Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
pergi kekuil


__ADS_3

Didalam mobil, Tanaka memeluk erat laura


"Sayang,." sambil memeluk erat tubuh Laura


Masih tidak ada Jawaban dari Laura.


"Ichiro kita kekantor sekarang,."perintah Tanaka


"Baik, tuan."


Sesampainya digedung kantor, di basemen


Ichiro meninggalkan mobil, tinggal Tanaka dan Laura yang ada di dalam,


"Masih mau diam ke aku Ra,."sambil menatap mata Laura,


Laura masih diam tidak mau bicara


"Maaf ya sayang, kalau kemarin aku memaksa kamu masuk kerja hari ini,."


Laura masih diam tapi ponsel Laura berbunyi,Laura langsung menyembunyikan ponselnya dan menggeser tasnya lebih ke belakang,


"Pinjam ponsel kamu sayang,."ucap Tanaka


Laura Langsung ingin meraih pintu untuk dia buka, meninggalkan Tanaka yang masih di dalam mobil dengan pintu terbuka, Tanaka tidak menghentikan Laura karena dia sadar,Laura sangat membencinya sekarang.


Acara ulang tahun pengusaha muda itu pun sukses digelar, saat sipria melihat Laura sudah ada di dalam acara ,dia menghampiri Laura,


"Hay teman-teman semua minta waktunya sebentar, dihari ulang tahun aku ini ,aku akan menyatakan cinta pada seorang wanita lebih tepatnya kepada seorang bidadari, Laura."


Semua mata langsung menuju kearah Laura, begitu juga dengan Tanaka yang kaget kalau ternyata Laura bukan hanya diundang tapi malah juga mau menyatakan cinta,


"Sialan, ternyata dia mau meminta Laura menjadi pacarnya kurang ajar,."Tanaka yang kaget diruangannya sambil melihat kearah cctv dan langsung menuju bar untuk membawa Laura pergi,


Di bar ,pesta ulang tahun sipengusaha muda,


"Laura,sambil bersujud dihadapan Laura,mau kah kamu menjadi kekasihku?."ucap sipria


Tanaka baru sampai di bar, tapi apa yang dia lihat, Laura bukannya menerima cinta si pria tapi malah meninggalkan tempat itu tanpa diajak oleh Tanaka,


Laura kembali ke ruangan karyawan sambil duduk ingin memakan bekal yang dia bawa, Tanaka datang menghampiri Laura yang sedang makan, duduk disebelah Laura,


"Ra,kamu tidak nawarin aku sayang."


Laura masih diam sambil mau pergi meninggalkan makanan dan juga Tanaka, Laura bersiap untuk kembali bekerja, saat itu pesta sudah selesai tapi si pria masih menunggu Laura,


"Kenapa kamu menolak cinta ku didepan semua orang Ra,."ucap pria itu


"Maaf aku tidak mengenal anda tuan permisi,."


"Wanita sialan ,."ucap sipria


sambil mau menjambak rambut Laura, Laura langsung berbalik melawan sipria itu menjatuhkan badannya diatas meja sambil menancap pisau disamping persis mata kirinya,


"Kali ini aku meleset,tapi tidak untuk lain kali tuan muda,."ucap Laura dengan nada kesal sambil berlalu meninggalkan laki laki itu untuk kembali bekerja,

__ADS_1


Sipria melihat Laura dengan rasa takut dan memilih untuk pergi,Tanaka yang melihat kejadian itu hanya merasa kagum ,


Ternyata Laura memang wanita spesial beda dari yang lain,fikir Tanaka


Tapi tanaka segera sadar karena Laura masih marah dengannya dan belum mau berbicara apapun, setelah selesai dengan pekerjaannya,Laura bergegas pulang sambil berlari menghindar dari kejaran Tanaka , langsung masuk kesebuah taksi menuju rumah.


Tanaka yang sedari tadi mengejar sekarang mengikuti Laura kerumahnya,


Sesampainya Laura dirumah,dia langsung mandi dan bersiap dengan menggunakan baju kimono serba hitam sama persis dengan yang dipakai kakaknya ,lalu mereka masuk ke taksi yang sama menuju sebuah kuil,


Tanaka yang sedari tadi mengikuti Laura merasa aneh ,


Laura kekuil untuk menghadiri pemakaman siapa, hanya ada mereka berdua,fikir Tanaka


Laura yang sudah ada didalam kuil bertemu dengan pengurus kuil itu.


