
Sesuai janji Adit, pagi harinya mereka berdua berangkat untuk menghabiskan akhir pekan kali ini dengan liburan singkat di tempat yang jauh dari hingar-bingar suasana kota.
Selain karena sudah lama mereka tidak berlibur, ini juga merupakan salah satu saran dari Putri untuk membawa Dinda berlibur di alam terbuka, supaya hatinya menjadi senang dan lebih tenang.
Setelah hampir dua jam perjalanan, mereka mulai melewati jalanan yang menanjak dan berkelok dengan hamparan sawah dan perkebunan hijau di kiri dan kanan jalan. Hawa sejuk mulai terasa, sehingga Adit membuka jendela dan mematikan AC mobil. Mereka mulai menghirup udara segar yang alami khas pegunungan.
"Sudah lama sekali kita tidak pergi ke tempat-tempat seperti ini, sayang."
Dinda memegang lengan Adit dan menyandarkan kepalanya di pundak suaminya. Adit tersenyum senang melihat sikap istrinya yang mulai manja. Dia masih terus fokus mengemudi menuju villa yang telah dipesannya melalui aplikasi online beberapa hari yang lalu.
"'Kamu senang?"
Tanya Adit sambil mencium kepala Dinda yang masih bersandar padanya. Meski pergerakan tangan kirinya sedikit terhambat tapi dia tidak mempermasalahkannya, karena dia juga senang dengan sikap manja istrinya itu.
"Sangat senang. Terima kasih sudah mengajakku berlibur ke tempat yang indah ini."
Dinda mencium pipi Adit membuat Adit tersenyum lebar dengan hati yang berdebar seperti seorang pengantin baru yang mendapatkan sentuhan mesra dari pasangannya.
"Jangan menggodaku di sini, sayang. Aku tidak akan bisa menahannya."
Dinda tertawa mendengar ucapan suaminya. Dia malah dengan sengaja kembali mencium pipi Adit dan kali ini sedikit lebih ke bawah hingga menyentuh sudut bibirnya.
"Bagaimana dengan yang ini? Apa kau juga tergoda?"
Meskipun berusaha rileks tapi bahasa tubuh Adit menunjukkan hal yang lain. Wajahnya memerah merasakan ciuman Dinda di ujung bibirnya.
"Jangan lakukan lagi, sayang. Atau kita tidak akan segera sampai di villa."
Dinda tertawa riang mendengar jawaban Adit. Dan dengan segera dia melepaskan tangannya dari lengan suaminya dan kembali duduk manis di kursinya.
Adit tersenyum menatap wajah bahagia istrinya. Dia kembali fokus mengemudi menuju lokasi villa yang sudah tidak jauh lagi.
Sepuluh menit kemudian mereka sudah sampai di pekarangan villa yang asri dikelilingi tanaman hijau yang menyejukkan mata dan hati.
Seorang penjaga villa menyambut mereka dan membantu Adit mengeluarkan barang bawaan mereka dari bagasi dan membawanya masuk ke dalam villa diikuti Adit dan Dinda.
Setelah memberikan penjelasan singkat tentang kondisi villa dan fasilitas yang bisa digunakan, penjaga tersebut pamit keluar meninggalkan mereka berdua.
Adit membawa koper dan tas mereka ke dalam kamar, sementara Dinda membawa bekal makanan dan bahan makanan mereka ke dapur.
Dinda menyimpan semua bahan makanan mentah ke dalam kulkas. Peralatan yang tersedia di dapur sangat lengkap membuat Dinda tak sabar ingin segera memasak. Namun dia menahan keinginannya karena mereka juga membawa bekal makan yang dia masak dari rumah pagi tadi sebelum berangkat.
__ADS_1
Dinda membuka pintu belakang yang berada di samping dapur. Udara segar bercampur hawa dingin menyeruak masuk ke dalam menyapa para penghuninya.
Dinda berjalan keluar menikmati suasana pekarangan belakang yang dipenuhi tanaman bunga warna-warni. Apalagi saat menatap jauh di belakang villa, pemandangan alam terbentang indah di hadapan matanya.
Perbukitan yang berderet panjang dikelilingi kabut tipis dan awan putih yang bergerak perlahan, membuatnya serasa melihat negeri di atas awan. Lereng hijau di bawahnya tampak sangat mempesona dengan hamparan perkebunan yang ditumbuhi beraneka tanaman dan sayuran segar khas pegunungan.
"Aku mencarimu, sayang. Ternyata kamu di sini."
Pelukan hangat Adit dari belakang membuat Dinda tersenyum menyambut kedatangan suaminya. Adit melingkarkan tangannya di pinggang istrinya dengan kepala yang bertumpu di bahu Dinda. Dia mencium pipi istrinya dengan lembut.
"Apa kau bahagia?" Tanya Adit sambil menciumi bahu istrinya.
Dinda membalas pelukan suaminya dengan menyatukan kedua tangannya bersama tangan Adit yang melingkar erat di pinggangnya.
