma parfum Sifya yang membuat konsentrasinya terhadap ponsel yang ia pegang terusik lalu menoleh kesebelah kirinya.


Ia pun mengerutkan keningnya.


"Ngapain ini cewek dimari?" ucap Sean dalam hati


Kemudian ia juga melihat jaket yang dikenakan Sifya


"Apa gadis ini tadi pagi yang bersama mereka?"


"Lo makan apa fi biar gue pesen?" tanya Regan


"Sifya aja nih yang ditanya kita bertiga nggak?" tanya Ranti sebelum Sifya menjawab pertanyaan Regan


Regan terlihat salah tingkah karena ia tadi hanya fokus pada Sifya tidak dengan yang lain.


Sean tahu kalau Regan memang tertarik pada Sifya dan ia pun melirik gadis itu tengah tersenyum merespon ucapan teman-temannya


"Seakrab itu kah mereka?" pikir sean


Tiba-tiba pesanannya datang. Ia melepas headsetnya lalu mulai menyantap makanannya.


Sifya melihat Sean menikmati makannya tanpa menghiraukan orang-orang disekitarnya


"Ini orang nggak ada sopan santunnya emang. Makan nggak nawarin sama sekali" ucap Sifya dalam hati


Sean yang merasa diperhatikan pun menoleh tetapi Sifya langsung mengalihkan wajahnya.


Setelah memesan makanan mereka pun menyantapnya dengan sesekali bercanda dan tertawa dan tiba-tiba Sifya tersendak..


Regan dan Sean segera menyodorkan air mineral mereka pada Sifya bersamaan. Dan semua mata tertuju pada mereka bertiga.


_ __ _ _ _ __ __ __ __ _ _ _ __


*Bersambung

__ADS_1


Jangan Lupa Like Teman2 😃*


__ADS_2