"Maaf ,aku dan kakakku baru datang hari ini, semalam saya tidak bisa hadir karena saya harus bekerja,."


"Iya,tidak apa-apa yang penting kalian kemari,."


"Sebenarnya saya ingin datang kemarin saat tanggal meninggalnya papa saya,."


"Kemarin dan sekarang sama saja yang penting kita yang masih hidup selalu bisa mengenang jasa leluhur apalagi jasa orang tua kita sendiri."


"Iya Terimakasih,."


"Ini abu ayah dan ibu kalian, sekarang doakanlah."


Laura dan kakaknya bersujud sambil melafalkan doa untuk orang tua nya, Tanaka langsung tersadar ,apa yang diucapkannya kemarin sangat salah, dia ingin membunuh laki-laki yang sangat Laura cintai yang ternyata ayahnya Laura,.


"Ra, maafkan aku, kamu mau minta apa saja dari ku ,semua akan aku kasih bahkan bila yang kamu minta nyawaku sendiri, sebagai permintaan maaf ku ke kamu, sayang."


"Lepaskan, aku mau pulang,aku sudah sangat lelah,."ucap Laura


"Aku antar ya sayang,maaf ku sekali lagi maaf dari lubuk hati yang paling dalam,."


"Aku naik taksi saja tuan,."ucap Laura


"Kalau kamu naik taksi, itu berarti kamu masih membenciku kan sayang,."


Akhirnya Tanaka berhasil membujuk Laura pulang bersama nya, sesampainya dirumah Laura,


Laura langsung masuk kedalam kamar untuk ganti baju, kakak Steven juga begitu, Tanaka hanya duduk diruang tamu merenungkan kembali kecemburuan nya ke Laura,


Tanaka melihat Laura keluar dari kamar,


"Sayang,sambil menghampiri Laura,kamu mau makan , nanti aku pesankan,."sambil tersenyum ke Laura,


"Tuan kenapa tidak pulang?."ucap Laura


"Aku mau memastikan kalau kamu sudah memaafkan aku Ra,."


"Sebelum tuan membuat kesalahan,aku sudah memaafkan semuanya,sudah sekarang tuan pulang,tidak ada yang perlu dibicarakan lagi,."


"Ada satu lagi yang mau aku pastikan Ra,."

__ADS_1


"Apa?."


Tanaka langsung mencium bibir Laura,


"Aku mau pastikan,hati kamu sudah menjadi milikku sayang,."masih sambil berciuman


Laura menyambut ciumannya, saat mau berhenti seakan bibir Tanaka tidak mau lepas dari bibir laura,


"Aku pesankan makanan ya sayang,."ucap Tanaka


"Iya,."ucap Laura


Laura duduk disofa diruang tengah, sambil nonton drama Korea,


"Hem,kamu mau makan apa sayang?."ucap Tanaka


"Terserah."


"Kok terserah sih jawabnya,."sambil mengecup kening Laura,


Kak Steven keluar kamar,


"Adik, makanannya sudah siap?."


"Sudah ka ,ada diatas meja dapur makannanya, makan yang banyak ya .",ucap Laura


"Oke, kakak makan ya, kamu tidak makan dik?."


"Aku masih kenyang kak, kalau kakak mau habiskan tidak apa-apa,."


"Oh oke deh,."


Tanaka hanya bengong dan langsung bertanya,


"Kamu masak sayang?,kok tidak nawarin aku masakan kamu,."


Laura hanya diam sambil menonton televisi, drama Korea yang sedang menayangkan adengan istri sah mengetahui perselingkuhan suaminya dengan wanita yang lebih muda, tak terasa sampai meneteskan air mata di pipi nya,


"Sayang, aku tidak bermaksud untuk menyakiti hati kamu sayang,."ucap Tanaka


"Apa sih,aku sedih karena drama Korea tuh, lihat istrinya diselingkuhi,kurang baik apa coba istrinya tuh, dasar laki-laki tidak tahu terimakasih,sudah dicintai dan dikasih anak malah nyakitin,huh ."


"Aku sih kalau sudah punya istri tidak akan selingkuh apa lagi sampai punya anak dari kamu sayang,."


"Ih siapa juga yang mau nikah sama playboy seperti kamu yeeee,."


"Oh jadi tidak mau dinikahin sama cowok seperti aku hah,."sambil ngelitikin tubuh Laura


"Geli taun udah ih apasih, geliiiii."


Flash back selesai


_________________________


bersambung

__ADS_1


(^∆^)


__ADS_2