"Aku sangat bahagia. Terima kasih, sayang."
Wajahnya menoleh ke samping dan bertatapan dengan wajah suaminya, hingga bibir mereka pun bersentuhan. Dinda menciumnya sesaat membuat Adit tersenyum bahagia.
"Aku sangat mencintaimu."
Adit berbisik lembut di telinga istrinya membuat mata Dinda serta-merta terpejam karena bisikan itu telah memunculkan rasa panas di sekujur tubuhnya yang masih berada dalam dekapan Adit.
Adit bisa merasakan panas tubuh Dinda yang kini mulai menjalar di tubuhnya. Keduanya sama-sama memanas dan memejamkan mata, menikmati kehangatan yang mengalir di hati mereka, membuai hasrat yang kian memuncak.
Adit mencium lembut telinga Dinda di setiap bagian membuat istrinya tak mampu lagi menahan desahan lirih yang keluar begitu saja dari bibirnya yang sedikit terbuka.
Tak bisa lagi menahan hasratnya, Dinda segera memutar tubuh ke arah suaminya. Sekarang mereka berdiri berhadapan dan saling memeluk tubuh pasangannya.
Tak ingin menunggu lagi, Dinda lebih dulu mencium bibir Adit dengan perlahan dan penuh kelembutan. Adit membalasnya dengan ciuman yang lebih dalam dan semakin lama semakin meminta lebih.
"Sayang, aku menginginkanmu.." Ucap Adit lirih di akhir ciuman mereka dengan nafas yang masih sama-sama memburu.
"Aku juga menginginkanmu.." Dinda menjawab malu dengan tangannya yang masih mengalung mesra di leher sang suami.
Tangan kokoh Adit segera membopong tubuh istrinya dan membawanya masuk ke dalam kamar. Dan di tengah hawa dingin pegunungan yang mendukung, mereka mulai melepaskan hasrat cinta mereka tanpa henti hingga akhirnya tertidur dalam kepuasan dan rasa bahagia.
.
.
.
__ADS_1
Siang hari setelah mandi dan makan siang, Adit mengajak Dinda berkeliling di perkebunan. Mobil melaju lambat agar mereka bisa menikmati suasana di sekitar yang penuh dengan tanaman bunga, sayur-mayur dan buah-buahan yang menyejukkan mata.
"Sepertinya sangat nyaman jika tinggal di sini ya, sayang. Suasananya sangat tenang, tidak bising seperti di kota." Kata Dinda sambil melihat ke luar jendela.
"Iya. Di kota, yang hijau-hijau cuma ada di taman kota. Kita termasuk beruntung bisa melihatnya setiap hari karena letaknya tepat di seberang Gerai Bertiga." Jawab Adit.
"Kalau di sini, sejauh mata memandang semuanya hijau dan asri. Makanannya pun setiap hari selalu tersedia sayur-mayur sehat dan buah-buahan segar hasil kebun sekitar yang alami. Aku pasti akan betah dan bisa memasak setiap hari untukmu, sayang.."
Dinda dengan pikiran ringan berandai-andai dengan melihat pemandangan di sekelilingnya. Sementara Adit terus memperhatikan istrinya dengan tatapan lain dan penuh senyuman.
"Maafkan aku yang terlalu sibuk sehingga melupakan waktu untuk mengajakmu pergi liburan seperti ini, sayang."
Adit menggenggam tangan Dinda erat-erat. Dia merasa bersalah karena selama ini jarang membawa istrinya untuk berlibur. Setiap akhir pekan mereka hanya menghabiskan waktu untuk beristirahat di rumah, makan di luar atau nonton bioskop saja.
Dia lupa jika mereka juga membutuhkan suasana lain untuk mengembalikan energi dan semangat mereka yang setiap hari telah penat oleh rutinitas tugas dan pekerjaan yang monoton.
"Setelah ini, kita agendakan untuk pergi liburan setidaknya sebulan sekali, sayang." Janji Adit.
Setelah puas berkeliling melewati perkebunan dan jalan-jalan pedesaan yang alami, mereka memutuskan untuk kembali ke villa karena hari juga telah beranjak sore.
Sesuai saran dari penjaga villa tadi, mereka bisa menikmati pemandangan alam saat matahari terbenam langsung dari pekarangan belakang villa.
Sementara besok pagi, mereka disarankan untuk pergi ke kebun teh di ujung jalan, karena di sana adalah tempat yang paling indah untuk menyaksikan matahari terbit dengan sangat jelas dan memukau.
.
.
.
Novel kami dengan judul MENANTI CINTA UNTUKKU sudah bisa dinikmati, dan akan terus update. Cek di Profile Karya Author. Semoga berkenan..🙏💜🙏
.
Note :
Jangan lupa untuk selalu menyemangati kami dengan Like, Komentar, Bintang 5, Vote & Favorit ya..🙏💜🙏
Terima kasih banyak untuk semua pembaca yang telah berkenan membaca dan menikmati novel kami.
Salam cinta dari kami..
__ADS_1
Author